Nikah Tanpa Cinta - Bab 150 Niat Apa
Meskipun Yulianto Hua tidak mendobrak pintu, ia menggertakkan pintu sebentar, mungkin efek alkohol sudah naik, lalu kembali ke kamar dan tidur.
Ini membuatku beranggapan dalam hati, kalau Yulianto Hua terpikat oleh Crystal Lin, aku mulai sekarang tidak akan membiarkannya menyentuhku, membiarkan ia berpikir kalau aku adalah pengganggu.
Keesokan harinya, menemukan bahwa Yulianto Hua tidak bangun.
Setelah aku selesai mencuci, ia datang perlahan, menatapku kosong, ekspresinya tidak baik, 80% ingatannya tentang kejadian semalam.
Saat sarapan juga tidak berbincang denganku, tetapi mengobrol banyak dengan Melvin, Melvin sekarang sungguh hebat, kemampuan berkomunikasinya sudah lebih baik, setiap hari menemukan beberapa kata yang sebelumnya tidak pernah ia dengar.
Tingkah lakunya semakin mirip dengan Yulianto Hua, dan sering menyipitkan matanya seperti Yulianto Hua.
Sungguh berperilaku seperti orang yang berada disekitarnya, jika Melvin begini terus-menerus, ia bisa menjadi orang yang tidak baik nantinya, sangat mengkhawatirkan.
Selesai sarapan, Yulianto Hua melihatku masih menggunakan baju rumah, dengan wajah muram bertanya, “Apa kamu akan bekerja seperti ini?”
Aku berkata : “Apa aku perlu kerja? Apakah perusahaan menyetujui aku bekerja?”
“Apa kamu bodoh? Kamu sudah bekerja sebelum menghilang, dan proyekmu di Kota Y sampai sekarang masih ditangguhkan, apa kamu tidak ingin melakukan sesuatu?”
Aku berkata : “Kalau begitu aku segera ganti baju, hari ini pergi ke Kota Y.”
“Tidak, dua hari ini kamu tidak perlu keluar, setelah dua hari kita pergi bersama.” kata Yulianto Hua.
“Apakah kamu juga akan pergi ke Kota Y? kapan kamu pergi?” tanyaku padanya.
Yulianto Hua mengerutkan kening, “Apa kamu tidak setuju membawaku pergi ke perayaan perusahaan? Apa kamu lupa ?”
Saat Yulianto Hua berkata seperti itu, aku seketika teringat perayaan perusahaan Nanhe ke 30 tahun, aku diundang.
Hanya saja apa yang terjadi kemudian, aku sudah lupa.
Tetapi sampai saat ini aku belum berkomunikasi dengan Julian Tsu , tidak tahu apakah bisa mengajak Yulianto Hua pergi bersama? Aku selalu merasa aneh jika pergi bersama Hendra Hua, tapi jika keluarga Tsu tidak menyetujui, aku sendiri mengajak Yulianto Hua, juga tidak pantas.
“Julian Tsu hari ini akan mengunjungi Haicheng Telecom, aku dan kamu akan menyambutnya, pakai baju yang formal, jika ada kesempatan kamu bisa bertanya padanya, kamu tidak ingin ikut perayaan mereka, ingin menyuruhku menggantikanmu, bagaimanapun juga aku adalah orang yang bertanggung jawab atas Haicheng Telecom.”
“Tetapi aku tidak ingin menyuruhmu menggantikanku, orang-orang mengundangku, kenapa harus menyuruhmu menggantikanku?” aku tidak berkutik.
“Wanita bodoh, meskipun perusahaan Nanhe mengundangmu, pasti akan menyuruhmu datang, Julian Tsu pasti akan berkata, kalian suami istri datang sangatlah baik. Bukankan sudah selesai?” Yulianto Hua menatapku dan berkata.
Aku tidak tahan untuk mencibir, “tidak menyangka Tuan Hua memainkan perasaan seperti ini? Apa kamu sangat ingin datang ke perayaan perusahaan?”
