Cinta Yang Dalam - Bab 325 Sejarah Tersembunyi Keluarga Yang
Isko mengambil cangkir teh, baru ingin meminum, namun menyadari dirinya entah sejak kapan sudah menghabiskannya.
Dia baru meletakkannya, Winda sudah langsung mengambilnya.
Setelah menuangkan satu cangkir teh untuknya, ia meletakkannya di atas meja, Winda sempat ragu beberapa detik, baru berkata : “Kak, hari ini aku melihat beberapa dokumen, Gandi yang memberikannya padaku.”
“Aku tidak ingin lihat, namun dia malah memaksaku untuk melihatnya.”
“Kak, namaku sebelum amnesia juga Winda ?”
Isko menatap dalam Winda yang terlihat begitu kebingungan, apa yang harus dihadapi tetap akan datang, dia menghela nafas dan berkata : “Bukan….”
Hati Winda bergetar, jawaban yang diluar dugaannya, namun juga yang sudah dia perkirakan.
Karena dokumen yang pria itu perlihatkan padanya hari ini, pasti benar, dan bukan mengada-ada.
Dia mengira Isko akan mengalihkan pembicaraan untuk menekan rasa penasaran dalam hatinya.
Namun dia sungguh tidak menyangka Isko akan mengakuinya dengan begitu terbuka.
“Kalau begitu siapa namaku sebelumnya?” suara Winda sedikit bergetar, dia takut akan kenyataan, namun juga begitu mengharapkan kenyataan.
Tapi kalau kenyataannya seperti yang dikatakan oleh orang itu, dia harus bagaimana?
Dia sudah punya pacar, tidak mungkin bersama dengannya!
Ataukah, dia masih ingin kembali ke kehidupan yang lalu?
“Apakah Gandi tidak pernah memberitahumu?”
Isko menghela nafas panjang, bangkit dari kursi kerjanya, menggandeng tangan Winda menuju sofa.
“Dia bilang namaku Neva.”
Isko tersenyum dan berkata : “Neva, tenang dan alami, tidak salah, memang itulah namamu dulu.”
Berikutnya, apa yang Isko katakan, sungguh membuka pandangan Winda tentang dunia.
Dia sungguh tidak menyangka dirinya memiliki hidup yang begitu berliku seperti itu.
Generasi terdahulu keluarga yang, memiliki putra dan putri tunggal.
Putra itu adalah ayah Isko, Novan; dan putri itu adalah ibu Winda, Nilam.
Isko ingat ketika masih sangat kecil, tantenya Nilam pernah menggendongnya.
Lalu, ingatan mengenai tantenya hanya tersisa sedikit.
Nilam dan Novanadalah saudara kembar, dan Nilam adalah kakak.
Sejak masih kecil, dia sudah begitu menonjol dalam pelajaran dan dalam kemampuan beradaptasi.
Ketika dia berusia 18 tahun, dia sudah bisa mengendalikan Young Group seorang diri ketika itu.
Berturut-turut menerima beberapa proyek kerjasama, sehingga membuat Young Group melesat tinggi.
Sementara Novan, malah berada dibawah bayangan kakaknya, tumbuh dengan kuat dan hebat.
Namun suatu hari, Nilam tiba-tiba mengumumkan kalau dai melepas jabatannya sebagai presdir Young grup.
Kemudian pergi meninggalkan Keluarga Yang.
Karena hal ini, Kakek Yangmengamuk hebat, segala sesuatu yang berhubungan dengan Nilam, termasuk fotonya, semua dibuang ke dalam tong sampah.
Sementara ketika itu kepala pelayan sempat mendengar Kakek Yangmenelepon Nilam, ia menyuruhnya untuk pulang
Entah apa yang dikatakan Nilam, sehingga membuat Kakek Yangsepenuhnya mengamuk.
Dia berkata dengan gigi menggertak, kalau dia akan memutus hubungan ayah dan anak dengannya, kelak dikeluarga Yangkalau ada dia maka tidak ada saya.
Dan sejak saat itu, Nilam tidak pernah kembali lagi.
Lalu kemudian terdengar kabar kalau dia jatuh cinta pada seorang presdir perusahaan kecil, bahkan perusahaan kecil itu sama sekali belum masuk pasar, kelihatannya produksinya saja belum menembus angka 10 juta.
Namun keputusan Nilam sudah bulat untuk menikah dengannya.
Ketika hari pernikahannya, dai mengatakan satu kata, karena cinta.
