More Than Words - Bab 118 Cium Cium Cium (2)

...

Keesokan harinya, Selena membuka matanya, saat itu sudah sore.

Di sebelahnya tidak ada orang, William sudah pergi entah kemana.

Dia mengingat kejadian semalam, wajahnya memerah, tapi terkadang manusia memang aneh... Lebih tepatnya, William yang aneh, tidak mengatakan apapun dan langsung menidurinya, dia pikir dia sayuran, dipegang sesukanya?

Selena memurungkan mulutnya, dia menguap dan meregangkan tubuhnya, lalu pergi mandi.

Setelah keluar dari kamar mandi dan memakai baju santai berwarna pink, dia pun duduk di depan meja rias dan mulai memakai krim wajah, tiba-tiba dia mendengar suara "bam", lalu diikuti suara "trang"...

Seperti suara kaca pecah?

Selena panik dan berlari keluar.

Ruang tamu masih rapi, tidak berbeda dengan biasanya, dia lalu berjalan ke kamar kedua, juga tidak ada apa-apa, setelah itu, dia pun membuka pintu ruang buku.

Saat masuk dia melihat banyak pecahan kaca berjatuhan di lantai, ada kaca dan juga keramik... keramik? Selena mengangkat kepalanya, dan melihat ke atas lemari buku, guci keramik dinasti Ming itu sudah menghilang...

Gila, siapa yang melakukannya?!

Tiba-tiba seseorang memanggilnya, "Nyonya...

Selena menoleh kesana, dia melihat William berdiri di depan meja buku, lalu melihat asisten Zhang yang panik di sampingnya.

Selena mengedip-ngedipkan matanya, melihat mereka berdua secara bergantian, lalu bertanya: "Ada apa?"

William bermuka masam, tidak berbicara.

Selena pun terpaksa hanya berharap kepada asisten Zhang.

Asisten Zhang melihat sekilas ke William, lalu melangkah ke samping Selena, dan berbisik kepadanya: "Masalah semalam."

"Masalah apa semalam?"

"MIX..."

Selena langsung mengerti, dia tahu masalahnya itu: "Tapi masalah itu bukannya sudah selesai? Orang itu bukannya sudah dibawa polisi?"

"Benar, maksud direktur Zhang, kurung dulu orang itu, tapi pagi ini, orang di atas meneleponku, susah mengurungnya, menyuruhku memberinya muka, dia juga sudah dikurung semalaman, sudah cukup, tapi aku tidak berani membuat keputusan ini, aku pun bertanya kepada direktur Han."

"Tapi direktur Han tidak setuju, lalu orang di atas meneleponku lagi."

"Orang itu bilang dia mau meminta maaf secara langsung kepada nyonya, dia bilang saat itu dia sedang mabuk, aku pikir, orang yang bisa mempengaruhi orang di atas, pasti bukan orang biasa, lagipula nyonya juga tidak apa-apa..."

Asisten Zhang belum selesai bicara, tapi dia sudah ketakutan saat dilirik tajam oleh William.

Selena akhirnya mengerti: "Oh begitu, ya sudah lepaskan saja, semalam aku juga tidak apa-apa, aku juga sudah menggigitnya, apalagi dia juga sudah dikurung semalaman, sudahlah, walaupun itu memang salahnya, tapi juga tidak terlalu serius!"

Asisten Zhang mengangguk setuju.

"Menurutku, kita harus berjiwa besar, jelas-jelas bisa menjadi teman, kenapa malah harus menjadi musuh!"

Setelah itu Selena pun melihat William, dia baru saja ingin bertanya kepadanya "bagaimana menurutmu", tapi belum sempat berbicara, William pun langsung menjawabnya: "Benar apa katamu."

Novel Terkait

The Gravity between Us

The Gravity between Us

Vella Pinky
Percintaan
7 tahun yang lalu
Pergilah Suamiku

Pergilah Suamiku

Danis
Pertikaian
6 tahun yang lalu
Ternyata Suamiku Seorang Milioner

Ternyata Suamiku Seorang Milioner

Star Angel
Romantis
7 tahun yang lalu
Spoiled Wife, Bad President

Spoiled Wife, Bad President

Sandra
Kisah Cinta
6 tahun yang lalu
Cintaku Yang Dipenuhi Dendam

Cintaku Yang Dipenuhi Dendam

Renita
Balas Dendam
7 tahun yang lalu
Doctor Stranger

Doctor Stranger

Kevin Wong
Serangan Balik
6 tahun yang lalu
Cinta Yang Terlarang

Cinta Yang Terlarang

Minnie
Cerpen
7 tahun yang lalu
Get Back To You

Get Back To You

Lexy
Percintaan
6 tahun yang lalu