Cinta Yang Dalam - Bab 287 Dua Buah Mayat
Umur Neva dan Nevi tidak terlalu jauh, pada saat itu mereka lahir di rumah sakit yang sama.
Namun seperti Nevi yang tidak mungkin anak dari kakaknya, Neva secara otomatis juga tidak mungkin adalah anaknya.
Sehingga data ini seharusnya adalah palsu.
Dia meletakkan data yang berada di tangannya, dia menarik nafas dengan dalam dan berkata "Kalau begitu, lakukan seperti itu saja!”
Hati Lexi terasa gembira, namun ekspresi wajahnya masih terihat seperti sedang berpikir dalam dan kemudian berkata "Tenang saja, asalkan Neva mau bekerja sama, masalah ini sudah bisa ditangani dengan aman!”
Gandi dalam beberapa hari ini tidak pergi kemana-mana, hanya tinggal di hotel di dekat perusahaan.
Dia sedang berpikir, memikirkan apa yang harus dilakukan dengan hubungannya dengan Neva.
Dia merasa dirinya sudah menggunakan hati terhadap Neva, apa yang Neva inginkan akan dia berikan.
Sebagai seorang pria, dia merasa dirinya sudah melakukan semaksimal mungkin.
Ditambah jika dilihat dari status kedua orang ini, seharusnya Neva lah yang menempelinya.
Namun Neva sama sekali tidak melakukannya, Neva memberinya obat ingin memperkosanya di tempat tidur.
Dengan begitu dia akan bisa mendapatkan lebih banyak keuntungan ketika meninggalkannya.
Namun ketika hari itu bertanya dengannya, dia justru berkata bahwa dia tidak menginginkan apapun dari pernikahan ini.
Jadi apa sebenarnya yang dia rencanakan dengan melakukan semua itu?
Ada satu poin yang sampai saat ini masih tidak mau diakui Gandi.
Walaupun Neva adalah orang yang berbahaya dan kejam, namun dia masih sangat menyukainya.
Dia tidak ingin mengakuinya, hatinya yang tenang akan tergoncang oleh tindakan kecil Neva.
Dia lebih tidak ingin mengakui, bahwa dirinya pernah mengatakan supaya Neva memberinya anak.
Pada pagi hari, ada orang yang mengundang Neva menjadi temannya.
Neva yang melihat adalah orang asing pun tidak memperdulikannya.
Orang yang menambah teman melalui pencarian nomor telepon ini seperti lalat yang sangat menyebalkan.
Namun orang ini terus menerus mengajukan penambahan teman kepadanya.
Neva akhirnya setuju. Ketika baru menyetujuinya, dia langsung mengirim sebuah pesan "Neva?”
“ Ya.” Walalupun Neva agak penasaran dengan cara panggilan seperti ini, namun dia pun membalasnya.
Kemudian, dia mengirimkan sebuah video.
Ketika Neva membukanya, kondisi di dalamnya langsung membuatnya lemas di lantai.
Di dalamnya ternyata adalah Nana yang tergulung, tertidur tidak tahu apakah masih hidup atau sudah mati disana.
Sementara di sisi lain adalah Paman Wang yang terbaring dengan kepala yang berdarah karena dipukul.
Neva menjadi panik, dia segera meneleponnya.
Setelah beberapa saat, telepon ini pun diangkat.
“ Jangan kalian lukai! Apa yang kamu inginkan sampaikan saja, aku akan memberikannya kepada kalian!” Neva berkata dengan panik.
Dia tidak berani membayangkan, jika terjadi sesuatu dengan Nana, dia tidak akan memiliki keberanian untuk melanjutkan hidupnya
”Hehe jangan panik, Nona Aska. Kami hanya menerima uang untuk mengerjakan pekerjaaan….”
Sebelum perkataan orang itu selesai, Neva segera memotong pembicaraannya "Berapa yang kalian inginkan? Aku akan berikan, berapa yang mereka berikan akan aku gandakan dua kali lipat untuk kalian, tidak, sepuluh kali lipat!”
Perkataan Neva ini ditukar dengan tawa dingin darinya.
“ Nona Aska, jangan menganggap bahwa orang yang menginginkan uang adalah orang yang tidak memiliki prinsip. Anda tenang saja, orang tua itu hanya dipukul karena dia membangkang. Saat ini cara penanganan masalah yang paling baik adalah anda hubungi Nyonya Aska.
