The Revival of the King - Bab 250 Siapa Yang Mengutus Ini

Astaga, sepertinya wanita hamil.

Terry dengan segera memutarkan setir mobilnya ke pinggir jalan.

Dia menghentikan mobilnya lalu mendorong pintu itu keluar dan berteriak : “Apa yang kalian lakukan?”

Setelah berkata, Terry segera menghampiri.

Keempat anak muda yang mengenakan baju hitam, tanpa berkata dan segera menghampiri, lalu di setiap tangan mereka memiliki pisau dan tanpa berlari menuju ke arah Terry.

Terry melihat seorang wanita yang berbaring dengan perut yang cukup besar dengan segera menuju ke sana, dan berlari ke pepohonan.

Wanita ini tidak mengalami bahaya, Terry merasa tenang, lalu melihat keempat orang itu dengan arah lampu yang berlawanan menuju ke dirinya.

Terry menaikan tubuhnya lalu memberikan sebuah tendangan.

Kaki, selalu lebih cepat di bandingkan dengan tangan.

Terdengar beberapa pukulan kaki, kemudian mulai menendangi tangan mereka dan keempat orang ini mulai merasakan kesakitan, lalu Terry mengikuti tangan mereka yang terjatuh di tanah.

Kemudian menggunakan ujung jari dan kembali menaikan tubuhnya, lalu kembali terdengar pukulan, kaki Terry sendiri memukuli dada ke empat orang ini.

Keempat orang ini seperti kartu domino yang berterbangan segera bergiliran dari langit tanpa suara apapun.

Terry yang ingin memutarkan tubuhnya itu, seketika melihat beberapa orang lagi datang secara bersamaan.

Terry melihat setidaknya ada beberapa orang yang berumur 24 tahun kebawah, membawa pisau dan tanpa berkata apapun.

Ada yang salah!

Ini seperti bukan kejahatan yang terjadi, sepertinya semua ini telah di rencanakan dan juga tujuan mereka bukan ibu hamil itu tetapi dirinya sendiri.

Terry tanpa berkata, mengeluarkan tali pinggangnya, lalu terlebih dulu menaikan tubuhnya ke atas mobil dan menuju ke orang yang terdekat.

Secara tekniknya.

Jika menuju ke orang yang terdekat, maka orang yang di belakang akan menghampiri.

Dalam seketika dia mengalihkan dan ketika hampir mendekati orang yang terdekat, dia memutarkan tubuhnya dan dengan ini semua barisan itu akan menjadi kacau.

Ketika Terry mengeluarkan tali pinggangnya, dan di malam hari ini, para pemukul ini hanya bisa melihat pisau berkilau mereka saja dan tidak menyadari tali pinggang yang berada di tangan Terry.

Setelah beberapa suara, banyak orang yang tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi, beberapa di antara mereka merasa wajah juga tangannya seperti terluka dan berteriak.

Pisau yang secara bersamaan jatuh, dan para pemukul itu seperti merasa tersambar petir dan habis begitu saja.

Dari kedua arah para pemukul itu, dari kiri dan kanan menuju ke arah Terry.

Terry sambil melemparkan tali pinggangnya, sambil memberikan tendangannya, lalu terdengar suara pukulan yang menghampiri setiap orang.

Para pemukul itu seperti tidak tahu apa yang terjadi, mereka merasa dada, tangan, leher juga kepalanya mereka seperti mendapatkan tendangan dari kaki juga pukulan yang terasa sakit.

Secara bersamaan berteriak dan para pemukul ini tergeletak begitu saja di lantai.

Terry tidak dapat menemukan ketua gengnya disini, lalu dengan sembarangan dia menemukan seorang yang tergeletak di sana, dan menekan tulang rusuknya.

“Ah——” Pemukul itu dengan berteriak dan berkata : “Ampun, ampun bos!”

“Katakan, siapa yang mengutus kalian?”

“Feng... paman Feng.”

“Siapa itu pama Feng?”

Astaga, bahkan tidak mengenal paman Feng? Pemukul itu merasa terkejut.

Terry kembali memutar tangannya lalu pemukul itu berteriak : “Astaga ampun! Paman Feng itu iya pama Feng, dia adalah bos di ibukota provinsi ini! astaga——”

“Siapa namanua?”

“Tidak tahu, aku tidak tahu.”

Terry menendang dia pergi, lalu memegang seseorang lagi dan kembali menekan tulang rusuknya.

