The Revival of the King - Bab 151 Sinyal Kematian
Jessy tahu jelas, sebagai seorang agen rahasia seperti dirinya yang masih muda dan tak berpengalaman, kesempatan untuk bisa ikut serta dalam Program Pengasuh yang dipimpin oleh Kantor Badan Pertahanan Nasional adalah sebuah kesempatan yang sangat langka.
Namun ia masih berpikir, Program Pengasuh ini ditujukan untuk menaklukkan Terry Fan, kalau Terry Fan mati, penghargaan apakah yang akan ia dapatkan?
Apa penghargaan tertinggi yang akan diberikan oleh negara bisa melebihi jumlah tambang emas yang dimiliki oleh Terry?
Kalau soal kehormatan, Terry sangatlah berkuasa di Negara S, kehormatan apalagi yang bisa melebihi status sebagai istri Terry Fan?
Kalau tak ada apapun yang ia inginkan, selain hidup dengan tenang dan bahagia di sebuah kerajaan, sepertinya ia hanya bisa mendapatkannya denagn menjadi istri Terry Fan.
Dulu, Jessy sama sekali tidak pernah memikirkan hal-hal ini, namun tadi Terry mengingatkannya.
Kata orang, seorang wanita lebih baik mendapatkan suami yang baik daripada memiliki kehidupan yang baik, kalau begitu, dirinya ingin mendapatkan pria yang seperti apa?
Baik hati, bertanggungjawab, kaya, dan sangat tenar, bukankah itu adalah ciri-ciri dari seorang pria sukses?
Lagipula tampang pria itu juga sangat tampan.
Satu-satunya yang ia sayangkan, hanyalah statusnya yang sudah menikah.
Namun Jessy tahu, pernikahan Terry Fan dan Valentine Li hanya sebatas kertas kosong saja.
Ya sudahlah kalau sikapnya dulu sangat acuh tak acuh terhadapnya, namun tindakan Terry barusan sudah hampir melewati batas, namun entah mengapa, ia menghentikan tindakannya itu.
"Kalau tadi kita melakukan hal itu, namun aku tak akan pernah bisa menikahimu seumur hidup ini, apa kau tidak membenciku?"
Perkataan Terry itu terngiang lagi di telinga Jessy, sepertinya dia tidak ingin Jessy terluka, oleh karena itu ia langsung menghentikan tindakannya di waktu yang sangat tepat.
Namun pria seperti ini tampaknya sudah tidak ada lagi di dunia!
"James, " Jessy menggigit bibirnya, dengan yakin ia pun berkata, "Aku masih ingin mencobanya, kita lihat apa aku bisa mendapatkannya, dengan begitu artinya kita juga telah menyelesaikan misi Program Pengasuh, resikonya juga hampir tidak ada, aku tidak percaya atasan akan tidak setuju dengan rencanaku ini!"
"Ada satu hal yang harus kau ketahui, satu-satunya cara agar Program Pengasuh ini berhasil adalah dengan melakukannya secara diam-diam tanpa sepengetahuan orang lain. Kalau kau ingin mendapatkannya, identitasmu pasti akan terbongkar, dan begitu dia tahu identitasmu sebagai agen intelijen, dan tidak ingin bekerjasama dengan kita, ia pasti akan lebih waspada, kalau begitu, kita pasti akan kesulitan untuk menyelesaikan rencana ini. Dengan kata lain, kau akan menjadi burung pelapornya."
"Masalahnya, ia sudah merasa bahwa aku bukanlah seorang gadis biasa."
"Itu hanya kecurigaannya saja, lagipula kecurigaannya itu juga hanya akan menambah kewaspadaannya terhadapmu saja, dengan begitu, sang pemandu wisata akan lebih mudah untuk membunuhnya. Kau harus mencari orang yang akan dijadikan kambing hitam, jangan sampai kepolisian Kota Jiang curiga atas kematiannya dan tahu kalau masalah ini ada hubungannya dengan Biro Intelijen, kalau begitu masalahnya akan menjadi runyam."
