Love And Pain, Me And Her - Bab 422 Mendiskusikan Harga

Aku memelototi Don Juan dan perlahan berkata, "Don Juan, dengar baik-baik, aku tidak hanya akan berpartisipasi! Tetapi aku juga bertekad untuk menang!"

Don Juan tertawa.

"Baiklah, aku akan melihat bagaimana kamu memenangkannya."

Aku tidak lagi menghiraukannya, menutup jendela, menyetir dan langsung kembali ke studio.

Begitu aku memasuki pintu, semua orang sedang sibuk. Aku melambai ke Deren dan berkata, "Deren, panggil semua orang ke kantorku untuk rapat nanti, kita punya sesuatu untuk didiskusikan."

Deren segera mengangguk dan setuju.

Setelah beberapa saat, Deren, Amori dan Lulu mengetuk pintu dan masuk. Mereka duduk di sofa di area istirahat, sambil membuat teh untuk mereka, aku berkata, "Deren, tanggal penawaran untuk Indoma Food akan segera sampai! Bagaimana persiapannya?"

Karena aku baru-baru ini sibuk dengan urusan Geprek Bule, jadi aku menyerahkan urusan Indoma Food kepada Deren. Bagaimanapun, dia datang dari Indoma Food, pastinya tahu banyak tentang orang dan hal-hal di Indoma Food. Proyek ini paling cocok untuknya.

Sebelum aku selesai berbicara, Lulu tiba-tiba menyela dan berkata, "Ugie, mengapa aku merasa kamu tidak terlalu peduli dengan pesanan ini?"

Kata-kata Lulu membuatku tertawa.

"Mengapa kamu bisa memiliki perasaan seperti itu?"

Aku mengambil secangkir teh dan memiringkan kepalaku untuk melihat Lulu.

Lulu mengangkat bahunya, "Karena sudah begitu lama, aku belum pernah melihat kamu menanyakan tentang daftar ini. Bahkan tidak peduli seberapa sibuknya kamu, kamu tetap harus menanyakannya."

Aku tersenyum. Lulu adalah gadis yang sangat sensitif dan apa yang dia katakan memang benar. Tetapi aku tidak menjelaskan kepadanya, karena masih belum waktunya untuk mengatakan tujuan akhirku.

Melihatku berhenti berbicara, Deren

kemudian berkata, "Pak Ugie, aku mencari tahu tentang Indoma Food dari mantan rekanku .Indoma Food mengalihdayakan semua iklan pemasaran kali ini dan periodenya adalah tiga tahun. Dapat dikatakan bahwa ini sangat beruntung. Banyak perusahaan periklanan telah bertindak, beberapa perusahaan periklanan juga telah membuat momentum dalam sikap harus menang. Mereka sudah memulai hubungan masyarakat. "

Aku mengangguk, aku sudah tahu apa yang dikatakan Deren, dia melanjutkan, "Selama tahun-tahun terakhir ini, beberapa perusahaan pengolahan makanan baru bermunculan dengan sangat cepat. Posisi Indoma Food sebagai pemimpin provinsi juga dipertaruhkan. Oleh karena itu, Indoma Food memutuskan setelah melakukan diskusi internal. Meningkatkan investasi dalam periklanan pemasaran dan biaya pemasaran selama tiga tahun diperkirakan sekitar dua ratus miliar! "

"Sebanyak itu?"

Lulu menatap Deren dengan kaget. Deren mengangguk dan berkata, "Itu karena pesanan terlalu besar, jadi Indoma Food menggunakan metode penawaran dan dengan penawaran yang lebih rendah akan untung. Dengan cara ini, mereka bisa menghemat banyak biaya pemasaran."

Aku mengerutkan kening dan mengangguk sedikit, baru saja akan berbicara, Amori tiba-tiba menatapku, dia berkata dengan sedikit keraguan, "Pak Ugie, menurutmu apakah mungkin bagi kita untuk memenangkan tawaran ini?"

Meskipun aku memiliki hubungan yang baik dengan Amori, tetapi dia selalu memanggilku sesuai dengan posisiku di perusahaan.

Aku menyesap teh, memandang Amori dan bertanya, "Mengapa tidak bisa?"

Amori menggelengkan kepalanya dengan senyum pahit, dia berkata perlahan, "Oke, meskipun kita berhasil menawar dan mendapatkannya. Tapi pada skala Perencanaan Bar BOSS sekarang, apalagi pesanan sebesar dua ratus miliar, bahkan jika hanya puluhan miliar pesanan, aku takut kita masih tidak bisa mencernanya. Yang bisa kita lakukan sekarang hanyalah pemasaran. Tidak ada saluran periklanan sama sekali. Bahkan jika kita memperluas saluran dulu, itu pun sudah terlambat. Ketika kontrak ditandatangani, jika kita gagal memenuhi persyaratan Indoma Food, itu akan menjadi pelanggaran kontrak. Maka takutnya hasil Perencanaan Bar BOSS itu akan sama dengan PT. Nogo Internasional, diseret hidup-hidup."

Aku tertawa. Jatuhnya PT. Nogo Internasional masih menyisakan ketakutan di hati Amori.