Sebenarnya ketika hari pernikahan, Nenek Yangmenarik Kakak Yangyang tetap bersikeras tidak ingin melihat putrinya meskipun sekejap.
Meskipun Kakek Yangmemiliki amarah dalam hatinya, namun bagaimana pun itu adalah putri kandungnya, hatinya juga begitu sedih.
Lalu, Nilam menikah dengan pria yang bermarga Aska itu, rekening perusahaan menerima transferan dana bernominal triliunan, diketerangan beritanya tertulis : mas kawin.
Mengandalkan uang mas kawin ini, Nilam yang pada dasarnya seorang gadis yang begitu hebat, bekerja keras bersama suaminya, dalam waktu singkat membuat perusahaan kecil mereka menjadi besar, masuk pasar, bahkan diakui sebagai perusahaan yang memiliki perkembangan paling menakjubkan di Koa Z.
Lalu mereka memiliki seorang putri yang lucu, diberi nama Neva.
Kakek Yangbersikap dingin namun hatinya seudah melunak, diam-diam sering menemui cucunya ini, dia begitu menyukainya.
Namun terhadap putrinya, sama sekali tidak pernah mengatakan kalau dia sudah memaafkannya.
Lalu, terjadi perubahan pada Young Group.
Young Group dari Partai Pemerintah berkembang dan imigrasi ke Australia, mengganti nama mereka menjadi Amazon Group, dan mulai membuka jalan pemasaran international.
Novan sudah menjadi seorang tokoh yang begitu kokoh, selama itu ia juga kembali ke negara asal beberapa kali, melakukan strategy kerja sama dengan Nilam dari Perusahaan Aska Group.
Perusahaan AskaGroup adalah perusahaan baru, bagaimana dari segi keuangan dan berbagai aspek lainnya sama sekali tidak sebanding dengan Young Group.
Namun beberapa kali menerima penawaran suntikan dana cuma-cuma dari Young Group, Nilam selalu menolaknya.
Kemudian, dalam sebuah proyek yang besar, Perusahaan Aska Group berselisih dengan salah satu perusahaan yang cukup besar.
Dan kejadian seterusnya, pasangan suami istri Nilam mengalami kecelakaan, dan meninggalkan seorang anak perempuan.
……
Cerita sampai disini, tidak perlu Isko teruskan, Winda sudah tahu siapa dirinya.
Dia merasa seperti sedang bermimpi, lalu bergumam : “Kak, apakah tidak salah? Aku lihat dokumen darinya, gadis yang bernama Nevaitu diusir keluar dari Keluarga an, hidupnya juga sangat pahit. Kalau dia memang benar punya latar belakang yang begitu kuat, kenapa tidak ada yang membantunya?”
Isko tersenyum penuh maaf, berkata : “Ini adalah permintaan tante ketika itu, dia meminta anaknya harus bisa mandiri. Tidak perduli apapun yang terjadi, asalkan tidak membahayakan nyawanya, tidak boleh ada yang ikut campur dalam hidupnya. Sehingga, beberapa tahun itu….”
Winda mengetatkan bibirnya, mengenai keputusan ibunya, dia tidak tahu harus merasa bersyukur atau benci, kepedihan dimasa itu, baginya, sepertinya kebencian akan sedikit lebih banyak?
Dia berkata dengan nada yang sedikit bergetar : “Aku sudah paham. Jadi aku adalah putri Nilam, namaku Neva, dan aku juga istri Gandi ?”
Isko mengangguk, berkata : “Benar.”
“Bagaimana dengan Sabrina ?”Winda berusaha berharap pada harapannya yang terakhir.
“Sabrinaadalah anakmu. Ketika itu kamu mengandung anak kembar. Dan ketika itu hidupmu begitu susah, sama sekali tidak mampu membiayai dua anak. Sehingga aku mengambil keputusan sepihak, aku membawa salah satu diantaranya, lalu menyuruh pihak rumah sakit menutup mulut.”
“Jadi,Sabrina dan putri Gandi adalah adik kakak kandung, benar?”
Isko tersenyum, mengakui semua dalam diam.
Di ruang baca, keheningan menyelubungi.
Winda merasa kepalanya begitu kacau, dan Isko juga tidak tahu harus bagaimana menenangkannya.
Setelah sesaat, Winda berdiri dan berkata : “Sudah larut malam, kak, istirahatlah lebih awal.”
