The Revival of the King - Bab 158 Sahabat Menyusahkan

Perasaan tiga orang di dalam ruangan itu saat ini sangat berbeda, Terry dan Yunisha merasa agak sedikit canggung dan malu, sedangkan Ella, ia terlihat sangat kegirangan.

Ia tidak hanya menggunakan mulutnya saja untuk menggoda Terry dan Yunisha, kakinya yang berada di bawah meja pun juga masih tetap beraksi, terkadang ia mengelus-elus betis Terry, terkadang ia juga menginjak kaki Yunisha, memberinya tanda untuk mencoba merayu Terry.

Kesempatan ini sudah ditunggu-tunggu sangat lama oleh Ella, namun Terry dan Yunisha malah terlihat sedikit kaget dan tidak menduga, oleh karena itu makan siang ini hanya dipenuhi dengan perkataan-perkataan yang keluar dari mulut Ella saja, Terry dan Yunisha jarang sekali bebricara.

ma

Ella hanya tahu bahwa Terry memiliki suatu masalah dengan Kenan, kalau tidak, ia tidak mungkin mematahkan dua tulang rusuk Kenan sekaligus, namun ia tidak tahu bahwa semua ini Terry lakukan karena Valentine.

Yunisha mengetahui jelas apa yang terjadi, ia juga tahu, sebenarnya tidak hanya Kenan saja, teman sekolah mereka juga memiliki perasaan yang sama terhadap Valentine, namun Yunisha tidak terima kalau Kenan dipukuli karena Valentine.

Karena ada Ella di sana, Yunisha juga tidak bisa bertanya mengapa Terry memukul Kenan, tapi ia juga tidak peduli pada hal ini.

Yang Yunisha tidak mengerti, kenapa Terry yang sehebat sekarang ini mau menerima wanita bekas Gordong Zhang?

Ia juga pernah dengar dari mulut Kenan tentang hubungan antara Terry, Valentine, dan Gordong, meskipun ia juga merasa bahwa Valentine sangat cantik, tapi ia juga tidak secantik itu sampai-sampai Terry rela diselingkuhi kan?

Terry juga pernah dengar dari John, bahwa Yunisha adalah seorang pekerjakeras, seisi departemen penjualan hanya bergantung pada dia seroang diri, oleh karena itu Terry sangat kagum pada Yunisha.

Namun ia tidak pernah menyangka bahwa Yunisha adalah istri Kenan Liu.

Begitu mengingat wajah Kenan yang hina itu, Terry pun merasa kasihan pada Yunisha, kenapa wanita sesempurna ini harus jatuh ke tangan pria seperti Kenan?

Dan yang membuatnya lebih kaget lagi, bisa-bisanya Ella berusaha keras untuk 'menjodohkan' mereka, sepertinya Yunisha sendiri tidak memiliki pemikiran seperti itu, namun Terry telah sampai di tempat ini terlebih dulu, ia khawatir Yunisha akan salah sangka dan memiliki pikiran bahwa ialah yang mengatur semua ini.

Meskipun ada banyak sekali yang ingin mereka katakan, keberadaan Ella di sana membuat mereka berdua sulit untuk membuka mulut mereka, oleh karena itu mereka memilih untuk berdiam diri dan membiarkan Ella sendiri yang beraksi.

Setelah selesai makan, Terry pun pergi ke kasir untuk membayar makanan mereka, lalu Ella pun berbisik pada Yunisha, "Hei, apa maksudmu, kenapa kau sama sekali tidak berkata apa-apa? Membiarkan aku bertingkah seperti orang gila sendirian seperti ini, kenapa kau tidak membantuku juga?"

"Apa kau ini gila?" tanya Yunisha, "Apa kau kira kita ini masih bekerja di klub malam, sebentar-sebentar saling memperkenalkan pria berduit? Lagipula, saat kita kerja di klun malam dulu, aku sama sekali tidak pernah melakukan hal yang aneh-aneh, sekarang aku juga sudah berkeluarga, apa kau kira......"

"Omong kosong!" balas Ella, "Kau sudah berkeluarga? Lihatlah Kenan sekarang, dulu aku kira dia itu lumayan hebat juga, siapa yang tahu bahwa ia adalah seorang lelaki pengecut saja, Leopard yang umurnya lebih kecil darinya saja tidak bisa ia lawan, kalau kau menikah dengannya, apa kau tidak merasa kasihan pada dirimu sendiri?"

"Kalau aku merasa kasihan pun, apa aku bisa berselingkuh seenaknya?"

"Kau sendiri yang mengatakannya ya, bukan aku."

"Dasasr kau ini!"

Kata Yunisha sambil bangkit berdiri hendak pergi.

"Jangan bercanda!" Ella bangkit berdiri juga dan duduk di sebelahnya, katanya, "Dia adalah pemegang saham perusahaan kalian, ia adalah pewaris Fan's Corp. juga, ia adalah bank bergerak untuk kita berdua!"

Yunisha mencibir kepada Ella, "Kukatakan sekali lagi padamu, aku tidak sama sepertimu, kau bisa tidur dengan siapa saja yang kau mau, aku tidak bisa......"

"Kau ini tidak tahu berterima kasih ya?" Ella melotot pada Yunisha, "Bukankah kita ini sahabat? Aku selalu memikirkan dirimu setiap saat. Mungkin perkataanku memang tidak enak didengar, tapi lihatlah Kenan Liu sekarang, meskipun ia memiliki banyak anak buah, tapi selain melakukan penipuan di sana-sini, ia hanya bisa mengenyangkan perutnya sendiri saja, apa kau pikir ia bisa menghidupimu dan anakmu?"

