The Revival of the King - Bab 293 Konsentrasi

Terry Fan melihat lebih dekat pada Valentine Li, dia menyadari Valentine Li tampak sangat bersemangat, tetapi merasa seperti baru saja berkeringat deras, sekarang pelipisnya tampak basah, mungkin karena mengemudi?

"Baiklah," kata Terry Fan, “Kalau begitu kita masuk ke mobil sekarang?"

Valentine Li tertegun sejenak, "Pagi sekali, bukankah kamu mengatakan pesawat jam 2 pagi?"

"Aku khawatir tentang keterampilan mengemudimu, lebih baik berangkah lebih awal!"

“Kalau begitu saat pergi kamu saja yang mengemudi, nanti saat pulang aku yang mengemudi."

"Jangan, biarkan aku melihat bagaimana caramu mengendarai mobil? Ketika aku pergi, kamu pulang sendiri, aku tidak tenang."

Valentine Li ragu-ragu, lalu membuka pintu untuk masuk ke mobil, Terry Fan duduk di kursi penumpang depan, Valentine Li tampak sedikit kebingungan.

Para pemula memang begini, saat menyetir sendiri tidak bingung, saat ada orang di samping, terutama pengemudi yang handal, selain itu merupakan Terry Fan yang menyaksikan kecelakaan itu, jadi dia terlihat sangat gugup.

Valentine Li menekan tombol penyala dua kali, tetapi mobil tidak mau menyala.

Terry Fan bertanya, "Kakimu tidak menginjak rem, kan?"

Valentine Li tiba-tiba menyadari, dan tersenyum malu-malu, "Lebih baik kamu mengemudi, aku sedikit gugup."

"Tidak apa-apa, perlakukan saja seolah-olah aku tidak ada di dalam mobil, bagaimana cara mengoperasikan itu terserah kamu, tolong jangan takut membuat kesalahan, apalagi takut aku memarahimu.”

Valentine Li mengangguk bodoh, dan mengingatkan dirinya sendiri: Jangan gugup, lakukan seperti biasa.

Valentine Li menarik napas panjang sebelum menginjak pedal, mobil mulai menderu-deru.

Dia menyalakan lampu dekat terlebih dahulu, lalu mulai perlahan menginjak gas dan mobil pun mulai melaju.

Jalan di perkotaan awalnya memang susah untuk dilalui, ditambah sudah malam, lampu kendaraan terus melesat maju mundur.

Beberapa pengemudi yang tidak bermoral masih menyalakan lampu jauh.

Valentine Li bisa menambah sedikit kecepatan, kemudian perlahan menuju pinggiran kota di tol.

Normalnya, butuh waktu sekitar 20 menit berkendara dari sini ke pertigaan jalan raya, melihat Valentine Li seperti ini, Terry Fan memperkirakan satu jam pun tidak akan sampai.

Tapi dia tidak mendesak, bagaimanapun juga, masih ada waktu.

Terry Fan mengeluarkan ponselnya, membeli tiket secara online, kemudian menelepon Billy Gao untuk menanyakan tentang situasi di Wellington.

Billy Gao memberitahunya bahwa Wellington telah berangkat bersama tim dan bergegas menuju tetangga Negara T, yaitu Negara C, di mana dia menunggu untuk bertemu dengan Terry Fan.

Agar tidak menambah beban psikologis pada Valentine Li, Terry Fan sepertinya lebih fokus pada telepon, namun tetap memperhatikan ke depan, selama ada masalah, dia siap membantu Valentine Li untuk menarik rem tangan kapan pun dan di mana pun.

Untungnya, Valentine Li sudah lama berlatih di pinggiran kota setelah mengambil mobil di sore hari untuk mengantarnya pergi malam ini, jadi ketika Terry Fan melihatnya di malam hari, Terry Fan sudah melihat bahwa dia telah banyak berkeringat.

Saat mendekati persimpangan jalan tol, level mengemudi Valentine Li sepertinya semakin tinggi, kecepatan mobil berangsur-angsur meningkat, tetapi dia selalu memegang setir dengan erat dengan kedua tangan, kedua matanya tidak berani menengok ke samping, terus-menerus menghadap ke depan, postur mengemudi ini sangat melelahkan.

Terry Fan meliriknya, dia menyadari bahwa ujung hidungnya sudah berkeringat.

Dan keringat di keningnya perlahan mengalir ke sudut matanya, Valentine Li tidak berani menyeka keringat.

Terry Fan hanya bisa mengeluarkan dua lembar tisu dari laci untuk menyeka keringatnya.

Valentine Li tampak seperti robot, masih memperhatikan bagian depan, dan hanya mengucapkan "terima kasih" tanpa berani memiringkan kepalanya.

Saat hendak memasuki jalan tol, Valentine Li menghentikan mobilnya di pinggir jalan dan menghela nafas lega, “Tidak bisa, tidak bisa, lebih baik kamu yang mengemudi, aku terlalu gugup."

