Where’s Ur Self-Respect Ex-hubby? - Bab 151 Kata-Katanya Sama Dengan Omong Kosong

“Kemarin begitu pulang kamu sampai sekarang tidak makan apa-apa? Jika tidak sakit perut itu baru aneh.” Lucy Lu meletakkan gelas di depannya, muka pucatnya terpasang ekspresi serius dan tak berdaya, “Di rumah tidak ada apa-apa. Minum air dulu, aku sebentar akan turun membeli sesuatu.”

Theo Mu menerima gelas dan menyentuh bibir bawahnya, “Kak Lu, terima kasih. Tetapi tidak usah repot-repot. Hari ini aku berencana untuk kembali ke Kota Nan.”

Lucy Lu mengambil selimut dari dalam kamar dan menutup dirinya. Mendengarnya, ekspresinya langsung dingin, “Malam ini? Anak nakal sepertimu tidak perlu memikirkan apa-apa. Aku akan memberimu izin 2 hari. Kamu masih belum sembuh, kamu tidak boleh pulang.”

“Kak Lu…..Aku…..”

“Aku adalah atasan, ini adalah perintah.” Lucy Lu memasang muka dan mengatakan satu kalimat untuk menyelanya.

Davin Yan keluar membuang sampah, tidak ada di kamar. Theo Mu memegang gelas dan mendengus, “Masih memarahiku. Kamu sendiri sedang hamil.”

Lucy Lu mengedipkan mata, bibirnya menunjukkan senyum yang dingin, “Aku tidak seperti seseorang yang sedikit lagi hampir mati karena minum alkohol. Jangan minum sebanyak itu jika tidak kuat. Aku sekarang masih sehat-sehat saja.”

“Sehat?” Theo Mo tidak memiliki ekspresi muka yang kuat untuk bertanya, kedua matanya melihat ke arahnya, “Kamu panas sampai pingsan, lalu jatuh sampai luka. Kelihatannya kamu lebih lemah daripada aku.”

“.…..”

Alis Lucy Lu bergetar, dan ada rasa tertekan. Melihat dirinya yang tidak enak badan membuatnya berhenti berdebat dengannya.

Setelah diam beberapa saat, dia berdiri dan melihat sekitar kamar.

Theo Mu melihat belakangnya yang ramping lalu minum air. dia menutupi emosinya. Dan memasang ekspresi pura-pura ceroboh: “Nona Lu, kamu hari ini ke Kota Lin untuk melakukan apa? Kenapa kemarin aku tidak dengar berita apapun darimu?”

Lucy Lu melihat foto yang tergantung di dinding. Dengan sembarangan menjawab: “Ini rencana mendadak dari permintaan orang lain untuk melihat orang yang sudah meninggal.”

Dari belakang tubuhnya terdengar tawa tanpa menunjukkan ekspresi apapun, “Kelihatannya aku dan kak Lu memiliki takdir yang sama, waktu yang sama, tempat yang sama, semuanya untuk menghormati teman.”

Lucy Lu terkejut dan pelan-pelan berbalik untuk melihat dia. Anak itu menundukkan kepala sehingga ekspresinya tidak terlihat tetapi ketawanya membuat dia sedikit tidak nyaman.

Dia terdiam selama dua detik, lalu kembali melihat foto itu lalu bertanya,” Ini ibumu?”

Di belakangnya tidak ada respon.

Lucy Lu berkata kepada diri sendiri: “Sangat cantik.”

Tidak menyanjung, tetapi wanita di foto meskipun terlihat paruh baya namun ekspresinya masih terlihat cerah dan lemah lembut.

“Benarkah? Mungkin karena aku sudah sering melihatnya dari kecil, jadi aku merasa tidak ada yang spesial.” Theo Mu mendongak dan menatap lurus ke atas. Tidak tahu melihat foto atau melihat dia. Di matanya terlihat rasa kebencian dan rasa sakit.

Tepat pada saat itu, ada suara ketukan pintu. Seharusnya Davin Yan sudah kembali. Lucy Lu mengembalikan suasana hatinya dan pergi membuka pintu.

Theo Mu menaruh gelas dan mengangkat matanya. Ekspresinya kembali tenang dan terlihat apapun selain muka pucatnya.

“Aku tadi pergi ke supermarket di dekat sini untuk membeli beberapa barang. Mungkin kamu butuh.” Davin Yan berjalan ke ruang tamu dan menaruh barang.

Lucy Lu berterima kasih, “Terima kasih. Begitu kembali uangmu akan kukembalikan.”

Davin Yan tidak berkata apa-apa. Dia menaruh barang dan langsung berdiri di sampingnya.

Lucy Lu masih ingin berbicara, tetapi dia sudah tahu sifatnya dan memilih untuk diam.

Dia adalah pengawas yang disewa oleh Dean Shao, sudah pasti dia tidak akan mendengar dirinya. Kesopanannya bagi pekerjaan dia pada dasarnya sama dengan omong kosong.

Novel Terkait

Kakak iparku Sangat menggoda

Kakak iparku Sangat menggoda

Santa
Merayu Gadis
6 tahun yang lalu
Wanita Yang Terbaik

Wanita Yang Terbaik

Tudi Sakti
Perkotaan
6 tahun yang lalu
The Revival of the King

The Revival of the King

Shinta
Peperangan
6 tahun yang lalu
That Night

That Night

Star Angel
Romantis
7 tahun yang lalu
My Lifetime

My Lifetime

Devina
Percintaan
6 tahun yang lalu
Cinta Tak Biasa

Cinta Tak Biasa

Susanti
Cerpen
7 tahun yang lalu
Ten Years

Ten Years

Vivian
Romantis
6 tahun yang lalu
Mbak, Kamu Sungguh Cantik

Mbak, Kamu Sungguh Cantik

Tere Liye
18+
6 tahun yang lalu