Lelah Terhadap Cinta Ini - Bab 27 Michael, tolong aku
Sepasang mata Michael terlihat dingin, tidak ada sedikitpun kehangatan di matanya, bahkan terpancar rasa jijik saat menatap Jasmine. Wanita ini benar-benar jago lari juga, larut malam seperti ini masih berkeliaran di luar, benar-benar sedikitpun tidak ada aturan.
“Sudah malam begini, mengapa kau bisa ada di sini?” Entah tak tahu mengapa, Michael tiba-tiba bangkit amarahnya, nadanya sedikit meninggi saat berbicara.
Karena Jasmine baru saja berlari begitu terburu-burunya, jadi sampai sekarang ia masih menarik nafas dalam-dalam.
Hanya saja atas dasar apa Michael bertanya pada Jasmine mengapa ia bisa muncul di sini, bukankah seharusnya Jasmine yang seharusnya bertanya pada Michael? Sudah larut malam tidak pulang ke rumah malahan bersama kakak kembarnya Jenny berpeluk-pelukan di jalan, benar-benar lucu sekali.
Jasmine sebagai seorang istri, mau marah sebagaimana pun, ia pun hanya bisa berlagak tenang, berpura-pura tidak melihat. Tapi mengapa hatinya bisa begitu sakit begini, jelas-jelas Michael tidak mencintainya, mengapa Jasmine malahan di dalam hatinya hanya ada Michael seorang, sudah bertahun-tahun, sekalipun tidak pernah berubah.
Jasmine terdiam seribu bahasa, menurut pandangan Michael tetap saja tak bisa memberikan pembenaran, dia mau tak mau berpikir Jasmine mungkin memang benar keluar untuk bertemu dengan kekasih gelapnya, wanita menjijikan ini, hal apapun ia bisa lakukan.
“Jasmine, mengapa kamu tidak berbicara, apakah kau diam berarti mengakuinya, sudah larut malam begini, apa kau keluar untuk melakukan hal yang tidak-tidak? Aku beri kau nasehat agar kau sadar jelas akan identitasmu, kalau kau bernyali untuk melakukan hal-hal yang tak pantas terhadapku, aku Michael Fu tidak akan melepaskanmu. ”
Michael tertawa dingin, sepatah demi sepatah ia berkata, “Bahkan jika kau adalah wanita yang tak aku sukai, tapi karena kau sudah menyandang gelar Nyoya Fu, maka kau harus berkelakuan dengan baik.”
Perkataan Michael telah menusuk harga diri Jasmine, ia juga seorang manusia yang hidup, jadi apakah karena ia telah dinikahi Michael, menjadi bagian dari keluarga Fu, lantas ia harus selamanya dikekang seperti ini?
“Michael, atas dasar apa kau menginterogasiku seperti ini?” Oh, kau tenang saja, aku tidak akan pernah melakukan hal yang tak pantas terhadap nenek, tetapi dirimu, karena kau sudah mengakui aku adalah istrimu Michael Fu, jadi berlakulah seperti yang seorang suami seharusnya lakukan.”
Benar-benar sungguh tak disangka Jasmine masih seberani ini membantah Michael, Michael tertawa, “Jasmine, kau terlalu meninggikan dirimu. Apa yang aku Michael Fu lakukan, sejak kapan perlu memberikan laporan kepadamu, kau tenang saja, cepat lambat suatu hari, kau tidak akan ada hubungan apapun lagi denganku.”
Jasmine terdiam, ia sudah tidak tahu harus bagaimana meresponnya, apa yang dikatakan Michael sedikitpun tidak salah, tidak lama lagi, ia dengan Michael tidak akan ada hubungan lagi, semuanya akan berakhir, segala penderitaan dan rasa sakit yang tak ada hentinya akan berakhir.
Tapi mengapa asalkan terpikir olehnya tak ada hubungan apa-apa lagi dengan Michael di kemudian hari, hatinya bisa merasa begitu sakit?
Jenny yang ada di samping terus bersandar ke tubuh Michael, berlagak seolah kepalanya sakit, dengan memelas ia berkata, “Michael, kepalaku begitu sakit, ayo kita pergi, angin bertiup semakin kencang.”
Michael menganggukan kepalanya, mengulurkan tangannya dan merangkul bahu Jenny, mengangkat kakinya hendak pergi.
Tetapi pada saat ini, dari belakang tubuh Jasmine terngiang suara teriakan marah Jacky.
“Jasmine, kau wanita murahan ini, tak disangka ternyata kau beraninya mempermainkanku.” Jacky dengan terburu-buru berlari mendekat, ia melihat Jasmine berada seratus meter di depannya, membuatnya lebih mengamuk, dalam hatinya ia berkata bagaimanapun ia tak akan melepaskannya, terlebih sebelumnya tak pernah ada seorangpun yang berani mempermainkannya seperti ini.
Suara Jacky, membuat Jasmine gemetar, bagaimana ia dapat melupakan, dibaliknya ada seekor serigala, ia baru saja kabur dari gua serigala, lantas bagaimana mungkin ia mau diterkamnya kembali.
Jasmine tanpa sadar mencengkram erat lengan Michael.
“Lepaskan tanganmu.” Michael mengerut alisnya menatap Jasmine, sambil merasa jijik ia berkata, ia paling tidak suka dirinya terlalu banyak bersentuhan dengan Jasmine, jadi melihat Jasmine mencengkramnya dengan erat, Michael sontak merasa seluruh amarahnya terpancing.
Jasmine benar-benar tidak menemukan jalan keluar, saat ini ia hanya dapat berharap Michael dapat menyelamatkannya, ia adalah istrinya, walaupun ia tak mendapatkan cintanya, tetapi mana mungkin Michael tega melihat orang lain mengganggu istrinya? Jadi Jasmine perlu bertaruh, bertaruh besarnya harga diri seorang pria di diri Michael.
“Michael, tolong aku.” Jasmine hanya mengeluarkan beberapa kata itu saja, ini pertama kalinya Jasmine memohon kepada Michael seperti ini, ia mengira Michael setidaknya tidak akan begitu tak berperasaan, tapi ia tak menyangka, Michael bisa begitu kejamnya terhadap orang yang dibencinya, apalagi Jasmine.
Jacky dengan terburu-buru berlari ke hadapan Jasmine, kemudian mengahalangi Jasmine, ia rupanya tidak sadar akan keberadaan Michael, di hatinya hanya Jasmine yang dipikirkannya.
“Ah, rupanya kau bisa lari juga. Beraninya kau tadi di dalam mobil berkata ingin tidur bersamaku, kau bohongi aku dengan semua ini? Semuanya agar kau dapat melarikan diri kan? Tapi Nona Lo, aku dari awal selalu bersikap serius, karena Nona Lo sudah berjanji kepadaku, aku dengan sewajarnya akan memenuhinya.”