Setelah mengatakannya, orang itu langsung memberhentikan pembicaraan.
Ketika Neva mengirimkan pesan lain, akun orang itu sudah dihapus.
Otak Neva terasa mau meledak, detak jantungnya pun berdetak dengan sangat kencang, seakan mau melompat dari tenggorokannya. Wajahnya putih, jarinya pun menjadi putih.
Yang dimaksud dengan Nyonya Aska tentu saja adalah Lexi.
Lexi selalu melakukan semua hal dengan tidak ada batas sama sekali!
Neva sama sekali tidak tahu apa yang harus dia lakukan.
Saat ini satu-satu orang yang bisa dia andalkan adalah Tuan Tirta yang sudah belum pulang beberapa saat terakhir ini.
Dia menggertakaan gigi, memutuskan untuk menghubungi Gandi dan menjelaskan semua hal ini dengan jelas kepadanya.
Tidak peduli dia percaya atau tidak, asalkan dia mau menolongnya, menyelamatkan mereka, semua tidak ada masalah.
Dia pun menghubunginya, namun terlihat bahwa teleponnya sedang mati.
Dan pada saat itu, sebuah panggilan nomor telepon masuk.
Neva melihatnya singkat, ini panggilan dari Lexi.
He, wanita ini sangat tidak sabaran.
Tangannya sedikit gemetar, dengan gemetar dia mengangkatnya.
“ Apa maumu?” Neva langsung berkata.
Dari sana langsung terdengar suara tawa Lexi "Neva, bukankah dulu kamu sangat sombong? Ayo coba lanjutkan kesombonganmu kepadaku, lihat siapa yang akan hidup?”
Neva marah hingga tangannya gemetar, dia berkata "Apa kamu tidak takut aku menghubungi polisi?”
Lexi tertawa dingin "Panggil saja polisi! Ayo lapor! Asalkan kamu lapor, kamu akan langsung menerima dua buah mayat. Orang-orang itu adalah tentara bayaran dari luar, bagaimanapun polisi mengeceknya, tidak akan bisa sampai pada diriku.”
Ketenangan palsu Neva dihancurkan oleh Lexi hingga berkeping-keping.
Dia menarik nafas panjang, suaranya agak menyedihkan dan berkata "Lexi, katakan, apa yang kamu inginkan, Asalkan aku bisa melakukannya pasti akan aku lakukan. Tolonglah jangan lukai mereka!”
Lexi sangat menyukai kondisi dimana dia yang memegang kuasa, yang bisa menentukan hidup dan mati Neva dengan mudah.
Dia pun berkata "Sekarang datanglah ke keluarga Aska, aku ingin melihat kesungguhanmu!”
Setelah meletakkan telepon, Neva langsung turun ke bawah.
Ketika dia baru mau keluar, dia terdiam ketika Mbok Ting yang sedang menyapu memanggilnya.
“ Nyonya muda, kemana anda akan pergi?”
Tubuh Neva agak goyah, berusaha membuat ekspresi tenang, namun sangat sulit menyembunyikan ketakutan di sudut matanya.
“ Mbok Ting, aku akan pergi sebentar, ada sesuatu hal….”
Mbok Ting pertama kalinya melihat ekspresi Neva seperti ini, Neva tidak ingin mengatakannya, dia pun secara otomatis tidak bertanya lebih banyak.
“ En, namun apakah anda tidak mengganti baju?” Mbok Ting mengingatkan.
Neva kali ini baru menyadari, bahwa dirinya masih mengenakan baju rumah.
Dia segera naik untuk mengganti baju dan baru keluar rumah.
Melihatnya yang tergesa-gesa, Mbok Ting merasa seharusnya ada sesuatu yang terjadi dengan Neva.
Dia merasa harus memberitahu Gandi, namun ketika menghubunginya terdengar telepon yang sedang mati.
Ketika sampai di kediaman keluarga Aksa, kali ini pengawal tidak menghentikan Neva.
Dia memasuki ruang tamu dan melihat Gilbert dan yang lain.
Aura di dalam ruang tamu sangat berat dan ketiga orang disana seperti binatang puas, siap untuk menerkam dan membaginya untuk dimakan.
Neva sangat membenci orang-orang ini, bahkan ekspresi di wajahnya pun tidak disembunyikan sama sekali.
“ Katakanlah, apa yang kalian inginkan!”
