Cinta Yang Dalam - Bab 110 Jebakan Julia
Julia hari terlalu sudah sedikit kemabukan, ditambah lagi rencana yang telah disiapkan malah kacau dengan begitu saja, sehingga suasana hatinya semakin murung.
Dia tiba-tiba sangat mengharapkan sebuah pesta yang memenuhi kemesraan berbagai lelaki dan wanita.
Oleh sebab itu, dia memerintahkan kepada asistennya untuk menyiapkan sebuah lokasi yang aman, saat ini dia akan berkunjung ke lokasi itu untuk menikmati pesta tersebut.
Mobil asistennya telah tiba, Julia datang ke basement tempat parkir dengan menggunakan lift.
Dia dengan refleksnya melirik sekilas ke arah tempat parkir mobil Gandi pada barusan, namun dia menjadi kaget dalam seketika, Gandi sedang membawa seorang wanita ke dalam mobilnya.
Setelah Gandi masuk ke dalam mobil, seluruh bentuk tubuh mobil mulai bergoyang.
Saat ini Julia juga tidak bisa berlagak bego lagi.
Julia menyuruh asistennya membatalkan semua acara hiburan pada malam ini, dia terus mengawasi di sini hingga satu setengah jam, setelah itu mobil tersebut langsung terdiam.
Pada saat wanita tersebut berjalan keluar dari mobil Gandi, Julia terbengong seketika, ternyata wanita tersebut adalah Neva !
Api amarah di hati Julia langsung membara, dia ingin sekali beranjak menghampiri, lalu mencekik wanita licik yang tidak malu ini.
Julia merasa Neva memang seorang wanita yang licik dan kejam, kenapa dia bisa tahu bahwa Gandi sedang terjebak dengan obat, dan bahkan berani datang untuk terima bersih hasil kerjanya .
Namun ketika dirinya ingin beranjak menghampiri, dia tiba-tiba kepikiran dengan sebuah inti permasalahan yang penting.
Oleh sebab itu, ketika mobil Neva telah pergi meninggalkan tempat, dia baru melangkah keluar dari kegelapan.
Dia berjalan ke samping mobil Gandi, pada saat dirinya ingin membuka pintu mobil, dia sudah langsung melihat Gandi yang sedang berbaring di tempat duduk belakang, kakinya yang tidak bisa mengulur panjang hanya bisa terus meringkuk, sepertinya sedang tertidur dengan nyenyak.
Julia mengetahui bahwa ini adalah sebuah kesempatan, dia harus memanfaatkan kesempatan ini dan menciptakan kesan kebetulan kepada Gandi.
Dengan demikian, Julia tidak perlu mengungkit sendiri apa yang dia inginkan, dikarenakan pada kali ini, Gandi sudah pasti akan mewujudkan keinginannya.
Julia menghapus semua jejak keberadaan Neva yang tersisa di dalam mobil Gandi, bahkan juga membuang semua rambut panjang lurus yang bukan miliknya.
Setelah itu dia merobek baju sendiri dan berbaring di lantai pada pertengahan mobil.
Bagian tempat menonjol pada lantai tentu saja sangat tidak nyaman, namun demi kedudukan dan kekayaan masa depannya, Julia memutuskan untuk bertarung lagi.
Dia yakin dengan usaha dirinya pada kali ini, meskipun Gandi tetap saja tidak memercayai dirinya, namun pastinya juga akan tersentuh.
Pada saat baru berbaring, Julia kepikiran lagi dengan sebuah urusan yang belum diselesaikannya, sehingga dia diam-diam mengirim pesan kepada asistennya, agar asistennya dapat menghapus semua rekaman kamera pengawasan di basement ini.
Asisten itu telah melihat Julia saat dirinya berjalan masuk ke dalam mobil, sehingga dia juga mengerti dengan apa yang akan dilakukannya, namun semakin mendekati pada masa-masa seperti ini, dia malahan menjadi semakin panik dan tegang.
Dia mengetahui bahwa sekarang bukan saatnya bimbang lagi, bagaimanapun nasib mereka berdua sudah saling keterkaitan.
