Nikah Tanpa Cinta - Bab 359 Masalah Rumit
Setelah keluar dari kantor pusat perusahaan, hatiku benar-benar sedih.
Saat ini Kakak Kedua sedang dalam masa-masa sulit, tadinya berencana membantunya melewati rintangan-rintangan yang ada, tak menyangka masalahku pun menghampiriku juga. 300 juta Yuan bukanlah angka yang kecil, jika bukti-bukti memang cukup kuat, hingga pada akhirnya menggunakan jalan hukum, penjara sudah pasti di depan mata.
Aku memegang handphone, berencana menelepon Kakak Kedua, namun aku tidak berani, aku sungguh tidak ingin membuatnya cemas padaku. Dia sudah sangat kesulitan, tidak hanya tidak membantunya, aku malah akan menamban bebannya, benar-benar merasa tidak berguna.
Tidak jadi menelepon Julian Tsu, telepon dari Yulianto Hua malah masuk tiba-tiba. Aku mengangkatnya, dia berkata sebentar lagi akan tiba di Venture Park, mengajakku makan siang bersama, juga ingin mengajakku bicara.
Aku memberitahu dia bahwa aku tidak berada di Shanghai, sedang di Kota Y.
Dia malah menyadari ada yang aneh dalam nada bicaraku: “Kamu kenapa, suasana hatimu terdengar tidak baik, siapa lagi yang berani menindasmu?”
Aku berkata tidak apa-apa, baru selesai rapat, hanya sedkit kelelahan saja.
“Tidak benar, nada bicaramu jelas-jelas tidak seperti biasanya, kamu pasti terkena masalah. Jika tidak, kamu tidak akan seperti ini, sebenarnya masalah apa yang kamu hadapi, cepat beritahu aku.” Kata Yulianto dengan panik.
Sebenarnya aku pun merasa heran, kenapa dia bisa merasakan perubahan suasana hatiku? Nada bicaraku sama seperti biasa, juga tidak begitu lemas, bagaimana dia bisa menyadarinya?
“Aku sungguh tidak apa-apa, kamu jangan sembarang tebak, jika tidak ada urusan lagi, aku matikan dulu.”
“Jangan dimatikan dulu, kamu pasti sedang ada masalah, kamu tidak ingin mengatakannya ya, kalau begitu aku akan bernagkat ke Kota Y sekarang juga, aku tanyakan langsung pada Julian Tsu, kenapa dia tidak menjagamu dengan baik? Aku segera tiba…. Kak Alfred, putar balik, ke arah Kota Y.” Kata Yulianto di ujung telepon.
Gawat, aku saja belum tahu bagaimana cara menjelaskan masalah ini pada Julian, jika dia tiba-tiba sampai di Kota Y, masalah akan menjadi semakin runyam.
“Baiklah, aku katakan jujur padamu, aku memang sedang menghadapi sedikit masalah, uang 300 juta Yuan milik Tongyu Technology hilang, ada bukti yang menunjukkan aku memberi kuasa atas pemindahan uang itu, saat ini tim komisaris sedang meminta pertanggung-jawaban dariku. Tetapi aku sama sekali tidak tahu kemana uang 300 juta Yuan itu, bagaimana bisa hilang. Aku meminta mereka lapor polisi, tetapi tidak disetujui, katanya akan mempengaruhi nama baik perusahaan, saat ini aku pun tidak tahu harus bagaimana.”
Setelah mengungkapkan semuanya, ternyata lega sekali.
“300 juta Yuan?”
“Benar, 300 juta Yuan. Itu juga termasuk angka yang besar, jika tidak bisa mengatasinya, aku pun harus masuk lagi.” Kataku dengan tidak berdaya.
“Bagaimana pendapat Julian atas masalah ini?” Tanya Yulianto.
“Aku belum memberitahu dia, saat ini dia juga sedang kesulitan, aku tidak tahu bagaimana cara cerita padanya.” Kataku dengan kewalahan.