Dia langsung berkata pada poinnya, saat ini waktu adalah sangat berharga.
Namun Gilbert tidak terburu-buru, dia melambaikan tangan "Neva, datang dan duduklah, sudah datang sejauh ini, minumlah teh terlebih dahulu!”
Ketika dia baru mengatakannya, Nevi yang berada di samping nya langsung berkata dengan suara dingin: “Duduk apa, biarkan saja dia berdiri disana. Sudah merebut posisiku, sekarang masih sesombong ini, benar-benar orang rendahan yang tidak tahu malu!”
Neva menaikkan pandangannya, memandang Nevi, pandangannya dingin.
Pandangannya yang seperti ini langsung membuat Nevi menjadi panik.
Namun dia langsung merespon, in adalah rumahnya, dia bisa ditakuti oleh Neva.
Dia langsung mengambil cangkir teh di atas meja dan melemparkannya.
“ Pelacur, lihat apa kamu? Berani melihat lagi ,aku akan mencongkel matamu, membunuh anak kecil itu!”
Neva dengan cepat menghindar, kedua tangannya mengepal menjadi tinju, berusaha menahan diri untuk tidak maju menghajar wanita itu.
Saat ini orang yang disayanginya berada di tangan mereka, dia tidak bisa gegabah.
Sementara Nevi hanyalah seorang badut saja.
Dia mengarahkan pandangannya kearah Lexi, mengetahui masalah ini dari awal hingga akhir pasti dikontrol oleh Lexi.
Lexi terus menatap Neva, melihatnya yang menggertakan gigi, namun tidak bisa mengatakan apapun, membuatnya merasa sangat bangga.
Sangat memuaskan!
Pelacur ini, apakah dia mengira ketika dirinya sudah menjadi Nyonya Tirta, dia tidak akan bisa dikalahkan?
“ Hai, Nyonya Tirta, selamat datang, datang dari tempat yang jauh, sayangnya anda juga sudah melihatnya, di dalam rumah ini tidak ada tempat untuk anda duduk. Apakah mau aku suruh orang untuk membersihkan lantai supaya anda duduk di atas lantai?”
Perkataan Lexi ini secara jelas untuk mempermalukan Neva.
Neva murka hingga tubuhnya gemetar, namun tidak bisa membalas perkataannya satu katapun.
Dan Lexi tahu, apa yang dipegang di dalam tangannya adalah sebuah kartu trump!
Dia mengatakan seperti itu dan dia benar-benar melakukannya.
Ada pelayan yang datang, membersihkan tempat Neva berdiri dengan bersih.
Neva tidak duduk, Lexi pun mengerutkan keningnya.
“ Kenapa, tidak puas denganku? Jika kamu tidak senang, hehe, kalau begitu….”
Orang yang berada di posisi rendah sudah tidak bisa menundukkan kepalanya lagi.
Sebelum Neva datang, dia sudah membuat persiapan akan dipermalukan.
Dia pun langsung duduk di atas lantai, lantai keramik yang dingin membuat tubuhnya sedikit bergetar.
Melihatnya yang duduk. Lexi dan Nevi langsung tertawa keras menyombongkan diri.
Hanya Gilbert saja yang mengerutkan keningnya.
Penyelesaian masalah yang dilakukan pria akan lebih manusiawi dari wanita, dia merasa Lexi sedikit berlebihan.
Nevi mengambil sepotong semangka dari meja dan langsung melemparkannya ke arah Neva.
Semangka itu pecah dan langsung menodai baju Neva menjadi merah.
“ Aduh Nyonya Tirta , bajunya kotor ya? Maaf, ayo copot biar aku suruh pelayan untuk mencucikannya untukmu!”
Nevi mengatakannya sambil memberi tanda dengan matanya kepada pelayan di kiri dan kanannya.
Namun masalah yang menggunakan tangan ini, tidak berani dilakukan oleh pelayan.
Neva dengan murka memandang Nevi, dengan suara dalam berkata "Nevi, jangan keterlaluan!”
“ Ai, keterlaluan? Apakah ini tergolong keterlaluan? Neva, aku tidak tahu apakah kamu polos atau tidak pernah melihat dunia? Jika tidak percaya, tidak melakukan apa yang aku inginkan, aku akan menyuruh orang untuk memotong telinga anakmu!”
Nevi sudah bisa membayangkan telinga anak perempuan itu yang dipotong dan berdarah, dia pun langsung tertawa terbahak-bahak.
