The Revival of the King - Bab 257 Bergegas Menyelesaikan Pertempuran

Setelah Risa dengan seorang pria sales melihat Terry pergi, juga bersiap pulang kerja, tiba-tiba dari luar terdengar suara teriakan memukul.

Bergegas lari ke depan pintu untuk melihat, lalu terkejut.

Setidaknya mereka melihat ada ratusan orang yang datang dari segala arah.

Awalnya mengira orang itu ingin masuk ke departemen penjualan, sampai akhir baru tahu, orang itu ingin mengejar Terry.

Melihat Terry berteriak sambil membuka tali pinggang, juga mendekati orang terdekat dan orang bagian kiri berlari ke sini.

Ada uara teriakan, parang beserta tongkat besi yang jatuh ke lantai.

Kelompok orang yang seperti ombak air, lalu pelan-pelan mundur karena pukulan Terry.

Sebenarnya hanya ada 40 gangster, hanya saja suara teriakan mereka sangat mengerikan, bahkan orang yang lewat, juga ketakutan sampai bersembunyi di samping.

Tangan Risa memegang ponsel, tapi tangannya malah mendorong pria sales itu, "Untuk......untuk apa berdiri di sini? Cepat......cepat telepon polisi!"

Sales pria sangat takut.

Ponselnya ada dikantong, tapi dia saat ini sangat bingung, jadi bergegas lari ke dalam gedung penjualan, lalu menghadap dua telepon dikonter, namun tangannya membuka brosur yang di atas, juga berkata: "Di mana ponselku? Di mana ponselku?"

Bagaimana pun mereka hanya mahasiswa yang baru meninggalkan sekolah, sejak kapan bertemu situasi ini? Tidak kencing sudah termasuk baik.

Karena terlalu banyak orang, Terry juga pukul dengan kejam, dia perlu diwaktu tersingkat, juga kecepatan tercepat untuk membuat lawan terkejut.

Jika tidak fokus, dirinya pasti akan terluka.

Jadi gangster yang terpukul oleh tali pinggangnya serta tendangan dan tinjuannya, pasti merasa sengsara, yang terkena pukul tali pinggang, kulit akan sakit, yang terkena pukul oleh kaki dan tangan pasti merasakan tulangnya sangat sakit, sehingga pingsan.

Awalnya hanya berteriak "Ah", tunggu berbaring di lantai, baru menangis dan suara itu tidak berhenti.

Setelah Risa melihat ini, merasa gugup, takut, juga senang, bagaimana pun posisi Terry sangat menguntungkan.

Dia menolehkan kepala untuk berteriak pada pria itu, "Kenapa lama sekali, kenapa belum menelepon polisi?"

"Tidak menemukan ponsel!"

Risa melihat ponselnya, lalu berteriak: "Ini bukannya ponsel?"

"Oh."

Pria langsung bingung, juga tidak tahu Risa sedang menyuruhnya menelepon polisi, hanya bergegas berlari ke arah depan pintu.

Risa berteriak: "Bodoh, tidak menemukan ponsel, apa tidak tahu pakai telepon?"

Pria baru mau mendekati Risa, lalu mendengarnya berkata seperti itu, kemudian bergegas berlari ke konter.

Untungnya Terry diposisi menguntungkan, jika tidak pasti dicelakai dua orang ini.

Terry bergegas menjatuhkan 30 orang, tersisa 8 orang, namun mereka bergegas kabur seperti melihat iblis.

Terry melihat ada sebuah mobil yang parkir di sebrang jalan, sampingnya berdiri dua preman.

Tampaknya komandannya ada di dalam mobil.

Terry sekejap merasakan, mungkin orang yang duduk di mobil adalah Noah. Bagaimana pun John sudah kedua kali mencelakainya, mungkin Noah juga sudah diaturnya, tapi sebelum dirinya pergi lupa menyuruh mereka bubar.

Masih ada satu kemungkinan, yaitu John juga ada di dalam mobil, mengatakan pergi, tapi ingin mencoba sekali lagi.

Terry tidak bisa tahan terhadap orang yang berkali-kali ingin mencelakainya, jadi dia bergegas ke seberang.

Ketika orang di dalam mobil melihat situasi ini, bergegas menghidupkan mobil.

Dua gangster yang berdiri di samping mobil, awalnya masih sangat angkuh, setelah melihat Terry memukul jatuh banyak orang, lalu dengan cepat berlari ke sini dan mobil sudah hidup, jadi bergegas pergi.

Kedua orang ini terlihat berpengalaman, satu arah kiri, satu arah kanan, agar tidak ditangkap diwaktu sama.

Saat ini Terry tidak peduli pada mereka, hanya bergegas berlari ke arah mobil.