Michael mendengar perkataan itu, raut wajahnya langsung berubah, ia menatap dingin Jasmine dan juga pria jelek yang seketika ia tidak ingat namanya. Rupanya benar saja di luar Jasmine sedang menggoda orang, tak disangka ternyata pria yang dicarinya sebegini tua dan jelek, ia sungguh laparnya hingga tak memilih makanannya ya.
“Bukan seperti ini, Michael, kau percaya padaku, aku tak mengenal dia, aku tak memiliki hubungan apapun dengannya, kau percayalah padaku? Tolong aku.”
Jasmine melihat jelas rasa jijik dari mata Michael, ia tahu dari semula Michael tidak menyukainya, kalau Michael salah paham mengenai Jasmine memiliki hubungan dengan Jacky, ini hanya akan membuat Michael lebih merasa jijik kepada Jasmine, Jasmine tidak berharap seperti ini, walaupun Jasmine tidak mendapatkan cinta Michael, tetapi ia pun tak berharap Michael merasa jijik kepadanya.
Michael dengan sekuat tenaga melepas cengkraman Jasmine, “Jasmine, kau benar-benar tidak punya muka, kau ribut dengan kekasih gelapmu, sekarang kau mencariku untuk menolongmu, benar-benar lucu. ”
“Aku tahu apa yang aku katakan, semuanya kau tidak akan percaya, kita pulang, setelah kita kembali ke rumah aku akan menjelaskannya kepadamu ya?” Jasmine seperti memohon kepadanya.
Jacky sudah tersadar akan keberadaan Michael, ia dengan tertawa berkata, “Benar-benar kebetulan sekali, tak kusangka bisa bertemu dengan Michael di sini, sedikit masalah kecil, kuharap tidak mengganggu suasana baik hatimu dan Nona Jenny.”
Semua orang mengatakan Tuan Michael lebih mencintai Putri pertama Keluarga Lo, ternyata memang benar, lihat saja pelukannya begitu eratnya, mana mungkin tidak cinta.
Michael merasa jijik terhadap pria gendut dengan telinga yang besar ini, hanya saja ia ingin melihat kalau ia tidak peduli pada masalah Jasmine, apa yang akan Jasmine lakukan.
“Tidak perlu sungkan begini, kami akan pergi sekarang.” Selesai berbicara, Michael menarik Jenny untuk pergi.
Hati Jasmine, dibuat hancur berkeping-keping.
Harapan terakhir Jasmine telah dipukul hancur oleh Michael, ia bagaimana bisa begini bodoh, bagaimana ia mengira Michael dapat menolong dirinya, sudah benar-benar seperti orang bodoh yang bermimpi saja.
Mendengar perkataan itu, Jacky merasa senang sekali dibuatnya.
Jasmine malah tidak peduli, saat Jacky tidak memperhatikan, ia segera berlari kencang ke tempat kosong yang ada di sebelah kirinya, dengan sekuat tenaga, sambil menggertak giginya ia berlari ke depan, tidak memperdulikan apapun.
Melihat situasi ini Jacky hendak mengejar, tetapi malah dihalangi oleh Michael.
Michael tidak tahu sejak kapan ia sudah melepaskan tangannya dari Jenny, dengan tegas dan santai Michael melipatkan tangannya di depan dadanya, sambil menatap Jacky, “Tidak tahu apa yang Direktur He mau lakukan? Apakah mau mengejar istri Michael Fu? Sungguh waktu yang tidak tepat, walaupun istriku parasnya menawan, tapi ia adalah bagian dari Keluarga Fu.”
“Direktur Fu, kau sudah salah paham, bagaimana mungkin, Jasmine sendirilah yang mencariku, ia mengatakan kalau aku memberikan empat belas miliar kepadanya, maka ia akan menjadi wanitaku. Ini semua diucapkan sendiri dari mulutnya, bagaimana mungkin aku bisa membohongimu?”
Dengan sibuknya Jacky berkata-kata, ia sungguh tak berharap mengusik Keluarga Fu, apalagi mengusik Michael.
Michael mengepalkan tangannya erat-erat, kalau bukan ia mengendalikan amarahnya, ia sekarang hanya ingin memberikan tonjokan di wajah Jacky saja.
Jasmine, benar-benar murahan.
Michael juga sudah malas menghiraukan Jacky, ia berbalik badan dan pergi, bahkan Jenny pun ditinggalkannya di tempat itu.
Sedangkan Jasmine masih terus berlari, ia berlari mengikuti sepanjang jalan, ia hendak berlari ke kerumunan yang ramai, dengan begini Jacky tidak akan berani berbuat apa-apa terhadapnya.
Tapi saat ia berlari, tiba-tiba tangannya dicengkram erat oleh seseorang dari balik tubuhnya, Jasmine mengira itu Jacky, ia begitu terkejutnya hingga menutup matanya dan berteriak dengan lengkingnya, dengan sekuat tenaga memberontak, “Lepaskan aku, lepaskan tanganku.”
Michael mengerutkan alisnya, “Jasmine, tutup mulut kau.” wanita ini, sungguh jago berteriak, berisik sekali.
Jasmine seperti tidak percaya pada telinganya sendiri, ia membuka matanya, melihat Michael, sambil bengong ia berbicara, “Bagaimana bisa dirimu?”
Tatapan Michael pun mereda, “Jasmine, kalau bukan aku, kau kira siapa? Siapa yang sedang kau harapkan? Apakah yang sedang kau harapkan itu Jacky pria tua itu, apakah kau berharap kekasih gelapmu mencarimu?”
“Michael, aku sudah bilang, aku tidak memiliki hubungan sedikitpun dengan Jacky, bisa tidak kau jangan sedikit-sedikit mengucapkan kekasih gelap? Aku dan dia benar-benar tidak memiliki hubungan apapun?”
Jasmine tidak bertenaga untuk bicara, mengapa Michael tetap kukuh tidak percaya pada dirinya, mengapa Michael begitu merasa jijik kepadanya?
“Apakah aku yang memfitnah dirimu? Aku berharap diriku memang yang memfitnah dirimu, tetapi Jasmine, yang berbicara mengemis empat belas miliar kepada Jacky bukankah itu dirimu? Apakah ini bisa membuatku seorang Michael tidak memfitnahmu, mencemarkanmu? Bukankah kau yang berkata mau tidur di hotel dengannya? Jasmine, apakah kau masih memiliki muka? Apakah kau masih tahu apa identitasmu?”
Michael berbicara sambil menggertak giginya.
Jasmine entah mengapa ia tiba-tiba tertawa, “Michael, dari semula kau memang sudah menetapkan sebuah kesalahan pada diriku, apapun yang kukatakan semuanya tak berguna. Memberikan banyak penjelasan pun, hanya akan menjadi omongan yang sia-sia saja. Kalau kau sudah mengira begini, aku pun tidak bisa mengatakan apa-apa lagi.”