Lexi tiba-tiba merasa khawatir, mengapa anaknya ini adalah orang yang tidak berguna seperti ini?
Apakah dia tidak tahu? Ancaman yang sama hanya bisa dilakukan beberapa kali saja.…..
Jika dia terus mengancam Neva seperti ini, Neva kemungkinan akan melakukan tindakan yang gila.
Ini sangat berbeda dengan awal yang diharapkan Lexi.
Dia pun berkata "Neva, aku bisa menjaga rahasia mengenai anak rahasiamu. Selain itu perceraianmu dengan Gandi aku bisa membantumu meminta aset untukmu.”
“ Cerai? Siapa yang berkata bahwa aku akan bercerai?” Neva berkata dengan tidak berekspresi.
Nevi menatap Neva yang berekspresi dingin, sama sekali tidak bisa membacanya.
Dia tahu apa yang terjadi belakangan ini, Gandi sudah tidak pulang ke rumah. Bukankah tinggal menunggu masalah waktu saja sebelum mengusir Neva?
Namun mengapa Neva masih setenang ini?
“ Pada awal pernikahan ini, seharusnya Nevi lah yang berpartisipasi. Namun karena Nevi tidak enak badan sehingga memberikannya padamu. Sekarang Nevi sudah kembali, bukankah seharusnya memberikan posisi ini kepadanya?”
Novel Terkait
Love And War
JaneMy Only One
Alice SongCinta Yang Dalam
Kim YongyiPernikahan Tak Sempurna
Azalea_Husband Deeply Love
Naomi1001Malam bersama pramugari cantik
andrian wijayaInventing A Millionaire
EdisonCinta Yang Dalam×
- Bab 1 Menyelamatkan Hidup Adik Laki-Laki
- Bab 2 Memberi Uang Kepadanya
- Bab 3 Dia Mengatakan Aku Cantik
- Bab 4 Kesepakatan Mendadak
- Bab 5 Neva Mengorbankan Tubuhnya
- Bab 6 Memutar Balikan Fakta
- Bab 7 Tidak Bisa Melarikan Diri Dari Takdir
- Bab 8 Bertaruh Denganku
- Bab 9 Nana yang Baik
- Bab 10 Mengambil Sesuai Keperluan
- Bab 11 Mempublikasikan
- Bab 12 Malam Pernikahan
- Bab 13 Kamu Minum Kebanyakan
- Bab 14 Penuh Cinta
- Bab 15 Pak Gandi, Jangan Begitu!
- Bab 16 Tidak Kenal Lelah
- Bab 17 Datang Memprovokasi
- Bab 18 Pacarku Sangat Lembut Padaku
- Bab 19 Kita Suami Istri
- Bab 20 Terluka
- Bab 21 Perselisihan
- Bab 22 Konyol
- Bab 23-24 Lempar Keluar
- Bab 25 Tidak Peduli
- Bab 26 Hilang ?
- Bab 27 Dokumen
- Bab 28 Ayah Yang Tampan
- Bab 29 Badut
- Bab 30 Berita Utama Di Instagram
- BAB 31 Sikap Ibu Tirta
- Bab 32 Harus Pulang
- Bab 33 Gandi Terluka
- Bab 34 Nasehat
- Bab 35 Merepotkan
- Bab 36 Maaf
- Bab 37 Air mata
- Bab 38 Sebuah Tamparan Diwajah
- Bab 39 Apakah Bisa Lebih Dekat Sedikit Lagi?
