The Revival of the King - Bab 32 Terkejut Setengah Mati

Daniel Huang kemudian mendekatinya dan melihatnya, mengatakan: “Pasti si brengsek itu!”

Penny Zhou kemudian mengerutkan dahinya: untuk apa bocah ini menghubungiku sekarang?

Dia ragu-ragu sejenak, dia tidak tahu apakah harus diangkat, atau tidak diangkat.

Ponselnya hanya berdering sejenak dan berhenti, ketika mereka berdua dipenuhi oleh keraguan, ponselnya kembali bordering, mereka berdua sama-sama terkejut.

Jika telepon ini ditujukan pada Daniel Huang, dia tentu tidak akan berani mengangkatnya, tetapi sekarang dia malah menasehati Penny Zhou: “Baik atau buruk, jika ini adalah sebuah bencana juga tidak akan bisa dihindari, bagaimana kalau mengangkatnya dulu, lihat apa yang dikatakannya?”

Penny Zhou merasa kalau ini cukup masuk akal, dia segera menerima panggilan tersebut, Daniel Huang kemudian melihatnya dan mengatakan: “Lembutlah sedikit, berusahalah selembut mungkin.”

Tidak perlu sampai pria itu mengingatkannya, Penny Zhou tidak mungkin berani bersikap kasar.

Dia kemudian berdehem, dan berdiri dari sofa, berjalan menuju sofa, kemudian mengatakan: “Halo____”

Daniel Huang segera mendekat, kemudian menguping dari samping ponsel wanita itu, dia ingin mengetahui apa yang akan dikatakan oleh Terry Fan.

Suara Terry Fan di telepon: “Apakah kamu adalah Penny Zhou? Aku adalah Terry Fan!”

Hati penny Zhou mencelos, tapi wanita itu menguatkan dirinya dan bertanya: “Benar sekali, ada masalah apa ya?”

Karena dia teringat dengan janji temunya dengan ayah Valentine Li, Jensen Li, Terry Fan kemudian mengatakan: “Jam dua siang ini ada sesuatu yang ingin kubahas denganmu, kamu carilah sebuah tempat untuk bertemu.”

Mendengar hal itu, Daniel Huang terkejut dan segera mengibaskan tangannya, dia yakin kalau Terry Fan meminta Penny Zhou keluar karena sesuatu yang buruk.

Tapi Penny Zhou tidak berpikir demikian, dia sudah melihat kalau Terry Fan yang sekarang sangat berbeda dengan dirinya yang sebelumnya, jika dia ingin mencari masalah, mungkin anak itu akan langsung datang kekantor, sekarang anak itu mengajaknya bertemu diluar, tentu dia tidak ingin mencari masalah dengannya.

“Oh, ada yang ingin kamu bahas ya, bagaimana kalau kamu saja yang menentukan tempatnya?”

Mendengar hal ini, Daniel Huang lantas mengernyitkan dahinya, dia tidak berani mengeluarkan suara apapun, dia hanya membentuk bibirnya: “Suruh dia mengatakannya ditelepon saja.”

Penny Zhou tidak memperdulikannya.

Terry Fan mengatakan: “Aku sudah lama meninggalkan kota Jiang, aku tidak tahu tempat yang sesuai, kamu cari saja tempat yang lebih bagus.”

Mendengarnya, Penny Zhou kemudian meletakkan kewaspadaan hatinya.

“Bagiamana kalau kita bertemu di kedai kopi ZIAJOU? Disana lingkungannya lumayan bagus, dan orangnya juga tidak terlalu ramai.”

“Baiklah, kalau begitu.” Menyelesaikan perkataannya, Terry Fan kemudian mematikan teleponnya.

Daniel Huang kemudian mengomel: “Istriku, ada apa sebenarnya denganmu? Dia meminta keluar pasti karena ingin mencari masalah denganmu! Bukankah sudah kukatakan denganmu? Suruh saja dia mengatakannya di telepon.”