“Jangan beritahu dia lagi, aku saja yang bantu kamu. Aku ambilkan uang 300 juta Yuan dulu dari sini, jika uang 300 juta Yuan itu tidak berhasil dikembalikan, anggap saja ini sebagai gantinya. Asalkan uang sudah tiba dalam rekening, semua akan menjadi mudah. Jika berhasil didapatkan lagi,aku cukup mengambil kembali uang 300 juta Yuan itu.” Kata Yulianto.
“Tidak boleh! Jumlah uang yang sangat besar, atas dasar apa kamu yang harus menggantinya….”
“Bagiku, keselamatan dan keamanan kamu tidaklah ternilau. Masuknya kamu ke dalam penjara sudah membuatku menyesal seumur hidup, jika kamu masuk lagi, apakah ingin membuatku menyesal dalam dua kehidupan? Dulu aku tidak menjagamu dengan baik, tetapi mulai saat ini, aku tidak akan membiarkanmu dipersulit, jangankan 300 juta Yuan, memintaku mengorbankan seluruh harta keluarga dan perusahaan pun, aku rela.
Perkataan itu membuat bulu kuduk berdiri, tetapi juga sangat tulus. Setelah mendengarnya, aku malah tidak bisa berbicara lagi. Setiap kali laki-laki itu bersikap serius, pasti membuat orang-orang tidak berdaya.
“Percayalah, aku bisa membantumu menyelesaikannya. Masalah ini terjadi di Shanghai, sedangkan Julian Tsu sedang fokus dengan masalah di Kota Y, memberitahunya hanya akan menambah beban pikirannya, biarkan aku yang membantumu, percayalah padaku, satu kali saja, ya?” Kata Yulianto dengan panik.
Aku mengatur nafas dan suasana hati untuk lebih tenang, setelah itu baru berkata mengiyakan.
“Begini baru benar, kamu tidak perlu menanggung beban apapun, semua masalah yang bisa diselesaikan dengan uang bukanlah masalah. Ada aku, kamu akan baik-baik saja, aku jamin.”
Perkataan itu kembali membuatku merinding, hampir tidak tahan lagi. Aku memberitahunya bahwa aku sudah mengerti, dia tidak perlu datang ke Kota Y lagi, aku yang akan kembali ke Kota Shanghai.
Dia berkata akan menungguku, akan datang menjemputku.
Aku mencoba melihat jadwal penerbangan, terlihat sebuah penerbangan menuju Kota Y yang akan berangkat 50 menit lagi. Segera memberitahunya bahwa aku akan kembali dengan pesawat, tidak perlu menjemput dengan mobil, karena akan sangat repot.
Dia mengiyakan, berkata akan pulang memasak dan menungguku di rumah.
Aku bertanya padanya, bukankah masih harus mengawasi pekerjaan di Venture Park, untuk apa pulang di siang hari? Lanjutkan saja pekerjaanmu, aku yang akan menemuimu.
“Mana boleh seperti itu, jika kamu pulang, aku tidak ingin bekerja lagi. Dua hari yang lalu aku berhasil mendapatkan seekor ikan bagus, tadinya ingin meneleponmu mengajak makan bersama, tetapi tak kunjung kamu angkapt, aku pun memikirkan cara memelihara ikan itu. Hari ini kebetulan kamu akan kembali, aku akan pulang memasaknya. Sampai disini dulu, cepat berangkat ke bandara, jangan sampai ketinggalan.”
Aku terpaksa mengiyakannya.
Dalam perjalanan menuju bandara, aku kembali merasa bimbang, perlukah menelepon Julian Tsu dan memberitahu masalah ini padanya?
Pada akhirnya aku putuskan tidak perlu saja, jika Yulianto bisa membantuku menyelesaikan masalah itu, aku sungguh tidak perlu menambah beban untuk Kakak Kedua.
Aku tetap meneleponnya, memberitahu bahwa rapat sudah selesai, saat ini sedang dalam perjalanan kembali Shanghai untuk mengurusi beberapa pekerjaan, juga memintanya jaga diri dan mendoakannya cepat pulih.