- Bab 40 Penampilan Saling Mencintai
- Bab 41 Sampai Jumpa Kamu
- Bab 42 Orang Berubah Keadaan Sama
- Bab 43 Keraguan Gandi Tirta
- Bab 44 Berlagak Pahlawan
- Bab 45 Habiskan Bersamaku
- Bab 46 Berbelanja
- Bab 47 Sangat cocok
- Bab 48 Tunggu Sebentar
- Bab 49 Wanita Yang Tidak Tahu Diri
- Bab 50 Orang Yang Paling Dibenci
- Bab 51 Tersadarkan
- Bab 52 Pria Harus Menyayangi Istri
- Bab 53 Mati Memegang Kedudukan
- Bab 54 Meremehkan
- Bab 55 Menunggu Suamiku Datang Menjemput
- Bab 56 Ke Kiri Pulang Ke Kanan Menjemputnya
- Bab 57 Gadis Yang Baik
- Bab 58 Kalah
- Bab 59 Berubah
- Bab 60 Wanita Paling Berbakat
- Bab 61 Tidak Menyukainya
- Bab 62 Keuntungan
- Bab 63 Makan Bersama
- Bab 64 Berakting Sebagai Istri Yang Baik
- Bab 65 Kehangatan Neva
- Bab 66 Hal Besar Terjadi
- Bab 67 Pura-Pura Oon
- Bab 68 Si Jelek
- Bab 69 Kenyataan
- Bab 70 Kalau Ada Pilihan
- Bab 71 Satu-Satunya
- Bab 72 Alasan
- Bab 73 Konyol
- Bab 74 Penyakit Datang Tidak Terduga
- Bab 75 Pesta Kelas Atas
- Bab 76 Memandang Rendah
- Bab 77 Otaknya Rusak
- Bab 78 Pilihan Paling Sulit
- Bab 79 Kabar Baik
- Bab 80 Seperti Burung
- Bab 81 Bahkan Tidak Menginginkan Nyawa
- Bab 82 Berita Heboh
- Bab 83 Menambah Minyak Di Api Yang Membara
- Bab 84 Membatasi Hubungan
- Bab 85 Bayangan Tubuh
- Bab 86 Orang Baik
- Bab 87 Pemeriksaan Dadakan
- Bab 88 Romantis
- Bab 89 Kegelisahan
- Bab 90 Situasi Membaik
- Bab 91 Kejadian Masa Lalu
- Bab 92 Adik Ipar
- Bab 93 Anemia
- Bab 94 Intuisi
- Bab 95 Mengecilkan Masalah
- Bab 96 Takdir
- Bab 97 Kakak Ipar Yang Hebat
- Bab 98 Jaga Baik Anj*ngmu
- Bab 99 Rindu
- Bab 100 Marah
- Bab 101 Ayah Dan Putri Itu Bertemu Secara Tidak Disengaja
- Bab 102 Tempatnya Bersandar Seumur Hidup Ini
- Bab 103 Tercengang
- Bab 104 Neva Dalam Bahaya
- Bab 105 Pahlawan
- Bab 106 Kasih Sayang Ibu Dan Anak
- Bab 107 Kenyataan
- Bab 108 Perhatian
- Bab 109 Demam
- Bab 110 Jebakan Julia
- Bab 111 Hukum Karma
- Bab 112 Anak Bandel
- Bab 113 Kartu Orang Baik
- Bab 114 Cinta Milik Dirinya, Dia Tidak Tahu
- Bab 115 Penjelasan Gandi
- Bab 116 Alergi
- Bab 117 Mengabaikan
- Bab 118 Dilukai
- Bab 119 Cinta Yang Pura-Pura
- Bab 120 Serakah
- Bab 121 Mabuk
- Bab 122 Bawa Wanita Ini Pergi
- Bab 123 Depresi
- Bab 124 Bakti Anak Yang Tidak Dikenal
- Bab 125 Kasih Sayang Ibu Dan Anak
- Bab 126 Meminta Uang
- Bab 127 Dua Ratus Miliar
- Bab 128 Mimpi Karena Rindu
- Bab 129 Berkompromi
- Bab 130 Kecantikan Neva
- Bab 131 Minta Tolong
- Bab 132 Memukulnya Sampai Mati
- Bab 133 Tidak Tahu Bersikap Lembut
- Bab 134 Kontrak
- Bab 135 Telpon Dari Dia Lagi
- Bab 136 Pelacur Centil
- Bab 137 Umpan
- Bab 138 Menyebutkan Kelemahan
- Bab 139 Pesta
- Bab 140 Saksi
- Bab 141 Perlakukan Diri Sendiri Dengan Baik
- Bab 142 Uang Kaget