“Kau tidak bisa mengatakan apa-apa lagi? Ah, kulihat kau yang tidak tahu bagaimana menjelaskannya kan, semuanya itu benar, lalu bagaimana mungkin kau dapat menutupi kebohonganmu itu?” Michael menyipitkan matanya, terus-terusan tertawa dingin.
“Jasmine, kau bagaimana bisa serendah itu? Apakah identitas sebagai Nyonya Fu masih belum membuatmu puas? Apakah kau sebegitu kekurangan uang? Tak disangka bisa-bisanya kau membuat ide kepada si tua Jacky itu, pria itu bahkan bisa menjadi ayahmu, Jasmine apakah kau tidak bisa merasa ada sesuatu yang mengganjal? Terlebih lagi berdasarkan apa kau menganggap dirimu bernilai empat belas miliar?”
Bola mata Jasmine membesar, tidak berani percaya hal seperti ini keluar dari mulut Michael.
“Michael, aku bagaimana, apa hubungannya denganmu? Aku tak perlu kau peduli padaku.”
“Aku juga sangat ingin untuk tidak memperdulikanmu, tapi karena kau sudah menjadi istri dari Michael Fu, maka berlakulah baik-baik layaknya seorang Nyonya Fu untukku, jangan sampai kau berbuat hal yang tak pantas terhadap keluarga Fu, atau aku akan menghancurkan dirimu, menghancurkan Keluarga Lo.” Dengan suara dingin Michael memperingatinya.
Jasmine melepaskan cengkraman Michael dari pergelangan tangannya, sekaligus berhenti meronta.
Tapi siapa sangka, Michael langsung mencengkramnya masuk ke dalam mobilnya, sebelum Jasmine tersadar, Michael seperti orang gila melaju ke depan mengendarai mobilnya.
Kepala Jasmine terbentur kencang, membentur kaca mobil, terdengar suara benturan yang kencang.
Novel Terkait
Lelah Terhadap Cinta Ini
Bella CindyMy Superhero
JessiBeautiful Lady
ElsaInnocent Kid
FellaThe Richest man
AfradenHidden Son-in-Law
Andy LeeMy Tough Bodyguard
Crystal SongKamu Baik Banget
Jeselin VelaniLelah Terhadap Cinta Ini×
- Bab 1 Suami dan kakak kandungnya selingkuh
- Bab 2 istri untuk tidur
- Bab 3 Gelar Nyonya Fu
- Bab 4 Kami kemarin terbuai nafsu
- Bab 5 Jenny menggantikan jabatan mu
- Bab 6 Melihatmu Bercinta dengan Kakakku?
- Bab 7 Pria dan Wanita Itu, Masih Tidak Cocok
- Bab 8 Lain di Mulut, Lain di Hati
- Bab 9 Perbuatan Jenny Sungguh Keterlaluan
- Bab 10 Pergumulan Jasmine
- Bab 11. Jasmine Lo, apa yang bisa kamu lakukan padaku?
- Bab 12 Tolong jangan kegeeran
- Bab 13 Dia tidak boleh membiarkan dokter memeriksanya
- Bab 14 Apakah kamu sebegitu tidak inginnya melahirkan keturunan keluarga Fu
- Bab 15 Ambil inisiatif untuk cerai dengan Michael
- Bab 16 Setengah Tahun Lagi Akan Bercerai
- Bab 17 Hari Ulang Tahun Pernikahan
- Bab 18 Kamulah Pembunuh Anak itu
- Bab 19 Membuat Pengakuan untuk Anak yang Mati itu
- Bab 20 Ngapain? Bukankah ini Hal yang Kamu Inginkan Selama Ini?
- Bab 21 - Reaksi pertamanya, Dia sudah memiliki pria lain di luar?
- Bab 22 Bantu aku sebentar
- Bab 23 - Wanita jalang, Aku bisa lebih jahat !
- Bab 24 Kamu hanya selingkuhan saja
- Bab 25 Presiden, Apakah nyaman begini?
- BAB 26 Menemaniku satu malam, aku menyelamatkan kakakmu
- Bab 27 Michael, tolong aku
- Bab 28 Kelihatan Michael tidak bisa memuaskan Jasmine
- Bab 29 Aku dan Michael saling mencintai
- Bab 30 Menebus kesalahan untuk anak itu
- Bab 31 Apakah dia keterlaluan (1)
- Bab 31 Apakah dia keterlaluan (2)
- Bab 32 Lekas mengandung seorang Anak (1)
- Bab 32 Lekas Mengandung Seorang Anak (2)
- Bab 33 Mengunjungi Rumah Sakit (1)
- Bab 33 Mengunjungi Rumah Sakit (2)
- Bab 34 Kau Ingin Bercerai Begitu Saja? (1)
- Bab 34 Kamu Ingin Bercerai Begitu Saja? (2)
- Bab 35 Mereka pasangan suami istri tidak harmonis(1)
- Bab 35 Mereka bukan pasangan yang harmonis (2)
- Bab 36 Menggantikan Posisi Jasmine (1)
- Bab 36 Menggantikan Posisi Jasmine (2)
- Bab 37 Ingatlah Bahwa Kau Sudah Menikah (1)
- Bab 37 Ingatlah Bahwa Kau Sudah Menikah (2)
- Bab 38 Jenny Tidak Pantas (1)
- Bab 38 Jenny Tidak Pantas (2)
- Bab 39 Penyakit Fiona He semakin memburuk (1)
- Bab 39 Penyakit Fiona He semakin memburuk (2)
- Bab 40 Jasmine Lo, Apakah kamu masih memiliki hati nurani ? (1)
- Bab 40 Jasmine Lo, Apakah kamu masih memiliki hati nurani ? (2)
- Bab 41 Membalas Fiona He (1)
- Bab 41 Membalas Fiona He (2)
- Bab 42 Melepaskan Michael Fu (1)
- Bab 42 Melepaskan Michael Fu (2)
- Bab 43 Jangan membuatku semakin membencimu (1)
- Bab 43 Jangan membuatku semakin membencimu (2)
- Bab 44 Menunjukkan wajah asli (1)
- Bab 44 Menunjukkan wajah asli (2)
- Bab 45 Kesulitan dimana-mana (1)
- Bab 45 Kesulitan dimana-mana (2)
- Bab 46 Michael Fu, mari kita bercerai (1)
- Bab 46 Michael Fu, mari kita bercerai (2)
- Bab 47 Interogasi Nenek Fu (1)
- Bab 47 Interogasi Nenek Fu (2)
- Bab 48 Mengorbankan Daya Tarik Seksual (1)
- Bab 48 Mengorbankan Daya Tarik Seksual (2)
- Bab 49 Bermesraan dengan kakaknya di depan Jasmine Lo(1)
- Bab 49 Bermesraan dengan kakaknya di hadapan Jasmine(2)
- Bab 50 Acara Makan Keluarga (1)
- Bab 50 Acara Makan Keluarga (2)
- Bab 51 Apakah aku salah paham? (1)
- Bab 51 Apakah Aku salah paham? (2)
- Bab 52 Kamu benar-benar rela melakukan apa saja?