Setelah mengatakannya, dia berjalan kearah pintu dengan langkah gontai, sebelum membuka pintu, terdengar suara dari belakangnya.
Semua harus kembali keasalnya. Winda, apa yang sudah berlalu biarkanlah berlalu, jangan membuat dirimu terbeban.”
Winda menjawab singkat, pembicaraan malam ini sungguh membuatnya terguncang.
Dia butuh waktu untuk mencernanya, juga butuh waktu untuk memikirkan apakah dai harus menerima orang itu.
Bagaimana pun, terkadang hidup yang tenang, tiba-tiba terjadi perubahan, bisa jadi itu sama sekali bukan hal yang baik.
Isko kembali ke kamar, lampu di sisi ranjang masih menyala, Riana tidak bisa tidur dan sedang membaca buku.
“Kenapa kamu belum tidur? Winda sudah datang bertanya padaku!”
Dia baru membuka suara, Riana sudah memberi isyarat diam.
Lalu menunjuk pintu kecil yang ada di sisi lain, Isko perlahan mendekat, lalu menutup pintu perlahan.
“Kamu sudah mengatakan semuanya?” sejak Gandi datang, Riana sudah tahu, kehidupan yang tenang sudah berakhir, cepat atau lambat pasti akan muncul masalah.
“Hmm, tidak ada yang perlu ditutupi. Kalau ditutupi, mungkin saja kelak ketika mengetahui kebenarannya, dia akan membenciku.”
“Kamu itu ya! Sama sekali tidak bisa menyimpan omongan, Winda sudah hidup dengan begitu senang, kenapa harus memberitahu semua ini?” Riana berkata dengan nada agak menyalahkan.
Selama dua tahun ini Winda hidup tanpa kekhawatiran, tidak ada yang membebaninya, hidup bagaikan anak yang polos.
Kalau memungkinkan, Riana sungguh berharap, kehidupannya bisa terus berlangsung seperti ini.
Bagaimana pun, 20 tahun kehidupannya terlalu pahit, pahit yang sampai masuk ke dalam tulang.
“Dia harus mengetahuinya cepat atau lambat. Dendam diantara Keluarga Yangdan Keluarga Tirtajuga terlalu dalam, kemungkinan dikehidupan ini tidak akan ada kesempatan untuk mengurainya.”
Ucapan Isko yang terdengar menyayangkan membuat Riana merasa sedikit penasaran.
Ini bukan pertama kalinya dai mendengar Isko membicarakan Keluarga Tirta, ada dendam apa diantara Keluarga Yangdan Keluarga Tirta?
Setelah menikah bertahun-tahun, dia sama sekali tidak pernah mendengar Isko membicarakannya.
“Apa yang kamu katakan? Ada apa dengan Keluarga Tirta?”
Isko tiba-tiba sadar kalau dirinya telah salah bicara.
Dia naik ke atas ranjang, mengulurkan tangan dan merangkul Riana, perlahan menggigit daun telinga Riana.
Tubuh Riana langsung bereaksi dan mengerti.
“Jangan, Isko, kamu masih belum memberitahuku tentang hal yang tadi….”
“Istriku, sudah malam, jangan membicarakan hal yang tidak berguna itu, kita seharusnya melakukan hal yang lebih bermakna?!”
Isko berkata sambil mengarahkan tangannya ke bawah.
Riana berusaha meronta, menahan tangan Isko yang sudah bergentayangan : “Jangan, selesaikan dulu ceritamu.”
Detik berikutnya, tangan Isko menarik tangannya, langsung menuju G-spot Riana, menekannya dengan lembut, sekujur tubuh Riana seketika bergetar.
“Kita lakukan hal penting dulu!”
Beberapa hari ini Winda mengurung diri dirumah, sama sekali tidak pergi kemana pun.
Tugas mengantar jemputSabrina sepenuhnya diserahkan pada Riana.
Hatinya sangat kacau, seolah sama sekali tidak mampu mencerna apa yang diceritakan Isko ketika itu.
Bahkan dia merasa curiga, apakah dirinya sedang bermimpi ketika itu?Elvan tetap melaporkan gerakan Gandi padanya setiap hari.
Terjadi hal yang begitu besar, namun dia juga tidak tergesa untuk pulang.
Melainkan tetap tinggal di Kota Orton, bahkan sering kali datang mengunjungi Keluarga Yang, berharap bisa bertemu dengan Winda.
Tentu saja, setiap kalinya pintu Winda selalu tertutup untuknya.