Dia mengiyakan, dan berpesan padaku untuk berhati-hati di jalan.
Setibanya di bandara, aku mengambil tiket, naik pesawat, mengaitkan sabuk pengaman, baru berencana tidur sejenak, dalam pikiran malah melayang masalah 300 juta Yuan itu. Siapa yang sedang menentangku? Siapa yang begitu hebat, membawa pergi uang 300 juta Yuan? Apakah Direktur Keuangan?
Nadine begitu profesional, jika ada masalah pada bukti yang diberikan, dia pasti akan segera menemukannya, tetapi jika dia mengatakan bukti yang ada cukup kuat, itu artinya pasti bisa diberlakukan, jika tidak, dia tidak mungkin berkata seperti itu.
Jadi, sebenarnya masalah ini sangatlah serius, jika tidak segera diselesaikan, tidak hanya aku yang terkena musibah, Kakak Kedua pun akan ikut terlibat. Karena semua orang dalam perusahaan tahu, aku sangat penting bagi Kakak Kedua.
Penerbangan dari Kota Y ke Shanghai sungguh singkat, tak berapa lama kemudian pun sampai.
Jumlah orang yang menjemput di luar bandara lebih sedikit dari biasanya, begitu keluar, aku pun melihat Yulianto Hua sedang menunggu sambil memegang sebuah kue coklat berukuran kecil.
“Apa-apaan ini? Siapa ulang tahun?” Aku menunjuk kue yang sedang Yulianto pegang.
“Apa kesan pertamu saat melihatnya?” Yulianto menyodorkan kue ke arahku.
“Hitam.” Jawabku.
Yulianto sangat kewalahan dengan jawabanku: “Kenapa yang terpikirkan hanya kata hitam?”
“Bukankah coklat memang berwarna hitam? Apa yang aneh? Memangnya aku harus merasa kue ini putih?”
“Tidak, tidak, jawaban yang benar adalah manis, begitu melihat kue, begitu melihat coklat, tentu saja kamu harus mengingat kata manis. Kenapa kamu tidak peka sama sekali?”
“Lalu?” Aku masih tidak mengerti maksudnya.
“Manis bisa membuat suasana hati orang menjadi baik, jika kamu teringat kata manis, maka suasana hatimu akan menjadi baik. Jika kamu mencicipinya, kamu akan sadar kue ini jauh lebih manis dari yang kamu pikirkan, dengan begitu hatimu pun akan semakin indah! Kamu akan semakin senang, bukankah begitu? Coba, aku suapi kamu, kue ini aku bawakan khusus untuk memperbaiki suasana hatimu.”
Di depan umum, Yulianto Hua bersiap-siap menyuapiku kue, dia sama sekali tidak takut tertangkap kamera para wartawan.
Novel Terkait
Angin Selatan Mewujudkan Impianku
Jiang MuyanMy Goddes
Riski saputroMr Huo’s Sweetpie
EllyaUntouchable Love
Devil BuddyMr. Ceo's Woman
Rebecca WangSederhana Cinta
Arshinta Kirania PratistaJalan Kembali Hidupku
Devan HardiNikah Tanpa Cinta×
- Bab 1 Menjual diri
- Bab 2 Kembali bertemu
- Bab 3 Aku bukan pelacur
- Bab 4 Tuan Muda Keempat
- Bab 5 Aku tidak bersedia
- Bab 6 Kamu sungguh keterlaluan
- Bab 7 Menjebak
- Bab 8 Bingung
- Bab 9 Pengaruh obat
- Bab 10 Dia akan segera datang
- Bab 11 Bodoh
- Bab 12 Kamu bisa memukul wajahku?
- Bab 13 Manipulasi
- Bab 14 Lakukanlah sesukamu
- Bab 15 Dibodohi lagi
- Bab 16 Sesuka hati
- Bab 17 Anak-anak orang kaya
- Bab 18 Jamua Malam Keluarga
- Bab 19 Hujan Malam
- Bab 20 Rahasia lantai atas
- Bab 21 Punyaku?