Asisten tersebut langsung memanfaatkan semua relasinya untuk menghapus rekaman, setelah itu langsung memusnahkan semua data yang ada dengan secepatnya.
Akan tetapi, asisten tersebut tetap saja menyimpan isi percakapan dirinya dan Julia.
Gandi tidak begitu gampang di tipu, apabila permasalahan ini diketahui oleh Gandi, setidaknya ada seseorang yang bisa bertanggung jawab.
Demi membuat drama ini menjadi semakin nyata, Julia menerapkan strategi sebelumnya lagi, pada saat Gandi sedang tertidur nyenyak, dia membuat bagian bawah tubuhnya menjadi bengkak lagi.
Dia menahan rasa kesakitan dari bagian bawah tubuhnya, dia mengetahui bahwa pada saat Gandi bangun dari tidurnya, dirinya juga akan mendapatkan imbalan yang setara.
Neva membawa mobilnya dan pulang ke rumah dengan susah payah, setiap lampu lalu lintas bagaikan sebuah ujian terhadap dirinya.
Setelah memarkir mobilnya di bawah gedung, dia memanggil Nana dengan nada ringan.
Namun sepertinya Nana telah tertidur nyenyak, sehingga Neva yang tidak berdaya hanya bisa menggendong Nana dan menginjak tangga untuk masuk ke dalam rumahnya.
Setelah meletakkan Nana di atas kasurnya, Neva mencari kain basah untuk mengelap wajah Nana.
Setelah menyelesaikan kesibukan semua ini, dia baru jatuh terduduk ke atas sofa.
Pada saat ingin berdiri lagi, tubuhnya malah tidak bertenaga apapun lagi.
Apabila kepikiran dengan kejadian barusan, Neva merasa sangat memalukan, namun wajahnya juga merona merah.
Lelaki itu bagaikan binatang ganas yang merengut semua tenaganya.
Namun untung saja, Neva telah meninggalkan bekas khusus dirinya pada tubuh lelaki itu.
Dalam hatinya bahkan sedikit berharap, dia berharap lelaki itu dapat menyelidiki semuanya dan menemukan dirinya.
Sampai saat itu, mungkin saja Nana tidak perlu lagi menyapanya sebagai dirinya paman, malahan sudah bisa menyapa dengan sebutan ayah.
Dalam hati Neva terus merenung, akhirnya dia menyandar di atas sofa dan mulai ketiduran.
Pada saat Gandi bangun dari tidurnya, keadaan sekelilingnya sangat sunyi.
Aroma kotor dan cairan tubuh manusia yang berada di dalam mobil membuat Gandi mengerutkan alisnya.
Apa yang terjadi pada semalam ?
Gandi mengingat dengan samar, sepertinya dirinya telah berhasil menangkap seorang wanita untuk dijadikan pelampiasannya, dan akhirnya dia juga kepikiran untuk memberikan kompensasi yang besar untuk wanita tersebut.
Wanita ? Gandi tiba-tiba terduduk di kursi, kakinya sedang menginjak pada tubuh yang lembut, setelah itu dia mendengar suara jeritan kesakitan yang berasal dari bawah kursi, sehingga dia menunduk untuk memperhatikannya.
Julia ? Kenapa dia bisa muncul di tempat ini ?
Gandi mengingat dengan jelas semua kejadian sebelum dirinya mulai pingsan.
Dia tidak mungkin terjebak obat seperti itu dengan tanpa sebab, apalagi dia juga mengingat dengan jelas semua makanan pada semalam.
Tersangka hanya salah satu orang, yaitu Julia yang sedang berbaring di bawah kakinya.
Gandi menatap tubuhnya Julia yang sedikit terpapar keluar, matanya membawa tatapan pengawasan dan penilaian.
Sebenarnya Julia sudah bangun sejak tadi, dia merasa pinggang sendiri sudah hampir patah karena lantai ini, sehingga dia sama sekali tidak bisa ketiduran.
Oleh sebab itu, ketika kaki Gandi menginjak pada tubuhnya, dia langsung pura-pura menjerit kesakitan, lalu perlahan-lahan terduduk dari lantai.