- Bab 52 Kamu benar-benar rela melakukan apa saja (2)
- Bab 53 Permainan Kucing dan tikus (1)
- Bab 53 Permainan Kucing dan tikus (2)
- Bab 54 Dia telah kembali? (1)
- Bab 54 Dia telah kembali? (2)
- Bab 55 Kerusuhan di Rumah (1)
- Bab 55 Kerusuhan di Rumah (2)
- Bab 56 Tidak boleh menyukainya (1)
- Bab 56 Tidak boleh menyukainya (2)
- Bab 57 Michael Fu yang Mabuk (1)
- Bab 57 Michael Fu yang Mabuk (2)
- Bab 58 Ciuman yang tidak terhindarkan (1)
- Bab 58 Ciuman yang tidak terhindarkan (2)
- Bab 59 Mengakui bahwa dia adalah istrinya (1)
- Bab 59 Mengakui bahwa dia adalah istrinya (2)
- Bab 60 Ketika Berciuman Apa Kau Tidak Bisa Bernafas? (1)
- Bab 60 Ketika Berciuman Apa Kau Tidak Bisa Bernafas? (2)
- Bab 61 Ini ada dosa yang pantas diterimanya (1)
- Bab 61 Ini ada dosa yang pantas diterimanya (2)
- Bab 62 Bermesraan dengan Fernando Fu (1)
- Bab 62 Bermesraan dengan Fernando Fu (2)
- Bab 63 Bibirnya wangi dan lembut (1)
- Bab 63 Bibirnya Wangi dan Lembut (2)
- Bab 64 Adikku Baik Sekali(1)
- Bab 64 Adikku Baik Sekali (2)
- Bab 65 Aku Sangat Menyukaimu (1)
- Bab 65 Aku Sangat Menyukai Kamu (2)
- Bab 66 Aku tidak akan menyerah (1)
- Bab 66 Aku tidak akan menyerah (2)
- Bab 67 Sibuk Mempermalukan nama baiknya(1)
- Bab 67 Sibuk Mempermalukan nama baiknya(2)
- Bab 68 Apa kalian sudah bersama sedari awal? (1)
- Bab 68 Apa Kalian Sudah Bersama Sedari Awal?(2)
- Bab 69 Dimatanya, istri itu apa(1)
- Bab 69 Dimatanya, istri itu apa(2)
- Bab 70 Dengan Lelaki Lain Kau Bertingkah Akrab(1)
- Bab 70 Dengan Lelaki Lain Kau Bertingkah Akrab(2)
- Bab 71 Selingkuhannya sudah datang mencarinya (1)
- Bab 71 Selingkuhannya sudah datang (2)
- Bab 72 Ini hutangnya kepada Fiona He (1)
- Bab 72 Ini hutangnya kepada Fiona He (2)
- Bab 73 Apakah harus menghalalkan segala cara seperti ini? (1)
- Bab 73 Apakah harus menghalalkan segala cara seperti ini? (2)
- Bab 74 Surat pemberitahuan operasi kritis (1)
- Bab 74 Surat pemberitahuan operasi kritis (2)
- Bab 75 Jasmine Lo, aku tidak mengizinkanmu mati (1)
- Bab 75 Jasmine Lo, aku tidak mengizinkanmu mati (2)
- Bab 76 Bagaimana seharusnya aku mencintaimu (1)
- Bab 76 Bagaimana seharusnya aku mencintaimu (2)
- Bab 77 Kamu tidak berhak menyalahkan Fiona (1)
- Bab 77 Kamu tidak berhak menyalahkan Fiona (2)
- Bab 78 Kenapa Kamu Masih Belum Mati (1)
- Bab 78 Kenapa Kamu Masih Belum Mati (2)
- Bab 79 Inilah yang Disebut Keharmonisan Suami Istri (1)
- Bab 79 Inilah yang Disebut Keharmonisan Suami Istri (2)
- Bab 80 Kebahagiaan Seperti Kembang Api (1)
- Bab 80 Kebahagiaan Seperti Kembang Api (2)
- Bab 81 Seharusnya Mereka Adalah Suami Istri yang Bahagia (1)
- Bab 81 Seharusnya Mereka Adalah Suami Istri yang Bahagia (2)
- Bab 82 Berikan Michael Kepada Jenny (1)
- Bab 82 Berikan Michael Kepada Jenny (2)
- Bab 83 Aku Tidak Ingin Memberikanmu Kepada Jenny (1)
- Bab 83 Aku Tidak Ingin Memberikanmu Kepada Jenny (2)
- Bab 84 Identitas Jasmine Lo (1)
- Bab 84 Identitas Jasmine Lo (2)
- Bab 85 Ternyata itu Jasmine Lo (1)
- Bab 85 Ternyata itu Jasmine Lo (2)
- Bab 86 Jasmine Lo, aku menyukaimu (1)
- Bab 86 - Jasmine Lo, aku menyukaimu (2)
- Bab 87 – Memaafkan Michael Fu (1)
- Bab 87 – Memaafkan Michael Fu (2)
- Bab 88 Istriku, malam ini kita berasmara (1)
- Bab 88 Istriku, malam ini kita berasmara (2)
- Bab 89 Michael, apakah Chandra sudah mati? (1)
- Bab 89 Michael, apakah Chandra sudah mati? (2)
- Bab 90 Tidak lagi punya perasaan untuk Jasmine Lo (1)
- Bab 90 Tidak lagi mempunyai perasaan untuk Jasmine Lo (2)
- Bab 91 Dia telah kembali (1)
- Bab 91 Dia telah kembali (2)
- Bab 92 Kamu telah menikah? (1)
- Bab 92 Kamu telah menikah? (2)
- Bab 93 Menyelingkuhiku?(1)
- Bab 93 Menyelingkuhiku?(2)
- Bab 94 Demi apa mempercayaimu (1)
- Bab 94 Demi apa mempercayaimu (2)
- Bab 95 Bercerailah dengan Michael Fu (1)
- Bab 95 Bercerailah dengan Michael Fu (2)
- Bab 96 Seseorang tolong selamatkan dia (1)
- Bab 96 Seseorang Tolong Selamatkan Dia (2)
- Bab 97 Berdasarkan Apa Memperlakukan Dia Seperti ini (1)
- Bab 97 Berdasarkan Apa Memperlakukan Dia Seperti Itu (2)
- Bab 98 Direktur Fu Cemburu (1)
- Bab 98 Direktur Fu Cemburu (2)
- Bab 99 Aku Suka Jasmine (1)
- Bab 99 Aku Suka Jasmine (2)
- Bab 100 Michael, Kita Cerai Saja (1)
- Bab 100 Michael, Kita Cerai Saja. (2)
- Bab 101 Permintaanku (1)
- Bab 101 Permintaanku (2)
- Bab 102 Tidak Menyulitkanmu kan? (1)
- Bab 102 Tidak Menyulitkanmu kan? (2)