Kali ini Isko sama sekali tidak ingin memikirkan cara lain, kalau Winda tidak ingin bertemu ya tetap tidak bertemu, dia tidak akan membiarkan Gandi memiliki kesempatan untuk menggunakan paksaan.
Winda masih belum tahu harus menggunakan status apa untuk bertemu dengannya lagi.
Setiap kali Winda berusaha mengingat kembali apa yang terjadi di masa lalu, yang ia dapatkan selalu rasa sakit kepala yang membuat kepalanya terasa hampir pecah.
Setelah rasa sakit yang begitu mengerikan, hal yang ia ingat seolah sedikit berkurang.
Riana melihat perubahannya dari hari ke hari, sungguh merasa sangat khawatir.
Sehingga dia menggunakan koneksinya untuk membuat janji dengan seorang psikiater tingkat international untuk datang ke kediaman Keluarga Yang.
Ruang baca seketika berubah menjadi ruang praktek dokter, Winda duduk di kursi sandar, psikiater sedang bersiap untuk menghipnotisnya.
“Nona Yang, kamu bisa mengingat orang atau hal yang berkesan dan menyentuh hatimu. Namun jangan memikirkannya terlalu keras, kalau tidak beban otakmu akan terlalu besar, dan itu akan membuat ingatanmu semakin menghilang.”
Dokter memberikan saran berdasarkan perubahan yang terjadi pada Winda akhir-akhir ini.
“Sekarang aku akan menghipnotismu, membuatmu masuk ke dalam alam bawah sadarmu. Kamu pegang tombol ini, ketika kamu merasa tidak nyaman, tekanlah sekuat-kuatnya, maka aku akan membangunkanmu.”
Novel Terkait
Gaun Pengantin Kecilku
Yumiko YangNikah Tanpa Cinta
Laura WangDemanding Husband
MarshallKembali Dari Kematian
Yeon KyeongUnplanned Marriage
MargeryMy Greget Husband
Dio ZhengWonderful Son-in-Law
EdrickCinta Yang Dalam×
- Bab 1 Menyelamatkan Hidup Adik Laki-Laki
- Bab 2 Memberi Uang Kepadanya
- Bab 3 Dia Mengatakan Aku Cantik
- Bab 4 Kesepakatan Mendadak
- Bab 5 Neva Mengorbankan Tubuhnya
- Bab 6 Memutar Balikan Fakta
- Bab 7 Tidak Bisa Melarikan Diri Dari Takdir
- Bab 8 Bertaruh Denganku
- Bab 9 Nana yang Baik
- Bab 10 Mengambil Sesuai Keperluan
- Bab 11 Mempublikasikan
- Bab 12 Malam Pernikahan
- Bab 13 Kamu Minum Kebanyakan
- Bab 14 Penuh Cinta
- Bab 15 Pak Gandi, Jangan Begitu!
- Bab 16 Tidak Kenal Lelah
- Bab 17 Datang Memprovokasi
- Bab 18 Pacarku Sangat Lembut Padaku
- Bab 19 Kita Suami Istri
- Bab 20 Terluka
- Bab 21 Perselisihan
- Bab 22 Konyol
- Bab 23-24 Lempar Keluar
- Bab 25 Tidak Peduli
- Bab 26 Hilang ?
- Bab 27 Dokumen
- Bab 28 Ayah Yang Tampan
- Bab 29 Badut
- Bab 30 Berita Utama Di Instagram
- BAB 31 Sikap Ibu Tirta
- Bab 32 Harus Pulang
- Bab 33 Gandi Terluka
- Bab 34 Nasehat
- Bab 35 Merepotkan
- Bab 36 Maaf
- Bab 37 Air mata
- Bab 38 Sebuah Tamparan Diwajah
- Bab 39 Apakah Bisa Lebih Dekat Sedikit Lagi?
