The Revival of the King - Bab 149 Baru Pertama Kalinya

Jessy Shangguan cukup cantik, setidaknya dari seluruh wanita yang pernah dijumpai Terry Fan, ia adalah yang tercantik.

Terry Fan bukannya tak tertarik pada Jessy Shangguan, hanya saja ia tak pernah melupakan tujuan utamanya, dalam hatinya ia hanya memikirkan Daisy Fang dan Valentine Li.

Ditambah lagi karena John Duan menyukainya, Terry Fan hanya bisa berusaha menjauhi Jessy Shangguan.

Tapi kini Daisy Fang dan Valentine Li telah membuat Terry Fan sangat kecewa, bertikai dengan John Duan hanya tinggal menunggu waktu.

Dan yang terpenting, Terry Fan ingin mengetahui lebih dalam tentang organisasi di belakang Jessy Shangguan dan tujuan utama organisasi itu. Daripada berusaha mencari informasi kesana-kemari, sebaiknya ia langsung menarget Jessy Shangguan dan berusaha mendapatkan informasi darinya.

Dan Jessy Shangguan baru berusia 20an tahun, bahkan jika ia benar-benar anggota Biro Intelijen Barat, ia pasti tak terlalu berpengalaman.

Dan Terry Fan merasa, karena selama ini Jessy Shangguan juga terus menggodanya, ini adalah saat terbaik untuk mengambil kesempatan ini.

Maka sebaiknya ia meladeni keinginannya, kita lihat siapa yang akan berhasil bertahan sampai akhir!

Memikirkan hal ini, Terry Fan tersenyum tipis, “Kau memang sangat cantik dan imut, hal yang paling kusesali dalam hidup ini adalah terlalu cepat mengesahkan surat pernikahan ini, jika tidak...”

“Jika tidak bagaimana?”

Terry Fan tiba-tiba memeluk Jessy Shangguan, menundukkan kepalanya, dan menciumnya.

Oh Tuhan, ada apa dengannya?

Jessy Shangguan sama sekali tak siap untuk hal ini.

Ia mengira Terry Fan akan tetap menghormatinya tak peduli seperti apapun ia menggodanya.

Meskipun Jessy Shangguan menggandeng tangannya atau bahkan merangkul lehernya, Terry Fan selalu menghindarinya, dan jika ia sudah jengkel, ia akan membentak Jessy Shangguan dan mengusirnya menjauh darinya.

Tapi hari ini reaksinya sangat berbeda.

Ia menciumnya dengan ganas, Jessy Shangguan merasa tertegun, ia mengedip-ngedipkan mata dengan terkejut, tak memahami apa yang sedang terjadi.

Saat ia kembali tersadar dan melihat Terry Fan sedang menciumnya sambil memejamkan kedua matanya, sekujur tubuh Jessy Shangguan bergetar dan bulu kuduknya berdiri.

Oh my, kenapa ciuman ini begitu menghipnotis?

Kenapa jantungku berdegup begitu kencang?

Kenapa aku tak bisa mengendalikan tubuhku?

Aku...

Jessy Shangguan merasa sangat heran.

Ini adalah ciuman pertamanya, ia selalu mengira ciuman pertamanya akan dilakukannya saat ia sedang mabuk, dan pada pria yang disukainya, tak disangka ciuman Terry Fan ini membuatnya merasa gugup, gembira, dan bergairah.

Ini semua adalah reaksi otomatis tubuh Jessy Shangguan, tak ada hubungannya dengan perasaan, tak ada hubungannya dengan orang yang menciumnya, bahkan meskipun orang lain yang menciumnya, sepertinya reaksinya juga akan sedahsyat ini.

Tapi Jessy Shangguan tak mengetahuinya, ia mengira ini semua terjadi karena pesona Terry Fan.

Apalagi aroma maskulin yang tercium dari tubuh Terry Fan membuat pikiran Jessy Shangguan yang sejak awal telah kacau menjadi semakin kacau, ia seolah menyisip wine yang sangat kuat, wajahnya memanas dan memerah.

Ini bukanlah ciuman pertama Terry Fan, tapi untuk menghindari kecurigaan, ia berpura-pura agak gemetaran, agar Jessy Shangguan mengira ini adalah ciuman pertamanya.

Tak disangka, tubuh Jessy Shangguan bergetar hebat. Saat Terry Fan melepaskannya, ia melihat dada Jessy Shangguan kembang kempis dan giginya bergemeretak.

Apa-apaan ini!

Apakah ia melakukan kesalahan, apakah ini benar-benar ciuman pertama Jessy Shangguan, atau ia juga memikirkan hal yang sama seperti dirinya dan berpura-pura seperti ini?

Tapi melihat sikapnya ini, sepertinya tak mungkin ia sedang berpura-pura.

“Kenapa kau, Jessy, apakah ini ciuman pertamamu?”