- Bab 103 Anak Diluar Nikah Keluarga Tsu (1)
- Bab 103 Anak Diluar Nikah Keluarga Tsu (2)
- Bab 104 Nyonya Fu Mengandung (1)
- Bab 104 Nyonya Fu Mengandung (2)
- Bab 105 Jasmine Mengandung, Apa Kau Tidak Senang (1)
- Bab 105 Jasmine Mengandung, Apa Kau Tidak Senang (2)
- Bab 106 Kebenaran (1)
- Bab 106 Kebenaran (2)
- Bab 107 Rasa bersalahnya (1)
- Bab 107 Rasa bersalahnya (2)
- Bab 108 Hutang ciuman sampai jumpaku kepadamu (1)
- Bab 108 Hutang ciuman sampai jumpaku kepadamu (2)
- Bab 109 Membuat Jasmine Lo menghilang. (1)
- Bab 109 Membuat Jasmine Lo menghilang. (2)
- Bab 110 Cincin nikah (1)
- Bab 110 Cincin Nikah (2)
- Bab 111 Istriku, Aku Menginginkan... (1)
- Bab 111 Istriku, Aku Menginginkan... (2)
- Bab 112 Masih Merayuku, Aku akan Habisi Kamu (1)
- Bab 112 Masih Merayuku, Aku akan Habisi Kamu (2)
- Bab 113 Aku Tidak Rela, Kamu Rela? (1)
- Bab 113, Aku Tidak Rela, Kamu Rela? (2)
- Bab 114 Fiona He Keluar dari Rumah Sakit (1)
- Bab 114 Fiona He Keluar dari Rumah Sakit (2)
- Bab 115 Makan Malam Terakhir (1)
- Bab 115 Makan Malam Terakhir (2)
- Bab 116 Dia sudah kembali (1)
- Bab 116 Dia sudah kembali (2)
- Bab 117 Selamanya dia tidak akan dapat menandingi Fiona (1)
- Bab 117 Selamanya dia tidak akan dapat menandingi Fiona (2)
- Bab 118 Apa kualifikasimu untuk menginginkan anak ini (1)
- Bab 118 Apa kualifikasimu untuk melahirkan anak ini (2)
- Bab 119 Kamu harus baik-baik saja (1)
- Bab 119 Kamu harus baik-baik saja (2)
- Bab 120 Dia bukan ibumu (1)
- Bab 120 Dia bukan ibumu (2)
- Bab 121 Kenyataan yang sulit untuk diterima (1)
- Bab 121 Kenyataan yang sulit untuk diterima (2)
- Bab 122 Ingatan Fiona He (1)
- Bab 122 Ingatan Fiona He (2)
- Bab 123 Fiona He dan Michael Fu menikah (1)
- Bab 123 Fiona He dan Michael Fu menikah (2)
- Bab 124 Kamu Malah Berada di Sisi Wanita Lain (1)
- Bab 124 Kamu Malah Berada di Sisi Wanita Lain (2)
- Bab 125 Haruskah percaya dia (1)
- Bab 125 Haruskah percaya dengannya (2)
- Bab 126 Kondisi Penyakit Fiona He (1)
- Bab 126 Kondisi Penyakit Fiona He (2)
- Bab 127 Mengapa Aku Tidak Boleh Terus Berada di Sampingmu (1)
- Bab 127 Mengapa Aku Tidak Boleh Terus Berada di Sampingmu (2)
- Bab 128 Siapa Sesungguhnya yang Berada di Sampingmu (1)
- Bab 128 Siapa Sesungguhnya yang Berada di Sampingmu (2)
- Bab 129 Tamu Tak Diundang (1)
- Bab 129 Tamu Tak Diundang (2)
- Bab 130 Rahasia Rencana Jahat Jason Lo (1)
- Bab 130 Rahasia Rencana Jahat Jason Lo (2)
- Bab 131 Siapakah pemilih rumah ini
- Bab 131 Siapakah pemilik rumah ini (2)
- Bab 132 Permulaan kehidupan tiga orang (1)
- Bab 132 Permulaan kehidupan tiga orang (2)
- Bab 133 Ambisi Fiona He (1)
- Bab 133 Ambisi Fiona He (2)
- Bab 134 Melewati keadaan yang berbahaya (1)
- Bab 134 Melewati keadaan berbahaya (2)
- Bab 135 Suamiku adalah milik perempuan lain (1)
- Bab 135 Suamiku adalah milik wanita lain (2)
- Bab 136 Bahkan Sikap Tubuhnya pun Sama Sekali Belum Berubah (1)
- Bab 136 Bahkan Sikap Tubuhnya pun Sama Sekali Belum Berubah (2)
- Bab 137 Drama Tunggal dalam Pernikahan (1)
- Bab 137 Drama Tunggal dalam Pernikahan (2)
- Bab 138 Jason Lo yang Dikurung (1)
- Bab 138 Jason Lo yang Dikurung (2)
- Bab 139 Jangan Kira Aku Tidak Tahu Apa yang Kalian Perbuat (1)
- Bab 139 Jangan Kira Aku Tidak Tahu Apa yang Kalian Perbuat (2)
- Bab 140 Masalah Lama yang Diputarbalikkan (1)
- Bab 140 Masalah Lama yang Diputarbalikkan (2)
- Bab 141 Insiden Foto (1)
- Bab 141 Insiden Foto (2)
- Bab 142 Ketenangan yang tidak Nyaman (1)
- Bab 142 Ketenangan yang tidak Nyaman (2)
- Bab 143 Insiden Foto (1)
- bab 143 Insiden Foto (2)
- Bab 144 Sakit yang menusuk hingga ke tulang (1)
- Bab 144 Sakit yang menusuk hingga ke tulang (2)
- Bab 145 Rencana Fiona He yang Mengagetkan (1)
- Bab 145 Rencana Fiona He yang Mengagetkan (2)
- Bab 146 Dukungan Kuat Jasmine Lo (1)
- Bab 146 Dukungan Kuat Jasmine Lo (2)
- Bab 147 Langkah kedua Fiona He (1)
- Bab 147 Langkah kedua Fiona He (2)
- Bab 148 Mengagetkan tetapi tidak berbahaya (1)
- Bab 148 Mengagetkan tetapi tidak berbahaya (2)
- Bab 149 sebuah kehidupan ditakdirkan untuk tidak damai (1)
- Bab 149 sebuah kehidupan ditakdirkan untuk tidak damai (2)
- Bab 150 perhitungan (1)
- Bab 150 perhitungan (2)
- Bab 151 Keluar dari bahaya (1)
- Bab 151 Keluar dari bahaya (1)
- Bab 152 Serangan bunuh diri(1)
- Bab 152 Serangan bunuh diri(2)
- Bab 153 Rencana Fiona He (1)
- Bab 153 Rencana Fiona He (2)