Dia menatap Gandi dengan mata yang bergenang, lalu meneteskan air mata yang telah dipersiapkan pada barusan.
Pada saat Gandi melihat Julia, awalnya dia masih bermaksud untuk menanyakan kejadian semalam.
Namun setelah reaksi Julia pada saat ini, dia bahkan tidak dapat menyalahi dirinya lagi.
Dia ragu sejenak dan berkata :”Julia, kenapa kamu bisa di sini ?”
Wajah Julia sedang merona merah, lalu dia berkata dengan nada serak :”Gandi…kamu…sudah lupa semua ya ?”
Saat ini pemikiran Gandi masih sangat kacau, dia sama sekali tidak ingat dengan kejadian semalam.
Dia hanya mengingat bahwa dirinya terus bergerak untuk melampiaskan efek obatnya.
Sementara mengenai kejadian yang terjadi, dia bahkan tidak perlu berpikir ulang lagi, hanya dengan melihat Julia yang sedang berbaring di sisinya, dia telah bisa menebak semuanya.
Dia mengeluh nafas dan berkata dengan nada datar :”Aku akan bertanggung jawab.”
Kejadian telah berkembang hingga demikian, dia tidak perlu mencari kebenaran maupun kesalahan lagi.
Mata Julia telah kemerahan, air matanya terus mengalir, lalu dia hanya berkata dengan nada ringan :”Tidak perlu…Gandi, asalkan bisa bersamamu, aku sudah sangat bersyukur. Kamu sudah menikah dan harus menjaga keluargamu, aku tidak ingin menyusahkanmu…”
Gandi menatap Julia dengan tatapan kaget, pada saat dirinya tidak bisa menikahi Julia dan tidak bisa mendapatkan persetujuan dari Nyonta Tirta, bukannya Julia masih menangis dengan mati-matian dan bahkan terus mengancamnya ?
Gandi merasa bersalah terhadap Julia yang ada di hadapannya, dalam hati Gandi berpikir, apakah dirinya yang sedikit keterlaluan terhadap Julia dalam waktu dekat ini ? Makanya Julia merasa tidak berdaya dan hanya bisa merencanakan strategi seperti ini.
Pada saat ini, Gandi tiba-tiba kepikiran dengan urusan penting dirinya pada semalam.
Dia buru-buru bangun dan mengantar Julia pulang ke hotel, setelah itu langsung beranjak menuju World Trade milik Grup Tirta.
Gandi merasa sedikit tidak konsentrasi pada sepanjang jalan.
Gandi merasa pertimbangan dan penilaian dirinya pada hari ini ada sedikit kejanggalan.
Dia kepikiran dengan wanita yang memberontak di bawah tubuhnya pada semalam, suaranya wanita itu sangat lembut, sepertinya sangat berbeda dengan suara Julia.
Gandi adalah orang yang langsung beraksi, apabila merasakan kejanggalan, dia akan langsung menyelidiki.
Saat ini dirinya berada di kota W, sehingga dia langsung menghubungi penanggung jawab di kota W, dia menyuruh orang tersebut mencari rekaman kamera pengawas saat dirinya berada di basement tempat parkir gedung pembelanjaan itu.
Namun setelah dirinya tiba di World Trade , penanggung jawab tersebut telah menantinya dengan wajah berkeringatan, lalu berkata dengan reaksi ketakutan :”Tuan Tirta, Anda sudah datang ya. Aku sudah mendapatkan rekaman yang Anda inginkan, namun ternyata ada dua jam rekaman yang telah terhapus. Setelah itu menyadari bahwa ada seseorang yang masuk ke dalam mobil Anda, aku sudah mengirim datanya ke email Anda.”
Saat ini Gandi tidak sempat lagi untuk memahami keadaan di lokasi, dia langsung membuka ponselnya dan mengunggah video rekaman tersebut.
Di dalam video muncul seorang wanita yang berpakaian rapi, Gandi langsung mengenal identitas wanita tersebut, ternyata memang Julia.
