The Revival of the King - Bab 46 Tidak Berani Tampil

“Yo, kak Hong.” Orang tersebut menendang setumpuk kotak sepatu yang ada di depan lemari, berputar sambil tersenyum dan bertanya : “Dengar tidak? Nyonya bos cantik ini ingin lapor polisi!”

Benar apa yang ditaksir oleh Terry, kak Hong ini namanya Jacky Hong dan ketenarannya di antara Noah dan Leopard. Meskipun mereka saling kenal, namun bukan kelompok yang sama.

Dengan statusnya di dunia gang dia sama sekali tidak perlu mencari kesalahan kecil hanya demi sehelai baju yang harganya tidak seberapa. Hanya saja saat minum teh tadi tidak hati-hati terkena api rokok dan bolong di bagian dada.

Dia keluar dari rumah teh dan membeli sebuah T-shirt di toko terdekat. Tepat saat dia memasukkan T-shirt yang kena api rokok ke dalam kantong dan ingin membuangnya, dari jauh dia melihat toko Kenneth.

Jacky baru teringat dia membeli T-shirt tersebut di situ dan baru datang kemari.

Sebenarnya T-shirt ini nyaman dipakai dan juga terlihat lebih semangat.

Maksud awal dari Jacky sebenarnya ingin membeli satu helai lagi dan untuk bisa mendapatkan diskon dia sengaja mencari keributan, dan mengatakan pakaian tersebut sudah bolong saat dia membelinya.

Menurutnya asalkan Kenneth merendahkan diri untuk memohon padanya, dia akan mengubah ucapannya agar Kenneth memberinya diskon lebih dan mebeli sehelai lagi.

Tidak disangka Kenneth malah selalu pasang wajah senyum, sedangkan Mollie menjadi tidak senang sampai bilang ingin lapor polisi dan tersenyum sinis di samping dengan pandangan yang meremehkan.

Melihat kondisi seperti ini membuat Mollie mengeluarkan ponsel dan bersiap untuk menghubungi 110.

“Dengar kataku bos cantik, “ kata seorang preman sambil tersenyum : “Aku beri nasehat agar menyimpan kembali ponselmu. Memangnya kenapa kalau lapor polisi, ingin menangkap kami atau ingin mengirim kami ke pengadilan untuk diadili?”

Mollie seketika melongo.

Omongan orang ini tidak salah, apa yang akan dilakukan oleh polisi?

Mereka tidak membunuh, juga tidak merusak toko hanya mendorong beberapa rak gantungan hingga jatuh ke lantai, paling-paling mendamaikan dan masalah selesai.

Namun sikap mereka yang kurang ajar ini setelah polisi pergi mereka akan memulai lagi dan mungkin akan meminta preman lain untuk datang, dan hal ini tidak akan berhenti dalam satu dua hari.

Kalau begitu dia tidak bisa membuka toko lagi.

“Tahu siapa bos kami? Kak Hong!” lanjut preman tersebut dan berkata : “Bos kami menghabiskan uangnya untuk beli baju di toko kamu itu sudah cukup memberi muka pada kalian. Kamu malah menjual baju yang sudah bolong, cepat gantikan.”

Lalu Kenneth berkata : “Para bos sekalian, karena semua juga bergelut dalam dunia gang ini maka ada masalah bisa dibicarakan baik-baik, kalian pernah dengar kak Kenan yang di Yizhi Street, dia adalah temanku.”

Maksud dari Kenneth adalah ingin beritahu pada mereka, dirinya bisa membuka toko di sini selain menaati disiplin dan patuh hukum dia juga punya sebagian teman yang berpengaruh di masyarakat.

“Kak Kenan?” tanya preman tersebut pasang wajah bingung, berputar dan bertanya pada Jacky : “Bos, apa kamu pernah dengar yang namanya kak Kenan?”

Jacky tersenyum dingin : “Oh, teman kamu juga bos gang? Baik, telepon minta dia datang dan aku ingin lihat orang hebat dari daerah mana.”

Terry yang berdiri di samping menggeleng, dia sangat jelas Kenan hanyalah seorang bawahan Leopard. Melihat ekspresi Jacky sepertinya lumayan di dalam dunia gang, kalau bilang Leopard mungkin dia tahu dan mengenai Kenan barangkali belum pernah mendengarnya.

Kenneth tidak begitu jelas dengan semua ini, dia hanya tahu Kenan selalu bergaul dengan para gangster, boleh jadi namanya juga lumayan apalagi Kenan sering menyombongkan diri di depan teman-temannya, selama itu adalah masalah dalam kota Jiang, selain kasus pembunuhan masalah lain pasti bisa dia tangani.

Kenneth segera mencari kontak Kenan, seperti takut Jacky tidak tahu kalau dia dan Kenan adalah teman, sengaja berbicara dengan keras : “Kenan, ini Kenneth, kamu di mana sekarang?”

Kenan yang sedang terbaring di ranjang pasien begitu melihat telepon dari Kenneth malah mengira akan membicarakan masalah Terry.

