Cinta Pada Istri Urakan - Bab 62 Aku Tidak Ingin Melahirkan Anak (2)

Gavin salut akan kemampuannya untuk langsung mempraktekkan hal yang baru dia pelajari.

"Cepat lepaskan tanganku, di jalan ada banyak mata ajaib, siapa tahu perilaku menyetirmu yang tidak beradab ini sudah difoto dari tadi, Emmh.... Kamu...."

Gavin melihat dia dari tadi tidak berhenti mengoceh, dikasih hati minta jantung, tangan kanannya tiba-tiba memegang belakang kepalanya lalu menariknya ke arahnya, setelah itu mencium bibir kecilnya dengan kecepatan kilat.

Hanya sebentar, benar-benar sangat cepat, bahkan Laras masih belum sempat bereaksi, tetapi ciumannya sudah selesai.

"KKamu....dasar tidak tahu malu...." wajah Laras menjadi sangat merah, bahkan membuat dia menjadi tergagap.

Gavin melihat ke depan dengan bangga, dia menampilkan sikap sedang serius menyetir, akhirnya dia mengerti, jika ingin membuatnya diam tidak bisa dengan berbicara baik-baik dengannya, karena wanita adalah makhluk yang tidak masuk akal.

Mereka mengobrol, tertawa dan bercanda di sepanjang perjalanan menuju rumah, hampir seluruh pelayan di kediaman Gavin datang untuk menjenguk Laras, nyonya muda masuk rumah sakit lagi, tuan muda pasti akan merasa sedih lagi.

"Tidak apa-apa, kalian tidak perlu naik kemari, nyonya muda butuh istirahat." Gavin memerintahkan para pelayan untuk pergi dan akhirnya membubarkan kerumunan para pelayan itu, hanya tersisa kepala pelayan Dewa, "Apa yang ibuku katakan?"

Kepala pelayan Dewa dengan ragu-ragu melirik Laras sekilas, "Tidak apa-apa, kamu bilang saja." Gavin memerintahkannya.

"Baik, tuan muda..... Sebenarnya nyonya besar sudah duduk di bawah dari pagi, nyonya besar baru saja pergi tidak lama sebelum anda pulang, karena anda dari tadi belum kembali, jadi nyonya besar tidak menunggu lagi, nyonya besar berkata kalau malam ini akan datang lagi."

Gavin sedikit mengerutkan alisnya, dia memerintahkan : "Aku mengerti, kamu suruh bagian dapur untuk mempersiapkan makanan, malam ini kita akan makan bersama dengan tuan besar dan nyonya besar."

"Baik."

"Kamu turun saja, di sini tidak perlu untuk dilayani."

"Baik."

Akhirnya kepala pelayan Dewa juga keluar dari kamar, Laras setengah berbaring dengan malas di atas ranjang, dia memikirkan makan malam nanti, dia merasa khawatir, cemas dan juga canggung, lebih baik dia tinggal di rumah sakit saja.

"Kamu tenang saja, ada aku."

Laras berusaha menghibur dirinya sendiri : "Heem, aku sangat tenang, apa yang harus membuatku merasa tidak tenang, mereka juga tidak mungkin memakanku."

Gavin membungkuk dan menekannya ke ranjang, kedua tangannya diletakkan di kedua sisi wajahnya, dia mendekatkan bibirnya ke samping telinga Laras lalu berkata : "Sebenarnya asalkan kamu hamil, meskipun mereka tidak menerimamu, tetap akhirnya mau tidak mau harus menerimamu."

".......NO!" Laras menyilangkan kedua tangannya dia atas dadanya, seolah-olah sedang melindungi kehormatannya yang terakhir, "Aku tidak terima."

"Aku mengerti, aku hanya asal bicara saja."

Laras menatap matanya lalu berkata dengan sangat tegas : "Aku tidak mau melahirkan anak, seumur hidupku aku tidak akan mau melahirkan anak."

Gavin mengira karena dia masih muda, jadi dia masih belum mempunyai keinginan untuk mempunyai anak, dia mencubit pipinya, tertawa dan berkata : "Nanti kamu tidak akan berpikir seperti itu lagi."

"Tidak, aku memang tidak mau mempunyai anak."

"......Kenapa?"

Kenapa, Laras tidak tahu harus berkata apa, dulu dia tidak mempunyai keinginan untuk mempunyai anak, umurnya masih muda, dia masih belum dewasa, bahkan pendidikannya saja sudah membuat kepalanya mau pecah, bagaimana bisa memikirkan masalah anak lagi. Saat ini meskipun dia sudah menikah, tetapi sebenarnya ini bukanlah keinginannya, selama beberapa bulan belakangan ini dia baru saja beradaptasi dengan kenyataan kalau dirinya sudah menikah, mengenai mempunyai anak, itu terlalu cepat, dia tidak berani memikirkannya.

Yang paling penting adalah, menurutnya anak harus hadir di keluarga yang saling mencintai dan direstui, setidaknya harus hadir di sebuah keluarga yang sehat, jadi bagaimana mungkin dia bisa melahirkan anak di tengah hubungan pernikahannya dengan Gavin yang kapanpun memiliki kemungkinan untuk berpisah?!

Dia tidak ingin anaknya menjadi seperti dirinya, menjalani kehidupan yang jelas-jelas memiliki ayah dan ibu, tetapi bagaikan tidak memilikinya, benar-benar terasa sangat menyedihkan.

Novel Terkait

The Break-up Guru

The Break-up Guru

Jose
18+
5 tahun yang lalu
Satan's CEO  Gentle Mask

Satan's CEO Gentle Mask

Rise
CEO
5 tahun yang lalu
Aku bukan menantu sampah

Aku bukan menantu sampah

Stiw boy
Menantu
5 tahun yang lalu
Hidden Son-in-Law

Hidden Son-in-Law

Andy Lee
Menjadi Kaya
5 tahun yang lalu
Love Is A War Zone

Love Is A War Zone

Qing Qing
Balas Dendam
6 tahun yang lalu
Pengantin Baruku

Pengantin Baruku

Febi
Percintaan
5 tahun yang lalu
Akibat Pernikahan Dini

Akibat Pernikahan Dini

Cintia
CEO
6 tahun yang lalu
My Lady Boss

My Lady Boss

George
Dimanja
5 tahun yang lalu