Mobil baru hidup, belum melaju tiga meter, Terry terbang ke atas, langsung menggunakan sepasang kakinya menginjak depan kaca posisi pengemudi.

Suara "Huala", kaca sudah diinjak hancur, lalu kakinya langsung menginjak dada pengemudi.

Pengemudi membuka mulut untuk muntah darah, juga langsung pingsan, setir diputar ke depan, juga terhalang oleh tepi jalan, jadi berhenti.

Waktu yang sama, tubuh Terry juga maju ke depan, lalu melambaikkan tinjunya dan melirik orang yang duduk di samping pengemudi.

Suara "Pia", meninju ke wajah orang itu.

"Wuw!"

Hidung patah, gigi patah, bahkan suara teriakan sangat berbeda, tampaknya sangat kecil.

Terry melirik tempat duduk di belakang, baru tahu tidak ada orang, lalu melihat gangster yang mengendarai mobil, orang yang duduk di samping pengemudi adalah Paman Bennet.

Terry duduk di atas hood mobil, lalu memegang kuat bahu Paman Bennet.

"Ah--"

Wajah Paman Bennet penuh dengan darah, membuka mulut untuk berteriak keras.

"Katakan, siapa yang suruh kamu lakukan?"

"Ai yo yo, ampun, ampun--" Karena gigi depan sudah putus, jadi mulut penuh darah dan tulang bahu sangat sakit. Paman Bennet dengan tidak jelas katakan: "Tidak ada yang menyuruhku, aku yang tidak bisa menahan rasa kesal ini, lalu ada teman melihat kamu ke sini, jadi......aiyo, aiyo--"

"Apa sekarang sudah ampun?"

"Iya, iya."

"Apa masih mau bermain?"

"Tidak main lagi, tidak main lagi."

"Lain kali?"

"Kamu adalah boss, kamu adalah boss, aku Bennet sudah kalah. Aiyo, aiyo--"

Terry bergegas berguling ke belakang, lalu turun dari hood mobil dan masuk ke dalam mobil sendiri.

Sekarang Terry sangat marah, pasti orang Biro Intelijen yang lakukan atau John dan Noah yang kembali mencelakainya, jika seperti itu Terry pasti tidak akan membiarkan mereka.

Bagaimana pun Paman Bennet adalah salah satu ketua gangster di Kota Jiang, lalu dipermalukan di dalam hotel, tentu saja ingin mencari muka lagi. Bagi orang seperti ini, Terry pasti akan memberi kesempatan.

Paman Bennet berbaring di dalam mobil, sangat lama baru sadar dan supirnya terluka parah.

Gangster yang berteriak di lantai itu, saat ini sudah bubar dengan merangkak.

Saat Terry membuka pintu mobilnya, Risa berteriak: "Tuan Fan, kami sudah melapor polisi."

Terry menganggukkan kepala: "Jika polisi sudah datang, kalian bilang tadi melihat ada orang yang berkelahi, jangan bilang aku."

Risa dengan pria itu bergegas menganggukkan kepala.

Setelah Terry naik ke mobil dan hilang di dalam kegelapan.

"Wahw! Hebat sekali!" Saat ini pria baru bertanya pada Risa: "Sebenarnya Tuan Fan ini siapa, kenapa kamu sangat akrab dengannya."

"Dia adalah pemegang saham terbesar di perusahaan, bahkan Boss Duan juga hormat padanya."

Pria menghela nafas berkata: "Oh tuhan, tampaknya sangat perkasa, napas jantan, juga punya uang, juga hebat, apa masih mau memberi orang lain hidup?"

Risa sepertinya menemukan pengertian baru terhadap orang jadi bergegas menelepon Yunisha: "Manajer Yang, apa kamu tahu apa yang baru saja aku lihat?"

Novel Terkait

Husband Deeply Love

Husband Deeply Love

Naomi
Pernikahan
3 tahun yang lalu
Back To You

Back To You

CC Lenny
CEO
3 tahun yang lalu
Hidden Son-in-Law

Hidden Son-in-Law

Andy Lee
Menjadi Kaya
3 tahun yang lalu
Evan's Life As Son-in-law

Evan's Life As Son-in-law

Alexia
Raja Tentara
3 tahun yang lalu
Asisten Wanita Ndeso

Asisten Wanita Ndeso

Audy Marshanda
CEO
3 tahun yang lalu
Gue Jadi Kaya

Gue Jadi Kaya

Faya Saitama
Karir
3 tahun yang lalu
See You Next Time

See You Next Time

Cherry Blossom
CEO
4 tahun yang lalu
Beautiful Lady

Beautiful Lady

Elsa
Percintaan
3 tahun yang lalu