- Bab 154 Ketidak percayaannya (1)
- Bab 154 Ketidak percayaannya (2)
- Bab 155 Badai (1)
- Bab 155 Badai (2)
- Bab 156 Runtuh (1)
- Bab 156 Runtuh (2)
- Bab 157 Senjata Makan Tuan
- Bab 157 Senjata Makan Tuan (2)
- Bab 158 Cincin (1)
- Bab 158 Cincin (2)
- Bab 159 Rencana yang di Ketahui (1)
- Bab 159 Rencana yang di Ketahui (2)
- Bab 160 Foto yang Tersebar (1)
- Bab 160 Foto yang Tersebar (2)
- Bab 161 Sebuah Krisis (1)
- Bab 161 Sebuah Krisis (2)
- Bab 162 Masalah yang Tidak Terselesaikan (1)
- Bab 162 Masalah yang Tidak Terselesaikan (2)
- Bab 163 Membuat mu Pergi Dengan Sendirinya (1)
- Bab 63 Membuat mu Pergi Dengan Sendirinya (2)
- Bab 164 Tidak Akan Membuatmu Meninggalkan Aku (1)
- Bab 164 Tidak Akan Membuatmu Meninggalkan Aku (2)
- Bab 165 Kamu Ingin Aku Bagaimana (1)
- Bab 165 Kamu Ingin Aku Bagaimana (2)
- Bab 166 Kemarahan Nyonya Fu (1)
- Bab 166 Kemarahan Nyonya Fu (2)
- Bab 167 Ceritakan semua kepadanya (1)
- Bab 167 Ceritakan semua kepadanya(2)
- Bab 168 Tidak mungkin mencintai orang lain lagi (1)
- Bab 168 Tidak mungkin mencintai orang lain lagi (2)
- Bab 169 Tolong biarkan aku tinggal(1)
- Bab 169 Tolong biarkan aku tinggal(2)
- Bab 170 Kebingungan Sendiri(1)
- Bab 170 Kebingungan Sendiri(2)
- Bab 171 Ketahuan (1)
- Bab 171 Ketahuan (2)
- Bab 172 Niat Membunuh (1)
- Bab 172 Niat Membunuh (2)
- Bab 173 Kecelakaan(1)
- Bab 173 Kecelakaan(2)
- Bab 174 Bibi Yang Sudah Tidak Tertolong Lagi (1)
- Bab 174 Bibi Yang Sudah Tidak Tertolong Lagi (2)
- Bab 175 Acara Pemakaman Bibi (1)
- Bab 175 Acara Pemakaman Bibi (2)
- Bab 176 Kehidupan yang Damai (1)
- Bab 176 Kehidupan yang Damai (2)
- Bab 177 Makan Malam yang Sempurna (1)
- Bab 177 Makan Malam yang Sempurna (2)
- Bab 178 Hubungan Adik Kakak (1)
- Bab 178 Hubungan Adik Kakak (2)
- Bab 179 Manis Pahit Cinta (1)
- Bab 179 Manis Pahit Cinta (2)
- Bab 180 Inisiatif Demi Cinta (1)
- Bab 180 Inisiatif Demi Cinta (2)
- Bab 181 Kebimbangan Jasmine Lo, ketidakpastian Michael Fu(1)
- Bab181 Kebimbangan Jasmine Lo, ketidakpastian Michael Fu(2)
- Bab 182 Persiapan cermat Valencia Xia(1)
- Chapter 182 Persiapan cermat Valencia Xia(2)
- Bab 183 Bicara dari hati ke hati (1)
- Bab 183 Bicara dari hati ke hati (2)
- Bab 184 Kecelakaan (1)
- Bab 184 Kecelakaan (2)
- Bab 185 Perasaan mereka (1)
- Bab 185 Perasaan mereka(2)
- Bab 186 Melewati Bahaya (1)
- Bab 186 Melewati Bahaya (2)
- Bab 187 Pernyataan Cinta Yang Manis (1)
- Bab 187 Pernyataan Cinta Yang Manis (2)
- Bab 188 Investigasi (1)
- Bab 188 Penyelidikan (2)
- Bab 189 Orang itu (1)
- Bab 189 Orang Itu (2)
- Bab 190 Perencanaan (1)
- Bab 190 Perencanaan (2)
- Bab 191 Rahasia dan persekongkolan (1)
- Bab 191 Rahasia dan persekongkolan (2)
- Bab 192 Saran (1)
- Bab 192 Saran (2)
- Bab 193 Beraksi (1)
- Bab 193 Beraksi (2)
- Bab 194 Bahaya datang menghampiri (1)
- Bab 194 Bahaya datang menghampiri (2)
- Bab 195 Mendukungmu (1)
- Bab 195 Mendukungmu (2)
- Bab 196 Tujuannya adalah Michael Fu (1)
- Bab 196 Tujuannya adalah Michael Fu (2)
- Bab 197 Kerjasama Tetap Dilanjutkan (1)
- Bab 197 Kerjasama Tetap Dilanjutkan (2)
- BAB 198 Menyiapkan Dengan Cermat (1)
- BAB 198 Menyiapkan Dengan Cermat (2)
- Bab 199 Jasmine Lo Yang Beda Dengan Sebelumnya (1)
- Bab 199 Jasmine Lo Yang Berbeda Dengan Sebelumnya (2)
- Bab 200 Kegelisahan Fiona He (1)
- Bab 200 Kegelisahan Fiona He (2)
- Bab 201 Suasana Batin Yang Tidak Sama (1)
- Bab 201 Suasana Batin Yang Tidak Sama (2)
- BAB 202 Memastikan Itu Dia (1)
- BAB 202 Memastikan Itu Dia (2)
- BAB 203 Rapat Besar Para Pemegang Saham (1)
- BAB 203 Rapat Besar Para Pemegang Saham (2)
- BAB 204 Jasmine Lo Yang Di Dalam Pandangan Fernando Fu(1)
- BAB 204 Jasmine Lo Yang Di Dalam Pandangan Fernando Fu(2)
- BAB 205 Aku Akan Selalu Menemani Di Sampingmu (1)
- BAB 205 Aku Akan Selalu Menemani Di Sampingmu (2)
- Bab 206 Brother (1)
- Bab 206 Brother (2)
- Bab 207 Keluarga, Cinta (1)
- Bab 207 Keluarga, Cinta (2)
- Bab 208 Kekhawatiran Jasmine (1)
- Bab 208 Kekhawatiran Jasmine (2)
- Bab 209 Kejar (1)
- Bab 209 Kejar (2)
- Bab 210 Turun Tangan sekali lagi (1)
- Bab 210 Turun Tangan sekali lagi (2)
- Bab 211 Jantungnya Berdebar (1)
- Bab 211 Jantungnya Berdebar (2)
- Bab 212 Pertarungan Michael Fu dan Alvin Song (1)
- Bab 212 Pertarungan Michael Fu dan Alvin Song (2)
- Bab 213 Bekerja Sama Untuk Melakukan Penyanderaan (1)
- Bab 213 Bekerja Sama Untuk Melakukan Penyanderaan (2)