“Apa ini pemikiran kecil? Ini jelas pemikiran besar. Ayo pergi, berangkat kerja. Hari ini di pintu masuk perusahaan masih mungkin terdapat kumpulan reporter. Kamu jangan menyetir, aku menyuruh Kak Alfred membawa mobil lain untuk mengantar kita.”
Setelah Yulianto Hua selesai berkata, lalu tidak memperdulikanku lagi, aku tahu dia sudah memutuskan sesuatu, aku juga tidak berkata-kata lagi, berganti pakaian kerja lalu turun, kemudian duduk bersamanya di mobil Kak Alfred, sampai ke perusahaan.
Begitu ia masuk ke dalam mobil, ia sepertinya mengantuk lalu tertidur, aku juga bersandar di jendela, berpikir beberapa hari ini terjadi banyak peristiwa, dan tidak berkata apapun sampai perusahaan.
Jam 10 siang, Julian Tsu dan rombongannya datang.
Julian Tsu melihatku, dengan ekspresi prihatin, mendatangiku, “adik perempuan, apa kamu baik-baik saja?”
Ia terlalu khawatir, dan jadi lupa kalau orang yang menyambutnya dan rombongannya memandangnya, ketika Julian Tsu memanggilku ‘adik perempuan’, semuanya saling memandang, dan tatapan mereka penuh dengan pertanyaan dan rumor-rumor.
“aku baik-baik saja, sudah bekerja keras, direkturJulian.” aku dengan tertawa berkata.
Panggilanku mengingatkannya, kalau ini sedang di tempat umum, dan banyak pekerja yang melihat.
Ia dengan segera mengganti ekspresi, “bukan kerja keras, karena upaya tim dua belah pihak, semuanya berjalan dengan lancar.”
Yulianto Hua saat ini kembali lagi, dari jauh melambaikan tangan, “direktur Julian, selamat datang untuk memandu pekerjaan kami.”
Selanjutnya yaitu hiburan dan resepsi, aku dan Julian Tsu juga tidak punya banyak kesempatan untuk berbincang.
Setelah sibuk hingga makan malam, semua orang akhirnya bisa bernapas lega.
Perayaan Julian Tsu adalah standar tertinggi di perusahaan, perayaan itu digelar di restoran yang paling berkarakteristik lokal di Haicheng, disini bisa makan hidangan lokal khas kota Haicheng.
Sebelum makan malam, kedua belah pihak harus mengucapkan sesuatu seperti ucapan terima kasih, semua menggunakan kata-kata indah. Setelah selesai berbicara, semua orang makan dengan sopan, tidak ada orang yang benar-benar mencicipinya, semuanya sedang menangani.
Baru duduk beberapa menit, Yulianto Hua mengusulkan membiarkan orang makan dan minum, beberapa dari kami meninggalkan tempat itu lebih dulu.
Julian Tsu juga setuju, dan bersama kami pergi.
Awalnya Yulianto Hua menyiapkan jamuan pribadi di rumah, khusus untuk Julian Tsu.
Karena ketika kami mengunjungi Kota Y, Julian Tsu juga mengundangku dan Yulianto Hua kerumahnya.
Setelah sampai Maple Garden, makan malam sudah diatur.
Jelas bukan masakan Kak Yulie, melainkan masakan pak tua yang gendut, menurut Yulianto Hua, lelaki tua ini adalah pensiunan chef hotel berbintang di Beijing. Pernah berpartisipasi dalam acara kenegaraan yang besar dan mewah.
Hidangannya sangat sederhana, tidak ada hidangan yang mewah, tetapi rasanya dengan apa yang biasa kita makan tidak sama.
Yulianto Hua membuka sebotol Alkohol Moutai, terlepas dari pandangan Julian Tsu, ia minum juga tidak peduli, setelah sering bertemu dengan Yulianto Hua, sebotol Alkohol Moutai dengan cepat habis.
