Bretta’s Diary - Bab 640 Menghancurkanmu

Brenda yang mendengar perkataan ini semakin membara, “Tidak perlu menutupi hal ini dan tidak perlu berpura-pura, semua orang tahu bagaimana kelakuanmu itu.”

Sebenarnya perkataan Brenda disini membawa maksud lain, membicarakan kelakuannya Bretta, Bella ingin membuka suara untuk membantu nonanya tetapi Bretta mengelengkan kepalanya.

Dengan telinga merahnya Bella dengan kejam dia melihat kerah Brenda, dia tahu jika orang ini bukanlah orang baik.

“Baiklah aku tidak perlu banyak berkata, aku tidak peduli dengan urusan pribadi kalian, juga tidak ingin mendengarnya, tetapi semua ini mengancam pemasukkan perusahaan, maka hal ini tidak akan aku biarkan, walaupun aku bukanlah direktur di Hua’s Corp tetapi aku juga memiliki jabatan yang tinggi di Hua’s Corp, selain kakak terbesar aku memiliki hak atas ini, maka itu aku akan memberikan hukuman untuk kalian, ayah, adik ketiga, adik kelima, kalian semua tidak akan mendapatkan bunga tahun ini dan juga saham kalian akan kukurangi setengahnya.”

Mendengar sahamnya yang akan dipotong, beberapa orang disini tidak bisa bekerja, Beatrice memberontakkan kakinya, “Atas dasar apa?”

“Atas dasar berita yang tidak senonoh ini, membuat kehancuran bagi perusahaan.” Brenda berkata dengan gigih.

“Jangan berkata tentang hal yang buruk, kapan lalu aku sempat membangkitkan nama baik perusahaan mengapa kamu tidak memberikan aku bonus tambahan?” Beatrice mengeraskan rahangnya.

“Hal ini tidak ada gunanya jika kamu katakan kepadaku, setidaknya aku tidak pernah melihat kamu berguna disini, tetapi... urusan adik kelima lebih fatal, karena gambar selingkuhan terbongkar dimedia, membuat saham kita menurun, maka dari itu selain pengurangan setengah dari saham, adik kelima kamu harus mengeluarkan harta, perhiasan dan berkas yang nenek berikan kepadamu.”

“Hehe, ternyata semua ini idemu?” Bretta tersenyum dengan dingin dia tidak merasa aneh karena dia adalah Brenda.

Beatrice dan Boonie merasa marah, karena kakak kedua terlihat jelas ingin menganggu orang lain, Boonie merasa tidak puas, kemudian membantu Bretta berkata, “Kakak kedua, adik kelima sedang dijahati oleh orang lain, wanita itu adalah mantannya Hayden, semua ini tidak dilakukan oleh adik kelima, kamu jangan berkata dengan sembarangan, surat wasiat nenek tertulis dengan jelas, kamu tidak ada hak untuk meminta adik kelima untuk mengeluarkannya.”

Beatrice ikut berkata, “Itu benar, aku setuju dengan perkataan adik keempat, apa hak mu menjahati adik kelima? Masih berani berkata tentang hartanya nenek, apakah kamu tidak malu? Kamu sudah bosan hidupkah?”

Beatruce yang berkata dengan nada yang tidak menyenangkan ini, membuat Brenda ingin mengancamnya, menghukum orang-orang ini, maka dari itu dia terus berkata, “Beatrice, kamu sedang berbicara dengan siapa, apakah sudah terlalu lama menjadi artis, ketika dirumah juga ingin berantem seperti artis? Kamu jangan lupa dengan urutanmu, aku adalah kakakmu, apakah ini sikapmu berbicara?”

“Aku tidak memiliki kakak seperti ini, begitu menjijikkan, dimatamu hanya uang uang uang saja.”

“Tidak guna berkata tentang ini, hari ini siapapun tidak ada gunanya berkata tentang identitas dirinya.” Brenda telah menrencanakan semua hal ini, hari ini dia harus menghabisi orang-orang ini, jika tidak dia tidak akan memiliki kesempatan lagi.

“Aku tidak akan setuju, jika dirimu berani memukulku, aku akan membunuhmu.” Beatrice menaikkan kedua tangannya, dia telah siap untuk berperang.

“Sudah cukup, diam semuanya.” Habert merasa pusing dengan semua ini, dengan suaranya itu membuat isi ruangan ini menjadi hening.

Habert melihat kearah Brenda, “Anak kedua, perkataanmu ini memang benar, kami memang memiliki tanggung jawab disini, tetapi kamu menghilangkan bonus yang akan didapatkan, lalu mengurangi saham kami, kemudian meminta Bretta untuk mengeluarkan hak yang dia dapatkan dari nenek, bukankah ini keterlaluan?”

“Ayah, kamu membuat Quinn hamil hampir saja membuat kami mendapatkan seorang anak laki-laki, apakah itu tidak keterlaluan?” Brenda berkata dengan penuh amarah.

Seketika sikap Habert merendah dengan wajah sedikit canggung, nyonya Hua menaikkan kepalanya melihat kearah suaminya dengan tatapan penuh dengan kebencian.

Tujuan Brenda hari ini memang untuk ini, menghancurkan semua orang.

Novel Terkait

Cinta Tapi Diam-Diam

Cinta Tapi Diam-Diam

Rossie
Cerpen
5 tahun yang lalu
Yama's Wife

Yama's Wife

Clark
Percintaan
4 tahun yang lalu
Cinta Presdir Pada Wanita Gila

Cinta Presdir Pada Wanita Gila

Tiffany
Pernikahan
5 tahun yang lalu
1001Malam bersama pramugari cantik

1001Malam bersama pramugari cantik

andrian wijaya
Merayu Gadis
5 tahun yang lalu
Pria Misteriusku

Pria Misteriusku

Lyly
Romantis
4 tahun yang lalu
Now Until Eternity

Now Until Eternity

Kiki
Percintaan
6 tahun yang lalu
Mr CEO's Seducing His Wife

Mr CEO's Seducing His Wife

Lexis
Percintaan
4 tahun yang lalu
Love And Pain, Me And Her

Love And Pain, Me And Her

Judika Denada
Karir
4 tahun yang lalu