- Bab 214 Fiona He dan Alvin Song Sekali Lagi Melakukan Kerja Sama (1)
- Bab 214 Fiona He dan Alvin Song Sekali Lagi Melakukan Kerja Sama (2)
- Bab 215 Sandera (1)
- Bab 215 Sandera (2)
- Bab 216 Lepaskan dia, maka aku akan melepaskanmu (1)
- Bab 216 Lepaskan dia, maka aku akan membiarkanmu pergi (2)
- Bab 217 Intuisi Michael Fu yang tajam (1)
- Bab 217 Intuisi Michael Fu yang tajam(2)
- Bab 218 Sebenarnya siapa (1)
- Bab 218 Sebenarnya siapa (2)
- Bab 219 Perasaanmu terhadapnya (1)
- Bab 219 Perasaanmu terhadapnya (2)
- Bab 220 Orang ketiga (1)
- Bab 220 Orang ketiga (2)
- Bab 221 Jangan Tinggalkan Aku (1)
- Bab 221 Jangan Tinggalkan Aku (2)
- Bab 222 Bisakah kamu merasakan rasa sakitku
- Bab 222 Bisakah kamu merasakan rasa sakitku
- Bab 223 Rahasiamu ada di tanganku (1)
- Bab 223 Rahasiamu ada di tanganku (2)
- Bab 224 Kamu adalah suamiku! (1)
- Bab 224 Kamu adalah suamiku! (2)
- Bab 225 Perasaan Di Ambang-Ambang (1)
- Bab 225 Perasaan Di Ambang-Ambang (2)
- Bab 226 Penjelasan mu Tidak Cukup Kuat (1)
- Bab 226 Penjelasan mu Tidak Cukup Kuat (2)
- Bab 227 Ternyata Kamu Benar-Benar Ingin Membunuh Aku (1)
- Bab 227 Ternyata Kamu Benar-Benar Ingin Membunuh Aku (2)
- Bab 228 Kali Ini Tidak Akan Melepaskan Mereka (1)
- Bab 228 Kali Ini Aku Tidak Akan Melepaskan Mereka (2)
- Bab 229 Suara Hati yang Pecah (1)
- Bab 229 Suara Hati yang Pilu (2)
- Bab 230 Di Matanya Ada Aku, Di Matanya Ada Kami (1)
- Bab 230 Di Matanya Ada Aku, Di Matanya Ada Kami (2)
- Bab 231 Dua Kesalahan Terbesarmu (1)
- Bab 231 Dua Kesalahan Terbesarmu (2)
- Bab 232 Cukup Menoleh Saja, Kamu Akan Melihatku (1)
- Bab 232 Cukup Menoleh Saja, Kamu Akan Melihatku (2)
- Bab 233 Harapan Orang Tua (1)
- Bab 233 Harapan Orang Tua (2)
- Bab 234 Perhatian Fernando (1)
- Bab 234 Perhatian Fernando (2)
- Bab 235 Bersiap-Siap Saja Jika Sudah Memancing Emosiku (1)
- Bab 235 Bersiap-Siap Saja Jika Sudah Memancing Emosiku (2)
- Bab 236 Polisi datang (1)
- Bab 236 Polisi datang (2)
- Bab 237 Bukti (1)
- Bab 237 Bukti (2)
- Bab 238 Selalu Siap Untuk Menangani kamu (1)
- Bab 238 Selalu Siap Untuk Menangani kamu (2)
- Bab 239 Permainan ada di tangannya (1)
- Bab 239 Permainan ada di tangannya (2)
- Bab 240: Air mata yang melemahkan (1)
- Bab 240 Air mata yang melemahkan (2)
- Bab 241 Perkataanku, apa kau punya hak untuk menolaknya? (1)
- Bab 241 Perkataanku, apa kau punya hak untuk menolaknya? (2)
- Bab 242 Kunci Baru (1)
- Bab 242 Kunci Baru (2)
- Bab 243 Hari Esok Yang Suram (1)
- Bab 243 Hari Esok Yang Suram (2)
- Bab 244 Berjalan Kearah Akhirmu (1)
- Bab 244 Berjalan Kearah Akhirmu (2)
- Bab 245 Awal Yang Baru (1)
- Bab 245 Awal Yang Baru (2)
- Bab 246 Tamu yang di luar dugaan hari ini (1)
- Bab 246 Tamu yang di luar dugaan hari ini (2)
- Bab 247 Hubungan kita (1)
- Bab 247 Hubungan kita (2)
- Bab 248 Ganjalan Hati yang tak bisa di selesaikan (1)
- Bab 248 Ganjalan Hati yang tak bisa di selesaikan (2)
- Bab 249 Penampilan luar yang kelihatan tenang (1)
- Bab 249 Penampilan luar yang kelihatan tenang (2)
- Bab 250 Siasat mobil kombi (1)
- Bab 250 Siasat mobil kombi (2)
- Bab 251 Bertemu Lagi (1)
- Bab 251 Bertemu Lagi (2)
- Bab 252 Perasaan Jason Lo (1)
- Bab 252 Perasaan Jason Lo (2)
- Bab 253 Ejekan Lawan, Ejekan Keluarga (1)
- Bab 253 Ejekan darii lawan , ejekan dari Keluarga (2)
- Bab 254 Persaudaraan yang sia-sia (1)
- Bab 254 Persaudaraan yang sia-sia (2)
- Bab 255 Ketika Mimpi jadi kenyataan (1)
- Bab 255 Ketika mimpi menjadi kenyataan (2)
- Bab 256 Kehidupan Yang Penuh Dengan Hal Yang Dilewatkan (1)
- BAB 256 Kehidupan Yang Penuh Dengan Hal Yang Dilewatkan (2)
- Bab 257 Siksaan Yang Penuh Kegelapan (1)
- Bab 257 Penderitaan Yang Penuh Kegelapan (2)
- Bab 258 Penantian Yang Sangat Panjang, Kesakitan Yang Sangat Panjang... (1)
- Bab 258 Penantian Yang Panjang, Kesakitan Yang Panjang..(2)
- Bab 259 Dia Kehilangan Kontak (1)
- Bab 259 Dia Kehilangan Kontak (2)
- Bab 260 Kegelapan dan Keterangan (1)
- Bab 260 Kegelapan dan Keterangan (2)
- Bab 261 Pencarian dan Pertahanan (1)
- Bab 261 Pencarian dan Pertahanan (2)
- Bab 262 Sebuah Cahaya di Kegelapan (1)
- Bab 262 Sebuah Cahaya di Kegelapan
- Bab 263 Cahaya yang Tidak Kunjung Datang (1)
- Bab 263 Cahaya yang Tidak Kunjung Datang (2)
- Bab 264 Sinar Yang Jauh (1)
- Bab 264 Sinar Yang Jauh (2)
- Bab 265 Dia Tidak Pantas (1)
- Bab 265 Dia Tidak Pantas (2)
- Bab 266 Kamu Tidak Bisa, Minggir Saja! (1)
