The Revival of the King - Bab 350 Memancing Diskusi

Terry Fan tersenyum dan berkata: “Jika kami sudah mendapatkan hasil, bukankah mengabari hasilnya via telepon sudah cukup? Sekarang langkah kita tertahan, makanya kami memanggilmu kemari. Jadi, kita berikutnya harus bagaimana?”

Elena mengatakan sesuatu yang mengandung makna tersirat: “Ya bertarung! Tidakkah kalian belajar dari orang-orang kuno?”

Wajah Wellington memuram. Saat ia ingin marah, Terry Fan buru-buru tertawa dan berkata: “Masalahnya, jika aku membunuh Wellington, Biro Intelijen Barat tetap tidak akan melepaskanku. Jika Wellington berhasil membunuhku, atasan kalian dan Pierce juga tidak akan melepaskan kalian. Berhubung demikian, apakah ada gunanya kita bertarung!”

Wellington bersandar ke sofa: “Jadi maksudmu, terlepas dari apakah kita merupakan teman atau musuh, sekarang kita punya musuh bersama dan harus bergandengan tangan untuk menghadapinya?”

Persis inilah yang Terry Fan ingin katakan. Ia hanya berharap kata-katanya keluar dari mulut Wellington atau pun Elena, bukan mulutnya sendiri.

Terry Fan mengangkat bahu: “Iya, memang apalagi?”

Si suami mengalihkan pandangan ke si istri.

Tanpa mengatakan satu kata pun, Elena bangkit berdiri untuk mengambil tiga buah gelas bir. Lalu, ia menuangkan setengah gelas anggur merah di setiap gelas dan menyodorkannya pada kedua pria.

Wanita itu menggunakan durasi penuangan anggur untuk memikirkan bagaimana harus menghadapi jalan buntu ini.

Elena akhirnya buka suara: “Terry Fan, semua yang kamu katakan barusan hanya kesimpulan pribadi yang tidak punya dasar actual apa pun. Jika kami beraliansi denganmu, yang kami akan khianati tidak hanya kepala biro, melainkan juga bironya sendiri dan negara kami. Dengan dampak begini, menurutmu apakah kami bakal memilih berkomplotan denganmu?”

“Berhubung begitu, maka kita harus pikirkan cara untuk menemukan bukti! Sebelum menemukannya, aku berharap melupakan niat jahat kalian padaku. Setidaknya untuk saat ini, kita harus bersatu dan bersinergi.”

“Itu tidak masalah.” Wellington berkata, “Aku bisa menjamin bahwa sebelum bukti ditemukan, kami tidak akan melancarkan serangan padamu.”

Elena memandang Terry Fan dan berkata, “Lalu, menurutmu dari mana kita harus mulai mencari bukti-bukti?”

“Ingin melepaskan suatu gembok, maka harus tahan dulu pemilik gemboknya!” Terry Fan tersenyum: “Kita pertama harus mengontrol Pierce. Dengan begitu, kita kurang lebih akan bisa mengetahui apakah kepala biro kalian ada memberi perintah khusus padanya, atau ambisinya sendiri yang luar biasa besar dan ingin mencoba membangun kerajaan pribadi di luar negeri.”

“Masalahnya adalah kamu baru saja memotek jari-jarinya. Di mana kita harus mencarinya sekarang?”

“Apa?” Wellington tercengang, “Kamu berani melawan Pierce?

Terry Fan menggeleng dan mennggapi: “Jika aku benar-benar melawannya, dia sekarang pasti kalau tidak mati ya cacat permanen. Saat Elena memanggilku malam itu, Pierce tengah minum bersamanya di lobi. Jika perkiraanku benar, mereka seharusnya sedang berpikir tentang bagaimana menghabisiku.”

“Memang benar, itu tidak perlu diragukan.” Elena memancing Terry Fan: “Saat meneleponmu, aku pun sudah bilang bahwa Pierce juga ada di hotel!”

“Artinya kamu memang tidak main rahasia-rahasiaan, namun Pierce tidak sama denganmu.” Terry Fan menoleh ke Wellington dan melanjutkan cerita: “Elena mengenalkan kami satu sama lain. Ketika kami bersalaman, ia secara mengejutkan melancarkan serangan.”

“Kalau begitu, dia yang cari mati!” Wellington mengambil keputusan, “Oke, kita jalankan saja idemu. Kita pergi cari Pierce sekarang juga. Elena, dia tinggal di kamar mana?”

Terry Fan menggelng: “Dia ada di rumah sakit untuk membalut luka. Lagipula menurutku, tanpa perlu kita mencarinya, ia akan menunggu kita di depan pintu.”

“Heh?”

“Coba kalian pikir. Aku sudah melukai dan mempermalukannya, sementara ia tahu bahwa aku ada di hotel tanpa membawa senjata apa pun. Bukankah situasi begini merupakan peluang emasnya untuk membunuhku? Dia pasti bersembunyi di sekitar hotel.”