Dia berkata dalam hati : Mengapa orang ini cara bicaranya begitu senang, jadi apakah dia tidak menghancurkan Terry? Atau sudah dan Terry tidak langsung membalas, tunggu nanti baru membalasnya?

Kenan berharap dia akan berkata padanya kalau sudah menghancurkan Terry, dengan begitu teman-temannya akan tahu yang merasakan kerugian dari Terry tidak hanya dia dan Gordon saja.

Dia ingin semua temannya tahu kehebatan Terry, dan tidak karena satu tendangan dari Terry yang membuat patah dua tulang rusuknya membuat dirinya merasa tidak ada muka lagi.

“Oh, aku sekarang ada urusan di luar, kamu ada masalah apa?”

“Bukan masalah besar, hanya saja ada beberapa teman gang datang ke toko. Bos mereka adalah kak Hong, apa kamu kenal?”

“Kak Hong, yang mana orangnya?”

Kenneth segera tersenyum dan bertanya pada Jacky : “Maaf, bos ini, temanku tanya kamu kak Hong yang mana?”

Preman yang tadi bicara mulai tersenyum mengejek : “Coba kamu tanya temanmu, di kota Jiang ada berapa kak Hong?”

Dengan tidak sabar Jacky berkata : “Katakan padanya, kak Hong yang di kota timur.”

Kenneth segera berkata pada Kenan : “Dia bilang dia adalah kak Hong yang di kota timur.”

Mendengar Kenan tidak tahu akan nama kak Hong, Kenneth merasa puas dan mengira kedudukan Jacky tidak seberapa hingga Kenan pun tidak tahu siapa dia.

Siapa yang sangka ketika Kenan mendengar kak Hong yang di kota timur, dia yang semula berbaring di ranjang terkejut hingga bangkit terduduk. Karena bangunnya mendadak membuat uratnya ketarik dan kesakitan, lalu menjerit : “Ssshh___, aduhh, aduhh!”

“Kenapa, Kenan?” tanya Kenneth cepat.

“Tidak apa-apa, tidak apa-apa. Apa yang dilakukan kak Hong di tokomu?”

“Sebenarnya bukan masalah besar, setengah bulan yang lalu dia membeli sehelai T-shirt di tokoku. Hari ini ke sini dan bilang bajunya bolong dan terkena api rokok, juga katanya sudah bolong sebelum aku jual padanya.”

“Jadi apa maksud dia?”

“Maksudnya dia ingin ganti yang baru atau tidak kembalikan uangnya.” Saat mengatakan ini Kenneth masih merasa lucu di dalam hati.

Tidak disangka Kenan malah berkata : “Astaga, kalau cuma ini saja kamu segera kembalikan uangnya atau ganti baju yang baru untuknya!”

Kenneth seketika bingung dan mengira dirinya salah mendengar : “Kamu……kamu bilang apa?”

“Aku bilang dia sudah cukup berlaku baik padamu. Aku kasih tahu jangankan aku, bahkan bosku pun tidak mampu menghadapinya, kecuali……”

“Kecuali apa?”

Kenan bermaksud ingin mengatakan kecuali Terry yang muncul, tapi hanya sampai di bibir dan dia menelan kembali kata-katanya.

“Tidak apa-apa, Kenneth, dengarkan aku segera gantikan dia yang baru, dan paling baik lagi uang yang dia bayar sebelumnya juga kamu kembalikan dan anggap saja mengeluarkan uang untuk menghilangkan masalah.”

Selesai bicara Kenan menutup teleponnya.

Kenneth tercengang di tempat dan terdiam beberapa saat.

Melihat ekspresinya orang-orang Jacky sudah tahu apa yang terjadi, dan mereka hanya pernah dengar 1st Road adalah daerah kekuasaan Leopard dan tidak pernah mendengar ada yang bernama kak Kenan.

Sekarang melihat Kenneth terdiam jadi tahu yang namanya Kenan itu pasti pernah mendengar Jacky sehingga tidak berani tampil.

Tanpa bersuara mereka berempat melihat Kenneth dan menunggu bagaimana dirinya menyelesaikan masalah ini.

Novel Terkait

The Richest man

The Richest man

Afraden
Perkotaan
2 tahun yang lalu
Loving Handsome

Loving Handsome

Glen Valora
Dimanja
2 tahun yang lalu
Adieu

Adieu

Shi Qi
Kejam
3 tahun yang lalu
Precious Moment

Precious Moment

Louise Lee
CEO
2 tahun yang lalu
His Soft Side

His Soft Side

Rise
CEO
2 tahun yang lalu
Love From Arrogant CEO

Love From Arrogant CEO

Melisa Stephanie
Dimanja
2 tahun yang lalu
Husband Deeply Love

Husband Deeply Love

Naomi
Pernikahan
2 tahun yang lalu
Ternyata Suamiku Seorang Sultan

Ternyata Suamiku Seorang Sultan

Tito Arbani
Menantu
2 tahun yang lalu