Yulianto Hua semakin tertarik, “kakak Julian terlihat seperti orang yang lembut hati, tidak menyangka kalau seorang temperamen. Kita tambah satu botol lagi?”
Julian Tsu tertawa, “aku tidak bisa melanjutkan lagi. Minumlah, aku bisa kehilangan kontrol.”
Terdapat banyak kepercayaan dalam segelas bir. Ini dirumahku, hilang kontrol juga tidak perlu khawatir, besok bangun, kita sudah lupa.” Yulianto Hua berkata.
Julian Tsu mengangguk, “baik, karena saudara Hua sangat tertarik, jika aku tidak minum, maka akan menghilangkan kebahagiaanmu, mari kita lanjut minum. Kalau sebentar lagi aku mabuk, kamu harus membantuku tidur, tidak boleh membiarkanku tidur di atas meja.”
“Gampang, gampang.” Yulianto Hua menatapku, “apa yang kamu bingungkan, minumlah.”
Sebenarnya aku ingin membujuk mereka untuk tidak minum lagi, tetapi mereka sangat ingin, aku juga tidak bisa berkata-kata.
Kak Yulie membukakan sebotol Alkohol Moutai.
Sebelum botol kedua habis, dua orang itu sudah mabuk.
Julian Tsu dan Yulianto Hua semua adalah pria yang tampan, mereka mempunya kulit yang cerah dan halus.
Tetapi gayanya tidaklah sama, Yulianto Hua lebih temperamen, sedangkan Julian Tsu lembut seperti giok.
“Sebenarnya aku punya satu pertanyaan yang selalu ingin kutanyakan, selagi sedang minum, bolehkah aku bertanya?” Yulianto Hua menatap Julian Tsu.
Jantungku seketika berdegup kencang, aku khawatir apa yang akan Yulianto Hua mengatakan sesuatu yang tidak sopan setelah minum.
“Baik, katakanlah, selagi aku sedang dalam pengaruh alkohol, tahu segalanya, dan tidak akan mengatakan apa-apa.”
“Apa niatmu memaksa istriku tinggal di Nanju Hotel?” tanya Yulianto Hua.
“Niat? Tidak ada.” Julian Tsu menggelengkan kepala, “menurutku rumah itu indah dan elegan, tinggal di perkotaan, hidup lebih nyaman, tidak lebih.”
Novel Terkait
Bretta’s Diary
DanielleHidden Son-in-Law
Andy LeeInventing A Millionaire
EdisonWaiting For Love
SnowMy Goddes
Riski saputroUnperfect Wedding
Agnes YuTakdir Raja Perang
Brama aditioNikah Tanpa Cinta×
- Bab 1 Menjual diri
- Bab 2 Kembali bertemu
- Bab 3 Aku bukan pelacur
- Bab 4 Tuan Muda Keempat
- Bab 5 Aku tidak bersedia
- Bab 6 Kamu sungguh keterlaluan
- Bab 7 Menjebak
- Bab 8 Bingung
- Bab 9 Pengaruh obat
- Bab 10 Dia akan segera datang
- Bab 11 Bodoh
- Bab 12 Kamu bisa memukul wajahku?
- Bab 13 Manipulasi
- Bab 14 Lakukanlah sesukamu
- Bab 15 Dibodohi lagi
- Bab 16 Sesuka hati
- Bab 17 Anak-anak orang kaya
- Bab 18 Jamua Malam Keluarga
- Bab 19 Hujan Malam
- Bab 20 Rahasia lantai atas
- Bab 21 Punyaku?
- Bab 22 Tidak Rela Untuk Berpisah Juga Suatu Kesalahan
- Bab 23 Memerankan Karakter Seperti Apa
- Bab 24 Hadiah
- Bab 25 Dalam Hujan Lebat
- Bab 26 Luka hati
- Bab 27 Mengapa ?
