Istri Yang Sombong - Bab 158 Makan Berempat 1

Tepat pada saat itu, seolah merasakan tatapan dari Mu Shaotian, Xia Zixi menoleh, begitu tatapan mereka bertemu, siapa sangka Mu Shaotian langsung memalingkan wajahnya, berbalik masuk ke kantornya.

Ekspresi kesalnya Xia Zixi tidak mengacuhkannya, hanya mengkerutkan alis, entah apa yang dia perbuat sehingga membuatnya marah lagi!

Xia Zixi melihat kearah rekan kerjanya, “Sudah, cepat kembali kerja, nanti bos Mu marah lagi!”

Mendengar ini, semuanya segera membubarkan diri.

Bunga segar diletakkan disamping, Xia Zixi duduk disana, berpikir cukup lama namun tetap tidak tahu siapa yang mengirimkannya, namun tepatnya bunga mawar sampanye adalah bunga kesukaannya.

Dan yang tahu dia suka bunga mawar ini selain Xia Ziyu adalah Leo….

Jangan-jangan, Leo?

Kalau benar dia kenapa tidak menulis nama?

Setelah dipikir-pikir, Xia Zixi menggeleng, sudahlah, tidak peduli siapa yang memberi, mungkin ia punya pikiran tersendiri sehingga tidak menulis namanya.

Sambil berpikir seperti ini, ia kembali bekerja.

Siang harinya, ketika jam kerja Xia Zixi ke pantry

*****(pantry adalah tuangan dimana makanan, alat masak, kopi dll disimpan. Biasanya kantor besar memiliki pantry untuk karyawan)***********.

Setiap kali sampai disini, ia ingin istirahat sebentar.

Baru ingin menikmati kopi yang ia seduh, terdengar suara dari belakangnya.

“Kelihatannya kamu sangat senang!”

Mendengar suara ini, ia tidak perlu menengok juga sudah tahu siapa, Xia Zixi belum membuka mulut, Mu Shaotian sudah menariknya dengan cepat dan menekannya diatas meja.

Xia Zixi terkejut, kopi ditangannya hampir saja tumpah semua.

“Apa yang kamu lakukan?” Xia Zixi melihat kearah Mu Shaotian.

“Siapa yang mengirimimu bunga?” Mu Shaotian menatap lurus Xia Zixi.

Melihat gaya Mu Shaotian, Xia Zixi malas menjelaskan terlalu banyak, “Tidak tahu!”

“Tidak tahu?” setelah mendengar ucapan Xia Zixi, alis Mu Shaotian mengangkat, “Siapa yang memberimu bunga kamu tidak tahu?”

“Tidak ada nama dikartunya, jadi aku benar-benar tidak tahu siapa yang mengirimnya!” Xia Zixi berkata dengan penuh tekanan, dengan sangat serius.

Ekspresinya saat ini tidak seperti sedang berbohong, dan tidak ada gunanya Xia Zixi berbohong padanya, setelah berpikir sejenak, Mu Shaotian berkata, “Song Qi yang mengirimnya?” Mu Shaotian mengangkat alisnya.

“Tidak tahu!” Xia Zixi berkata sambil mundur, tidak seperti sedang berbohong.

Mu Shaotian melihatnya, mengganti topik, “Kemarin, kenapa kamu mematikan teleponku?” Mu Shaotian langsung bertanya padanya.

Mata Xia Zixi berkedip, “Direktur Mu, anda mencari saya hanya untuk menanyakan ini?”

“Kalau tidak?”

Melihat wajah serius Mu Shaotian, Xia Zixi berpikir, “Saya melihat anda begitu sibuk, sehingga mematikan telepon….”

Dari ucapan Xia Zixi, kelihatannya dia berbuat demikian demi kebaikannya.

Mu Shaotian yang tadinya marah, berubah pikiran, “Xia Zixi, jangan-jangan kamu cemburu?” Mu Shaotian bertanya sambil melengkungkan bibirnya yang seksi.

Xia Zixi tercengang mendengar ucapannya, “Jika ingin cemburu, kelihatannya harusnya bukan aku!”

“Apa maksudmu?”

“Bukankah memang begitu?” Xia Zixi berbalik bertanya.

“Terlebih, aku pribadi tidak suka cemburu, ucapan ini sebaiknya anda katakan pada Ling Xiaoyun, dia lebih cocok!”Xia Zixi berkata dengan tegas.

Mu Shaotian mengerutkan alis, melihat wanita didepannya, dia bisa melihat seluruh isi hati wanita, namun hanya wanita didepannya yang membuatnya bingung apa yang sebenarnya sedang dipikirkan olehnya.

Novel Terkait

Perjalanan Selingkuh

Perjalanan Selingkuh

Linda
Merayu Gadis
5 tahun yang lalu
My Superhero

My Superhero

Jessi
Kejam
6 tahun yang lalu
Balas Dendam Malah Cinta

Balas Dendam Malah Cinta

Sweeties
Motivasi
6 tahun yang lalu
Menunggumu Kembali

Menunggumu Kembali

Novan
Menantu
6 tahun yang lalu
Lelaki Greget

Lelaki Greget

Rudy Gold
Pertikaian
5 tahun yang lalu
Cantik Terlihat Jelek

Cantik Terlihat Jelek

Sherin
Dikasihi
5 tahun yang lalu
Mendadak Kaya Raya

Mendadak Kaya Raya

Tirta Ardani
Menantu
5 tahun yang lalu
My Only One

My Only One

Alice Song
Balas Dendam
6 tahun yang lalu