- Bab 22 Tidak Rela Untuk Berpisah Juga Suatu Kesalahan
- Bab 23 Memerankan Karakter Seperti Apa
- Bab 24 Hadiah
- Bab 25 Dalam Hujan Lebat
- Bab 26 Luka hati
- Bab 27 Mengapa ?
- Bab 28 Musuh
- Bab 29 Apakah hanya berani menyakiti wanita ?
- Bab 30 Apakah aku kalau bukan kamu
- Bab 31 Katakan sekali lagi
- Bab 32 Sedekah
- Bab 33 Kegelisahan
- Bab 34 Kunjungan rumah
- Bab 35 Jebakan
- Bab 36 Serangan Balik
- Bab 37 Meminta Tolong
- Bab 38 Masa Lalu
- Bab 39 Sifat Aslinya
- Bab 40 Mengekspos
- Bab 41 Kenapa kamu begitu berkeringat?
- Bab 42 Aku tidak menyukaimu
- Bab 43 lepaskan
- Bab 44 Bukan Aku
- Bab 45 Sungguh Galak
- Bab 46 Bukti
- Bab 47 Tidak bisa membedakan mana yang benar dan salah
- Bab 48 Pria yang banyak rahasia
- Bab 49 Tidak bisa melihat orang dari penampilan
- Bab 50 Kejam
- Bab 51 Panggil Ayah
- Bab 52 Masuk akal
- Bab 53 Semakin antusias
- Bab 54 Kebetulan
- Bab 55 Maksudnya bukan seperti ini
- Bab 56 Tidak Mudah Terprovokasi
- Bab 57 Memegang Janji
- Bab 58 Dalam Hati Merasakan Kesenangan
- Bab 59 Tampaknya Mengerti
- Bab 60 Adanya Rasa Egois
- Bab 61 Kekuatan Yang Tidak Kecil
- Bab 62 Aneh Bisa Memilihmu
- Bab 63 Sedikit Memberikan Warna
- Bab 64 Inti
- Bab 65 Sangat Tidak Seimbang
- Bab 66 Seberapa Sulit
- Bab 67 Kamu Saja
- Bab 68 Penipu
- Bab 69 Komputer Canggih
- Bab 70 Juga Adalah Jebakan
- Bab 71 Mengetahui Kebenarannya
- Bab 72 Tidak tergantikan
- Bab 73 Hanya Pantas Menenteng Sepatu
- Bab 74 Jumlahnya Tidak Banyak
- Bab 75 Semoga Ada Hasilnya
- Bab 76 Melihat Keriuhan
- Bab 77 Pengaruh Yang Besar
- Bab 78 Tubuh Yang Bagus
- Bab 79 Tidak Tahu Malu
- Bab 80 Tidak Peduli Bentuknya
- Bab 81 Menurutku Kamu Bisa
- Bab 82 Bukan Sesuatu Yang Istimewa
- Bab 83 Merasa Agak Bersalah
- Bab 84 Bukan Pemula
- Bab 85 Jelas Sekali Bukan
- Bab 86 Terlihat sedikit akrab
- Bab 87 Sangat mengejutkan
- Bab 88 Dalam satu malam
- Bab 89 Sekali Mendayung Dua Pulau Terlampaui
- Bab 90 Mendorongku ke tembok
- Bab 91 Ini Sangat Penting
- Bab 92 Gaya Apa
- Bab 93 Kebahagiaan Melayang
- Bab 94 Bukti Yang Sangat Kuat
- Bab 95 Memberikan Dampak Buruk Pada Tubuh
- Bab 96 Tidak masuk akal
- Bab 97 Tidak masuk akal
- Bab 98 Mengganggu wanita
- Bab 99 Dirimu yang menghindar
- Bab 100 Prajurit sedang dalam bahaya
- Bab 101 Pekerjaan Yang Sia-Sia
- Bab 102 Keluarga Yang Hebat
- Bab 103 Berusaha Tampil Sebaik Mungkin
- Bab 104 Benar-Benar Sangat Jahat
- Bab 105 Tidak Ada Kharisma
- Bab 106 Punya Reputasi
- Bab 107 Apa yang ingin dia lakukan
- Bab 108 Tidak tahu malu
- Bab 109 Solusi Yang Lebih Baik
- Bab 110 Ada harga diri
- Bab 111 Bagaimana membuktikannya
- Bab 112 Bagaimana Mungkin
- Bab 113 Hatinya jauh lebih tenang
- Bab 114 Benar Juga
