Bretta’s Diary - Bab 745 Hari Yang Sulit

“Ibu, mengapa kamu bertanya hal yang menyakitiku, kamu tahu jika aku tidak suka dengan pilihan seperti ini.”

Hannah mengenakan rok merah panjangnya, dengan tangan yang diisi sebuah boneka beruang, terlihat sangat manis.

Tetapi Hannah sangatlah pintar, jika dibandingkan dengan anak lain dia lebih pengertian.

“Ah, ibu hanya bertanya dan hanya bercanda saja.”

Melihat reaksi anaknya yang berubah dengan sangat cepat, Yuna segera memberikan pukulan pada babak ini, dia bahkan merasa sedikit menyesal kenapa dia harus memberikan pertanyaan pada anaknya ini?

“Ibu, aku menyukai rumah ini, disini ada kakek nenek, ayah dan dirimu, juga ada paman kedua dan bibi, kita adalah sebuah keluarga dan tidak bisa berdiri dengan sendiri, aku menyukai kalian semuan aku harap ibu dapat mengerti tentang ini.”

“Iya ibu mengerti.”

Yuna yang mendengar semua ini tidak lagi bertanya, tetapi dirinya sendiri mengerti, jika dia bercerai dengan Jilian maka hak dia persentasi dirinya untuk mendapatkan anak ini akan nol.

Tidak hanya karena keluarga Xie memiliki uang, tetapi keluarga Xie juga sangat menyayangi Hannah mereka tidak mungkin menyakitinya.

Bahkan neneknya sendiri berkorban lebih banyak dari pada ibunya sendiri, maka dari itu sedikit membuat dia merasa tersakiti.

Bagaimana jika suatu hari berpisah dengan putrinya ini...

Yuna merasa tidak tenang, dia akan mencari waktu untuk berbincang dengan Jilian dimalam hari.

Para tamu yang terhormat ini, telihat biasa aja dan dari luar mereka terlihat seperti pasangan model.

Tetapi Yuna tahu hanya hatinya mengerti jika permasalahn ini lebih parah, sekitar ada dua hingga tiga bulan mereka tidak sedekat itu lagi.

Jika ini dikatakan dari usianya mereka semua ini terlihat tidak normal.

Dimalam hari ketika Hannah terlelap, Yuna menuju keruangan buku, Jilian sedang merapikan beberapa berkas.

“Aku membuatkan sebuah teh untukmu.” Yuna sambil meletakkan gelas ini.

“Oh terimakasih.”

“Jilian.”

“Ya?

“Mari kita berbicara.”

“Berbicara tentang?” Parker sambil merapikan berkas dengan perasaan yang tidak tenang.

Yuna meletakkan kedua tangannya didekat dadanya sambil menghelakan nafasnya, “Apakah tidak merasa adanya perbedaan diantara kita?”

“Apa maksudmu?” Jilian menaikkan kepalanya, sambil melihat Yuna.

“Kamu mengerti apa yang sedang aku katakan.”

“Oh, jika maksudmu karena aku memukul aku akan minta maaf kepadamu, dan aku berjanji tidak akan mengulangi hal itu lagi, jika karena seketaris wanita itu, kamu seharusnya juga tahu jika aku telah memindahkan orang itu dan juga telah mengurangi gajinya, apakah ada yang membuat kamu merasa tidak puas sekarang?”

“Perkataanmu ini terlihat seperti tertindas... apakah ada yang salah jika gaji wanita itu diturunkan? Dia memang bukanlah dari universitas ternama bukan, dan juga tidak memiliki pengalaman juga kan? Apakah karena dia mirip dengan seseorang didalam hatimu, maka kamu dapat memperlakukan dia secara berbeda?” Yuna terlihat tidak senang.

“Yuna sudah larut malam dan aku tidak ingin berkelahi dengannmu, tidurlah terlebih dulu.”

Terlihat jelas jika Jilian tidak ingin meneruskan pembicaraan ini, jika pembicaraan ini terus saja diteruskan maka akan membuat sebuah keributan.

Yuna merasa sangat sedih, dia ingin sekali mengatakan isi hatinya, tetapi melihat sikap Jilian yang begitu dingin, dia seketika merasa kecewa.

Dia memutarkan tubuhnya dan segera kembali kekamar, sambil meneteskan air mata.

Selama bertahun-tahun bersama Jilian, dia tidak pernah membayangkanakan berjalan hingga seperti ini, mungkin... tetapi pada perkataan itu.

Dengan cinta yang penuh dengan keindahan, jika tidak bisa melewati sebuah kesusahan tentu saja apa itu tujuhh tahun bersama, sepuluh tahun tidak akan membuat semua ini bertahan.

Dia mengambil telepon genggamnya, lalu mengirimin pesan kepada keluarga Sulistio.

——Ibu, bagaimana kesehatan anda dan ayah? Aku ingin membawa Hannah untuk menjengguk kalian.

Pada saat bersamaan.

Brenda yang dikeluarkan oleh perusahaan, dia pergi bermabuk-mabukkan dan kembali kerumah, dengan baju yang tidak rapi bahkan hanya menggunakan satu sepatu tingginya saja.

Dengan sedikit terhuyung-huyung dia melihat seseorang duduk diruang tamu, dengan raut wajah yang tidak bersahabat juga dengan tatapan yang tajam.

Novel Terkait

The Serpent King Affection

The Serpent King Affection

Lexy
Misteri
5 tahun yang lalu
Cinta Yang Terlarang

Cinta Yang Terlarang

Minnie
Cerpen
5 tahun yang lalu
Si Menantu Buta

Si Menantu Buta

Deddy
Menantu
5 tahun yang lalu
Cintaku Pada Presdir

Cintaku Pada Presdir

Ningsi
Romantis
4 tahun yang lalu
Si Menantu Dokter

Si Menantu Dokter

Hendy Zhang
Menantu
4 tahun yang lalu
Suami Misterius

Suami Misterius

Laura
Paman
4 tahun yang lalu
More Than Words

More Than Words

Hanny
Misteri
5 tahun yang lalu
Asisten Wanita Ndeso

Asisten Wanita Ndeso

Audy Marshanda
CEO
4 tahun yang lalu