Novel Terkait
My Only One
Alice SongThe Sixth Sense
AlexanderCinta Dibawah Sinar Rembulan
Denny AriantoPria Misteriusku
LylyCinta Pada Istri Urakan
Laras dan GavinGaun Pengantin Kecilku
Yumiko YangKing Of Red Sea
Hideo TakashiCinta Yang Dalam×
- Bab 1 Menyelamatkan Hidup Adik Laki-Laki
- Bab 2 Memberi Uang Kepadanya
- Bab 3 Dia Mengatakan Aku Cantik
- Bab 4 Kesepakatan Mendadak
- Bab 5 Neva Mengorbankan Tubuhnya
- Bab 6 Memutar Balikan Fakta
- Bab 7 Tidak Bisa Melarikan Diri Dari Takdir
- Bab 8 Bertaruh Denganku
- Bab 9 Nana yang Baik
- Bab 10 Mengambil Sesuai Keperluan
- Bab 11 Mempublikasikan
- Bab 12 Malam Pernikahan
- Bab 13 Kamu Minum Kebanyakan
- Bab 14 Penuh Cinta
- Bab 15 Pak Gandi, Jangan Begitu!
- Bab 16 Tidak Kenal Lelah
- Bab 17 Datang Memprovokasi
- Bab 18 Pacarku Sangat Lembut Padaku
- Bab 19 Kita Suami Istri
- Bab 20 Terluka
- Bab 21 Perselisihan
- Bab 22 Konyol
- Bab 23-24 Lempar Keluar
- Bab 25 Tidak Peduli
- Bab 26 Hilang ?
- Bab 27 Dokumen
- Bab 28 Ayah Yang Tampan
- Bab 29 Badut
- Bab 30 Berita Utama Di Instagram
- BAB 31 Sikap Ibu Tirta
- Bab 32 Harus Pulang
- Bab 33 Gandi Terluka
- Bab 34 Nasehat
- Bab 35 Merepotkan
- Bab 36 Maaf
- Bab 37 Air mata
- Bab 38 Sebuah Tamparan Diwajah
- Bab 39 Apakah Bisa Lebih Dekat Sedikit Lagi?
- Bab 40 Penampilan Saling Mencintai
- Bab 41 Sampai Jumpa Kamu
- Bab 42 Orang Berubah Keadaan Sama
- Bab 43 Keraguan Gandi Tirta
- Bab 44 Berlagak Pahlawan
- Bab 45 Habiskan Bersamaku
- Bab 46 Berbelanja
- Bab 47 Sangat cocok
- Bab 48 Tunggu Sebentar
- Bab 49 Wanita Yang Tidak Tahu Diri
- Bab 50 Orang Yang Paling Dibenci
- Bab 51 Tersadarkan
- Bab 52 Pria Harus Menyayangi Istri
- Bab 53 Mati Memegang Kedudukan
- Bab 54 Meremehkan
- Bab 55 Menunggu Suamiku Datang Menjemput
- Bab 56 Ke Kiri Pulang Ke Kanan Menjemputnya
- Bab 57 Gadis Yang Baik
- Bab 58 Kalah
- Bab 59 Berubah
- Bab 60 Wanita Paling Berbakat
- Bab 61 Tidak Menyukainya
- Bab 62 Keuntungan
- Bab 63 Makan Bersama
- Bab 64 Berakting Sebagai Istri Yang Baik
- Bab 65 Kehangatan Neva
- Bab 66 Hal Besar Terjadi
- Bab 67 Pura-Pura Oon
- Bab 68 Si Jelek
- Bab 69 Kenyataan
- Bab 70 Kalau Ada Pilihan
- Bab 71 Satu-Satunya
- Bab 72 Alasan
- Bab 73 Konyol
- Bab 74 Penyakit Datang Tidak Terduga
- Bab 75 Pesta Kelas Atas