- Bab 40 Penampilan Saling Mencintai
- Bab 41 Sampai Jumpa Kamu
- Bab 42 Orang Berubah Keadaan Sama
- Bab 43 Keraguan Gandi Tirta
- Bab 44 Berlagak Pahlawan
- Bab 45 Habiskan Bersamaku
- Bab 46 Berbelanja
- Bab 47 Sangat cocok
- Bab 48 Tunggu Sebentar
- Bab 49 Wanita Yang Tidak Tahu Diri
- Bab 50 Orang Yang Paling Dibenci
- Bab 51 Tersadarkan
- Bab 52 Pria Harus Menyayangi Istri
- Bab 53 Mati Memegang Kedudukan
- Bab 54 Meremehkan
- Bab 55 Menunggu Suamiku Datang Menjemput
- Bab 56 Ke Kiri Pulang Ke Kanan Menjemputnya
- Bab 57 Gadis Yang Baik
- Bab 58 Kalah
- Bab 59 Berubah
- Bab 60 Wanita Paling Berbakat
- Bab 61 Tidak Menyukainya
- Bab 62 Keuntungan
- Bab 63 Makan Bersama
- Bab 64 Berakting Sebagai Istri Yang Baik
- Bab 65 Kehangatan Neva
- Bab 66 Hal Besar Terjadi
- Bab 67 Pura-Pura Oon
- Bab 68 Si Jelek
- Bab 69 Kenyataan
- Bab 70 Kalau Ada Pilihan
- Bab 71 Satu-Satunya
- Bab 72 Alasan
- Bab 73 Konyol
- Bab 74 Penyakit Datang Tidak Terduga
- Bab 75 Pesta Kelas Atas
- Bab 76 Memandang Rendah
- Bab 77 Otaknya Rusak
- Bab 78 Pilihan Paling Sulit
- Bab 79 Kabar Baik
- Bab 80 Seperti Burung
- Bab 81 Bahkan Tidak Menginginkan Nyawa
- Bab 82 Berita Heboh
- Bab 83 Menambah Minyak Di Api Yang Membara
- Bab 84 Membatasi Hubungan
- Bab 85 Bayangan Tubuh
- Bab 86 Orang Baik
- Bab 87 Pemeriksaan Dadakan
- Bab 88 Romantis
- Bab 89 Kegelisahan
- Bab 90 Situasi Membaik
- Bab 91 Kejadian Masa Lalu
- Bab 92 Adik Ipar
- Bab 93 Anemia
- Bab 94 Intuisi
- Bab 95 Mengecilkan Masalah
- Bab 96 Takdir
- Bab 97 Kakak Ipar Yang Hebat
- Bab 98 Jaga Baik Anj*ngmu
- Bab 99 Rindu
- Bab 100 Marah
- Bab 101 Ayah Dan Putri Itu Bertemu Secara Tidak Disengaja
- Bab 102 Tempatnya Bersandar Seumur Hidup Ini
- Bab 103 Tercengang
- Bab 104 Neva Dalam Bahaya
- Bab 105 Pahlawan
- Bab 106 Kasih Sayang Ibu Dan Anak
- Bab 107 Kenyataan
- Bab 108 Perhatian
- Bab 109 Demam
- Bab 110 Jebakan Julia
- Bab 111 Hukum Karma
- Bab 112 Anak Bandel
- Bab 113 Kartu Orang Baik
- Bab 114 Cinta Milik Dirinya, Dia Tidak Tahu
- Bab 115 Penjelasan Gandi
- Bab 116 Alergi
- Bab 117 Mengabaikan
- Bab 118 Dilukai
- Bab 119 Cinta Yang Pura-Pura
- Bab 120 Serakah
- Bab 121 Mabuk
- Bab 122 Bawa Wanita Ini Pergi
- Bab 123 Depresi
- Bab 124 Bakti Anak Yang Tidak Dikenal
- Bab 125 Kasih Sayang Ibu Dan Anak
- Bab 126 Meminta Uang
- Bab 127 Dua Ratus Miliar
- Bab 128 Mimpi Karena Rindu
- Bab 129 Berkompromi
- Bab 130 Kecantikan Neva
- Bab 131 Minta Tolong
- Bab 132 Memukulnya Sampai Mati
- Bab 133 Tidak Tahu Bersikap Lembut
- Bab 134 Kontrak
- Bab 135 Telpon Dari Dia Lagi
- Bab 136 Pelacur Centil
- Bab 137 Umpan
- Bab 138 Menyebutkan Kelemahan
- Bab 139 Pesta
- Bab 140 Saksi
- Bab 141 Perlakukan Diri Sendiri Dengan Baik
- Bab 142 Uang Kaget