- Bab 115 Tak Ternilai
- Bab 116 Kesan Pertama Yang Baik
- Bab 117 Tidak Sopan
- Bab 118 Pertempuran
- Bab 119 Menenangkan Diri Sendiri
- Bab 120 Apa kamu ingin mati
- Bab 121 Takdir Mempermainkan Manusia
- Bab 122 Benar-benar Bukan Manusia
- Bab 123 Menjaga Jarak
- Bab 124 Tidak Bisa Tenang
- Bab 125 Turut Prihatin Padamu
- Bab 126 Sangat kuat
- Bab 127 Mutiara di dalam Lautan
- Bab 128 Melihat aku dipermalukan
- Bab 129 Adalah orangku
- Bab 130 Lengan panjang
- Bab 131 Tidak bisa menahan emosi
- Bab 132 Citra perempuan
- Bab 133 sedikit mengejutkan
- Bab 134 Jalan Lain
- Bab 135 Menunggu kesempatan untuk pindah
- Bab 136 Tidak bisa diselesaikan
- Bab 137 Keterlaluan
- Bab 138 Jauh lebih rileks
- Bab 139 Aku akan melakukan yang terbaik
- Bab 140 Sesuai keinginanmu
- Bab 141 Mudah sekali
- Bab 142 Tidak bisa menikmati
- Bab 143 Panutan Belajarku
- Bab 144 Tidak sanggup Menerima
- Bab 145 Tiada habisnya
- Bab 146 Tidak Peduli
- Bab 147 Ingat
- Bab 148 Kamu Tidak Tahu Malu
- Bab 149 Tidak Bisa Menjebakku
- Bab 150 Niat Apa
- Bab 151 Dibuat Gila
- Bab 152 Berakting Sendiri
- Bab 153 Benar-Benar Hebat
- Bab 154 Mengompori
- Bab 155 Mendapatkan Keseimbangan
- Bab 156 Pemaluan Yang Besar
- Bab 157 Sangat berpengetahuan
- Bab 158 berkah dari kehidupan sebelumnya
- Bab 159 Tolong tenang sedikit
- Bab 160 Tidak bisa menyentuhku
- Bab 161 Kefokusan yang Sangat Tajam
- Bab 162 Berhati Kecil
- Bab 163 Hanya Ada Yang Lebih Bodoh
- Bab 164 Saling Memuji
- Bab 165 Sudah Tahu
- Bab 166 Kebahagiaan Terbesar
- Bab 167 Sempurna Tanpa Cacat Sedikipun
- Bab 168 Menyebarkan Keromantisan
- Bab 169 Muncul Kecurigaan
- Bab 170 Berpura-Pura Bodoh Padaku
- Bab 171 Bersikap Mendominasi
- Bab 172 Wajar
- Bab 173 Tidak Diragukan
- Bab 174 Banyak Tingkatan Yang Berbedaan
- Bab 175 Tidak Berdasar
- Bab 176 Membuatku Merasa Jijik
- Bab 177 Perkataan Mengejutkan
- Bab 178 Ahli Cinta
- Bab 179 Tidak Serius
- Bab 180 Sembunyi Dulu Saja
- Bab 181 Hal yang Baik
- Bab 182 Sangat Canggung
- Bab 183 Pasti Berhasil
- Bab 184 Solusi
- Bab 185 Rasa yang Dingin
- Bab 186 Tidak Punya Hati Nurani
- Bab 187 Bersikap Netral
- Bab 188 Terlihat Kuat Dari Luar, Akan Tetapi Dalamnya Sangat Lemah
- Bab 189 Kamu Tidak Akan Mengerti
- Bab 190 Seberapa Banyak yang Kamu Pahami
- Bab 191 Daya imajinani yang lumayan tinggi
- Bab 192 Tidak sempat mengurusi diri sendiri
- Bab 193 Sangat tegas
- Bab 194 Semakin mudah
- Bab 195 Bagaikan bermimpi
- Bab 196 Mengata-ngatai
- Bab 197 Membongkar Kartu Akhir
- Bab 198 Perilaku Pribadi
- Bab 199 Pertarungan Sengit
- Bab 200 Sulit Dipercaya
- Bab 201 Masuk akal
- Bab 202 Gentayangan di mana-mana
- Bab 203 Membereskan semuanya
- Bab 204 Begitu Lagak