“Menurutmu?”

Terry Fan tertegun.

Mana mungkin seorang gadis yang bahkan belum pernah berciuman, terus mengejar dirinya sambil juga menunjukkan perasaan terhadap Hans Duan dan menggoda John Duan?

Tapi sikap Jessy Shangguan saat ini sepertinya tak mungkin hanya berpura-pura!

Terry Fan memandangnya sejenak, lalu kembali memeluk dan menciumnya.

Reaksi Jessy Shangguan jauh lebih baik kali ini, tapi tubuhnya masih agak gemetaran, apalagi saat ia menegakkan tubuhnya dan mendongakkan kepalanya, membiarkan Terry Fan menciumnya, kedua tangannya terkulai, tak memberontak ataupun menolak, seolah tak terjadi apa-apa.

Terry Fan hampir 100% yakin, ia adalah pria pertama yang mencium Jessy Shangguan.

Selain tampak gugup dan bergairah, Terry Fan juga bisa merasakan ada sejenis aroma yang menimbulkan gairah yang terus menguar dari tubuh Jessy Shangguan, memberikan reaksi yang dahsyat pada tubuh Terry Fan.

“Jessy...”

“Ya?”

“Meskipun aku telah menandatangani surat pernikahan, aku belum pernah memeluk dan mencium Valentine Li, apalagi melakukan hal itu, apakah kau mempercayaiku?”

“Aku... aku percaya.”

“Tapi kini aku ingin melakukan hal itu denganmu, apakah kau bersedia?”

“Aku... aku tak tahu.”

Jessy Shangguan sama sekali tak berbohong, meskipun di hadapan Terry Fan ia selalu menggodanya, itu semua karena tugas yang diembannya, bukan karena ia benar-benar memiliki perasaan terhadapnya.

Tapi kali ini berbeda, setelah ia menciumnya, Jessy Shangguan serasa kehilangan akal sehatnya.

Saat ini akal sehatnya telah terkalahkan oleh gairahnya.

Jika Terry Fan tak bertanya dan meminta persetujuannya dan langsung melakukannya pun, tak peduli apakah nantinya ia akan menyesalinya, Jessy Shangguan juga takkan memberontak selama prosesnya.

Saat ini akal sehatnya hampir tak berfungsi.

Maka saat Terry Fan menanyainya, ia benar-benar tak tahu apakah ia menginginkannya atau tidak.

Melihat Jessy Shangguan tertegun dan tampak linglung, Terry Fan tak bisa menahan diri menggelengkan kepalanya, damn, apakah organisasinya tak memiliki anggota lain, sampai mengirimkan seseorang sepertinya untuk menggodanya? Tidakkah mereka takut kehilangan seorang gadis baik-baik sekaligus anggota, menggunakan rencana ini, tapi gadis ini malah terpikat oleh pihak lawan, tidakkah ini sama saja melemparkan umpan tanpa hasil?

“Jessy,” Terry Fan menelan ludah, “Jika kau tak menolak, akan kuanggap kau setuju?”

Jessy Shangguan tak mengatakan apapun.

Terry Fan membopongnya dan meletakkannya di ranjang dan segera menciumnya.

Mungkin karena tahu Terry Fan akan melakukan hal itu, tubuh Jessy Shangguan gemetaran hebat.

Terry Fan juga merasa tak berdaya.

Ia merasa seperti sedang berbaring di kursi pijat elektrik, Jessy Shangguan terus gemetaran, membuatnya juga menjadi gugup dan gemetaran.

Terry Fan bertanya lagi, “Apakah ini benar-benar pertama kalinya bagimu?”

Saking gugupnya Jessy Shangguan tak bisa lagi tersenyum, dengan ekspresi tegang ia bertanya, “Bukankah ini juga pertama kalinya bagimu? Awalnya kukira kau sangat berpengalaman, tak kusangka kau tak jauh lebih baik dariku.”

Novel Terkait

Marriage Journey

Marriage Journey

Hyon Song
Percintaan
2 tahun yang lalu
Someday Unexpected Love

Someday Unexpected Love

Alexander
Pernikahan
2 tahun yang lalu
Cinta Seumur Hidup Presdir Gu

Cinta Seumur Hidup Presdir Gu

Shuran
Pernikahan
2 tahun yang lalu
Villain's Giving Up

Villain's Giving Up

Axe Ashcielly
Romantis
2 tahun yang lalu
Loving The Pain

Loving The Pain

Amarda
Percintaan
3 tahun yang lalu
Cinta Dan Rahasia

Cinta Dan Rahasia

Jesslyn
Kesayangan
3 tahun yang lalu
You're My Savior

You're My Savior

Shella Navi
Cerpen
3 tahun yang lalu
Aku bukan menantu sampah

Aku bukan menantu sampah

Stiw boy
Menantu
2 tahun yang lalu