- Bab 143 Biar Dia Datang Mencariku
- Bab 144 Lubang Tanpa Dasar
- Bab 145 Ada Orang Yang Bertindak
- Bab 146 Kesukaan Yang Tersembunyi
- Bab 147 Dia Masih Merupakan Seorang Siswa
- Bab 148 Orang Yang Berwajah Dingin Tetapi Berhati Hangat
- Bab 149 Tahun-Tahun Mengenal Tuan Tirta
- Bab 150 Mengantar Diri Untuk Dipermalukan
- Bab 151 Kamu Takut Aku
- Bab 152 Cari Mati
- Bab 153 Kritis
- Bab 154 Vegetatif
- Bab 155 Mimpi Buruk
- Bab 156 Bangun
- Bab 157 Blokir Jalan
- Bab 158 Kala Itu dan Sekarang
- Bab 159 Sudah Cukup Belum
- Bab 160 Tahu Diri
- Bab 161 Kamu Tidak Pantas
- Bab 162 Arogan
- Bab 163 Dilema
- Bab 164 Mengadu
- Bab 165 Sukses Atau Gagal Tergantung Pada Ini
- Bab 166 Terjebak
- Bab 167 Apakah Kamu Sudah Senang
- Bab 168 Cinta Yang Tak Berbalaskan
- Bab 169 Difitnah
- Bab 170 Hidup Atau Mati
- Bab 171 Kematian Nyawa Kecil
- Bab 172 Kakak Telah Datang Melihatmu
- Bab 173 Kesempatan Untuk Mengakui Kesalahan
- Bab 174 Tidak Mau Pergi Ke Manapun
- Bab 175 Kekejaman Dunia Maya
- Bab 176 Bertambah Satu Orang
- Bab 177 Berpisah
- Bab 178 Pernikahan Yang Buruk
- Bab 179 Kesepian
- Bab 180 Kelak Jangan Datang Lagi
- Bab 181 Tidak Ada Yang Enak Dipandang
- Bab 182 Istriku Tidak Bisa Minum Bir
- Bab 183 Menyusahkan
- Bab 184 Tatapan Matanya
- Bab 185 Melahap Kue Besar Sendiri
- Bab 186 Gadis Kecil Lebih Manis Darimu
- Bab 187 Membeberkan
- Bab 188 Aku Adalah Masalah
- Bab 189 Apa Yang Kamu Inginkan
- Bab 190 Merasa Bersalah
- Bab 191 Minum Bir
- Bab 192 Sampai Jumpa Di Kehidupan Selanjutnya
- Bab 193 Membunuh Orang
- Bab 194 Balas Dendam
- Bab 195 Perempuan Yang Merepotkan
- Bab 196 Setumpuk Sampah
- Bab 197 Ketulusan Keluarga Garfid
- Bab 198 Kamu Telah Menebaknya Dengan Benar
- Bab 199 Tiga Detik Tidak Pukul, Menjadi Nakal
- Bab 200 Sudut Bibir Yang Naik Ke Atas
- Bab 201 Ancaman Julia
- Bab 202 Kehangatannya
- Bab 203 Sengaja Ya?
- Bab 204 Seluruh Penjuru Dunia
- Bab 205 Burung Unta
- Bab 206 Membunuh Sekeluarganya
- Bab 207 Wanitaku Hanya Dirimu Saja
- Bab 208 Hanya Diriku Yang Pernah Menjadi Wanitanya
- Bab 209 Aku Benar-Benar Sudah Sangat Lelah
- Bab 210 Bos Richie yang Berprinsip
- Bab 211 Ciuman Halus
- Bab 212 Kewajiban Suami Istri
- Bab 213 Apakah Kamu Menyukaiku?
- Bab 214 Jangan-Jangan Otaknya Sudah Rusak?
- Bab 215 Pemicu Terakhir
- Bab 216 Aktif
- Bab 217 Kontroversi Kontrasepsi
- Bab 218 Apa Yang Ingin Kamu Lakukan?
- Bab 219 Melebih-lebihkan
- Bab 220 Kakak Ipar
- Bab 221 Jalan Shivas
- Bab 222 Paling Parah Mengulang Kembali Dari Awal
- Bab 223 Merundingkan sesuatu
- Bab 224 Hal Yang Benar Dengan Orang Yang Tidak Tepat (1)
- Bab 224 Membicarakan Kejadian Tidak Membicarakan Orangnya
- Bab 225 Rasa Air Mata
- Bab 226 Kebetulan
- Bab 227 Apakah Sudah Sampai Waktu Yang Hancur Sepenuhnya?
