The Revival of the King - Bab 145 Mengerahkan Seluruh Kemampuan

Terry Fan menoleh, dan benar-benar melihat pakaian ganti dan perlengkapan mandi terletak di atas kasur. Kalau begitu dia harus pergi mengambilnya, ini lebih baik daripada Penny Zhou yang harus keluar mengambilnya sendiri.

Setelah berkata begitu, Penny Zhou pun lanjut mandi. Dalam hati ia berpikir, "Aku harus melihat ekspresinya saat menyerahkan barang-barang itu nanti."

Tak lama kemudian, terdengar suara Terry Fan, "Barang sudah kutaruh di depan pintu."

Wow, dia punya rencana ya?

Penny Zhou tidak mengira kalau Terry Fan akan berbuat begitu. Dia bahkan berharap untuk melihat wajah malu-malu pria itu!

Penny Zhou pun tidak berani bertindak berlebihan. Ia mengambil baju dan perlengkapan mandinya dari depan pintu. Setelah mandi sampai bersih, ia berganti pakaian tidur berwarna putih yang sedikit transparan, sehingga memperlihatkan dengan jelas ada apa di dalamnya.

Penny Zhou duduk di atas sofa. Aroma wangi yang segar menguar dari tubuhnya, membuat hati Terry Fan bergetar karenanya.

Meskipun Terry Fan biasanya merasa jijik pada Penny Zhou, tapi wangi badan perempuan itu memang harum.

Selain wangi sabun mandi, Penny Zhou juga menyemprotkan parfum yang aromanya bisa menggoda pria, membuat Terry Fan terpaksa menahan napas untuk waktu yang lama.

"Memang acaranya sebagus itu, ya, sampai kamu tidak mengalihkan pandangan dari TV? Tentang apa, sih?"

"Rid of The Bandits, film perang spionase melawan Jepang, cerita tentang adu kepintaran dan keberanian antara Kevin Liu dan Nanzao Unko. Harusnya ini adalah film spionase terbaik akhir-akhir ini."

"Kalian para pria memang sukanya nonton pukul-memukul dan bunuh-membunuh seperti ini ya. Wow, siapa perempuan itu? Cantik sekali!"

"Nanzao Unko, mata-mata terkenal."

"Maksudku, aktris ini, kenapa dia sedikit mirip dengan aku ya?"

Tidak perlu dibilang lagi, Nanzao Unko adalah seorang mata-mata terkenal sepanjang sejarah. Sutradara yang memilih aktris ini juga lumayan bagus. Walaupun tidak begitu terkenal, tapi dia sangat cantik. Putih, posturnya tinggi namun berisi, sedikit mirip dengan Penny Zhou.

Dan yang lebih sensasional adalah, aktor yang memerankan ini juga sedikit mirip dengan Terry Fan.

Kebetulan juga, Kevin Liu dan Nanzao Unko di film juga sedang duduk di atas sofa.

Nanzao Unko sedang mengerahkan seluruh kemampuannya untuk menjebak Kevin Liu agar tunduk padanya, namun Kevin Liu tidak bergeming. Dia tidak mengalihkan pandangan sama sekali.

Penny Zhou tersedak, "Untung kamu bilang sedang lihat TV, kalau tidak, aku akan mengira kalau ini cermin!"

Lagi-lagi rentetan kejadian ini.

Maksud Penny Zhou itu terlalu jelas. Terry Fan hanya berharap agar saat ini cepat berlalu. Asal terdengar suara langkah kaki Jessy Shangguan di luar, maka semua ini akan berakhir.

Penny Zhou berkata sambil menancapkan pengering rambut yang diambilnya dari kamar mandi, duduk di samping Terry Fan, dan menampilkan gerakan anggun tiada henti, antara sadar dan tidak mengarahkan pengering rambutnya ke arah Terry Fan, membuat wangi tubuhnya terus masuk ke pintu hati Terry Fan.

Terry Fan tidak tahan lagi, katanya, "Kalau sudah selesai cepatlah kembali ke kamar. Kalau sampai ada orang yang naik, repot nanti."

Penny Zhou tertawa, "Memang kenapa? Kamu ini tidak sopan. Seharusnya kamu memanggilku ibu. Ibu yang baru pindah ke rumah baru mengobrol dengan anaknya. Siapa pun yang masuk, tidak akan berpikir macam-macam."

"Masalahnya kamu memakai ...."

"Kenapa? Apa ini jelek?"

"Sedikit transparan."

Penny Zhou tak dapat menahan tawanya, "Maksudmu, tembus? Kukira kamu menonton televisi dari tadi dan sama sekali tidak memperhatikanku. Apa kamu mengintip?"

Terry Fan kembali menghela napas. Dia menoleh ke arah Penny Zhou, "Waktu di California Cafe, kamu cerita kalau pernah dipaksa oleh Daniel Huang. Tapi, melihat penampilanmu yang seperti ini, sepertinya tidak begitu kejadiannya?"

