After Met You - Bab 15 Orang Yang Tidak Layak

Mendengar dia memanggil “Kakek”,semua orang langsung merespon, ternyata itu adalah anak perempuan dari Keluarga Lim, ayah dari anak perempuan ini adalah anak pertama Kakek Yunus, anak itu merupakan anak kakek Yunus yang masuk penjara.

Meskipun mereka tidak mengatakan apapun. Tetapi perasaan itu sudah tertulis di wajah Yuni.

“Kamu datang ke sini mau melakukan apa!” Kakek Yunus mengkerutkan alisnya, lipatan di tengah alisnya terlihat sangat tebal. Menunjukan bahwa dia tidak sudi melihat Yuni di sini.

Pada saat ini Yessica mendadak berdiri : “Yuni sepertinya mencari saya. Ada masalah apa ayo kita bicarakan di luar.”

Setelah berbicara dia berjalan mendatanginya.

Yuni Lim menghindari tangan Yessica Lim yang mau menarik tangannya, dengan suara yang terdengar sangat dingin mengatakan: “Saya datang mencari Kakek.”

Tangan Yessica Lim hanya berada di sana terdiam kikuk, memutar kepalanya ke arah kakek Yunus dengan tatapan tanpa dosa, dan kembali lagi menatap ke arah wanita itu, dari nada bicaranya terdengar dia merasa ini sedikit tidak senang: “Yuni, kamu jangan begitu, bagaimanapun...”

Suara Yunus terdengar penuh dengan amarah: “Ada masalah apa cepat katakan!”

Dia hanya menyayanggi Yessica Lim, karena dia merasa Yessica anaknya lebih tidak banyak tingkah dan bijaksana, cantik pintar, dan lagi dia merupakan calon nyonya di keluarga Goh.

Dan jika dibandingkan dengan Yuni Lim kebalikannya, wanita itu tidak ada sisi yang bagus, dari kecil sampai besar selalu mencari masalah, dalam hal sekolah dan karir juga tidak baik, tampangnya yang sulit untuk mendapatkan pasangan, dan kemanapun selalu membuat keluarga Lim malu.

“Tuan Yunus kami mohon undur diri.”

“Saya mendadak memiliki sedikit urusan...”

Semua orang yang duduk di sana melihat sangat memahami masalah disini, sekali lihat Yunus ingin menyelesaikan masalah keluarga, mereka semua sadar diri lalu mohon undur diri.

Menunggu semua orang telah pergi, Yunus menghadap ke arah Yuni dengan berteriak marah: “Masalah apa, cepat katakan!”

Yuni menunjukan akta nikah ke depan muka Yunus: “Kakek, syarat yang kamu katakan saya sudah memenuhinya. Bukannya sekarang saya sudah boleh mengambil harta yang di tinggalkan oleh ayah untuk saya?”

Yunus dengan curiga melihat Akta nikah tersebut, lalu baru melihat ke arah Yuni: “Apakah kamu benar-benar telah menikah?”

Yuni berkata: “Iya.”

Mendengar Yuni menjawabnya dengan pasti, alis Yunus mengerut lebih dalam, ternyata memang ada orang yang berani menikahinya! Di wajah Yunus masih membawa keraguan.

Cucunya yang satu ini wajahnya memang cantik, tetapi reputasinya tidak baik, masyarakat golongan atas sangat memperhatikan reputasi yang baik. Karena dia tahu tidak ada orang yang mau menikahinya, makanya dia baru bisa berkata begitu, dan hasilnya kebalikan dia sudah menikah.

Melihat alis Yunus yang berkerut terlihat sedang memikirkan sesuatu, Yuni merasa sedikit khawatir dia bisa menyesal telah mengatakan itu, dengan terburu-buru dia berkata: “Bukannya Kakek harus bisa memenuhi janji yang telah dikatakan?”

Pada saat ini Yessica datang kemari, membuka dan melihat akta nikah tersebut. Ternyata memang benar dia melihat satu nama yang sangat familiar, sudut mulutnya menunjukan senyum seribu bahasa.

Kemudian mendongakkan kepalanya berkata: “Kakek, saya mengenalnya suami dari Yuni .”

Yunus mendengar dia mengatakan kalau mengenalnya, langsung bertanya: “Dia berasal dari keluarga mana?”

Bukannya khawatir Yuni menikah dengan siapa malahan ingin tahu dia menikah dengan keluarga yang bagaimana, lalu keluarga mereka bisa memberikan manfaat apa untuk keluarga Lim.

“Dia baru saja pulang dari luar negeri, dari dulu saya tidak pernah mendengar, juga tidak tahu apa pekerjaannya, dan masih ada satu lagi…”

Yessica Lim terhenti sebentar, memutarkan kepalanya melirik ke arah Yuni, Yuni mulai merasa takut, dia tahu apa yang akan di katakan oleh Yessica.

“Yaitu, pria ini merupakan pria yang ada di foto itu, jika kakek tidak percaya kamu boleh menyuruh Yuni untutk memanggilnya datang, dan lagi kemarin saya masih melihat mereka pergi jalan-jalan bersama.”

Nada berbicara Yesicca berubah menjadi lebih lembut, Yunus mendengar ini wajahnya menunjukan ekspresi terkejut, lalu mengangkat tangannya dan mengambil gelas yang berada di meja, dan membantingnya di lantai.

Dia terus mengelengkan kepala melihat Yuni: “Saya mengira waktu itu saya bisa menyadarkanmu waktu itu, saya tidak menyangka kamu begitu keras kepala. Bagaimana saya bisa mendidik cucu sepertimu, demi harta warisan, berani menikahi orang yang tidak layak itu! ”

Novel Terkait

Uangku Ya Milikku

Uangku Ya Milikku

Raditya Dika
Merayu Gadis
5 tahun yang lalu
 Habis Cerai Nikah Lagi

Habis Cerai Nikah Lagi

Gibran
Pertikaian
5 tahun yang lalu
Wonderful Son-in-Law

Wonderful Son-in-Law

Edrick
Menantu
5 tahun yang lalu
Pernikahan Kontrak

Pernikahan Kontrak

Jenny
Percintaan
6 tahun yang lalu
Menantu Bodoh yang Hebat

Menantu Bodoh yang Hebat

Brandon Li
Karir
5 tahun yang lalu
Penyucian Pernikahan

Penyucian Pernikahan

Glen Valora
Merayu Gadis
5 tahun yang lalu
Lelaki Greget

Lelaki Greget

Rudy Gold
Pertikaian
5 tahun yang lalu
His Soft Side

His Soft Side

Rise
CEO
5 tahun yang lalu