The Revival of the King - Bab 305 Menghadapi Serangan

Tebakan Terry Fan barusan benar-benar tepat.

Setelah menerima perintah dari Elena untuk menyiapkan empat jip dan membawa anak buahnya ke Negara T demi membantu Terry Fan mencari Nyonya Shangguan dan Jessy Shangguan, ia sudah membuat sebuah rencana.

Meski Elena telah dengan jelas memberitahunya bahwa setelah keduanya ketemu, mereka bisa menunggu kode mata dari dia. Pertama adalah menahan Peter Chen dan Stella Dong, kemudian pakai semua peluang yang mungkin untuk menodong Terry Fan.

Tetapi, keahlian Terry Fan memang sebanding dengan mereka.

Berhubung si pria telah bernegosiasi dengan Biro Intelijen Barat, dalam situasi normal, Terry Fan pasti tidak akan waspada terhadap para prajurit bayaran sampai Nyonya Shangguan dan Jessy Shangguan ditemukan. Jadi, si pimpinan memutuskan untuk merencanakan serangan tanpa memedulikan perintah Biro Intelijen Barat.

Berdasarkan rencananya, sekalinya mereka memasuki Negara T, prajurit-prajurit bayaran akan langsung meluncurkan roket untuk meledakkan jip yang dinaiki Terry Fan.

Bagaimana pun, mereka sebelumnya telah menerima perintah untuk menyingkirkan Terry Fan. Setelah tugas pencarian selesai mereka juga akan membunuhnya, jadi tidak ada salahnya untuk melancarkan serangan lebih awal.

Jujur saja, para prajurit bayaran tidak mengkhawatirkan reaksi Biro Intelijen Barat terhadap rencana mereka berbuat lancang.

Tetapi, situasi sekarang berubah total.

Terry Fan sudah melakukan antisipasi dengan langsung membawa Elena ke dalam mobilnya. Andai kepala kantor Biro Intelijen Barat di Negara C terbunuh oleh senjata mereka, mau bilang apa mereka ke Biro Intelijen Barat?

Jadi, mereka hanya bisa menanti momen lagi.

Setibanya mobil di pos pemeriksaan perbatasan, pimpinan prajurit bayaran, yang naik jip paling depan, menunjukkan selembar surat keterangan pada penjaga pos. Mereka pun langsung dipersilahkan lewat.

Melihat ini, Stella Dong merasa sedikit aneh.

Perbatasan apa ini? Hanya dengan selembar surat sederhana, empat jip yang penuh prajurit bayaran bersenjata bisa langsung lewat?

Yang tidak wanita itu ketahui adalah pos pemeriksaan perbatasan antara Negara C dan Negara T biasanya lebih tidak berguna lagi karena hubungan kedua negara sangat baik.

Hanya saja, berhubung perang saudara tengah terjadi di Negara T, untuk mencegah aliran masuk pengungsi dan personel bersenjata, Negara C pun mengetatkan sedikit pengawasannya. Tujuannya adalah mencegah orang-orang dari Negara T masuk.

Soal orang-orang Negara C yang ingin masuk Negara T, jangankan memperlihatkan surat perintah Biro Intelijen Barat, yang main pasar gelap asal menyogok para petugas pun bisa dipersilahkan lewat.

Setelah memasuki negara T, rombongan jip langsung menuju ibu kota. Alasannya, pertempuran di sana paling parah dan lima ahli mereka dulu juga hilang kontak di sana.

Nyonya Shangguan dan Jessy Shangguan juga diculik di sana, jadi mereka memanfaatkan malam hari untuk bergegas.

Jarak tempuh dari perbatasan ke ibu kota sekitar lima ratus kilometer. Dikarenakan kondisi jalannya tidak begitu mulus, setidaknya butuh waktu sepuluh jam untuk tiba.

Setelah mobil melaju beberapa saat, melihat tidak ada apa-apa di pinggir jalan, tangan Elena menjadi tidak nyaman. Sambil bersandar pada Terry Fan, dia meletakkan tangannya di pangkuan pria itu.

Melihat ini, Stella Dong, yang duduk di belakang, sedikit tersipu dan dengan cepat memalingkan wajahnya ke samping.

Wanita pertama mengamati reaksi wanita kedua melalui spion belakang. Entah apa yang dikatakan oleh Terry Fan benar atau tidak, setidaknya di mata dirinya, reaksi Stella Dong sangat mirip dengan seorang mantan pacar.

Semakin Stella Dong tampak cemburu, maka keras pula Elena bekerja. Ia secara mengejutkan mencium Terry Fan.

Si pria juga tanpa sadar melirik kaca spion belakang. Melihat reaksi Stella Dong, ia tersenyum dalam hati.

Satu tangannya memegang kemudi, sementara satu tangannya yang lain merangkul Elena. Pria itu tidak hanya membiarkan si wanita mencium dirinya, tetapi juga sesekali mengecupnya balik.

Melihat ini, Peter Chen ikutan Stella Dong membuang muka.

Tiba-tiba, di depan muncul kilatan api yang diikuti dengan suara ledakan.

Untuk menghindari ledakan, jip di paling depan tiba-tiba membuang setir ke kanan. Karena gerakannya terlalu mengagetkan, mobil meluncur ke padang gurun sebelah sambil bergoyang.