Yunisha terdiam.

"Bukankah semua wanita ingin menikah dengan pria yang sukses, tidak perlu sampai dipuji-puji oleh semua orang juga, tapi setidaknya kita tidak dihina oleh orang lain di belakang kita! Kau dan aku juga tidak jelek, lihatlah sekarang, kau menikah dengan seorang pria pengecut, sedangkan aku hanya berpacaran dengan seorang anak GM yang biasa saja. Tidak bisa dibilang miskin juga sih, tapi kaya raya juga tidak!"

"Apa kau tahu Valentine Li? Dia adalah teman sekolah Kenan juga, bagaimana dia sekarang? Ia menikah dengan Terry, dan tinggal di Villa Ocean Gunung Min, apa hebatnya dia? Bukankah ia juga hanya bisa tidur-tiduran di atas ranjang saja, kita juga bisa melakukannya. Tapi kenapa nasib kita sepahit ini, sama-sama tersiksa karena pria, apa yang kita punya sekarang?"

Yunisha membalas, "Maksudmu, kau ingin berebut pria dengannya?"

Baru saja Ella hendak mengatakan sesuatu, tiba-tiba handphonenya berdering, ia mengeluarkan handphonenya dan melihat bahwa Terry yang meneleponnya.

Ia segera menyuruh Yunisha bungkam dan mengangkat telepon itu, "Halo, Dirut, kita akan segera turun."

"Tidak apa-apa, kalian lanjutkan saja perbincangan kalian, aku ada urusan dan harus pergi dulu, sampai jumpa."

"Baiklah. Terima kasih, Dirut, awalnya aku yang ingin mentraktirmu, tapi aku malah membuatmu bangkrut."

"Apa yang kau katakan? Tidak perlu sungkan-sungkan, aku pergi dulu."

Setelah mematikan teleponnya, Yunisha pun berkata, "Lihatlah, kau sudah bersusahpayah seperti ini, dia malah malas untuk naik ke atas lagi, lakukan saja apa yang seharusnya kau lakukan!"

Lalu, Yunisha pun bangkit berdiri.

"Mau ke mana kau?" Ella menarik tubuh Yunisha untuk duduk lagi, "Apa kau tidak bisa melihatnya? Ia adalah konglomerat yang kaya raya, tapi sama sekali tidak sombong, juga tidak mata keranjang, pria seperti ini sungguh amat sangat langka."

"Sudah tahu begitu, kau masih ingin menggodanya?"

"Duh, kau ini, sama sekali tidak terlihat seperti wanita yang bekerja di klub malam? Apa kau masih ingat dengan slogan kita dulu? Jangan takut pada pria yang tidak mau mengeluarkan uang, takutlah pada pria yang tidak punya uang. Pria yang tidak punya uang sama seperti seekor babi, kalau bertemu dengan pria yang memiliki uang namun tidak bisa membuatnya mengeluarkan uangnya untuk kita, berarti kita jauh lebih bodoh dari seekor babi!"

Yunisha tertawa, "Kalau kau mau, lakukan saja sendiri, aku tidak punya waktu untuk menghiraukanmu."

"Nenek!" wajah Ella berubah suram, "Bukankah kita saling mengenal satu sama lain dengan baik? Kalau kau berlagak polos di depanku, jangan salahkan aku kalau aku marah!"

"Baik, aku tidak akan berlagak polos, kalau begitu ayo kita pesan sebuah kamar di Jiang City Hotel, kalau kau berani, ajak dia ke sana!"

"Lihatlah dirimu, ekor rubahmu keluar juga kan? Apa kau tidak melihat kalau dirinya itu sangat polos, ia pasti sangat tidak berpengalaman, dia sangat berbeda dengan om-om tua biasanya, sedikit-sedikit langsung naik ke atas ranjang, kalau dilihat dari rupanya, ia pasti lebih suka dengan pendekatan perlahan-lahan yang lebih romantis."

"Apa maumu?"

"Ini adalah pertemuan pertama kita, yang jelas aku akan terus menggodanya, kalau kau mau berpura-pura juga boleh, tapi jangan salahkan aku kalau aku menelannya sendirian, kalau kau tidak mau, kau juga harus membantuku, tiap kali aku mengajaknya berkencan, kau harus mau kujadikan alasan juga."

"Aduh, kau ini benar-benar menyusahkanku."

"Kalau aku tidak menyusahkanmu, siapa yang bisa kususahkan, siapa suruh kau ini adalah sahanatku? Lagipula aku sudah menawarkannya kepadamu terlebih dahulu, tapi kau malah berlagak polos, jangan salahkan aku kalau aku mendapatkannya."

Novel Terkait

Villain's Giving Up

Villain's Giving Up

Axe Ashcielly
Romantis
2 tahun yang lalu
Menantu Bodoh yang Hebat

Menantu Bodoh yang Hebat

Brandon Li
Karir
2 tahun yang lalu
Ternyata Suamiku CEO Misterius

Ternyata Suamiku CEO Misterius

Vinta
Bodoh
2 tahun yang lalu
Bretta’s Diary

Bretta’s Diary

Danielle
Pernikahan
2 tahun yang lalu
Wanita Yang Terbaik

Wanita Yang Terbaik

Tudi Sakti
Perkotaan
2 tahun yang lalu
Cinta Yang Berpaling

Cinta Yang Berpaling

Najokurata
Pertumbuhan
2 tahun yang lalu
Si Menantu Buta

Si Menantu Buta

Deddy
Menantu
2 tahun yang lalu
Adieu

Adieu

Shi Qi
Kejam
3 tahun yang lalu