More Than Words - Bab 104 Di Antara Kerumunan Orang-Orang, Ia Tetap Menarik.

Kaki Grisellin yang satu menginjak bangku, sementara kaki lainnya tetap di lantai. Ia membuka buku menu dengan gaya sok kaya, "Ini, ini, ini, dan ini...Ini semua makanan kesukaan Selena. Pesankan semuanya untukku. Ingat, tidak mau bawang!"

Michael mengambil kartu pokernya sambil mengomel, "Kau ini bagaimana bisa ingat makanan kesukaan Selena, tapi tidak ingat makanan kesukaanku?"

"Kurasa kau suka semua kecuali tahi," Grisellin memesan beberapa menu lagi sebelum menutup buku menu dan berpesan kepada pelayan agar cepat.

"Apa yang kau katakan!" Michael cemberut, lalu melanjutkan permainan solonya.

"Apa? Apa yang kukatakan? Apa aku salah? Apa mungkin kau suka tahi?" Grisellin menatap Michael dengan ekspresi terkejut.

"K-kau, kau, pergi kau! Aku tidak mau bicara denganmu!" Michael bergeser ke kursi di sebelahnya. Ia menunjukkan sikapnya dengan menjaga jarak.

"Ha! Kau hanya pentraktir. Tidak penting apa kau bicara atau tidak," Grisellin melambaikan tangannya dengan cuek, lalu menatap Selena, "Sel, cepat peluk aku, sudah 5 hari aku tak bertemu denganmu, kangen sekali..."

Michael menunjukkan ekspresi jijik, bergetar, lalu melanjutkan permainan pokernya.

Sementara Fenny yang diam saja sejak masuk ke ruangan, mengobrol sebentar dengan Selena dan Grisellin, lalu meninggalkan mereka dan menoleh pada Michael, "Kau sedang main apa, sih?"

"Landlords," jawab Michael sambil tetap bermain.

"Main Landlords seorang diri?" Fenny terkejut, seperti tak pernah mendengar hal itu sebelumnya.

"Ya," jawab Michael bangga, "Aku menemukan sendiri cara bermainnya."

"Tidak kusangka ternyata pemikiranmu banyak juga..." puji Fenny dengan tulus.

Michael hanya berkata 'Ha', seperti sedang memikirkan cara bermainnya, lalu tidak menjawab lagi.

Fenny mengamatinya. Ia hendak berkata lagi, namun ponsel di dalam tasnya tiba-tiba bergetar.

Ia melihatnya. Sebuah nomor asing. Ia ragu sejenak, lalu berdiri dan meninggalkan meja itu.

"Siapa ini?"

Fenny hanya mengucapkan 2 kata itu, tiba-tiba terdengar suara yang familiar, "Ini aku, Fen."

Jack...Fenny terhenyak. Nada bicaranya jadi dingin, "Untuk apa mencariku?"

"Fen, aku ingin menemuimu. Aku tahu kau sedang makan di 故宫宴. Aku sudah di depan pintu. Kalau kau tidak mau menemuiku, maka aku yang akan menemuimu."

Jemari Fenny menggenggam ponselnya erat-erat.

Bagaimana pria itu bisa tahu? Dan lagi... Kalau sampai ia menyerbu masuk ke dalam ruangan, maka rahasia kalau ia punya pacar akan terkuak. Walaupun ia menyukai William, tapi Michael...juga merupakan pewaris Perusahaan Besar Han...

Setelah menutup telepon, Fenny berkata dengan terburu-buru, "Aku ke toilet sebentar."

Setelah ketiga kawannya mengiyakan, ia baru berjalan keluar ruangan.

...

20 menit kemudian, makanan pun dihidangkan satu persatu, namun Fenny belum juga kembali.

Selena dan Grisellin sudah mengirim banyak pesan namun tidak dibalas.

Mengetahui hal itu, Michael pun meletakkan kartu pokernya dan berdiri, "Aku cuci tangan dulu, sekalian melihat apakah Fenny ada di sana."

Novel Terkait

Love In Sunset

Love In Sunset

Elina
Dikasihi
6 tahun yang lalu
Sang Pendosa

Sang Pendosa

Doni
Adventure
6 tahun yang lalu
Now Until Eternity

Now Until Eternity

Kiki
Percintaan
6 tahun yang lalu
Thick Wallet

Thick Wallet

Tessa
Serangan Balik
6 tahun yang lalu
Mendadak Kaya Raya

Mendadak Kaya Raya

Tirta Ardani
Menantu
5 tahun yang lalu
Mbak, Kamu Sungguh Cantik

Mbak, Kamu Sungguh Cantik

Tere Liye
18+
5 tahun yang lalu
Eternal Love

Eternal Love

Regina Wang
CEO
5 tahun yang lalu
Pergilah Suamiku

Pergilah Suamiku

Danis
Pertikaian
5 tahun yang lalu