- Bab 76 Memandang Rendah
- Bab 77 Otaknya Rusak
- Bab 78 Pilihan Paling Sulit
- Bab 79 Kabar Baik
- Bab 80 Seperti Burung
- Bab 81 Bahkan Tidak Menginginkan Nyawa
- Bab 82 Berita Heboh
- Bab 83 Menambah Minyak Di Api Yang Membara
- Bab 84 Membatasi Hubungan
- Bab 85 Bayangan Tubuh
- Bab 86 Orang Baik
- Bab 87 Pemeriksaan Dadakan
- Bab 88 Romantis
- Bab 89 Kegelisahan
- Bab 90 Situasi Membaik
- Bab 91 Kejadian Masa Lalu
- Bab 92 Adik Ipar
- Bab 93 Anemia
- Bab 94 Intuisi
- Bab 95 Mengecilkan Masalah
- Bab 96 Takdir
- Bab 97 Kakak Ipar Yang Hebat
- Bab 98 Jaga Baik Anj*ngmu
- Bab 99 Rindu
- Bab 100 Marah
- Bab 101 Ayah Dan Putri Itu Bertemu Secara Tidak Disengaja
- Bab 102 Tempatnya Bersandar Seumur Hidup Ini
- Bab 103 Tercengang
- Bab 104 Neva Dalam Bahaya
- Bab 105 Pahlawan
- Bab 106 Kasih Sayang Ibu Dan Anak
- Bab 107 Kenyataan
- Bab 108 Perhatian
- Bab 109 Demam
- Bab 110 Jebakan Julia
- Bab 111 Hukum Karma
- Bab 112 Anak Bandel
- Bab 113 Kartu Orang Baik
- Bab 114 Cinta Milik Dirinya, Dia Tidak Tahu
- Bab 115 Penjelasan Gandi
- Bab 116 Alergi
- Bab 117 Mengabaikan
- Bab 118 Dilukai
- Bab 119 Cinta Yang Pura-Pura
- Bab 120 Serakah
- Bab 121 Mabuk
- Bab 122 Bawa Wanita Ini Pergi
- Bab 123 Depresi
- Bab 124 Bakti Anak Yang Tidak Dikenal
- Bab 125 Kasih Sayang Ibu Dan Anak
- Bab 126 Meminta Uang
- Bab 127 Dua Ratus Miliar
- Bab 128 Mimpi Karena Rindu
- Bab 129 Berkompromi
- Bab 130 Kecantikan Neva
- Bab 131 Minta Tolong
- Bab 132 Memukulnya Sampai Mati
- Bab 133 Tidak Tahu Bersikap Lembut
- Bab 134 Kontrak
- Bab 135 Telpon Dari Dia Lagi
- Bab 136 Pelacur Centil
- Bab 137 Umpan
- Bab 138 Menyebutkan Kelemahan
- Bab 139 Pesta
- Bab 140 Saksi
- Bab 141 Perlakukan Diri Sendiri Dengan Baik
- Bab 142 Uang Kaget
- Bab 143 Biar Dia Datang Mencariku
- Bab 144 Lubang Tanpa Dasar
- Bab 145 Ada Orang Yang Bertindak
- Bab 146 Kesukaan Yang Tersembunyi
- Bab 147 Dia Masih Merupakan Seorang Siswa
- Bab 148 Orang Yang Berwajah Dingin Tetapi Berhati Hangat
- Bab 149 Tahun-Tahun Mengenal Tuan Tirta
- Bab 150 Mengantar Diri Untuk Dipermalukan
- Bab 151 Kamu Takut Aku
- Bab 152 Cari Mati
- Bab 153 Kritis
- Bab 154 Vegetatif
- Bab 155 Mimpi Buruk
- Bab 156 Bangun
- Bab 157 Blokir Jalan
- Bab 158 Kala Itu dan Sekarang