“Tidak apa, untungnya, ini adalah mobil matik, jadi tidak perlu repot ganti gigi, selama sering mengemudi, nanti akan lancar sendiri. Ditambah lagi tidak ada kendaraan sepanjang jalan tol, juga tidak ada pejalan kaki yang menyeberang, selama memegang kemudi, tidak akan kenapa-kenapa.”

"Masalahnya, kedua tanganku berasa linu, mengemudi dari sore sampai sekarang, kira-kira sudah mengemudi tiga jam."

“Ingat, saat kamu mengemudi sebentar, kamu harus memegang setir, tapi setelah kamu menguasai performa kendaraan, hal pertama yang harus kamu pelajari adalah santai. Dengarkan aku, lanjutkan saja. Jalan di jalan tol sangat datar, kamu bisa terus mengemudikan mobil secara stabil, nanti tambah kecepatan, lalu pelan-pelan rilekskan lenganmu, nanti akan baik-baik saja.”

“Tapi ….”

"Aku tahu, kamu takut melakukan kesalahan saat mengoperasikannya, dan takut ditertawakan olehku. Kalau aku duduk di sebelahmu, kamu merasa tidak enak mengemudikannya, tapi kapan kamu akan mahir mengemudi?"

Valentine Li tersenyum tipis, "Terry, atau kamu bisa mengajariku cara berlatih mobil, setelah aku berlatih dengan baik, baru kamu pergi ke luar negeri, bagaimana?"

Terry Fan tahu, sepertinya Valentine Li telah mengetahuinya sepenuhnya, dia bersedia untuk hidup dengan Terry, jadi dia benar-benar berharap dia akan tinggal.

Apalagi saat baru melihat Valentine Li sedang berkonsentrasi mengemudi, Terry Fan tiba-tiba kembali ke masa SMP, seolah-olah duduk di ruang kelas, menyaksikan Valentine Li berkonsentrasi di kelas.

Selama bertahun-tahun belajar, Valentine Li merupakan dewi suci di hati Terry Fan, jika hubungan antara dia dan Valentine Li dimulai pada saat itu, betapa indahnya hal itu?

Tapi hampir semua kehidupan itu seperti, hal terbaik selalu hanya kenangan, jadi semakin tua, semakin mudah untuk jatuh ke dalam kenangan hidup dan menjadi tidak bisa melepaskan diri.

Terry Fan tersenyum, “Sungguh ada masalah yang mendesak, jadi tidak bisa ditunda, kamu belajar saja perlahan-lahan, tau hubungi ibu asuhmu agar dia bergegas kemari, saat aku pergi, biar dia yang mengemudi pulang, bagaimana?"

Niat asli Valentine Li adalah, saat mengantar Terry Fan, Terry Fan yang mengemudi, jadi dia bisa memanfaatkan waktu ini untuk mengobrol dengan Terry Fan.

Ketika dia pulang nanti, dia mengemudikan mobilnya sendiri, perlahan-lahan merenungkan dan merasakan performa mobil, pemula memang seperti ini, saat dia sendiri, barulah tidak ada beban dan tekanan dalam hatinya.

Tapi dia tahu bahwa Terry Fan jelas gelisah.

Tapi kalau memanggil Penny Zhou saat ini, Valentine Li masih merasa lebih baik menyetir seorang diri, saat Terry Fan hendak pergi, Valentine Li tidak ingin ada yang mengganggu mereka berdua.

Valentine Li segera melepas rem dan melaju perlahan menuju jalan tol.

Setelah mengemudi sebentar, Valentine Li perlahan mencoba mengendurkan kekuatan tangannya di setir, seperti yang dikatakan Terry Fan.

Keajaiban terjadi, meski tangannya santai, tapi setirnya tampak stabil, saat hampir mencapai area istirahat pertama, Valentine Li merasa bahwa dia sudah menguasai performa kendaraan.

Terry Fan juga memperhatikannya, dan dengan sengaja berkata kepadanya, "Bawa mobil ke area istirahat, aku mau ke kamar kecil sebentar."

Dia ingin melihat teknik memarkir Valentine Li.

Benar saja, baru saja mulai familiar dengan teknik melaju ke depan, saat mengarah dan hendak parkir di area istirahat, dia benar-benar bingung.

Novel Terkait

Mr Lu, Let's Get Married!

Mr Lu, Let's Get Married!

Elsa
CEO
2 tahun yang lalu
Sederhana Cinta

Sederhana Cinta

Arshinta Kirania Pratista
Cerpen
3 tahun yang lalu
Predestined

Predestined

Carly
CEO
3 tahun yang lalu
Nikah Tanpa Cinta

Nikah Tanpa Cinta

Laura Wang
Romantis
2 tahun yang lalu
Mendadak Kaya Raya

Mendadak Kaya Raya

Tirta Ardani
Menantu
2 tahun yang lalu
Istri Yang Sombong

Istri Yang Sombong

Jessica
Pertikaian
3 tahun yang lalu
Pernikahan Kontrak

Pernikahan Kontrak

Jenny
Percintaan
3 tahun yang lalu
Mbak, Kamu Sungguh Cantik

Mbak, Kamu Sungguh Cantik

Tere Liye
18+
2 tahun yang lalu