"Kalau dilihat dari perkataanmu, sepertinya kamu sama dengan dia? Kamu itu pemuda tampan. Jangankan aku, bahkan gadis secantik Valentine Li dan Jessy Shangguan juga ingin masuk ke pelukanmu."

"Sebaiknya kamu segera kembali ke kamar, jangan sampai ...."

"Jangan sampai apa? Khawatir kalau kamu tidak tahan?"

"Nenek di sebelah, Valentine Li dan Jessy Shangguan di bawah."

"Kalau sampai Nenek masuk dan melihat hubungan kita begini harmonis, dia pasti akan senang."

Perkataan Penny Zhou sama sekali tidak salah. Nenek tentu saja akan senang kalau melihat mereka mengobrol sedekat ini.

"Jessy Shangguan adalah orang luar, tapi dia mati-matian berusaha masuk ke pelukanmu. Saat kamu tidak ada, dia sering sekali menyuap aku dan Valentine Li. Valentine Li saja bisa akur dengannya, apalagi aku. Kalaupun ada, pasti tidak jadi masalah. Apa kamu tidak dengar dia bilang kalau Negara S menerapkan sistem poligami? Hihi..."

Gila. Penny Zhou sungguh-sungguh berpikir seperti ini?

Terry Fan tentu saja tidak percaya. Dia tahu jelas kalau semua yang dilakukan Penny Zhou hanyalah demi mengambil alih aset Fan's Corp.

"Mengenai Valentine Li, dia sudah mengatakan semuanya padaku."

"Oh, dia bilang apa saja padamu?"

"Katanya dulu dia menyukai seorang pria bernama Gordon Zhang, teman sekolah kalian. Dia adalah pemuda yang dikata-katai oleh teman bermarga Fang kalian di hadapan orang-orang saat lelang, kan?"

Terry Fan mengangguk.

Penny Zhou pun tertawa, "Terry, kalau kita miskin, dengan kecantikan Valentine Li yang seperti itu, tidak peduli jika kita menjadi pembeli bisnis. Kalau bisnismu di Negara S tidak baik, dulu kita juga belum berbaikan. Kamu menikahi dia dengan terburu-buru. Ini dapat aku pahami."

Penny Zhou mematikan pengering rambutnya. Satu tangannya diletakkan di atas paha Terry Fan. Ia mendekat ke sisi wajah Terry Fan, lalu berkata lagi, "Tapi, ini yang aku tidak mengerti. Bisnismu di Negara S lumayan, ditambah lagi ada si cantik Jessy Shangguan menggelayut padamu. Lalu kenapa kamu menikah dengan Valentine Li?"

Terry Fan tanpa sadar bergeser menjauh, katanya, "Saat itu aku tidak tahu kalau dia sudah jatuh cinta. Aku hanya mengira ayahnya butuh uang karena sakit, dan aku punya kemampuan ini. Ditambah lagi, aku sudah menyukainya sejak kecil, jadi..."

"Terry, kamu sungguh terlalu baik. Saat ini sudah tidak banyak orang sepertimu. Walaupun begitu, aku ingin tetap memberimu saran. Sebagai pria, kamu boleh memaafkan wanita yang kamu sukai, kecuali kalau dia mencampakkanmu. Ini tidak boleh dibiarkan!"

Cuih, dia tidak malu bicara seperti itu?

Terry Fan tertawa masam, "Tidak bisa dibilang mencampakkan juga, sih. Bagaimana pun saat mereka jatuh cinta, itu tidak ada hubungannya sama sekali denganku. Asal di masa depan ...."

"Masa depan?" Penny Zhou tersenyum tipis, lagi-lagi menepuk paha Terry Fan, "Kamu terlalu tidak memahami wanita. Semua bilang kalau cinta pertama paling tak terlupakan. Apalagi wanita. Aku bisa memberitahumu hal ini: Tidak peduli wanita mana pun di dunia ini, kalau dia sudah bilang ada laki-laki yang tidak bisa dia lupakan seumur hidup, maka itu pastilah laki-laki pertama dalam hidupnya."

Novel Terkait

Cinta Yang Dalam

Cinta Yang Dalam

Kim Yongyi
Pernikahan
4 tahun yang lalu
Loving Handsome

Loving Handsome

Glen Valora
Dimanja
4 tahun yang lalu
Unplanned Marriage

Unplanned Marriage

Margery
Percintaan
4 tahun yang lalu
Istri kontrakku

Istri kontrakku

Rasudin
Perkotaan
4 tahun yang lalu
Wanita Yang Terbaik

Wanita Yang Terbaik

Tudi Sakti
Perkotaan
4 tahun yang lalu
Perjalanan Selingkuh

Perjalanan Selingkuh

Linda
Merayu Gadis
4 tahun yang lalu
Spoiled Wife, Bad President

Spoiled Wife, Bad President

Sandra
Kisah Cinta
4 tahun yang lalu
Asisten Bos Cantik

Asisten Bos Cantik

Boris Drey
Perkotaan
4 tahun yang lalu