My Perfect Lady - Bab 43 Orang Paling Rakus (1)

Grace Tang menghabisi satu bungkus bubur seafood, lalu memegang perut dengan puas: “Kenyang sekali!”

Dharius Ye mengambil tisu dan mengelap mulutnya: “Kamu adalah wanita paling rakus yang pernah aku temui!”

“Memang iya?”

“Iya, wanita yang aku kenal makannya sedikit, mereka ingin menjaga kelangsingan tubuh mereka.”

“Oh begitu. Aku adalah penggila makanan sejak lahir, mungkin karena hidupku sudah tidak mudah sejak kecil, melihat makanan enak aku tidak bisa menahan diri, tapi aku ada satu kelebihan, makan apapun tidak akan gemuk.”

“Kedepannya kamu bersama denganku, aku akan merawat kamu sampai gemuk.” janji Dharius Ye.

“Jangan-jangan kamu mau merawatku seperti babi?”

“Memangnya tidak boleh?”

“Tidak boleh dong.” Grace Tang menggeleng, “Aku sih tidak mau jadi babi gemuk!”

Dharius Ye mencubit pipinya, “Bukannya kamu bilang tidak akan menjadi gemuk?”

“Aku kan takut kalau seandainya jadi gemuk benaran, kamu begitu tampan, berapa banyak wanita yang mengharapkanmu, kalau aku menjadi jelek dan gemuk, kamu tidak mau bersamaku lagi, aku harus mencari siapa?” Grace Tang menatap Dharius Ye.

“Tenang saja, kalau kamu menurut, walaupun kamu menjadi gemuk dan jelek, aku juga tidak akan mengesampingkan kamu!”

“Jadi kamu tidak suka aku kalau aku tidak menurut?”

“Iya, aku suka wanita yang menurut!”

Pandangan Dharius Ye masih tidak berubah, dia suka dengannya kalau dia menurut, Grace Tang menghela nafas dalam hati, walaupun Dharius Ye bersedia merawat dia dan menyuapi dia makanan, tapi sampai sekarang dia masih menganggapnya sebagai mainan.

Dia seperti anjing yang dipelihara Dharius Ye, dia suka dengannya kalau dia menurut, kalau suatu hari dia tidak menurut, dia akan mengusirnya tanpa belas kasih.

Dilihat dari sisi ini, dalam hati Dharius Ye, dia tidak bisa dibandingkan dengan Sophia Lu, setidaknya di dalam hati Dharius Ye, Sophia Lu bukan mainan, dia adalah manusia.

Grace Tang tidak ingin menjadikan dirinya seperti seekor anjing peliharaan, dia menginginkan kasih sayang Dharius Ye, kasih sayang yang berasal dari hatinya, dia juga tidak ingin menurut.

Siang hari Tante Zhang datang, membawakan baju dan sup bergizi untuk Grace Tang.

Baru masuk langsung minta maaf: “Maaf Nona Tang, hari itu aku tidak enak badan saat aku kembali selama beberapa hari, hari ini baru baikan.”

“Oh ya? Pasti malam itu kelelahan karena menjaga aku di rumah sakit!” Grace Tang sangat prihatin: “Semua salahku, Tante Zhang, kamu tidak seharusnya buru-buru menjenguk aku, seharusnya kamu istirahat di rumah!”

“Tidak apa-apa, aku sudah lumayan membaik.” Tante Zhang membuka termos yang dibawa dengan mahir, menuangkan sup di dalam dan memberikan kepada Grace Tang: “Nona Tang, minumlah!”

“Terima kasih Tante Zhang!” Grace Tang mengambil dan meminumnya, “Sup yang dibuat Tante Zhang enak sekali.”

“Minum yang banyak kalau enak, nanti malam aku buatkan lagi.”

“Jangan repot-repot, di rumah sakit ada kantin, kamu tidak enak badan, jadi istirahat saja.” Grace Tang meminum beberapa suap sup lagi.

Melihart Dharius Ye duduk di sofa dan menatapnya dengan sungguh-sungguh, dia tertawa dan berkata dengan suara manja: “Untuk apa lihat aku? Ingin minum sup ya?”