- Bab 228 Perlu Pertukaran
- Bab 229 Sebenarnya Aku Juga Pernah Menyukaimu
- Bab 230 Orang Yang Tak Berperasaan
- Bab 231 Hancurkan Dia
- Bab 232 Permainan
- Bab 233 Genit
- Bab 234 Suasana Hati Richie Yang Buruk
- Bab 235 Dia Telah Kembali
- Bab 236 Pria Yang Memanjat Balkon
- Bab 237 Tidak Cinta
- Bab 238 Memalukan
- Bab 239 Dukungan
- Bab 240 Satu-Satunya Orang Cerdas Di Dunia
- Bab 241 Pulang
- Bab 242 Kamu Sendiri Yang Memilih
- Bab 243 Kemana Saja Tidak Lupa Menggoda
- Bab 244 Ada, Tapi Sudah Meninggal
- Bab 245 Dikurung
- Bab 246 Mak Comblang Paruh Waktu
- Bab 247 Datang Seorang Teman
- Bab 248 Kesalahan Sendiri Ditanggung Sendiri
- Bab 249 Aku Ingin Menunggumu Pulang
- Bab 250 Wajah Adalah Benda Yang Bagus
- Bab 251 Perbedaan Cinta Murni
- Bab 252 Berasa Naik Ke Surga
- Bab 253 Dia Menyukainya Tetapi Tidak Mau
- Bab 254 Sudah Jatuh Tertimpa Tangga Lagi
- Bab 255 Marah
- Bab 256 Terjadi Sesuatu Dengan Tuan Muda
- Bab 257 Terima Kasih, Neva
- Bab 258 Mengapa Kecelakaan Tidak Terjadi Padamu
- Bab 259 Dia Menang
- Bab 260 Ketidaknyamanan Antara Pria Dan Wanita
- Bab 261 Berbagi Suka Dan Duka
- Bab 262 Kakek
- Bab 263 Semua Pria Itu Sama
- Bab 264 Tokoh Besar
- Bab 265 Tidak Bagus!
- Bab 266 Legal Officer Wanita
- Bab 267 Gadis Kecil Yang Dipungut
- Bab 268 Wow, Harum Sekali!
- Bab 269 Petani Dan Ular
- Bab 270 Darah Daging Keluarga Yang
- Bab 271 6 Orang Mama
- Bab 272 Permintaan Berty
- Bab 273 Masuk Dapur
- Bab 274 Maksud Hatinya
- Bab 275 Putus Harapan
- Bab 276 Peperangan
- Bab 277 Mengembalikannya Berlipat Ganda
- Bab 278 Aku Sangat Mengganggu Ya
- Bab 279 Perubahan Di Acara Pernikahan
- Bab 280 Menginginkan Anak
- Bab 281 Memberikan Sebuah Kejutan Kepadanya
- Bab 282 Pernikahan
- Bab 283 Dia Yang Mana Yang Asli?
- Bab 284 Aku Memanggilmu Adik, Kamu Juga Tidak Menjawabnya
- Bab 285 Orang Yang Paling Lembut Di Dunia
- Bab 286 Tes DNA
- Bab 287 Dua Buah Mayat
- Bab 288 Selamat Tinggal Cintaku
- Bab 289 Kemanapun Tidak Boleh Pergi
- Bab 290 Aku Mencintaimu
- Bab 291 Kemanusiaan Dan Ancaman
- Bab 292 Penjahat Mutlak
- Bab 293 Enam Puluh Milyar Dan Nyawa Manusia
- Bab 294 Empat Triliun, Kamu Pergilah Sana
- Bab 295 Surat Yang Dia Tinggalkan
- Bab 296 Perusahaan Aska Bangkrut
- Bab 297 Kebaikannya
- Bab 298 Dia Sudah Tiada
- Bab 299 Maaf
- Bab 300 Paman Dan Anak Perempuan
- Bab 301 Bertumbuh Bersama
- Bab 302 Paman Harus Melindungi Nana Dan Ibu
- Bab 303 Keputusan Gandi
- Bab 304 Julia Morez diculik
- Bab 305 Perdagangan Web Gelap
- Bab 306 Hatinya Hanya Ada Satu Orang
- Bab 307 Pasti Bisa Ditemukan
- Bab 308 Akhirnya Menemukanmu
- Bab 309 Yang Terindah Di Lubuk Hati
- Bab 310 Aku Bersedia Dimarahi Olehmu Seumur Hidup
- Bab 311 Wanitaku
- Bab 312 Jongkok Di Pojokan
- Bab 313 Aku Menganti Kerugian Kamu
- Bab 314 Kamu Sangat Tertarik Kepada Dia
- Bab 315 Kertas Tidak Bisa Menahan Api
- Bab 316 Apakah Rasanya Seperti Yang Kamu Inginkan?