- Bab 28 Musuh
- Bab 29 Apakah hanya berani menyakiti wanita ?
- Bab 30 Apakah aku kalau bukan kamu
- Bab 31 Katakan sekali lagi
- Bab 32 Sedekah
- Bab 33 Kegelisahan
- Bab 34 Kunjungan rumah
- Bab 35 Jebakan
- Bab 36 Serangan Balik
- Bab 37 Meminta Tolong
- Bab 38 Masa Lalu
- Bab 39 Sifat Aslinya
- Bab 40 Mengekspos
- Bab 41 Kenapa kamu begitu berkeringat?
- Bab 42 Aku tidak menyukaimu
- Bab 43 lepaskan
- Bab 44 Bukan Aku
- Bab 45 Sungguh Galak
- Bab 46 Bukti
- Bab 47 Tidak bisa membedakan mana yang benar dan salah
- Bab 48 Pria yang banyak rahasia
- Bab 49 Tidak bisa melihat orang dari penampilan
- Bab 50 Kejam
- Bab 51 Panggil Ayah
- Bab 52 Masuk akal
- Bab 53 Semakin antusias
- Bab 54 Kebetulan
- Bab 55 Maksudnya bukan seperti ini
- Bab 56 Tidak Mudah Terprovokasi
- Bab 57 Memegang Janji
- Bab 58 Dalam Hati Merasakan Kesenangan
- Bab 59 Tampaknya Mengerti
- Bab 60 Adanya Rasa Egois
- Bab 61 Kekuatan Yang Tidak Kecil
- Bab 62 Aneh Bisa Memilihmu
- Bab 63 Sedikit Memberikan Warna
- Bab 64 Inti
- Bab 65 Sangat Tidak Seimbang
- Bab 66 Seberapa Sulit
- Bab 67 Kamu Saja
- Bab 68 Penipu
- Bab 69 Komputer Canggih
- Bab 70 Juga Adalah Jebakan
- Bab 71 Mengetahui Kebenarannya
- Bab 72 Tidak tergantikan
- Bab 73 Hanya Pantas Menenteng Sepatu
- Bab 74 Jumlahnya Tidak Banyak
- Bab 75 Semoga Ada Hasilnya
- Bab 76 Melihat Keriuhan
- Bab 77 Pengaruh Yang Besar
- Bab 78 Tubuh Yang Bagus
- Bab 79 Tidak Tahu Malu
- Bab 80 Tidak Peduli Bentuknya
- Bab 81 Menurutku Kamu Bisa
- Bab 82 Bukan Sesuatu Yang Istimewa
- Bab 83 Merasa Agak Bersalah
- Bab 84 Bukan Pemula
- Bab 85 Jelas Sekali Bukan
- Bab 86 Terlihat sedikit akrab
- Bab 87 Sangat mengejutkan
- Bab 88 Dalam satu malam
- Bab 89 Sekali Mendayung Dua Pulau Terlampaui
- Bab 90 Mendorongku ke tembok
- Bab 91 Ini Sangat Penting
- Bab 92 Gaya Apa
- Bab 93 Kebahagiaan Melayang
- Bab 94 Bukti Yang Sangat Kuat
- Bab 95 Memberikan Dampak Buruk Pada Tubuh
- Bab 96 Tidak masuk akal
- Bab 97 Tidak masuk akal
- Bab 98 Mengganggu wanita
- Bab 99 Dirimu yang menghindar
- Bab 100 Prajurit sedang dalam bahaya
- Bab 101 Pekerjaan Yang Sia-Sia
- Bab 102 Keluarga Yang Hebat
- Bab 103 Berusaha Tampil Sebaik Mungkin
- Bab 104 Benar-Benar Sangat Jahat
- Bab 105 Tidak Ada Kharisma
- Bab 106 Punya Reputasi
- Bab 107 Apa yang ingin dia lakukan
- Bab 108 Tidak tahu malu
- Bab 109 Solusi Yang Lebih Baik
- Bab 110 Ada harga diri
- Bab 111 Bagaimana membuktikannya
- Bab 112 Bagaimana Mungkin
- Bab 113 Hatinya jauh lebih tenang
- Bab 114 Benar Juga
- Bab 115 Tak Ternilai
- Bab 116 Kesan Pertama Yang Baik
- Bab 117 Tidak Sopan
- Bab 118 Pertempuran