Penny Zhou kemudian mendelik: “Bukanah tadi kamu sendiri yang mengatakannya? Baik maupun buruk, jika bencana tidak akan mungkin bisa terhindar, jika dia ingin bertemu denganku, dia tetap akan bisa bertemu denganku kapanpun, untuk apa aku harus menghindar?”

“Tapi, tapi……” Daniel Huang berpikir keras untuk waktu yang cukup lama, dia tidak tahu apa yang harus dikatakannya, pada akhirnya dia mengatakan: “Bagaimana kalau kamu bawa lebih banyak orang bersamamu?”

Penny Zhou menggeleng: “Jika dia ingin mencari masalah denganku, dia tidak mungkin akan menghubungiku, terlebih lagi dengan situasinya sekarang, memangnya bisa apa jika membawa lebih banyak orang bersamaku.”

“Tidak peduli apapun itu, membawa orang bersama denganmu akan jauh lebih baik dari pada sendirian, bagaimana jika terjadi sesuatu, setidaknya ada orang yang bisa membantumu untuk menghubungi pihak berwajib!”

Penny Zhou kemudian tertawa, dan kembali bertanya: “Tiket kereta api jam berapa yang kamu beli?”

“Siang hari jam 13.20.”

“Kalau begitu, kamu segeralah kembali dan bersiap-siap, kamu pergi dulu ke kota Hai dan memastikan situasi disana, aku akan melihat-lihat keadaan terlebih dahulu.”

“Kalau begitu……kamu harus berhati-hati, jika tidak bisa, biarkanlah Edison Huang menemanimu ya?”

“Apa maksud perkataanmu ini? Apa kamu ingin anak-anak sampai ikut campur dalam hal ini, kamu tenang saja, aku memiliki carau sendiri.”

Setelah percakapan tadi, Terry Fan meletakkan ponselnya di lemari dekat ranjangnya, dia malas mengatakan apapun, baru saja kembali kekamar neneknya, Jansen Li kemudian menghubunginya, dan mengajaknya bertemu di kedai makan diluar sana.

Terry Fan sudah bersiap-siap menuju ke kantin, membantu neneknya mengambil makan siang, tidak disangka Monica Li datang, wanita itu membawa dua kotak bekal, awalnya dia bermaksud untuk memberikannya pada Terry Fan dan juga nenek, mendengar Terry Fan ingin keluar untuk membereskan sesuatu, Monica Li kemudian berpikir sejenak, dan membawa bekal yang dibawakannya untuk Terry Fan, menuju kekamar Hendrik Fan.

Suster yang keluar masuk tempat itu tidak begitu paham, dan mengira Monica Li adalah pacar Terry Fan, mereka tidak henti-hentinya memuji Monica Li dihadapan Hendrik Fan, mengatakan pada pria itu kalau dia memiliki seorang menantu yang baik.

Hati Monica Li berbunga bunga, dia pun tidak berusaha menjelaskannya.

Hendrik Fan juga benar-benar berpikir kalau Monica Li adalah menantunya, sekali lagi pria itu mengambil papan tulisnya, dengan sekuat tenaga, menuliskan apa yang ingin dikatakannya pada Monica Li.

Setelah Terry Fan tiba di pintu luar rumah sakit, dia melihat kalau Jansen Li telah menunggunya ditempat itu, Terry Fan kemudian mendekati pria itu dengan sangat sopan, dan menyapanya, “Paman Li.”

Jansen Li tersenyum mengatakan: “Kamu dan Valentine Li sudah sah menjadi suami-istri, bukankah kamu juga seharusnya sudah mengganti caramu memanggilku?”

Terry Fan tersenyum tidak mengatakan apapun.

“Ayo jalan,” Jansen Li kemudian berjalan didepan, dan mengatakan: “Apa kamu melihat kedai kecil diseberang? Dilantai dua ada ruang VIP, dan atmosphere tempat itu lumayan bagus, masakan ditempat itu juga lumayan enak, siang ini kita ayah dan anak makan bersama ditempat itu ya.”