- Bab 143 Biar Dia Datang Mencariku
- Bab 144 Lubang Tanpa Dasar
- Bab 145 Ada Orang Yang Bertindak
- Bab 146 Kesukaan Yang Tersembunyi
- Bab 147 Dia Masih Merupakan Seorang Siswa
- Bab 148 Orang Yang Berwajah Dingin Tetapi Berhati Hangat
- Bab 149 Tahun-Tahun Mengenal Tuan Tirta
- Bab 150 Mengantar Diri Untuk Dipermalukan
- Bab 151 Kamu Takut Aku
- Bab 152 Cari Mati
- Bab 153 Kritis
- Bab 154 Vegetatif
- Bab 155 Mimpi Buruk
- Bab 156 Bangun
- Bab 157 Blokir Jalan
- Bab 158 Kala Itu dan Sekarang
- Bab 159 Sudah Cukup Belum
- Bab 160 Tahu Diri
- Bab 161 Kamu Tidak Pantas
- Bab 162 Arogan
- Bab 163 Dilema
- Bab 164 Mengadu
- Bab 165 Sukses Atau Gagal Tergantung Pada Ini
- Bab 166 Terjebak
- Bab 167 Apakah Kamu Sudah Senang
- Bab 168 Cinta Yang Tak Berbalaskan
- Bab 169 Difitnah
- Bab 170 Hidup Atau Mati
- Bab 171 Kematian Nyawa Kecil
- Bab 172 Kakak Telah Datang Melihatmu
- Bab 173 Kesempatan Untuk Mengakui Kesalahan
- Bab 174 Tidak Mau Pergi Ke Manapun
- Bab 175 Kekejaman Dunia Maya
- Bab 176 Bertambah Satu Orang
- Bab 177 Berpisah
- Bab 178 Pernikahan Yang Buruk
- Bab 179 Kesepian
- Bab 180 Kelak Jangan Datang Lagi
- Bab 181 Tidak Ada Yang Enak Dipandang
- Bab 182 Istriku Tidak Bisa Minum Bir
- Bab 183 Menyusahkan
- Bab 184 Tatapan Matanya
- Bab 185 Melahap Kue Besar Sendiri
- Bab 186 Gadis Kecil Lebih Manis Darimu
- Bab 187 Membeberkan
- Bab 188 Aku Adalah Masalah
- Bab 189 Apa Yang Kamu Inginkan
- Bab 190 Merasa Bersalah
- Bab 191 Minum Bir
- Bab 192 Sampai Jumpa Di Kehidupan Selanjutnya
- Bab 193 Membunuh Orang
- Bab 194 Balas Dendam
- Bab 195 Perempuan Yang Merepotkan
- Bab 196 Setumpuk Sampah
- Bab 197 Ketulusan Keluarga Garfid
- Bab 198 Kamu Telah Menebaknya Dengan Benar
- Bab 199 Tiga Detik Tidak Pukul, Menjadi Nakal
- Bab 200 Sudut Bibir Yang Naik Ke Atas
- Bab 201 Ancaman Julia
- Bab 202 Kehangatannya
- Bab 203 Sengaja Ya?
- Bab 204 Seluruh Penjuru Dunia
- Bab 205 Burung Unta
- Bab 206 Membunuh Sekeluarganya
- Bab 207 Wanitaku Hanya Dirimu Saja
- Bab 208 Hanya Diriku Yang Pernah Menjadi Wanitanya
- Bab 209 Aku Benar-Benar Sudah Sangat Lelah
- Bab 210 Bos Richie yang Berprinsip
- Bab 211 Ciuman Halus
- Bab 212 Kewajiban Suami Istri
- Bab 213 Apakah Kamu Menyukaiku?
- Bab 214 Jangan-Jangan Otaknya Sudah Rusak?
- Bab 215 Pemicu Terakhir
- Bab 216 Aktif
- Bab 217 Kontroversi Kontrasepsi
- Bab 218 Apa Yang Ingin Kamu Lakukan?
- Bab 219 Melebih-lebihkan
- Bab 220 Kakak Ipar
- Bab 221 Jalan Shivas
- Bab 222 Paling Parah Mengulang Kembali Dari Awal
- Bab 223 Merundingkan sesuatu
- Bab 224 Hal Yang Benar Dengan Orang Yang Tidak Tepat (1)
- Bab 224 Membicarakan Kejadian Tidak Membicarakan Orangnya
- Bab 225 Rasa Air Mata
- Bab 226 Kebetulan
- Bab 227 Apakah Sudah Sampai Waktu Yang Hancur Sepenuhnya?