- Bab 317 Aku Hanya Ingin Mendekatimu
- Bab 318 Membutakan Matanya
- Bab 319 Pasti Sangat Bahagia
- Bab 320 Mengunci Hati Kamu
- Bab 321 Orang Asing di Meja Makan
- Bab 322 Orang Yang Mengganggu, Kakinya Akan Dipotong
- Bab 323 Aku Suka Kamu Menemaniku
- Bab 324 Kebenaran
- Bab 325 Sejarah Tersembunyi Keluarga Yang
- Bab 326 Ada Apa Ini?
- Bab 327 Berbohong
- Bab 328 Dia Hampir Mati
- Bab 329 Permohonan Untuk Tetap Hidup
- Bab 330 Penyelamat
- Bab 331 Merahasiakan Identitas Orang Yang Mendonorkan Darah
- Bab 332 Nyonya Presdir
- Bab 333 Pria Jahat
- Bab 334 Biaya Terima Kasih
- Bab 335 Apa yang Kamu Inginkan Dariku, Agar Kamu Merasa Puas
- Bab 336 Kedepannya Jangan Menangis Lagi
- Bab 337 Impian Kehidupan Cinta
- Bab 338 Pak Tua Yang Memancing Ikan
- Bab 339 Bertindak Terlalu Berlebihan
- Bab 340 Wanita Bikini
- Bab 341 Barter
- Bab 342 Anak
- Bab 343 Tidak Selezat Pangsit
- Bab 344 Bawa Ibu Kembali
- Bab 345 Seolah Tidak Mengenal Sanak Keluarga
- Bab 346 Menjauhlah Dariku
- Bab 347 Kemesraan Di Sisi Gelap
- Bab 348 Ayo Kita Pacaran
- Bab 349 Karier
- Bab 350 Posisi Yang Didapatkan Dengan Menaiki Ranjang
- Bab 351 Aku Akan Bertanggung Jawab Padamu
- Bab 352 Bertaruh Dengan Ayah
- Bab 353 Ayahku Adalah Kepala Sekolah
- Bab 354 Aku tidak keberatan membantumu mendisiplikannya
- Bab 355 Nyali cukup besar
- Bab 356 Hal yang mengerikan
- Bab 357 Kamu Jangan Bicara Sembarangan Ya
- Bab 358 Menerima Resikonya
- Bab 359 Dia Bilang, Itu Putrinya
- Bab 360 Merokok Buruk Bagi Kesehatanmu
- Bab 361 Apakah Ada Sesuatu di Wajahku
- Bab 362 Pergi Membuka Kamar?
- Bab 363 Ingatan Hancur
- Bab 346 Tuan Tirta, Berbicaralah Dengan Baik
- Bab 365 Tidak Ada Yang Berani Mengatakan Keburukan Aku Dan Kamu
- Bab 366 Antar Saudara
- Bab 367 Karena Direktur Yang Memiliki Temperamen Baik
- Bab 368 Kamu Bisa Belagu Sampai Kapan
- Bab 369 Aku Orangnya Lebih Cinta Damai
- Bab 370 Semuanya Mengandalkan Sponsor Elit
- Bab 371 Penasihat
- Bab 372 Masalah Sepele Ini, Kapan Saja Dikerjakan Juga Sama
- Bab 373 Seratus Tangkai Bunga Mawar Ungu
- Bab 374 Nasib Akhir Penyanjung
- Bab 375 Keputusasaan Dan Harapan
- Bab 376 Utarakan Perasaanmu, Bersikap Lebih Berani
- Bab 377 Setiap Perbuatanku Hanya Boleh Dilakukan Untukmu
- Bab 378 Tuan Gandi, Kamu Benar-benar Buta
- Bab 379 Melakukan Sesuatu Yang Penting
- Bab 380 Hal Yang Hanya Terjadi Pada Sepasangan Kekasih
- Bab 381 Aku Di Sini Melihatmu Kembali
- Bab 382 Akankah Ibu dan Paman Gandi tidur bersama?
- Bab 383 Pikiran Gadis
- Bab 384 Kamu pernah kehilangan ingatan, Apa kamu lupa
- Bab 385 Kesehatan Tubuh Pertama, Jangan Kecapekan
- Bab 386 Pakaian Tidak Rapi Dan Kaki Lemas
- Bab 387 Pacar Gosip