Wanita Pengganti Idaman William - BAB 281 Menyerang Diam–Diam (2)

“Direktur Tayo, sebentar lagi aku pindah kesana, silakan anda utarakan di perjanjian kita ada masalah apa.”

Jeanne berjalan kesana, tapi dia tidak duduk disofa berdampingan dengan Direktur Tayo, melainkan duduk di sofa single yang ada di sebelah kirinya.

Terlihat sekilas sorot mata tidak puas di mata Direktur Tayo.

“Posisi tempat ini terlalu jauh, apakah Nona Jessy masih mengingat kejadian semalam, lalu curiga terhadap kami?”

Jeanne tertawa: “Bagaimana mungkin, bukankah semalam saya sedang flu dan takut menulari anda.”

Jeanne mencari alasan ala kadarnya.

Meskipun Direktur Tayo tahu pun ia tidak bisa berbuat apa-apa, hanya bisa memendam rasa kesal pada Jeanne yang tidak memandangnya.

Dia berpura-pura mengeluarkan dokumen, lalu mengutarakan masalah di perjanjian tersebut kepada Jeanne.

Sebenarnya hanya masalah kecil, sama sekali tidak akan mempengaruhi kerja sama mereka.

Jeanne melihatnya, dan dia memicingkan kedua matanya.

“Ini hanya masalah kecil saja, aku bisa mengubahnya sesuai dengan yang anda mau, Direktur, tolong pinjamkan aku sebentar komputer anda.”

Sambil berbicara tangannya sambil merapikan dokumen.

Tidak sampai setengah jam, dokumen kontrak yang baru sudah selesai dibuat, dan dia mengajukannya ke Direktur Tayo.

“Direktur Tayo, silakan cek, kali ini seharusnya sudah ok.”

Dia menerima dokumen tersebut, lalu memperhatikan jemari tangan Jeanne yang putih dan ramping.

“Baiklah, aku lihat dulu...”

Dia mengulurkan tangan sambil menyipitkan mata, tapi malah meraba tangan Jeanne.

Jeanne merasa jijik, dan langsung menarik tangannya.

Direktur Tayo juga tak peduli, sembari melihat dokumen itu, dia juga membayangkan kehalusan tangan Jeanne yang ia sentuh tadi.

“hmmm.. dokumennya sudah tidak ada masalah.”

Sorot matanya terlihat sedang memperhitungkan sesuatu ketika menatap Jeanne: “Tapi aku masih belum bisa menanda-tangani kontrak ini.”

Jeanne yang sudah bisa menebak arah pembicaraan ini, lalu dia tertawa dengan muka tebal sambil bertanya : “Kalau begitu di bagian mana lagi yang menurut anda masih kurang memuaskan?”

Direktur Tayo seperti melihat ada kekesalan dalam tatapan mata Jeanne, lalu dia memberi isyarat supaya Jeanne mendekat.

Jeanne menatapnya, lalu sedikit membungkuk ke arah Direktur Tayo.

Dia mendengarkan Direktur Tayo berbicara dengan suara kecil yang hanya bisa didengar oleh mereka berdua: “Kalau Nona Jessy malam ini bersedia pergi ke hotel dan menunggu saya disana, maka dengan senang hati kontrak ini akan kutanda tangani.”

Selesai bicara, bahkan dia masih mengulurkan tangannya yang gemuk untuk menyentuh Jeanne, dia tidak ingin Jeanne langsung menolak.

“Dasar binatang!”

Jeanne menepis tangan dia, lalu dengan marah mendaratkan tendangan di bagian vitalnya.

“Aduhhhhh….”

Seketika, di dalam ruangan kantor itu terdengar suara erangan Direktur Tayo yang mengaduh kesakitan.

Jeanne sama sekali tidak menghiraukannya, dengan raut wajah yang dingin dia berbalik pergi.

“Direktur Bonhem, saya tidak bisa berunding lagi mengenai kontrak ini.”

Danil memandang dia lekat-lekat, butuh waktu agak lama hingga dia pulih dari keterkejutannya.

“Oh,ya sudah tidak apa-apa.”

Dia menjawab seadanya, Jeanne pun tidak berkata lebih lanjut,dia berniat pergi.

Tak disangka disaat ini asistenya Direktur Tayo menerjang masuk.

“Cegat orang itu, aku akan melaporkannya dengan tuduhan menyerang orang diam-diam!”

Asisten mendengar suara Direktur Tayo dari belakang, dan ternyata dia sudah berhasil merangkak ke kantornya, tangannya masih memegang telepon.

Sangat jelas, orang itu dipanggil oleh Direktur Tayo.

“Maaf, Nona Jessy, sekarang anda tidak boleh pergi!”

Asistennya memerintahkan untuk mencegat Jeanne.

Danil sama sekali tidak menyangka kalau masalahnya jadi seperti ini.

Alisnya berkerut, pandangannya menyapu sekilas Direktur Tayo, lalu dia berkata dengan nada suara yang rendah ke asisten tersebut : “Hal ini tidak ada urusannya dengan Nona ini, biarkan dia pergi, aku akan tinggal.”

Dalam hatinya dia sudah tahu kalau kontrak kerja ini sudah berakhir, tentu saja dia juga tidak marah kepada Jeanne, bahkan dia merasa tidak enak hati kepadanya.

Kalau saja dia tidak mengenalkan orderan ini, Jeanne juga tidak mungkin akan mendapat penghinaan seperti ini.

Novel Terkait

Ternyata Suamiku Seorang Sultan

Ternyata Suamiku Seorang Sultan

Tito Arbani
Menantu
5 tahun yang lalu
Seberapa Sulit Mencintai

Seberapa Sulit Mencintai

Lisa
Pernikahan
5 tahun yang lalu
Terpikat Sang Playboy

Terpikat Sang Playboy

Suxi
Balas Dendam
5 tahun yang lalu
Baby, You are so cute

Baby, You are so cute

Callie Wang
Romantis
4 tahun yang lalu
The Break-up Guru

The Break-up Guru

Jose
18+
5 tahun yang lalu
Cinta Di Balik Awan

Cinta Di Balik Awan

Kelly
Menjadi Kaya
5 tahun yang lalu
Be Mine Lover Please

Be Mine Lover Please

Kate
Romantis
4 tahun yang lalu
Love And War

Love And War

Jane
Kisah Cinta
4 tahun yang lalu