Suami Misterius - Bab 9 Olahraga Menghabiskan Energi

"Kakak, jangan marah ya." Pergelangan tangan yang dia angkat belum diturunkan, sudah ditahan oleh Melanie. Rambut Melanie disemir, berdandan tipis, mengenakan rok yang sangat pendek.

Tinggi badannya tidak lebih tinggi dari Clara, tapi kaki putihnya menarik perhatian, membuat pandangan laki-laki gemuk itu tertuju padanya.

"Kakak, kamu jangan marah sama dia, kamu lihat aku bagaimana, kita cari kamar berbincang-bincang?" Melanie berbicara sambil tersenyum.

Clara tahu Melanie sedang membantu dia, tapi dengan ragu-ragu Clara bertanya, "Hei, kamu sendirian tidak apa-apa?"

"Aku bukan pertama kalinya kesini, di dalam tasku ada semprotan merica, tidak mungkin dia berani macam-macam." Selesai Melanie berbicara, mengeluarkan kamera pengintai kecil dari dalam tasnya memberikan ke Clara.

"Kamu hati-hati ya." Clara berbicara sambil menerima kamera pengintai tersebut.

Menyingkir dari laki-laki cabul itu, dia berjalan sendirian di koridor yang remang, terdengar suara mengejutkan dari kedua sisi kamar, bercampur dengan erangan yang berlebihan.

Clara mengerutkan alis, begini banyak kamar, bagaimana dia menemukannya!

Tiba-tiba, ada seseorang yang menarik dia dan mendorong dia ke tembok.

Clara terkejut sekali, dia lupa akan rasa sakit dan tembok yang dingin.

Tubuh laki-laki yang berat itu menekan Clara, tangan yang besar memegang wajah Clara, "Keberanianmu besar sekali, tempat seperti ini kamu berani datang sendirian."

Clara masih terkejut melihat laki-laki itu, di belakang dia ada sebuah lampu gantung kristal, tatapan mata laki-laki itu dingin dan dalam.

"Rudy, kenapa kamu!" Clara menghela nafas.

Rudy melepaskan dia, bahu yang lebar bersandar ke tembok, ekspresi di wajahnya dingin. Dari jasnya dia mengeluarkan rokok, mengambil sebatang, berkata, "Kamu tidak seharusnya datang ke tempat ini, aku antar kamu pergi dari sini."

Clara: "Aku tidak mau pergi, aku datang kesini cari orang."

"Cari siapa?" Rudy bertanya.

Clara merasa, seharusnya Rudy memiliki banyak informasi disini, oleh karena itu, dia berkata, "Roy, kamu kenal?"

"Dengar-dengar reputasi dia buruk, mau apa kamu cari dia?" Rudy menjawab.

"Ada yang perlu diurus." Clara berkata.

Rudy tersenyum dingin, menatap Clara, "Roy itu hidung belang, kalau perempuan minta tolong sama dia, harus bayar harga, kamu sudah pikirkan matang-matang?"

Selesai mendengar Rudy berbicara, Clara terpaku menatap Rudy, pemikiran orang seperti dia ini lebih rumit daripada orang biasa.

Clara pura-pura tidak mengerti maksud ucapannya, mengeluarkan kamera pengintai kecil dari dalam tasnya, "Dia datang kemari melakukan hal yang tidak baik, seharusnya dia tidak akan membiarkan istrinya tahu. Kalau punya kelemahan dia, tidak mungkin dia tidak mau membantu."

Selesai Clara berbicara, raut wajah Rudy masih datar, berkata dengan nada acuh tak acuh, "Lantai atas, kamar ketiga di samping kiri."

Clara berdiri di depan pintu kamar, tangannya memegang sebuah kawat tipis, mengaitkan, terdengar pintu kamar terbuka.

Rudy berdiri di belakang dia, melihat dengan tertarik, setelah pintu terbuka, ikut masuk ke dalam.

Satu tangannya dimasukkan ke dalam saku celana, berjalan mengitari kamar.

Tergantung jas laki-laki, di atas kasur terlihat ada sekotak kondom dan stocking wanita.

"Kok tidak ada orang?" Clara bertanya.

"Mungkin turun ke bawah makan, olahraga di kasur menghabiskan tenaga." Rudy berbicara.

Clara menatap dia dengan tatapan yang tajam. Dalam hati memaki: Laki-laki cabul.

Setelah itu, dari luar terdengar suara seorang laki-laki. Pemilik kamar ini kembali.

Novel Terkait

Cinta Yang Berpaling

Cinta Yang Berpaling

Najokurata
Pertumbuhan
6 tahun yang lalu
Cinta Yang Dalam

Cinta Yang Dalam

Kim Yongyi
Pernikahan
5 tahun yang lalu
Spoiled Wife, Bad President

Spoiled Wife, Bad President

Sandra
Kisah Cinta
6 tahun yang lalu
Harmless Lie

Harmless Lie

Baige
CEO
7 tahun yang lalu
My Tough Bodyguard

My Tough Bodyguard

Crystal Song
Perkotaan
6 tahun yang lalu
Pernikahan Kontrak

Pernikahan Kontrak

Jenny
Percintaan
6 tahun yang lalu
Memori Yang Telah Dilupakan

Memori Yang Telah Dilupakan

Lauren
Cerpen
6 tahun yang lalu
Love From Arrogant CEO

Love From Arrogant CEO

Melisa Stephanie
Dimanja
6 tahun yang lalu