- Bab 266 Kamu Tidak Bisa, Minggir Saja! (2)
- Bab 267 Orang Yang Paling Seharusnya Ada di Sampingnya (1)
- Bab 267 Orang Yang Paling Seharusnya Ada di Sampingnya(2)
- Bab 268 Masa Depan yang Tidak Jelas (1)
- Bab 268 Masa Depan yang Tidak Jelas (2)
- Bab 269 Berita Berat, Bom Berita (1)
- Bab 269 Berita Berat, Bom Berita (2)
- Bab 270 Pukulan yang tak terlupakan (1)
- Bab 270 Pukulan yang tak terlupakan (2)
- Bab 271 Istriku, Posisimu (1)
- Bab 271 Istriku, Posisimu (2)
- Bab 272 Bagaimana Menghadapinya (1)
- Bab 272 Bagaimana Menghadapinya (2)
- Bab 273 Kamu Akan Mengganti Dengan Apa? (1)
- Bab 273 Kamu Akan Mengganti Dengan Apa? (2)
- Bab 274 Yang Seharunya Dihadapi, Yang Tidak Ingin Dihadapi (1)
- Bab 274 Yang Seharunya Dihadapi, Yang Tidak Ingin Dihadapi (2)
- Bab 275 Tidak Ada yang Bisa Kita Bicarakan (1)
- Bab 275 Tidak Ada yang Bisa Kita Bicarakan (2)
- Bab 276 Kebencian yang Sulit Dihilangkan (1)
- Bab 276 Kebencian yang Sulit Dihilangkan (2)
- Bab 277 Bab 277 Harus Berakhir (1)
- Bab 277 Harus Berakhir (2)
- Bab 278 Saya Tidak Ingin Lagi Mendengar Penjelasanmu (1)
- Bab 278 Saya Tidak Ingin Mendengarkan Penjelasanmu Lagi (2)
- Bab 279 Lepaskan Aku, Biarkan Aku Pergi (1)
- Bab279 Lepaskan Aku,Biarkan Aku Pergi (2)
- Bab 280 Apapun Akan Saya Lakukan Agar Kamu Tetap Tinggal (1)
- Bab 280 Apapun Akan Saya Lakukan Agar Kamu Tetap Tinggal (2)
- Bab 281 Terjeratnya Fiona (1)
- Bab 281 Terjeratnya Fiona (2)
- Bab 282 Aku Tidak Dapat Melepaskan Kamu (1)
- Bab 282 Aku Tidak Rela Melepaskan Kamu (2)
- Bab 283 Singkirkan Kutukan Rumah Sakit (1)
- Bab 283 Menyingkirkan Kutukan Rumah Sakit (2)
- Bab 284 Setelah Kembali Ke Rumah (1)
- Bab 284: Setelah Pulang ke Rumah (2)
- Bab 285 Perasaan Sesungguhnya Lo Enxi Terungkap (1)
- Bab 285 Perasaan Sesungguhnya Jasmine Terungkap (2)
- Bab 286 kamu mirip sekali seperti ayahmu (1)
- Bab 286 kamu mirip sekali seperti ayahmu (2)
- Bab 287 jangan kau bermimpi untuk meninggalkanku (1)
- Bab 287 jangan kau bermimpi untuk meninggalkanku (2)
- Bab 288 Terkepung akan rasa putus asa (1)
- Bab 288 Terkepung akan rasa putus asa (2)
- Bab 289 Menyambut kehadiran anak kedua (1)
- Bab 289 Menyambut kehadiran anak kedua (2)
- Bab 290 memeriksa hasil yang dibuahkan untuk masa depan (1)
- Bab 290 memeriksa hasil yang dibuahkan untuk masa depan (2)
- Bab 291 Kedatangan Kehidupan Baru Kedua
- Bab 292 Undangan Untuk Anggur
- Bab 293 Dia Muncul Lagi
- Bab 294 Bagaimana Kamu bBsa Begitu Bahagia ...
- Bab 295 Biarkan Semuanya Berakhir
- Bab 296 Hari Baik Tidak Berlangsung Lama
- Bab 297 Api Tidak Akan Pernah Dibungkus Oleh Kertas
- Bab 298 Cara Fu Mengatasi Masalah
- Bab 299 Perbedaan Mimpi Dan Kenyataan
- Bab 300 Diam Adalah Musik Perpisahan Dariku
- Bab 301 Musibah terakhirnya...
- Bab 302 Saling mencintai dan melengkapi
- Bab 303 Masih hidup atau mati, ini....
- Bab 304 Kamu yang telah membunuh dia
- Bab 305 Perasaan dia
- Bab 306 Semua ini Penipuan
- Bab 307 Serangga Terbang Jatuh ke Jaring Laba-Laba
- Bab 308 Musim Semi yang Sunyi
- Bab 309 Di Saat Memotong Lilin Jendela Barat
- Bab 310 Memilikinya, Keberuntungan Saya
- Bab 311 Harapan reuni antar teman
- Bab 312 biarkan dia kembali padaku
- Bab 313 Tolong Kembalilah
- Bab 314 Rencana Masa Depanmu
- Bab 315 Anak, Anakku
- Bab 316 Keluarga yang utuh
- Bab 317 Kamu selamanya adalah istri dari cucu ku
- Bab 318 Biarkan masa lalu itu berlalu
- Bab 319 Percakapan dari hati ke hati
- Bab 320 Menjadikan anak sebagai bala bantuan
- Bab 321 Cinta Ayah dan Anak
- Bab 322 Kamu Harus Punya Sebuah Rencana
- Bab 323 Anakku, Ayah Mencintaimu
- Bab 324 Beri Kamu Sesuatu yang Waktu itu Tidak Sempat Dikatakan
- Bab 325 Selamat tinggal Fiona He
- Bab 326 Dia layak mendapatkan hasilnya
- Bab 327 Masa depan kita, tidak akan ada dia lagi
- Bab 328 Yang tidak berani dihadapi di dalam hatinya
- Bab 329 Penyakit jantung butuh obat jantung
- Bab 330 Teman sejati terlihat di masa-masa sulit
- Bab 331 Apakah kamu benar-benar bisa melindungi...
- Bab 332 Ciuman yang telat satu dekade
- Bab 333 Senior, Senior Gu
- Bab 334 Kerabat bukan kekasih
- Bab 335 Pulang setelah lima tahun
- Bab 336 Kembali ke tempat awal
- Bab 337 Bunga-bunga di jalan sudah bermekaran , sudah bisa kembali perlahan-lahan
- Bab 338 Mas kawin yang besar
- Bab 339 Memberikan sebuah pernikahan yang sempurna untukmu
- Bab 340 Perjalanan bulan madu
- Bab 341 Akhir bahagia