Orang itu merasa kesal kenapa pemukul itu seperti tidak berguna? Hanya dengan menekan tulang rusuknya saja, dia harus menangis seperti itu?

Orang yang berdiri dan berbicara itu tidak merasakan sakit di pinggangnya, tetapi ketika Terry memegang tulang rusuknya, seketika dia mengerti apa yang terjadi.

Sebuah rasa sakit yang tidak pernah di rasakan, seperti tersengat listrik, dan ketika Terry menekan tulang rusuknya seluruh tubuhnya terasa sakit.

Rasa sakit itu, seperti terkoyak dan tulang ini seperti terkoyakan.

Tanpa menunggu Terry bertanya, wajahnya telah memerah dan berkata : “Astaga ampun! Paman Feng bernama Wilbert Ye, dan sekarang berada di Blue Sky Gate Hotel untuk menunggu kabar dari kami, astaga ampun!”

Sepertinya orang ini tanpa menunggu Terry berkata telah mengatakan semuanya.

Terry melihat seorang pemukul lainnya telah mengerutkan dahinya, dengan artian orang ini telah mengatakan terlalu banyak hal.

Terry telah membuat sebuah kesalahan lalu dengan segera dia memegang pemukul itu, dan terdengar rintihan dari pemukul itu : “Astaga ampun bos! Bukankah apa yang ingin kamu ketahui telah di katakan oleh mereka?”

“Aku meminta kamu untuk mengatakannya sekali lagi.”

“Astaga baiklah, kami adalah orang dari paman Feng dan namanya adalan Wilbert Ye, lalu sekarang dia sedang berada di Blue Sky Gate Hotel untuk menunggu kami, astaga——”

“Kenapa dia mengutus kalian untuk menyerangku?”

“Astaga bos, kamu sungguh tidak mengerti——”

“Siapa ketua kalian?”

“Orang yang meminta pertolongan itu adalah kak Min, dia adalah orangnya paman Feng.”

Terry yang menaikan kepalanya melihat kepepohonan itu lalu menyadari ada sebuah jalanan kecil dan sebuah mobil menyala dan pergi.

Terry dengan segera membuka mobilnya lalu pergi dan mengejarnya.

Melihat dia pergi, para pemukul itu bertanya kepada mereka bertiga : “Astaga, kenapa kalian mengatakan hal ini?”

“Sialan, kamu berdiri tanpa merasakan pinggang yang sakit, tanyakan saja kepada mereka berdua, apakah bisa menahan rasa sakitnya?”

Walaupun kedua orang ini setuju, tetapi orang lain tidak percaya, karena tekanan dari Terry itu tidak pernah mereka rasakan dan tidak tahu bagaimana rasa sakitnya.

Lalu orang yang menangis itu mengambil telepon genggamnya dan tidak menghubungi kak Min dan segera menghubungi Wilbert : “Paman Feng, kami di kalahkan dan segeralah kamu pergi dari Blue Sky Gate Hotel, karena orang itu telah menuju ke sana.”

“Berapa orang?”

“Satu orang!”

Ketika paman Feng ingin memarahi mereka, lalu terlihat kak Min menghubunginya, lalu dia menutup telepon dari mereka dan menjawab telepon dari kak Min.

“Paman Feng, orang mana yang kamu mintai kita untuk menyerangnya? Orang itu, sangat hebat dan memukul 20 orang tanpa berkata, lalu dalam beberapa menit saja mereka semua telah terjatuh, kamu segeralah mereka, astaga sepertinya dia telah datang.”

Novel Terkait

Love From Arrogant CEO

Love From Arrogant CEO

Melisa Stephanie
Dimanja
2 tahun yang lalu
My Charming Lady Boss

My Charming Lady Boss

Andika
Perkotaan
3 tahun yang lalu
The Campus Life of a Wealthy Son

The Campus Life of a Wealthy Son

Winston
Perkotaan
2 tahun yang lalu
Back To You

Back To You

CC Lenny
CEO
2 tahun yang lalu
You Are My Soft Spot

You Are My Soft Spot

Ella
CEO
2 tahun yang lalu
Jika bertemu lagi, aku akan melupakanmu

Jika bertemu lagi, aku akan melupakanmu

Summer
Romantis
3 tahun yang lalu
That Night

That Night

Star Angel
Romantis
3 tahun yang lalu
Hei Gadis jangan Lari

Hei Gadis jangan Lari

Sandrako
Merayu Gadis
2 tahun yang lalu