Terry Fan menginjak rem, kemudian dua jip di belakang juga ikut mengerem.

Melihat situasi ini, Peter Chen dan Stella Dong bersiap untuk membuka pintu dan turun.

“Jangan bergerak!” Terry Fan berujar pelan.

Stella Dong berseru: “Apakah kamu memilih menunggu kematian di dalam mobil?”

Elena menegakkan posisi duduk, mengeluarkan pistol, dan berkata: “Jika kamu berani membuka pintu dan keluar dari mobil, itu artinya kamu siap diserang!”

Belum pernah melihat pertempuran seperti ini, Peter Chen dan Stella Dong tidak memiliki pengalaman.

Mereka saling berpandangan dan melihat ke belakang. Meskipun dua jip di belakang berhenti, tidak ada satu pun penumpang yang turun.

Memang benar, pengalaman adalah guru paling hebat.

Ketika situasi tidak jelas, tidak turun dari mobil adalah keputusan paling rasional.

Apalagi pada malam hari, saat jarak pandang kurang baik, jika mereka keluar dari mobil dengan gegabah, pihak lawan akan merasakan bahaya. Mereka pun akan menembak ke arah apa pun yang terlihat bergerak itu.

Jadi, meski pimpinan mereka duduk di mobil pertama, prajurit-prajurit bayaran di belakang hanya bersiap untuk serangan mendadak. Tidak ada yang berani turun.

Tim prajurit bayaran awalnya beranggotakan sepuluh orang. Namun, dua diantaranya sudah tewas di bar, jadi sekarang cuma tersisa delapan.

Di jip yang tadi membuang setir, selain supir dan pimpinan ada dua prajurit bayaran. Jadi, jumlah penumpangnya adalah empat orang.

Setelah mobil terguling, mereka langsung turun dari mobil, namun tidak berani bangkit berdiri. Mereka merangkak ke beberapa sisi sambil mengamati pihak lawan.

Di dua mobil di belakang, ada total empat prajurit bayaran. Mereka semua membuka pintu, namun tidak bergerak. Hanya setelah mendengar suara tembakan, barulah mereka melompat keluar dari mobil dan berguling ke pinggir jalan dengan kecepatan tercepat. Keempatnya siap bertempur.

Pada momen ini, pengeras suara terdengar dari arah depan: “Orang-orang di dalam jip mohon perhatian. Semua orang keluar dari mobil perlahan-lahan, kemudian berdiri di samping mobil masing-masing tanpa bergerak.”

Stella Dong bertanya: “Haruskah kita turun dari mobil?”

“Tentu.” Terry Fan berkata: “Pihak lawan pasti punya sensor inframerah dan tahu ada berapa orang di setiap mobil. Tidak jujur pada momen begini hanya akan memicu kemurkaan mereka.”

Si pria membuka pintu dan turun. Ellena pun ikutan. Hanya saja, dia tidak membawa senjatanya dan hanya meletakannya di kursi.

Saat kamu tidak bisa melihat lawan, membawa senjata hanya bisa mendatangkan senjata.

Untunglah, senjata itu Elena letakkan dalam jangkauan. Andai membutuhkannya, ia bisa meraih pistol itu dalam waktu singkat.

Peter Chen dan Stella Dong ikut turun. Keempatnya berdiri di kedua sisi jip.

Keempat prajurit bayaran di mobil belakang pun turun.

Pengeras suara kembali berteriak: “Letakkan senjata kalian di bawah.”

Empat prajurit itu mau tidak mau mematuhi perintah mereka. Dengan membawa tiga prajurit bayaran, pimpinan prajurit merangkak diam-diam ke sumber suara.

Pengeras suara berbunyi lagi: “Empat orang di mobil pertama, letakkan senjata dan bangkit berdiri!”

Pimpinan tertegun. Ia tidak menyangka aksi diam-diamnya diketahui dengan baik oleh pihak lawan.

“Pimpinan, apa yang harus kulakukan?” Seorang prajurit bayaran bertanya.

“Meletakkan senjata akan mendatangkan kematian, sementara bangkit berdiri lebih membawa kematian. Mari kita menembak ke arah munculnya suara, lalu bergegas menyerang.”

“Baik.”

“Tembak!”

Novel Terkait

Husband Deeply Love

Husband Deeply Love

Naomi
Pernikahan
2 tahun yang lalu
Doctor Stranger

Doctor Stranger

Kevin Wong
Serangan Balik
2 tahun yang lalu
Unlimited Love

Unlimited Love

Ester Goh
CEO
2 tahun yang lalu
His Soft Side

His Soft Side

Rise
CEO
2 tahun yang lalu
Cinta Seorang CEO Arogan

Cinta Seorang CEO Arogan

Medelline
CEO
2 tahun yang lalu
Your Ignorance

Your Ignorance

Yaya
Cerpen
3 tahun yang lalu
Pernikahan Kontrak

Pernikahan Kontrak

Jenny
Percintaan
3 tahun yang lalu
 Habis Cerai Nikah Lagi

Habis Cerai Nikah Lagi

Gibran
Pertikaian
2 tahun yang lalu