- Bab 119 Menenangkan Diri Sendiri
- Bab 120 Apa kamu ingin mati
- Bab 121 Takdir Mempermainkan Manusia
- Bab 122 Benar-benar Bukan Manusia
- Bab 123 Menjaga Jarak
- Bab 124 Tidak Bisa Tenang
- Bab 125 Turut Prihatin Padamu
- Bab 126 Sangat kuat
- Bab 127 Mutiara di dalam Lautan
- Bab 128 Melihat aku dipermalukan
- Bab 129 Adalah orangku
- Bab 130 Lengan panjang
- Bab 131 Tidak bisa menahan emosi
- Bab 132 Citra perempuan
- Bab 133 sedikit mengejutkan
- Bab 134 Jalan Lain
- Bab 135 Menunggu kesempatan untuk pindah
- Bab 136 Tidak bisa diselesaikan
- Bab 137 Keterlaluan
- Bab 138 Jauh lebih rileks
- Bab 139 Aku akan melakukan yang terbaik
- Bab 140 Sesuai keinginanmu
- Bab 141 Mudah sekali
- Bab 142 Tidak bisa menikmati
- Bab 143 Panutan Belajarku
- Bab 144 Tidak sanggup Menerima
- Bab 145 Tiada habisnya
- Bab 146 Tidak Peduli
- Bab 147 Ingat
- Bab 148 Kamu Tidak Tahu Malu
- Bab 149 Tidak Bisa Menjebakku
- Bab 150 Niat Apa
- Bab 151 Dibuat Gila
- Bab 152 Berakting Sendiri
- Bab 153 Benar-Benar Hebat
- Bab 154 Mengompori
- Bab 155 Mendapatkan Keseimbangan
- Bab 156 Pemaluan Yang Besar
- Bab 157 Sangat berpengetahuan
- Bab 158 berkah dari kehidupan sebelumnya
- Bab 159 Tolong tenang sedikit
- Bab 160 Tidak bisa menyentuhku
- Bab 161 Kefokusan yang Sangat Tajam
- Bab 162 Berhati Kecil
- Bab 163 Hanya Ada Yang Lebih Bodoh
- Bab 164 Saling Memuji
- Bab 165 Sudah Tahu
- Bab 166 Kebahagiaan Terbesar
- Bab 167 Sempurna Tanpa Cacat Sedikipun
- Bab 168 Menyebarkan Keromantisan
- Bab 169 Muncul Kecurigaan
- Bab 170 Berpura-Pura Bodoh Padaku
- Bab 171 Bersikap Mendominasi
- Bab 172 Wajar
- Bab 173 Tidak Diragukan
- Bab 174 Banyak Tingkatan Yang Berbedaan
- Bab 175 Tidak Berdasar
- Bab 176 Membuatku Merasa Jijik
- Bab 177 Perkataan Mengejutkan
- Bab 178 Ahli Cinta
- Bab 179 Tidak Serius
- Bab 180 Sembunyi Dulu Saja
- Bab 181 Hal yang Baik
- Bab 182 Sangat Canggung
- Bab 183 Pasti Berhasil
- Bab 184 Solusi
- Bab 185 Rasa yang Dingin
- Bab 186 Tidak Punya Hati Nurani
- Bab 187 Bersikap Netral
- Bab 188 Terlihat Kuat Dari Luar, Akan Tetapi Dalamnya Sangat Lemah
- Bab 189 Kamu Tidak Akan Mengerti
- Bab 190 Seberapa Banyak yang Kamu Pahami
- Bab 191 Daya imajinani yang lumayan tinggi
- Bab 192 Tidak sempat mengurusi diri sendiri
- Bab 193 Sangat tegas
- Bab 194 Semakin mudah
- Bab 195 Bagaikan bermimpi
- Bab 196 Mengata-ngatai
- Bab 197 Membongkar Kartu Akhir
- Bab 198 Perilaku Pribadi
- Bab 199 Pertarungan Sengit
- Bab 200 Sulit Dipercaya
- Bab 201 Masuk akal
- Bab 202 Gentayangan di mana-mana
- Bab 203 Membereskan semuanya
- Bab 204 Begitu Lagak
- Bab 205 Harus Aku Akui
- Bab 206 Sangat berkualitas