Lulu tiba-tiba menyela dan berkata, "Ugie, apakah kamu ingin memanfaatkan kesempatan ini untuk mengembangkan kembali PT. Nogo Internasional?"

Aku tertawa dan menggelengkan kepala, ini bagaimana mungkin bisa berkaitan? Begitu perusahaan periklanan sebesar PT. Nogo Internasional jatuh, akan lebih sulit untuk berdiri kembali lagi daripada membangun perusahaan baru. Bagaimana mungkin mengembangkan hal-hal yang tampaknya tidak ada harapan dengan satu tawaran ini? "

Aku tidak menjawab pertanyaan kedua orang itu, sebaliknya, aku menoleh untuk melihat Deren dan kemudian bertanya kepadanya, "Deren, apakah kamu sudah hitung? Menurut daftar tingkat Indoma Food, berapa keuntungan perusahaan periklanan dalam tiga tahun?"

Deren telah menghitung hal-hal ini dengan jelas, dia langsung berkata, "Aku sudah menghitungnya, seharusnya untungnya adalah antara lima miliar sampai enam miliar. Artinya, menurut persyaratan Indoma Food, semua iklan harus dilakukan sekali, modalnya sekitar lima belas miliar."

Pendekatan seperti Indoma Food ini sebenarnya tidak jarang dalam industri periklanan. Misalnya, menurut persyaratan Indoma Food, semua saluran periklanan harus diselesaikan, menurut perkiraan internal mereka, harus sekitar dua puluh miliar. Saat mereka menawar, setiap perusahaan periklanan akan menawar sesuai dengan situasi aktual mereka sendiri dan kemampuan operasi periklanan. Misalnya, aku mengajukan enam belas miliar tawaran. Menurut anggaran, Indoma Food menghemat empat miliar. Inilah tujuan dari penawaran mereka, membiarkan berbagai perusahaan periklanan berjuang dan pada akhirnya mereka akan meraup keuntungan darinya.

Tentu saja, perusahaan periklanan juga akan mempertimbangkan situasi sebenarnya. Harga dasar harus menjamin keuntungannya sendiri. Jika tidak, tiga tahun ini tidak akan berarti apa-apa.

Aku mengangguk, memandang mereka dan berkata, "Baiklah, selanjutnya kita akan mendiskusikan, berapa harga penawaran dasar yang kita tawarkan?"

Begitu suaraku jatuh, Amori segera berkata, "Pak Ugie, aku masih tetap menyarankan agar kita berdiskusi terlebih dahulu, jika kita memenangkan tawaran, bagaimana kita harus mencerna pesanan ini sekarang!"

Amori sangat gigih dan masih menanyakan pertanyaan ini kepadaku.

Aku melihatnya dan berkata, "Jika kita benar-benar memenangkan tawaran, maka kita akan memecahkan proyek tersebut dan mengontrakkannya ke perusahaan periklanan lain lagi."

Amori sama sekali tidak setuju dengan pernyataanku. Dia menatapku dan menggelengkan kepalanya sedikit, tetapi dia tidak mengatakan apapun. Bagaimanapun, aku adalah bosnya, melihat bahwa aku bertekad untuk melakukannya, dia juga tahu bahkan dia berkata lebih banyak juga tidak berguna.

Kami melanjutkan topik tadi, Deren memimpin dengan mengatakan, "Bahkan jika total keuntungan dalam tiga tahun ini dapat mencapai enam puluh miliar, maka tawaran rata-rata perusahaan periklanan umum seharusnya sekitar enam belas miliar. Bagaimanapun, ini adalah daftar yang relatif kompleks dan rentang waktu relatif lama. Tiga tahun tidak dapat menjamin keuntungan sebesar tiga puluh miliar, takutnya tidak ada yang akan melakukannya. "

Aku mengangguk sedikit. Deren benar, terutama untuk perusahaan periklanan yang lebih besar, jika tidak dapat menjamin keuntungan yang cukup besar dan mereka pasti tidak akan melakukannya. Aku memandang Amori dan bertanya kepadanya, "Amori, Deren tidak tahu banyak tentang SHOPI. Berdasarkan pengalaman kamu dengan SHOPI selama bertahun-tahun, menurutmu, akan seberapa besar tawaran mereka?"

Novel Terkait

Cintaku Yang Dipenuhi Dendam

Cintaku Yang Dipenuhi Dendam

Renita
Balas Dendam
2 tahun yang lalu
Untouchable Love

Untouchable Love

Devil Buddy
CEO
2 tahun yang lalu
Husband Deeply Love

Husband Deeply Love

Naomi
Pernikahan
2 tahun yang lalu
Menantu Luar Biasa Bangkrut

Menantu Luar Biasa Bangkrut

Menantu
setahun yang lalu
Rahasia Istriku

Rahasia Istriku

Mahardika
Cerpen
2 tahun yang lalu
Inventing A Millionaire

Inventing A Millionaire

Edison
Menjadi Kaya
setahun yang lalu
Get Back To You

Get Back To You

Lexy
Percintaan
setahun yang lalu
The Richest man

The Richest man

Afraden
Perkotaan
setahun yang lalu