More Than Words - Bab 117 Cium Cium Cium (1)

Mata Selena pun melotot, dia merasa dunia ini seketika terhenti, hanya suara detik jam yang terdengar di telinganya.

Satu detik, dua detik, tiga detik... Setelah sekian lama, dia baru menyadari, William telah menciumnya...

Sepertinya dia baru selesai sikat gigi, tercium aroma odol gigi dari mulutnya.

Bibirnya terasa dingin, tapi ciumannya hangat.

Cium...

William, telah menciumnya...

Bagaimana mungkin? Selama dua tahun menikah, walaupun mereka memang suami istri, tapi dia sama sekali tidak pernah menciumnya.

Dulu di tahun pertama menikah, awalnya saat William menyentuhnya, dia mengira William sedikit menyukainya, saat bermesraan, dia pernah secara tidak sadar inisiatif menciumnya, tapi belum sempat menyentuh bibirnya, William pun langsung mengerutkan alisnya, merasa jijik dan menghindarinya...

Tapi sekarang, dia malah mencium bibirnya?

Otak Selena menjadi blank, saat dia membuka mulutnya dan nafas mereka bersatu, telinganya seperti telah mendengar suara jeritan yang tinggi.

Tidak tahu sudah berapa lama dia menciumnya, saat dia tersadar, baju tidur yang dipakainya pun sudah terlepas, telapak tangan William yang hangat meraba pinggangnya...

Isyarat dari gerakan-gerakannya ini, Selena langsung mengerti.

Sebelumnya dia masih menyikat giginya di kamar mandi, tidak lama kemudian, dia langsung keluar dari kamar mandi dan mendorongnya, ada gerangan apa ini?

Selena tersadar dan berhasil menghindari ciumannya, tapi baru saja ingin berbicara, kepalanya pun tertarik kembali, William menciumnya kembali.

Sama seperti tadi, ciuman yang panas dan bergelora.

Tapi dibandingkan dengan yang tadi, ciuman kali ini terasa lebih kasar, seperti ingin menghukumnya dan juga seperti ingin menelannya hidup-hidup.

Selena merasa kesakitan, dia ingin menghindar, tapi perlawanannya malah membuatnya semakin kasar, ciumannya bahkan sudah seperti gigitan.

William memeluknya erat, menciumnya sambil masuk ke dalam dunianya.

Selena dan Grisellin sedang chat, karena Selena lama tidak membalasnya, Grisellin pun tidak hentinya mengirim sticker.

Tidak tahu apakah hanya perasaan Selena saja, seiring dengan bunyi notifikasi chat, dia merasa tenaga pria ini semakin kuat.

Tidak tahu setelah berapa lama, saat Selena merasa sudah hampir setengah mati, William akhirnya melepaskannya.

Dia terbaring di atas ranjang selama beberapa saat.

Tidak tahu entah sejak kapan hpnya pun menjadi hening, tapi dia tahu Grisellin sudah mengirimnya banyak chat, dia pun mengulurkan tangannya ingin memegang hpnya.

Tapi saat dia menekan layar hp, masih belum melihat chat, William tiba-tiba kembali memeluknya lagi, dan menekannya kembali di bawahnya lalu melanjutkannya lagi...

Setelah berakhir, Selena pun langsung tertidur.

William juga terbaring di ranjang, setelah nafasnya menjadi seimbang kembali, dia pun beranjak pergi, sebelum pergi dia melirik sekilas ke Selena dan hpnya yang hening itu.

Novel Terkait

This Isn't Love

This Isn't Love

Yuyu
Romantis
5 tahun yang lalu
Wahai Hati

Wahai Hati

JavAlius
Balas Dendam
6 tahun yang lalu
The Campus Life of a Wealthy Son

The Campus Life of a Wealthy Son

Winston
Perkotaan
6 tahun yang lalu
Hei Gadis jangan Lari

Hei Gadis jangan Lari

Sandrako
Merayu Gadis
5 tahun yang lalu
Asisten Bos Cantik

Asisten Bos Cantik

Boris Drey
Perkotaan
5 tahun yang lalu
Si Menantu Dokter

Si Menantu Dokter

Hendy Zhang
Menantu
5 tahun yang lalu
You're My Savior

You're My Savior

Shella Navi
Cerpen
7 tahun yang lalu
Get Back To You

Get Back To You

Lexy
Percintaan
6 tahun yang lalu