- Bab 205 Harus Aku Akui
- Bab 206 Sangat berkualitas
- Bab 207 Tidak ada kemampuan
- Bab 208 Sikap apa
- Bab 209 Hal yang menakutkan
- Bab 210 Hubungan apa
- Bab 211 Hidup Bahagia
- Bab 212 Masuk Akal
- Bab 213 Bagaimana cara mengatasinya
- Bab 214 Membuat Orang Muntah Darah
- Bab 215 Tidak memperingatkan kamu
- Bab 216 Sudah Terbiasa
- Bab 217 Wanita Ku
- Bab 218 Jangan Terlalu Bersemangat
- Bab 219 Seorang Istri Harus Mematuhi Suaminya
- Bab 220 Posisinya Terlalu Rendah
- Bab 221 Ada Maksud Buruk Dibalik Perjamuan Makan
- Bab 222 Dia Tidak Peduli
- Bab 223 Bukan Orang Jahat
- Bab 224 Apa yang Perlu Ditebak?
- Bab 225 Jangan Bicara Omong Kosong Denganku
- Bab 226 Apakah dia tidak bisa melihatnya
- Bab 227 Mesra
- Bab 228 Sudah terjadi
- Bab 229 Motif yang sebenarnya
- Bab 230 Emosional
- Bab 231 Berusaha Lebih Keras
- Bab 232 Benar-Benar Hadiah Yang Besar
- Bab 233 Melakukan Pergerakan Setelah Adanya Pertimbangan
- Bab 234 Tunggu Kapan Lagi
- Bab 235 Sesuka Hati Berkata
- Bab 236 Masalah Penting
- Bab 237 Apa Artinya
- Bab 238 Terserah Padamu
- Bab 239 Berhenti Sebentar
- Bab 240 Yang Lebih Cantik
- Bab 241 Mulut binatang buas
- Bab 242 Tidak akan mengampunimu
- Bab 243 Suami istri yang saling mencintai
- Bab 244 Tidak bisa berkata-kata
- Bab 245 Kandidat yang paling cocok
- Bab 246 Ini tidak logis
- Bab 247 Tidak yakin
- Bab 248 Ada orang sengaja mengaturnya
- Bab 249 Frustasi
- Bab 250 Siapa lagi yang bisa
- Bab 251 Tidak Optimis
- Bab 252 Mengutamakan Kepentingan Bersama
- Bab 253 Mengakui Akan Mendapatkan Keringanan Hukuman
- Bab 254 Persiapan Mental
- Bab 255 Tak Berdaya
- Bab 256 Melamun
- Bab 257 Belajar Dari Kehidupan
- Bab 258 Menghindari Pertemuan
- Bab 259 Bertemu Lagi
- Bab 260 Orang Yang Terkenal
- Bab 261 Jangan menganggu terus
- Bab 262 Tidak Berkata apa-apa
- Bab 263 Tidak tergugah
- Bab 264 Binatang berpakaian manusia
- Bab 265 Ternyata begitu
- Bab 266 Mengganti Dengan Gaya Kelas Atas
- Bab 267 Bukan Masalah
- Bab 268 Terlepas Dari Rasa Beban
- Bab 269 Alasan Yang Mana
- Bab 270 Mempertanyakan Soal Makam
- Bab 271 Berkharisma
- Bab 272 Memiliki Tekanan Besar
- Bab 273 Bangunan Masih Sama Tapi Orang Sudah Berubah
- Bab 274 Kembali
- Bab 275 Jangan Membenciku
- Bab 276 Jatuh terluka
- Bab 277 Tetap bersikap tenang
- Bab 278 kembali berharap
- Bab 279 Persaingan sehat
- Bab 280 Silahkan kamu pergi
- Bab 281 Bahaya yang lebih besar
- Bab 282 Temani aku ngobrol
- Bab 283 Tebakannya langsung benar
- Bab 284 Sangat realistis
- Bab 285 Tak terduga
- Bab 286 Sangat berjodoh
- Bab 287 Waktu tidak bisa kembali
- Bab 288 Lama tidak bertemu
- Bab 289 Niat jahat
- Bab 290 Dekorasi yang indah
- Bab 291 Apa Yang Kamu Lakukan?