- Bab 228 Perlu Pertukaran
- Bab 229 Sebenarnya Aku Juga Pernah Menyukaimu
- Bab 230 Orang Yang Tak Berperasaan
- Bab 231 Hancurkan Dia
- Bab 232 Permainan
- Bab 233 Genit
- Bab 234 Suasana Hati Richie Yang Buruk
- Bab 235 Dia Telah Kembali
- Bab 236 Pria Yang Memanjat Balkon
- Bab 237 Tidak Cinta
- Bab 238 Memalukan
- Bab 239 Dukungan
- Bab 240 Satu-Satunya Orang Cerdas Di Dunia
- Bab 241 Pulang
- Bab 242 Kamu Sendiri Yang Memilih
- Bab 243 Kemana Saja Tidak Lupa Menggoda
- Bab 244 Ada, Tapi Sudah Meninggal
- Bab 245 Dikurung
- Bab 246 Mak Comblang Paruh Waktu
- Bab 247 Datang Seorang Teman
- Bab 248 Kesalahan Sendiri Ditanggung Sendiri
- Bab 249 Aku Ingin Menunggumu Pulang
- Bab 250 Wajah Adalah Benda Yang Bagus
- Bab 251 Perbedaan Cinta Murni
- Bab 252 Berasa Naik Ke Surga
- Bab 253 Dia Menyukainya Tetapi Tidak Mau
- Bab 254 Sudah Jatuh Tertimpa Tangga Lagi
- Bab 255 Marah
- Bab 256 Terjadi Sesuatu Dengan Tuan Muda
- Bab 257 Terima Kasih, Neva
- Bab 258 Mengapa Kecelakaan Tidak Terjadi Padamu
- Bab 259 Dia Menang
- Bab 260 Ketidaknyamanan Antara Pria Dan Wanita
- Bab 261 Berbagi Suka Dan Duka
- Bab 262 Kakek
- Bab 263 Semua Pria Itu Sama
- Bab 264 Tokoh Besar
- Bab 265 Tidak Bagus!
- Bab 266 Legal Officer Wanita
- Bab 267 Gadis Kecil Yang Dipungut
- Bab 268 Wow, Harum Sekali!
- Bab 269 Petani Dan Ular
- Bab 270 Darah Daging Keluarga Yang
- Bab 271 6 Orang Mama
- Bab 272 Permintaan Berty
- Bab 273 Masuk Dapur
- Bab 274 Maksud Hatinya
- Bab 275 Putus Harapan
- Bab 276 Peperangan
- Bab 277 Mengembalikannya Berlipat Ganda
- Bab 278 Aku Sangat Mengganggu Ya
- Bab 279 Perubahan Di Acara Pernikahan
- Bab 280 Menginginkan Anak
- Bab 281 Memberikan Sebuah Kejutan Kepadanya
- Bab 282 Pernikahan
- Bab 283 Dia Yang Mana Yang Asli?
- Bab 284 Aku Memanggilmu Adik, Kamu Juga Tidak Menjawabnya
- Bab 285 Orang Yang Paling Lembut Di Dunia
- Bab 286 Tes DNA
- Bab 287 Dua Buah Mayat
- Bab 288 Selamat Tinggal Cintaku
- Bab 289 Kemanapun Tidak Boleh Pergi
- Bab 290 Aku Mencintaimu
- Bab 291 Kemanusiaan Dan Ancaman
- Bab 292 Penjahat Mutlak
- Bab 293 Enam Puluh Milyar Dan Nyawa Manusia
- Bab 294 Empat Triliun, Kamu Pergilah Sana
- Bab 295 Surat Yang Dia Tinggalkan
- Bab 296 Perusahaan Aska Bangkrut
- Bab 297 Kebaikannya
- Bab 298 Dia Sudah Tiada
- Bab 299 Maaf
- Bab 300 Paman Dan Anak Perempuan
- Bab 301 Bertumbuh Bersama
- Bab 302 Paman Harus Melindungi Nana Dan Ibu
- Bab 303 Keputusan Gandi
- Bab 304 Julia Morez diculik
- Bab 305 Perdagangan Web Gelap
- Bab 306 Hatinya Hanya Ada Satu Orang
- Bab 307 Pasti Bisa Ditemukan
- Bab 308 Akhirnya Menemukanmu
- Bab 309 Yang Terindah Di Lubuk Hati
- Bab 310 Aku Bersedia Dimarahi Olehmu Seumur Hidup
- Bab 311 Wanitaku
- Bab 312 Jongkok Di Pojokan
- Bab 313 Aku Menganti Kerugian Kamu
- Bab 314 Kamu Sangat Tertarik Kepada Dia
- Bab 315 Kertas Tidak Bisa Menahan Api
- Bab 316 Apakah Rasanya Seperti Yang Kamu Inginkan?