- Bab 207 Tidak ada kemampuan
- Bab 208 Sikap apa
- Bab 209 Hal yang menakutkan
- Bab 210 Hubungan apa
- Bab 211 Hidup Bahagia
- Bab 212 Masuk Akal
- Bab 213 Bagaimana cara mengatasinya
- Bab 214 Membuat Orang Muntah Darah
- Bab 215 Tidak memperingatkan kamu
- Bab 216 Sudah Terbiasa
- Bab 217 Wanita Ku
- Bab 218 Jangan Terlalu Bersemangat
- Bab 219 Seorang Istri Harus Mematuhi Suaminya
- Bab 220 Posisinya Terlalu Rendah
- Bab 221 Ada Maksud Buruk Dibalik Perjamuan Makan
- Bab 222 Dia Tidak Peduli
- Bab 223 Bukan Orang Jahat
- Bab 224 Apa yang Perlu Ditebak?
- Bab 225 Jangan Bicara Omong Kosong Denganku
- Bab 226 Apakah dia tidak bisa melihatnya
- Bab 227 Mesra
- Bab 228 Sudah terjadi
- Bab 229 Motif yang sebenarnya
- Bab 230 Emosional
- Bab 231 Berusaha Lebih Keras
- Bab 232 Benar-Benar Hadiah Yang Besar
- Bab 233 Melakukan Pergerakan Setelah Adanya Pertimbangan
- Bab 234 Tunggu Kapan Lagi
- Bab 235 Sesuka Hati Berkata
- Bab 236 Masalah Penting
- Bab 237 Apa Artinya
- Bab 238 Terserah Padamu
- Bab 239 Berhenti Sebentar
- Bab 240 Yang Lebih Cantik
- Bab 241 Mulut binatang buas
- Bab 242 Tidak akan mengampunimu
- Bab 243 Suami istri yang saling mencintai
- Bab 244 Tidak bisa berkata-kata
- Bab 245 Kandidat yang paling cocok
- Bab 246 Ini tidak logis
- Bab 247 Tidak yakin
- Bab 248 Ada orang sengaja mengaturnya
- Bab 249 Frustasi
- Bab 250 Siapa lagi yang bisa
- Bab 251 Tidak Optimis
- Bab 252 Mengutamakan Kepentingan Bersama
- Bab 253 Mengakui Akan Mendapatkan Keringanan Hukuman
- Bab 254 Persiapan Mental
- Bab 255 Tak Berdaya
- Bab 256 Melamun
- Bab 257 Belajar Dari Kehidupan
- Bab 258 Menghindari Pertemuan
- Bab 259 Bertemu Lagi
- Bab 260 Orang Yang Terkenal
- Bab 261 Jangan menganggu terus
- Bab 262 Tidak Berkata apa-apa
- Bab 263 Tidak tergugah
- Bab 264 Binatang berpakaian manusia
- Bab 265 Ternyata begitu
- Bab 266 Mengganti Dengan Gaya Kelas Atas
- Bab 267 Bukan Masalah
- Bab 268 Terlepas Dari Rasa Beban
- Bab 269 Alasan Yang Mana
- Bab 270 Mempertanyakan Soal Makam
- Bab 271 Berkharisma
- Bab 272 Memiliki Tekanan Besar
- Bab 273 Bangunan Masih Sama Tapi Orang Sudah Berubah
- Bab 274 Kembali
- Bab 275 Jangan Membenciku
- Bab 276 Jatuh terluka
- Bab 277 Tetap bersikap tenang
- Bab 278 kembali berharap
- Bab 279 Persaingan sehat
- Bab 280 Silahkan kamu pergi
- Bab 281 Bahaya yang lebih besar
- Bab 282 Temani aku ngobrol
- Bab 283 Tebakannya langsung benar
- Bab 284 Sangat realistis
- Bab 285 Tak terduga
- Bab 286 Sangat berjodoh
- Bab 287 Waktu tidak bisa kembali
- Bab 288 Lama tidak bertemu
- Bab 289 Niat jahat
- Bab 290 Dekorasi yang indah
- Bab 291 Apa Yang Kamu Lakukan?