Mereka tiba di ruang VIP dilantai dua, dan memesan beberapa macam makanan, Jansen Li hanya bisa minum air mineral, tapi pria itu memesankan anggur putih untuk Terry Fan, Terry Fan segera menghentikan tindakannya, dia kemudian ikut memesan air mineral, karena sore ini masih ada hal yang harus dilakukannya.

“Ada apa, apa pagi ini kamu bertengkar dengan Valentine Li?”

Terry Fan tersenyum pahit, tidak mengatakan apapun lagi.

Jansen Li kemudian tertawa terbahak-bahak: “Tidak masalah, ada peribahasa mengatakan, jika pasangan suami-istri tidak bertengkar, nanti anak mereka tidak cerdas, terlebih lagi kalian berdua juga masih belum terlalu menyesuaikan diri. Tapi bisa dilihat dengan jelas, Valentine Li adalah seorang wanita yang sangat kuat, dia tidak pernah menangis. Pagi ini, dia menangis sampai matanya bengkak, ini membuktikan didalam hatinya ada dirimu.”

Jansen Li sama sekali tidak terlalu paham, kalau Valentine Li menangis karena dimarahi ibu Gordon Zhang, dia sampai menangis sesedih itu, karena tidak mungkin Gordon Zhang dan dia bisa kembali bersama, ini sama sekali tidak ada hubungan sedikitpun dengan Terry Fan.

Terry Fan juga tidak paham, dia pikir setelah mendaftarkan pernikahan mereka, Valentine Li khawatir kalau dia masih harus membayar RMB 600.000 pada Daisy Fang, dia sendiri tidak kalah, dan karena alasan itu pulalah wanita itu menangis.

Setelah semua hidangannya lengkap, Jansen Li mengambil terlebih dahulu mengambil air mineralnya, dan bersulang dengan Terry Fan, setelah menghabisinya, dia kemudian mengambilkan sayur untuk Terry Fan.

“Terry, aku tidak tahu apa yang telah terjadi antara kamu dan Valentine Li, tapi ada yang ingin kukatakan padamu, meskipun Valentine Li adalah anak yang baik, tapi biar bagaimanapun dia juga sudah berpacaran selama bertahun-tahun dengan Gordon Zhang, ditambah lagi dengan masalahku beberapa tahun ini, ibunya juga tidak memperdulikannya, hati Valentine Li sangat sedih, dia harus menahan tekanan yang sulit dipahami orang-orang, jika ada hubungan seperti itu antara dirinya dan Gordon Zhang juga sangatlah wajar.”

Bicara sampai disini, Jansen Li kemudian melihat Terry Fan sejenak, melihat pria itu tidak memperlihatkan ekspresi apapun, dia kembali melanjutkan: “Jika kalian bertengkar karena hal yang lain, aku tidak akan ikut campur, tapi jika karena hal ini, aku rasa tidak seharusnya, jika kamu benar-benar mencintainya, kamu seharusnya memahami, mengayomi, dan mentolerir semua sikapnya!”

Novel Terkait

You Are My Soft Spot

You Are My Soft Spot

Ella
CEO
4 tahun yang lalu
Wanita Yang Terbaik

Wanita Yang Terbaik

Tudi Sakti
Perkotaan
4 tahun yang lalu
Hello! My 100 Days Wife

Hello! My 100 Days Wife

Gwen
Pernikahan
4 tahun yang lalu
Love Is A War Zone

Love Is A War Zone

Qing Qing
Balas Dendam
5 tahun yang lalu
See You Next Time

See You Next Time

Cherry Blossom
CEO
5 tahun yang lalu
CEO Daddy

CEO Daddy

Tanto
Direktur
4 tahun yang lalu
Ternyata Suamiku Seorang Sultan

Ternyata Suamiku Seorang Sultan

Tito Arbani
Menantu
4 tahun yang lalu
My Only One

My Only One

Alice Song
Balas Dendam
5 tahun yang lalu