- Bab 159 Sudah Cukup Belum
- Bab 160 Tahu Diri
- Bab 161 Kamu Tidak Pantas
- Bab 162 Arogan
- Bab 163 Dilema
- Bab 164 Mengadu
- Bab 165 Sukses Atau Gagal Tergantung Pada Ini
- Bab 166 Terjebak
- Bab 167 Apakah Kamu Sudah Senang
- Bab 168 Cinta Yang Tak Berbalaskan
- Bab 169 Difitnah
- Bab 170 Hidup Atau Mati
- Bab 171 Kematian Nyawa Kecil
- Bab 172 Kakak Telah Datang Melihatmu
- Bab 173 Kesempatan Untuk Mengakui Kesalahan
- Bab 174 Tidak Mau Pergi Ke Manapun
- Bab 175 Kekejaman Dunia Maya
- Bab 176 Bertambah Satu Orang
- Bab 177 Berpisah
- Bab 178 Pernikahan Yang Buruk
- Bab 179 Kesepian
- Bab 180 Kelak Jangan Datang Lagi
- Bab 181 Tidak Ada Yang Enak Dipandang
- Bab 182 Istriku Tidak Bisa Minum Bir
- Bab 183 Menyusahkan
- Bab 184 Tatapan Matanya
- Bab 185 Melahap Kue Besar Sendiri
- Bab 186 Gadis Kecil Lebih Manis Darimu
- Bab 187 Membeberkan
- Bab 188 Aku Adalah Masalah
- Bab 189 Apa Yang Kamu Inginkan
- Bab 190 Merasa Bersalah
- Bab 191 Minum Bir
- Bab 192 Sampai Jumpa Di Kehidupan Selanjutnya
- Bab 193 Membunuh Orang
- Bab 194 Balas Dendam
- Bab 195 Perempuan Yang Merepotkan
- Bab 196 Setumpuk Sampah
- Bab 197 Ketulusan Keluarga Garfid
- Bab 198 Kamu Telah Menebaknya Dengan Benar
- Bab 199 Tiga Detik Tidak Pukul, Menjadi Nakal
- Bab 200 Sudut Bibir Yang Naik Ke Atas
- Bab 201 Ancaman Julia
- Bab 202 Kehangatannya
- Bab 203 Sengaja Ya?
- Bab 204 Seluruh Penjuru Dunia
- Bab 205 Burung Unta
- Bab 206 Membunuh Sekeluarganya
- Bab 207 Wanitaku Hanya Dirimu Saja
- Bab 208 Hanya Diriku Yang Pernah Menjadi Wanitanya
- Bab 209 Aku Benar-Benar Sudah Sangat Lelah
- Bab 210 Bos Richie yang Berprinsip
- Bab 211 Ciuman Halus
- Bab 212 Kewajiban Suami Istri
- Bab 213 Apakah Kamu Menyukaiku?
- Bab 214 Jangan-Jangan Otaknya Sudah Rusak?
- Bab 215 Pemicu Terakhir
- Bab 216 Aktif
- Bab 217 Kontroversi Kontrasepsi
- Bab 218 Apa Yang Ingin Kamu Lakukan?
- Bab 219 Melebih-lebihkan
- Bab 220 Kakak Ipar
- Bab 221 Jalan Shivas
- Bab 222 Paling Parah Mengulang Kembali Dari Awal
- Bab 223 Merundingkan sesuatu
- Bab 224 Hal Yang Benar Dengan Orang Yang Tidak Tepat (1)
- Bab 224 Membicarakan Kejadian Tidak Membicarakan Orangnya
- Bab 225 Rasa Air Mata
- Bab 226 Kebetulan
- Bab 227 Apakah Sudah Sampai Waktu Yang Hancur Sepenuhnya?
