The Revival of the King - Bab 245 Ada Alasan Lain

Shit, Ternyata karena arahnya telah berubah, pantas saja sangat mudah mencapai kesepakatan?

Karena itu, Terry Fan sangat jelas, alas an Direktur menyetujui bernegosiasi dengannya, pasti karena Jessy Shangguan dan Nyonya Shangguan.

Terry Fan bertanya: "Karena atasanmu telah setuju untuk bernegosiasi denganku, daripada membiarkan orang baru menemuiku, kenapa tidak kamu saja yang menjadi perwakilannya untuk bernegosiasi denganku?”

Nyonya tersenyum berkata: “Pertanyaanmu ini juga terpikirkan olehku, dan aku juga menanyakan ini ke Atasanku. Masalahnya Atasanku cemas aku akan melindungimu dan akan membuat kerugian bagi Negara kami selama proses negosiasi kelak.”

"Kalau begitu, Kamu telah kehilangan kepercayaannya?”

“Tidak juga.” Kata Nyonya Shangguan menjelaskan: “Alasannya mengirim orang lain adalah karena ingin menilai situasimu kembali dari awal, dan orang yang diutus ini pastilah orang yang ingin membunuhmu.

Terry Fan terdiam sesaat: “Ini dating untuk bernegosiasi atau untuk mencari masalah?”

Nyonya Shangguan menjelaskan berkata: “Inilah perbedaan terbesar antara negara kami dengan negara lain. Sebenarnya Ketua Biro kami sebelumnya, Direktur Kantor Badan Pertahanan Nasional sekarang, dari awal Dia berharap kamu dapat kami manfaatkan, yang berarti dia menginginkan kamu hidup-hidup.”

"Operasi sore ini gagal, dan berita ini telah dilaporkan kepadanya. Sekarang dia bilang ingin membujuk pihak lain yaitu orang yang menginginkan kematianmu, apakah akan terus menginvestasikan tenaga dan sumber daya material dan menginginkan kematianmu, atau berubah arah kembali bernegosiasi denganmu.”

"Lagi pula, melalui aku dan Jessy, telah melaporkannya berkali-kali tentang ini, yaitu kamu bersedia bernegosiasi dengan dengan Biro Intelijen."

"Hanya saja masalah ini tidak sesederhana itu. Jika dia berbalik dari rencana sebelumnya, pihak yang lain akan berpikir menipu mereka demi kepentingan pribadi, bahkan sengaja membuat misi kali ini gagal.”

“Jadi dia hanya bisa mengangkat masalah ini pada rapat gabungan, dan pada saat yang sama, dia akan menyarankan agar pihak lain yang mengirim perwakilan untuk bertemu denganmu. Pendapatnya ini akan mempengaruhi Kantor Badan Pertahanan Nasional dan Biro Intelijen mengambil keputusan akhir tentangmu.”

Terry Fan akhirnya mengerti, sepertinya ini adalah karakteristik dari Bagian Barat. Setiap saat, selalu aka nada dua pihak yang akan memeriksa dan mengawasi, sepertinya ini sangat adil, sebenarnya sangat banyak penyalahgunaan.

Contohnya saja seperti kasus Terry Fan, jelas-jelas pihak lain telah gagal, jika bukan karena belas kasihan Terry Fan, maka anggota pihak lawan akan hilang dan ini akan mempengaruhi citra Negara itu dalam masyarakat akan berkurang.

Dalam keadaan normal, pemimpin Program pengasuh hanya perlu melihat situasi dan beradaptasi, hanya perlu mencapai tujuan akhir, untuk apa repot-repot memperhatikan prosesnya?

Tetapi Bagian Barat berbeda. Apa pun yang dilakukannya, selamanya akan selalu ada dua sudut pandang yang bertentangan, untuk memutuskan sesuatu, harus mecapai jumlah mayoritas.

Dengan kata lain, jika ingin mengubah program pengasuh maka harus mengadakan pertemuan.

Selain itu, mereka harus menjadi orang yang berlawanan, agar dapat memberi pendapat mengenai Terry Fan, mereka baru dapat mengubah Program pengasuh, kalau tidak dengan cara apapun mereka akan tetap melanjutkan misinya.

Untungnya, pemimpin dari rencana ini, Direktur saat ini, secara subyektif tidak ingin melanjutkan misi ini, kalau tidak, Terry Fan sedikitpun tidak akan memiliki kesempatan selain bertarung untuk bertahan hidup, dan tidak ada kemungkinan untuk bernegosiasi.

Tentu saja, Terry Fan juga harus berhati-hati, ini adalah jebakan pihak lain, terutama ketika Nyonya Shangguan menyarankan tempat negosiasi pasti tidak akan di Bagian Timur. Jika seperti itu, mereka akan lebih mudah menyiapkan segala sesuatunya.

Terry Fan bertanya: "Nyonya, dapatkah aku memahaminya seperti ini, Atasanmu pada dasarnya telah menyerah untuk melanjutkan rencana untuk membunuhku, tapi aku yang ingin membujuk pihal lainnya?”