- Bab 317 Aku Hanya Ingin Mendekatimu
- Bab 318 Membutakan Matanya
- Bab 319 Pasti Sangat Bahagia
- Bab 320 Mengunci Hati Kamu
- Bab 321 Orang Asing di Meja Makan
- Bab 322 Orang Yang Mengganggu, Kakinya Akan Dipotong
- Bab 323 Aku Suka Kamu Menemaniku
- Bab 324 Kebenaran
- Bab 325 Sejarah Tersembunyi Keluarga Yang
- Bab 326 Ada Apa Ini?
- Bab 327 Berbohong
- Bab 328 Dia Hampir Mati
- Bab 329 Permohonan Untuk Tetap Hidup
- Bab 330 Penyelamat
- Bab 331 Merahasiakan Identitas Orang Yang Mendonorkan Darah
- Bab 332 Nyonya Presdir
- Bab 333 Pria Jahat
- Bab 334 Biaya Terima Kasih
- Bab 335 Apa yang Kamu Inginkan Dariku, Agar Kamu Merasa Puas
- Bab 336 Kedepannya Jangan Menangis Lagi
- Bab 337 Impian Kehidupan Cinta
- Bab 338 Pak Tua Yang Memancing Ikan
- Bab 339 Bertindak Terlalu Berlebihan
- Bab 340 Wanita Bikini
- Bab 341 Barter
- Bab 342 Anak
- Bab 343 Tidak Selezat Pangsit
- Bab 344 Bawa Ibu Kembali
- Bab 345 Seolah Tidak Mengenal Sanak Keluarga
- Bab 346 Menjauhlah Dariku
- Bab 347 Kemesraan Di Sisi Gelap
- Bab 348 Ayo Kita Pacaran
- Bab 349 Karier
- Bab 350 Posisi Yang Didapatkan Dengan Menaiki Ranjang
- Bab 351 Aku Akan Bertanggung Jawab Padamu
- Bab 352 Bertaruh Dengan Ayah
- Bab 353 Ayahku Adalah Kepala Sekolah
- Bab 354 Aku tidak keberatan membantumu mendisiplikannya
- Bab 355 Nyali cukup besar
- Bab 356 Hal yang mengerikan
- Bab 357 Kamu Jangan Bicara Sembarangan Ya
- Bab 358 Menerima Resikonya
- Bab 359 Dia Bilang, Itu Putrinya
- Bab 360 Merokok Buruk Bagi Kesehatanmu
- Bab 361 Apakah Ada Sesuatu di Wajahku
- Bab 362 Pergi Membuka Kamar?
- Bab 363 Ingatan Hancur
- Bab 346 Tuan Tirta, Berbicaralah Dengan Baik
- Bab 365 Tidak Ada Yang Berani Mengatakan Keburukan Aku Dan Kamu
- Bab 366 Antar Saudara
- Bab 367 Karena Direktur Yang Memiliki Temperamen Baik
- Bab 368 Kamu Bisa Belagu Sampai Kapan
- Bab 369 Aku Orangnya Lebih Cinta Damai
- Bab 370 Semuanya Mengandalkan Sponsor Elit
- Bab 371 Penasihat
- Bab 372 Masalah Sepele Ini, Kapan Saja Dikerjakan Juga Sama
- Bab 373 Seratus Tangkai Bunga Mawar Ungu
- Bab 374 Nasib Akhir Penyanjung
- Bab 375 Keputusasaan Dan Harapan
- Bab 376 Utarakan Perasaanmu, Bersikap Lebih Berani
- Bab 377 Setiap Perbuatanku Hanya Boleh Dilakukan Untukmu
- Bab 378 Tuan Gandi, Kamu Benar-benar Buta
- Bab 379 Melakukan Sesuatu Yang Penting
- Bab 380 Hal Yang Hanya Terjadi Pada Sepasangan Kekasih
- Bab 381 Aku Di Sini Melihatmu Kembali
- Bab 382 Akankah Ibu dan Paman Gandi tidur bersama?
- Bab 383 Pikiran Gadis
- Bab 384 Kamu pernah kehilangan ingatan, Apa kamu lupa
- Bab 385 Kesehatan Tubuh Pertama, Jangan Kecapekan
- Bab 386 Pakaian Tidak Rapi Dan Kaki Lemas
- Bab 387 Pacar Gosip