- Bab 228 Perlu Pertukaran
- Bab 229 Sebenarnya Aku Juga Pernah Menyukaimu
- Bab 230 Orang Yang Tak Berperasaan
- Bab 231 Hancurkan Dia
- Bab 232 Permainan
- Bab 233 Genit
- Bab 234 Suasana Hati Richie Yang Buruk
- Bab 235 Dia Telah Kembali
- Bab 236 Pria Yang Memanjat Balkon
- Bab 237 Tidak Cinta
- Bab 238 Memalukan
- Bab 239 Dukungan
- Bab 240 Satu-Satunya Orang Cerdas Di Dunia
- Bab 241 Pulang
- Bab 242 Kamu Sendiri Yang Memilih
- Bab 243 Kemana Saja Tidak Lupa Menggoda
- Bab 244 Ada, Tapi Sudah Meninggal
- Bab 245 Dikurung
- Bab 246 Mak Comblang Paruh Waktu
- Bab 247 Datang Seorang Teman
- Bab 248 Kesalahan Sendiri Ditanggung Sendiri
- Bab 249 Aku Ingin Menunggumu Pulang
- Bab 250 Wajah Adalah Benda Yang Bagus
- Bab 251 Perbedaan Cinta Murni
- Bab 252 Berasa Naik Ke Surga
- Bab 253 Dia Menyukainya Tetapi Tidak Mau
- Bab 254 Sudah Jatuh Tertimpa Tangga Lagi
- Bab 255 Marah
- Bab 256 Terjadi Sesuatu Dengan Tuan Muda
- Bab 257 Terima Kasih, Neva
- Bab 258 Mengapa Kecelakaan Tidak Terjadi Padamu
- Bab 259 Dia Menang
- Bab 260 Ketidaknyamanan Antara Pria Dan Wanita
- Bab 261 Berbagi Suka Dan Duka
- Bab 262 Kakek
- Bab 263 Semua Pria Itu Sama
- Bab 264 Tokoh Besar
- Bab 265 Tidak Bagus!
- Bab 266 Legal Officer Wanita
- Bab 267 Gadis Kecil Yang Dipungut
- Bab 268 Wow, Harum Sekali!
- Bab 269 Petani Dan Ular
- Bab 270 Darah Daging Keluarga Yang
- Bab 271 6 Orang Mama
- Bab 272 Permintaan Berty
- Bab 273 Masuk Dapur
- Bab 274 Maksud Hatinya
- Bab 275 Putus Harapan
- Bab 276 Peperangan
- Bab 277 Mengembalikannya Berlipat Ganda
- Bab 278 Aku Sangat Mengganggu Ya
- Bab 279 Perubahan Di Acara Pernikahan
- Bab 280 Menginginkan Anak
- Bab 281 Memberikan Sebuah Kejutan Kepadanya
- Bab 282 Pernikahan
- Bab 283 Dia Yang Mana Yang Asli?
- Bab 284 Aku Memanggilmu Adik, Kamu Juga Tidak Menjawabnya
- Bab 285 Orang Yang Paling Lembut Di Dunia
- Bab 286 Tes DNA
- Bab 287 Dua Buah Mayat
- Bab 288 Selamat Tinggal Cintaku
- Bab 289 Kemanapun Tidak Boleh Pergi
- Bab 290 Aku Mencintaimu
- Bab 291 Kemanusiaan Dan Ancaman
- Bab 292 Penjahat Mutlak
- Bab 293 Enam Puluh Milyar Dan Nyawa Manusia
- Bab 294 Empat Triliun, Kamu Pergilah Sana
- Bab 295 Surat Yang Dia Tinggalkan
- Bab 296 Perusahaan Aska Bangkrut
- Bab 297 Kebaikannya
- Bab 298 Dia Sudah Tiada
- Bab 299 Maaf
- Bab 300 Paman Dan Anak Perempuan
- Bab 301 Bertumbuh Bersama
- Bab 302 Paman Harus Melindungi Nana Dan Ibu
- Bab 303 Keputusan Gandi
- Bab 304 Julia Morez diculik
- Bab 305 Perdagangan Web Gelap
- Bab 306 Hatinya Hanya Ada Satu Orang
- Bab 307 Pasti Bisa Ditemukan
- Bab 308 Akhirnya Menemukanmu
- Bab 309 Yang Terindah Di Lubuk Hati
- Bab 310 Aku Bersedia Dimarahi Olehmu Seumur Hidup
- Bab 311 Wanitaku
- Bab 312 Jongkok Di Pojokan
- Bab 313 Aku Menganti Kerugian Kamu
- Bab 314 Kamu Sangat Tertarik Kepada Dia
- Bab 315 Kertas Tidak Bisa Menahan Api
- Bab 316 Apakah Rasanya Seperti Yang Kamu Inginkan?