- Bab 292 Segera berkumpul kembali
- Bab 293 Bertemu dia lagi
- Bab 294 Pria Super Tampan
- Bab 295 Mengejutkan dan mengagumkan
- Bab 296 Jangan Hiraukan Dia
- Bab 297 Berkata Jujur
- Bab 298 Bukti
- Bab 299 Senang Di atas Penderitaan Oranglain
- Bab 300 Menghindar
- Bab 301 Pengkhianat
- Bab 302 Menyebalkan
- Bab 303 Fitnah
- Bab 304 Tinggal
- Bab 305 Kabur
- Bab 306 Nada salah
- Bab 307 Bicarakan baik-baik
- Bab 308 Menjadi patuh
- Bab 309 Menyuapimu
- Bab 310 Lubang hitam
- Bab 311 Membuat Penasaran
- Bab 312 Siapa Yang Sakit
- Bab 313 Merahasiakan
- Bab 314 Ditanya-tanya
- Bab 315 Tidak keluar
- Bab 316 Orang Pintar
- Bab 317 Aku Bukan Orang Luar
- Bab 318 Mencari Kamu
- Bab 319 Wajah Merona
- Bab 320 Pura-pura Sakit
- Bab 321 Bergerak
- Bab 322 Kita Akan Baik-Baik Saja
- Bab 323 Konflik
- Bab 324 Benar-Benar Sangat Mendesak
- Bab 325 Ternyata Enak Sekali
- Bab 326 Pribadi
- Bab 327 Tidak Tega
- Bab 328 Berkhianat
- Bab 329 Anak Gadis
- Bab 330 Ada Apa
- Bab 331 Tenang
- Bab 332 Menurut Kamu Bagaimana?
- Bab 333 Akrab
- Bab 334 Sudah Tidak Ada Masalah
- Bab 335 Orang Picik
- Bab 336 Tidak Bersalah
- Bab 337 Orang Yang Berguna
- Bab 338 Saudara
- Bab 339 Muda Dan Bersemangat
- Bab 340 Minta Maaf
- Bab 341 Foto Bersama
- Bab 342 Hadir
- Bab 343 Lalu Apa Maksudnya
- Bab 344 Wangi
- Bab 345 Orang Yang Tidak Penting
- Bab 346 Tenang
- Bab 347 Gadis cantik mabuk
- Bab 348 Apakah aku sudah gila
- Bab 349 Menyiksa
- Bab 350 Nanti kita bicarakan lagi
- Bab 351 Apa ini
- Bab 352 Melempar tangan
- Bab 353 Mempersulit
- Bab 354 Mengubah rencana
- Bab 355 Tuan Michael
- Bab 356 Kejadian Tak Terduga
- Bab 357 Bukan Dia
- Bab 358 Pasti Ada Persaingan
- Bab 359 Masalah Rumit
- Bab 360 Tempat Umum
- Bab 361 Mencari tahu
- Bab 362 Mendengarkanmu
- Bab 363 Apakah bodoh
- Bab 364 Penjudi
- Bab 365 Menangani
- Bab 366 – Bukan Urusanku
- Bab 367 Korban
- Bab 368 – Langsung berbicara ke intinya
- Bab 369 Kesedihan
- Bab 370 Aku Mengubah Pikiran Aku
- Bab 371 Sakit Hati
- Bab 372 Tidak Tega Hati
- Bab 373 tidak bercerita?