- Bab 292 Segera berkumpul kembali
- Bab 293 Bertemu dia lagi
- Bab 294 Pria Super Tampan
- Bab 295 Mengejutkan dan mengagumkan
- Bab 296 Jangan Hiraukan Dia
- Bab 297 Berkata Jujur
- Bab 298 Bukti
- Bab 299 Senang Di atas Penderitaan Oranglain
- Bab 300 Menghindar
- Bab 301 Pengkhianat
- Bab 302 Menyebalkan
- Bab 303 Fitnah
- Bab 304 Tinggal
- Bab 305 Kabur
- Bab 306 Nada salah
- Bab 307 Bicarakan baik-baik
- Bab 308 Menjadi patuh
- Bab 309 Menyuapimu
- Bab 310 Lubang hitam
- Bab 311 Membuat Penasaran
- Bab 312 Siapa Yang Sakit
- Bab 313 Merahasiakan
- Bab 314 Ditanya-tanya
- Bab 315 Tidak keluar
- Bab 316 Orang Pintar
- Bab 317 Aku Bukan Orang Luar
- Bab 318 Mencari Kamu
- Bab 319 Wajah Merona
- Bab 320 Pura-pura Sakit
- Bab 321 Bergerak
- Bab 322 Kita Akan Baik-Baik Saja
- Bab 323 Konflik
- Bab 324 Benar-Benar Sangat Mendesak
- Bab 325 Ternyata Enak Sekali
- Bab 326 Pribadi
- Bab 327 Tidak Tega
- Bab 328 Berkhianat
- Bab 329 Anak Gadis
- Bab 330 Ada Apa
- Bab 331 Tenang
- Bab 332 Menurut Kamu Bagaimana?
- Bab 333 Akrab
- Bab 334 Sudah Tidak Ada Masalah
- Bab 335 Orang Picik
- Bab 336 Tidak Bersalah
- Bab 337 Orang Yang Berguna
- Bab 338 Saudara
- Bab 339 Muda Dan Bersemangat
- Bab 340 Minta Maaf
- Bab 341 Foto Bersama
- Bab 342 Hadir
- Bab 343 Lalu Apa Maksudnya
- Bab 344 Wangi
- Bab 345 Orang Yang Tidak Penting
- Bab 346 Tenang
- Bab 347 Gadis cantik mabuk
- Bab 348 Apakah aku sudah gila
- Bab 349 Menyiksa
- Bab 350 Nanti kita bicarakan lagi
- Bab 351 Apa ini
- Bab 352 Melempar tangan
- Bab 353 Mempersulit
- Bab 354 Mengubah rencana
- Bab 355 Tuan Michael
- Bab 356 Kejadian Tak Terduga
- Bab 357 Bukan Dia
- Bab 358 Pasti Ada Persaingan
- Bab 359 Masalah Rumit
- Bab 360 Tempat Umum
- Bab 361 Mencari tahu
- Bab 362 Mendengarkanmu
- Bab 363 Apakah bodoh
- Bab 364 Penjudi
- Bab 365 Menangani
- Bab 366 – Bukan Urusanku
- Bab 367 Korban
- Bab 368 – Langsung berbicara ke intinya
- Bab 369 Kesedihan
- Bab 370 Aku Mengubah Pikiran Aku
- Bab 371 Sakit Hati
- Bab 372 Tidak Tega Hati
- Bab 373 tidak bercerita?