- Bab 317 Aku Hanya Ingin Mendekatimu
- Bab 318 Membutakan Matanya
- Bab 319 Pasti Sangat Bahagia
- Bab 320 Mengunci Hati Kamu
- Bab 321 Orang Asing di Meja Makan
- Bab 322 Orang Yang Mengganggu, Kakinya Akan Dipotong
- Bab 323 Aku Suka Kamu Menemaniku
- Bab 324 Kebenaran
- Bab 325 Sejarah Tersembunyi Keluarga Yang
- Bab 326 Ada Apa Ini?
- Bab 327 Berbohong
- Bab 328 Dia Hampir Mati
- Bab 329 Permohonan Untuk Tetap Hidup
- Bab 330 Penyelamat
- Bab 331 Merahasiakan Identitas Orang Yang Mendonorkan Darah
- Bab 332 Nyonya Presdir
- Bab 333 Pria Jahat
- Bab 334 Biaya Terima Kasih
- Bab 335 Apa yang Kamu Inginkan Dariku, Agar Kamu Merasa Puas
- Bab 336 Kedepannya Jangan Menangis Lagi
- Bab 337 Impian Kehidupan Cinta
- Bab 338 Pak Tua Yang Memancing Ikan
- Bab 339 Bertindak Terlalu Berlebihan
- Bab 340 Wanita Bikini
- Bab 341 Barter
- Bab 342 Anak
- Bab 343 Tidak Selezat Pangsit
- Bab 344 Bawa Ibu Kembali
- Bab 345 Seolah Tidak Mengenal Sanak Keluarga
- Bab 346 Menjauhlah Dariku
- Bab 347 Kemesraan Di Sisi Gelap
- Bab 348 Ayo Kita Pacaran
- Bab 349 Karier
- Bab 350 Posisi Yang Didapatkan Dengan Menaiki Ranjang
- Bab 351 Aku Akan Bertanggung Jawab Padamu
- Bab 352 Bertaruh Dengan Ayah
- Bab 353 Ayahku Adalah Kepala Sekolah
- Bab 354 Aku tidak keberatan membantumu mendisiplikannya
- Bab 355 Nyali cukup besar
- Bab 356 Hal yang mengerikan
- Bab 357 Kamu Jangan Bicara Sembarangan Ya
- Bab 358 Menerima Resikonya
- Bab 359 Dia Bilang, Itu Putrinya
- Bab 360 Merokok Buruk Bagi Kesehatanmu
- Bab 361 Apakah Ada Sesuatu di Wajahku
- Bab 362 Pergi Membuka Kamar?
- Bab 363 Ingatan Hancur
- Bab 346 Tuan Tirta, Berbicaralah Dengan Baik
- Bab 365 Tidak Ada Yang Berani Mengatakan Keburukan Aku Dan Kamu
- Bab 366 Antar Saudara
- Bab 367 Karena Direktur Yang Memiliki Temperamen Baik
- Bab 368 Kamu Bisa Belagu Sampai Kapan
- Bab 369 Aku Orangnya Lebih Cinta Damai
- Bab 370 Semuanya Mengandalkan Sponsor Elit
- Bab 371 Penasihat
- Bab 372 Masalah Sepele Ini, Kapan Saja Dikerjakan Juga Sama
- Bab 373 Seratus Tangkai Bunga Mawar Ungu
- Bab 374 Nasib Akhir Penyanjung
- Bab 375 Keputusasaan Dan Harapan
- Bab 376 Utarakan Perasaanmu, Bersikap Lebih Berani
- Bab 377 Setiap Perbuatanku Hanya Boleh Dilakukan Untukmu
- Bab 378 Tuan Gandi, Kamu Benar-benar Buta
- Bab 379 Melakukan Sesuatu Yang Penting
- Bab 380 Hal Yang Hanya Terjadi Pada Sepasangan Kekasih
- Bab 381 Aku Di Sini Melihatmu Kembali
- Bab 382 Akankah Ibu dan Paman Gandi tidur bersama?
- Bab 383 Pikiran Gadis
- Bab 384 Kamu pernah kehilangan ingatan, Apa kamu lupa
- Bab 385 Kesehatan Tubuh Pertama, Jangan Kecapekan
- Bab 386 Pakaian Tidak Rapi Dan Kaki Lemas
- Bab 387 Pacar Gosip