Sambil bertanya, dia mengambil sup dan berjalan ke samping Dharius Ye: “Sup ini benar-benar sangat enak, kamu coba!”

“Kalau Tuan Muda mau minum, aku tuangkan lagi!” Tante Zhang langsung mencegah, OCD Dharius Ye begitu parah, mana mungkin mau minum sup bekas Grace Tang.

Tapi tak terduga Dharius Ye mengulurkan tangan dan memegang tangan Grace Tang sambil tersenyum, meminum beberapa suap sup dengan tangan Grace Tang dan tersenyum: “Lumayan enak! Aromanya memang enak!”

Tante Zhang berdiri di sana dengan kaku, akhirnya dia mengerti maksud Tuan muda pulang dan memperingatinya, kedudukan Grace Tang di hati Tuan Muda ternyata memang tidak biasa, kedepannya dia harus melayani dengan hati-hati.

Dharius Ye tinggal di kamar pasien, Tante Zhang tidak berlamaan lagi dan pulang.

Setelah Tante Zhang pergi, Dharius Ye mengulurkan tangan dan mencubit wajah Grace Tang: “Kamu sungguh pandai memanfaatkan kesempatan!”

Grace Tang menjulurkan lidah: “Memanfaatkan kesempatan apa? Kenapa aku tidak paham?”

“Kamu tidak perlu pura-pura bodoh, aku tahu kamu mengerti.” Dharius Ye mengulurkan tangan dan menarik dia duduk di pahanya.

“Masalah ini aku sudah berbicara pada Tante Zhang, tidak akan ada lain kali, dia tidak akan melakukan kesalahan yang sama lagi. Kamu juga jangan mendendam, bergaulah dengan baik.”

“Aku mana berani!”

“Memang ada hal yang tidak berani kamu lakukan? Kamu saja sudah bersembunyi dan tidak mengangkat teleponku.” Dharius Ye menatap Grace Tang: “Kalau aku tidak datang mencarimu, apakah kamu memutuskan untuk tidak berhubungan denganku lagi selamanya?”

“Kamu fitnah aku, ponselku sungguh tidak ada di sisiku.” bantah Grace Tang.

Dharius Ye tersenyum: “Baiklah, aku percaya padamu, tapi kedepannya jangan tidak mau angkat teleponku, harus beritahu aku kalau disuliti orang, aku akan membalaskan untukmu.”

“Kamu sungguh akan membalaskan untukku?”

“Tentu saja benar.”

“Bagus, kalau begitu aku tidak sungkan lagi.” Grace Tang batuk untuk melancarkan tenggorokan, “Ada satu orang jahat yang menganggu aku setiap hari, aku ingin balas dendam, tapi aku tidak berani, dia terlalu jahat dan galak, kalau begitu kamu balaskan dendam untukku?”

“Siapa?”

“Marganya Ye, namanya Dharius!”

“Kamu ini!” Dharius Ye merasa dipermainkan, Grace Tang tertawa dengan senang, “Kamu yang bilang mau membalaskan untukku, tidak boleh mengingkari janji.”

“Sudah bosan hidup, berani membecandai aku.” Dharius Ye menarik pinggangnya yang langsing dan menciumnya dengan galak.

Grace Tang tidak menolak, mengulurkan tangan dan melingkari leher Dharius Ye, otomatis membuka mulut dan menerima ciumannya.

Novel Terkait

Hei Gadis jangan Lari

Hei Gadis jangan Lari

Sandrako
Merayu Gadis
5 tahun yang lalu
The True Identity of My Hubby

The True Identity of My Hubby

Sweety Girl
Misteri
6 tahun yang lalu
My Charming Wife

My Charming Wife

Diana Andrika
CEO
5 tahun yang lalu
Cinta Di Balik Awan

Cinta Di Balik Awan

Kelly
Menjadi Kaya
6 tahun yang lalu
More Than Words

More Than Words

Hanny
Misteri
6 tahun yang lalu
Blooming at that time

Blooming at that time

White Rose
Percintaan
6 tahun yang lalu
Memori Yang Telah Dilupakan

Memori Yang Telah Dilupakan

Lauren
Cerpen
6 tahun yang lalu
Wahai Hati

Wahai Hati

JavAlius
Balas Dendam
6 tahun yang lalu