- Bab 374 Selalu sangat dalam
- Bab 375 tidak memaafkan
- Bab 376 Berpura-pura Tertarik
- Bab 377 Memutarbalikkan
- Bab 378 Kembali Diputarbalikkan
- Bab 379 Sudah Tidak Tahan Lagi
- Bab 380 Disengaja
- Bab 381 Salling Memaksa
- Bab 382 Dihalangi Didepan Pintu
- Bab 383 Membuat Masalah
- Bab 384 Makan-makan Keluarga
- Bab 385 Tidak Belajar Apa-apa
- Bab 386 Peran yang sulit
- Bab 387 Meledak Marah
- Bab 388 Rock
- Bab 389 Dia adalah adikku
- Bab 390 Tidak boleh
- Bab 391 Aku Juga Tidak Pergi
- Bab 392 Diduga Teman Lama
- Bab 393 Semuanya Terihat Familiar
- Bab 394 Aku Bukan Dia
- Bab 395 Benar-benar Palsu
- Bab 396 berpura-pura
- Bab 397 penghasutan
- Bab 398 perubahan tiba-tiba
- Bab 399 tidak terlambat
- Bab 400 ceritanya panjang
- Bab 401 Perasaan
- Bab 402 Buntu
- Bab 403 Datang Tak diundang
- Bab 404 Rencana
- Bab 405 Kemitraan
- Bab 406 Siasat
- Bab 407 Perjanjian
- Bab 408 Berterima kasih secara langsung
- Bab 409 Ada masalah
- Bab 410 Ternyata begitu
- Bab 411 Mengancam Aku?
- Bab 412 Wanita Muda Cantik
- Bab 413 Tunangan
- Bab 414 Mendengarkan Dia
- Bab 415 Kemenangan
- Bab 416 Kolaborasi yang Kuat
- Bab 417 Tidak Bisa Menerima
- Bab 418 Wawancara
- Bab 419 Pesta Minum
- Bab 420 Pergi
- Bab 421 Tiba-tiba dan tidak menduga
- Bab 422 Menunggu Kabar
- Bab 423 Mengkhianati
- Bab 424 Dikurung
- Bab 425 Transaksi
- Bab 426 fakta
- Bab 427 Sedikit lelah
- Bab 428 Mengakui
- Bab 429 Ayah
- Bab 430 Takdir
- Bab 431 Hati yang hampa
- Bab 432 Berbohong
- Bab 433 Mengambil barang milik orang lain
- Bab 434 Berakting
- Bab 435 Aneh
- Bab 436 Bertemu
- Bab 437 Pertemuan Tidak Menyenangkan
- Bab 438 Suami Istri Menjalani Hidupnya Masing-masing
- Bab 439 Nona Besar
- Bab 440 Kamu adalah Dia
- Bab 441 Kamu
- Bab 442 Ingatan Yang Hilang
- Bab 443 Berantakan
- Bab 444 Seluruh Situasi
- Bab 445 Kebakaran
- Bab 446 iblis
- bab 447 melarikan diri
- Bab 448 anjlok
- Bab 449 gelisah
- Bab 450 meminta bantuan
- Bab 451 Masalah pribadi
- Bab 452 Permasalahan dalam perusahaan
- Bab 453 Pengobatan Tradisional
- Bab 454 Tidak Mungkin Kambuh
- Bab 455 Bahagia
- Bab 456 dapat dipercaya
- Bab 457 cowok itu ganteng