- Bab 374 Selalu sangat dalam
- Bab 375 tidak memaafkan
- Bab 376 Berpura-pura Tertarik
- Bab 377 Memutarbalikkan
- Bab 378 Kembali Diputarbalikkan
- Bab 379 Sudah Tidak Tahan Lagi
- Bab 380 Disengaja
- Bab 381 Salling Memaksa
- Bab 382 Dihalangi Didepan Pintu
- Bab 383 Membuat Masalah
- Bab 384 Makan-makan Keluarga
- Bab 385 Tidak Belajar Apa-apa
- Bab 386 Peran yang sulit
- Bab 387 Meledak Marah
- Bab 388 Rock
- Bab 389 Dia adalah adikku
- Bab 390 Tidak boleh
- Bab 391 Aku Juga Tidak Pergi
- Bab 392 Diduga Teman Lama
- Bab 393 Semuanya Terihat Familiar
- Bab 394 Aku Bukan Dia
- Bab 395 Benar-benar Palsu
- Bab 396 berpura-pura
- Bab 397 penghasutan
- Bab 398 perubahan tiba-tiba
- Bab 399 tidak terlambat
- Bab 400 ceritanya panjang
- Bab 401 Perasaan
- Bab 402 Buntu
- Bab 403 Datang Tak diundang
- Bab 404 Rencana
- Bab 405 Kemitraan
- Bab 406 Siasat
- Bab 407 Perjanjian
- Bab 408 Berterima kasih secara langsung
- Bab 409 Ada masalah
- Bab 410 Ternyata begitu
- Bab 411 Mengancam Aku?
- Bab 412 Wanita Muda Cantik
- Bab 413 Tunangan
- Bab 414 Mendengarkan Dia
- Bab 415 Kemenangan
- Bab 416 Kolaborasi yang Kuat
- Bab 417 Tidak Bisa Menerima
- Bab 418 Wawancara
- Bab 419 Pesta Minum
- Bab 420 Pergi
- Bab 421 Tiba-tiba dan tidak menduga
- Bab 422 Menunggu Kabar
- Bab 423 Mengkhianati
- Bab 424 Dikurung
- Bab 425 Transaksi
- Bab 426 fakta
- Bab 427 Sedikit lelah
- Bab 428 Mengakui
- Bab 429 Ayah
- Bab 430 Takdir
- Bab 431 Hati yang hampa
- Bab 432 Berbohong
- Bab 433 Mengambil barang milik orang lain
- Bab 434 Berakting
- Bab 435 Aneh
- Bab 436 Bertemu
- Bab 437 Pertemuan Tidak Menyenangkan
- Bab 438 Suami Istri Menjalani Hidupnya Masing-masing
- Bab 439 Nona Besar
- Bab 440 Kamu adalah Dia
- Bab 441 Kamu
- Bab 442 Ingatan Yang Hilang
- Bab 443 Berantakan
- Bab 444 Seluruh Situasi
- Bab 445 Kebakaran
- Bab 446 iblis
- bab 447 melarikan diri
- Bab 448 anjlok
- Bab 449 gelisah
- Bab 450 meminta bantuan
- Bab 451 Masalah pribadi
- Bab 452 Permasalahan dalam perusahaan
- Bab 453 Pengobatan Tradisional
- Bab 454 Tidak Mungkin Kambuh
- Bab 455 Bahagia
- Bab 456 dapat dipercaya
- Bab 457 cowok itu ganteng