Wellington mengangguk: “Dia akan melakukan itu, namun jika kita bertiga keluar sama-sama, aku rasa dia juga akan gentar.”

Terry Fan tersenyum dan mendebat: “Pierce malah lebih senang jika kita keluar berbarengan. Secara sekaligus, ia akan bisa menghabisi tiga orang. Tetapi, idemu ini bagus juga sih. Jika dia benar-benar menyerang kita bertiga, maka kesimpulan pribadiku barusan terbukti. Duh, tapi terlalu riskan……”

Si suami menatap si istri dan bertutur: “Aku pikir risiko ini layak diambil!”

Elena mengangguk: “Aku setuju untuk begitu, tetapi ada satu hal yang belum kita bahas.”

Wellington bertanya: “Apa itu?”

“Bahkan jika semuanya yang Terry Fan katakan benar, yakni kepala biro sedang menyingkirkan orang-orang yang berlainan pendapat dan Pierce memang ambisius, kita selanjutnya harus bagaimana?”

Nah, ini memang inti masalahnya. Terry Fan menantikan ide mereka.

“Masih harus ditanyakan lagi?” Wellington memelototinya: “Kita gunakan kesempatan itu untuk langsung membunuh Pierce!”

Si wanita mengangguk: “Oke, tidak salah untuk membunuhnya. Tetapi, bagaimana dengan kepala biro?”

Baru saja berenergi, begitu mendengar pertanyaan lanjutan, Wellington merasa frustrasi.

Pierce sekarang ada di medan perang dan jika dia terbunuh, dirinya bisa membuat seratus alasan untuk mengelabui atasan.

Tetapi, untuk urusan yang kepala biro harus bagaimana?

Terhadap pertanyaan ini, Ferry Fan setidaknya sudah punya dua solusi. Hanya saja, ia sekarang tidak bisa mengatakannya. Harus Wellington atau Elena yang bilang……

Dengan begitu, sepasang suami dan istri ini tidak akan mengira bahwa dirinya datang dengan persiapan dan menunggu mereka masuk ke dalamnya.

Alhasil, pria tersebut hening-hening saja.

Tiba-tiba terpikir sesuatu, Wellington kembali energik: “Sekalian saja bunuh kepala biro!”

Ini adalah satu dari dua solusi yang disusun Terry Fan.

Alasannya, ia sudah memahami situasinya. Kepala biro terdahulu sudah berniat menghentikan program pengasuh, namun kepala biro yang sekarang tidak. Jika orang kedua dibunuh, maka kepemimpinan biro akan diserahkan ke orang pertama. Dengan begitu, Terry Fan pun akan punya kesempatan untuk duduk dan berdiskusi dengannya.

Elena mendengus dingin: “Menimbang kekuatan kita, membunuh Pierce bukanlah masalah. Namun, kembali ke China untuk membunuh kepala biro hanyalah fantasi!”

Terry Fan menimpali supaya arah diskusi tidak berubah: “Jika kalian benar-benar mengambil solusi ini, yakni membunuh kepala biro, biar aku yang melakukan!”

Wellington dan Elena saling memandang dan berpikir itu solusi yang oke.

Si wanita bertanya ke Terry Fan: “Bagaimana kamu akan melakukannya? Langssung datang ke negara kami dan mencari kesempatan untuk membunuhnya? Kamu seharusnya paham bahwa sebagai kepala Biro Intelijen Barat, ia punya orang-orang yang bertanggung jawab menjaga keselamatannya setiap saat. Kamu yakin akan bisa membunuhnya?”

Terry Fan menjawab dengan senyum: “Kata-kata Wellington barusan mengingatkanku bahwa kita bisa menyingkirkan Pierce, bahkan sekaligus memusnahkan semua prajurit bayarannya. Dengan begitu, kepala biro kalian tidak akan punya orang di sini. Ia akan menunjukmu untuk menjabat sebagai kepala agen di Negara T, baik untuk sementara mau pun untuk permanen. Pertama, kamu akan aman.”

Elena bertanya: “Terus, yang berikutnya apa?”

Novel Terkait

My Goddes

My Goddes

Riski saputro
Perkotaan
2 tahun yang lalu
Someday Unexpected Love

Someday Unexpected Love

Alexander
Pernikahan
3 tahun yang lalu
Get Back To You

Get Back To You

Lexy
Percintaan
2 tahun yang lalu
Pernikahan Kontrak

Pernikahan Kontrak

Jenny
Percintaan
3 tahun yang lalu
Your Ignorance

Your Ignorance

Yaya
Cerpen
3 tahun yang lalu
Cinta Di Balik Awan

Cinta Di Balik Awan

Kelly
Menjadi Kaya
2 tahun yang lalu
Untouchable Love

Untouchable Love

Devil Buddy
CEO
3 tahun yang lalu
My Charming Lady Boss

My Charming Lady Boss

Andika
Perkotaan
3 tahun yang lalu