"Tidak buruk."

"Aku dan pihak lawan pasti sangat tidak cocok, bagaimana jika mereka mengambil kesempatan ini dan membuat jebakan untukku?”

"Kemungkinan ini bukannya tidak mungkin, ini sangat memungkinkan. Jika mereka dapat membunuhmu setelah misi yang gagal, maka itu tidak hanya akan membuktikan bahwa rencana mereka benar, tetapi juga membuktikan ketidakmampuan kami. "

"Ini mudah diatasi!" Jessy Shangguan menyela: "Kalau begitu kita diam-diam membantu Terry Fan.”

Nyonya Shangguan meliriknya: "Yang terpikirkan olehmu, bisakah tidak terpikirkan oleh Atasan kita? Biar kuberitahu, tiket pesawat sudah dipesan. Setelah satu jam, kita harus pergi dari sini dan terbang langsung ke negara T."

“Hah?” Jessy Shangguan tertegun menatap Nyonya Shangguan.

Nyonya Shangguan berpaling berkata ke Terry Fan: “Aku ingin memberitahumu, sekarang baik aku maupun Jessy tidak bisa membantumu, orang atas akan mengirimkan orang untuk bertemu denganmu, dan lagi ini adalah orang pihak lawan, jadi kamu harus mengurusnya sendiri.”

Terry Fan memeluk Jessy Shangguan saat ini, dan pada saat yang sama meregangkan kakinya, mengaitkan betis Nyonya Shangguan dan berkata, "Tidak mungkin kan? Aku baru saja menjalin hubungan dengan Jessy, dan kamu sudah mau membawanya pergi? Apakah kamu tidak bersimpati sedikitpun?”

Maksud perkataannya ini dia baru saja memiliki hubungan yang baik dengan Nyonya Shangguan, namun Nyonya Shangguan sekarang ingin pergi, ini membuatnya sangat menyesalinya.

Tentu saja Nyonya Shangguan mengerti, dengan datar berkata: “Kepergian kamu bukannya karena kamu, melainkan karena ada orang yang lebih penting. Kamu bisa lebih memperhatikan berita tentang perang saudara Negara T, mungkin saja di kamera berita tersebut kamu dapat melihat aku dan Jessy.”

"Tapi……"

"Aku sudah memberitahumu apa yang dikatakan Atasan. Bisakah sekarang kamu pergi untuk sementara waktu dan membiarkanku berbicara dengan Jessy berdua?"

"Oke! Kalau begitu aku akan menunggu kalian di bawah."

Setelah Terry Fan pergi, dia langsung pergi ke bagian keuangan Kafe, bertemu Supervisor Keuangan untuk mendapatkan kunci kantor Johnson.

Setelah menyalakan komputer, melihat sekilas pembukuan, sama seperti yang dikatakan Johnson, di atas tertulis dengan sangat jelas.

Terry Fan berpikir sejenak, dan segera mengirim uang yang sudah seharusnya di terima Johnson, dan melampirkan pesan: Selain identitasmu sebagai Agen Spesial, kerja sama diantara kita masih sangat menyenangkan, uang ini memang seharusnya kamu terima.

Setelah Terry Fan keluar, Jessy Shangguan berkata dengan muram: “Nyonya, Aku tidak ingin ke Negara T.”

Nyonya Shangguan tiba-tiba berdiri, suara ‘Plak’ terdengar, Nyonya Shangguan mengulurkan tangan dan menampar wajah Jessy Shangguan dengan keras, dalam sesaaat wajahnya kesakitan karena tamparan.

"Nyonya……"

"Jangan bilang, obat yang di dalam kopi bukan pemberianmu, Kepala Biro sebelumnya telah mengetahuinya, kamu bukan hanya menghianatiku, bahkan menghianatinya!”

Jessy Shangguan tersadar: “Maaf! Nyonya, ini adalah perintah Kepala Biro sekarang, Aku…. Aku tidak berdaya!”

Novel Terkait

Akibat Pernikahan Dini

Akibat Pernikahan Dini

Cintia
CEO
3 tahun yang lalu
Cinta Tak Biasa

Cinta Tak Biasa

Susanti
Cerpen
3 tahun yang lalu
Siswi Yang Lembut

Siswi Yang Lembut

Purn. Kenzi Kusyadi
Merayu Gadis
2 tahun yang lalu
Aku bukan menantu sampah

Aku bukan menantu sampah

Stiw boy
Menantu
2 tahun yang lalu
Uangku Ya Milikku

Uangku Ya Milikku

Raditya Dika
Merayu Gadis
2 tahun yang lalu
Yama's Wife

Yama's Wife

Clark
Percintaan
2 tahun yang lalu
Where’s Ur Self-Respect Ex-hubby?

Where’s Ur Self-Respect Ex-hubby?

Jasmine
Percintaan
2 tahun yang lalu
After The End

After The End

Selena Bee
Cerpen
3 tahun yang lalu