"Kemarin malam aku sudah melaporkannya padamu, ibu tiri dan istrinya sekarang ini adalah kambing hitam yang paling tepat."
"Kalau begitu, lanjutkan saja operasinya. Bagaimana keadaan di sana sekarang?"
"Kurasa akan segera selesai."
"Baik, jangan berpikiran yang macam-macam, sebelum membunuhnya, sang pemandu wisata itu akan menghubungimu."
"Mengerti!"
Jessy mematikan handphonenya, namun hatinya tetap tidak tenang, ia tetap ingin mencobanya, ia ingin tahu apa ia bisa membujuk Terry agar dia bisa mengajak para prajurit bayarannya untuk bekerja dengan Biro Intelijen Barat mulai dari sekarang.
Namun, Jessy sama sekali tidak mengira bahwa handphonenya telah disadap oleh Kalvin Chang.
Kalvin yang sedang asyik bermain tiba-tiba melihat sinyal bahwa Jessy Shangguan sedang menelepon James, dan langsung merekam seluruh percakapan mereka dari awal sampai akhir.
Kalvin yang mendengar pembicaraan mereka itu pun terkejut.
Sebenranya ia tahu bahwa Jessy Shangguan adalah agen rahasia Biro Intelijen Barat, rekaman suara yang ia berikan pada Terry itu adalah rekaman yang sudah ia edit dan ia potong.
Kalvin selalu mengira bahwa Biro Intelijen Barat hanya ingin mengetahui keadaan Terry dan prajurit bayaran yang ada di tangannya, namun tak disangka, ternyata yang sedang dioperasikan oleh Jessy dan yang lainnya ini adalah Program Pengasuh yang dipimpin oleh Kantor Badan Pertahanan Nasional, dan targetnya adalah untuk menghabisi nyawa Terry Fan.
Meskipun ia sangat suka pada Jessy, namun Terry juga sudah pernah menyelamatkan nyawanya, setelah dipikir-pikir, akhirnya Kalvin pun membuat sebuah keputusan yang ia anggap paling tepat.
Ia mengirimkan percapan Jessy dan James barusan itu pada Terry.
Terry yang mendengarnya pun terkejut bukan kepalang.
Sejak awal ia sudah menebak, kalau Jessy bukan agen rahasia Biro Intelijen Barat, berarti dia adalah informan yang dibayar oleh mereka, namun sekarang barulah ia mengerti, Jessy tidak hanya seorang agen rahasia saja, ia adalah seorang agen rahasia yang sedang melaksanakan Program Pengasuh untuk menghabisi dirinya, dan pemimpin dari operasi program ini adalah Kantor Badan Pertahanan Negara Barat.
Menakutkan!
Tak masalah kalau ia harus menghadapi Prajurit Bayaran Barat, bahkan sang Raja Tentara Barat, Scott, saja sama sekali bukan apa-apa baginya, namun masalahnya, lawannya kali ini adalah Negara Bagian Barat yang membuat seluruh dunia sakit kepala ini.
Terry pun sudah sangat terpojok.
Tak apa kalau mereka menginginkan tambang emasnya, kalau mereka menginginkan prajurit bayaran di tangannya itu juga tak masalah, bahkan kalau ia juga bersedia jika dirinya dilarang menginjakkan kaki di Negara S lagi seumur hidupnya, namun lain masalahnya kalau mereka menginginkan nyawanya.
Perkataan James tadi juga ada benarnya, saat memperjuangkan hidup mereka di Negara S, memang ada beberapa kepala prajurit yang menghubungi Terry dan mengatakan bahwa mereka adalah afiliasi dari Biro Intelijen Barat dan ingin bekerjasama dengan Terry.
Saat itu, Terry sedang berada dalam situasi yang sangat berbahaya, seluruh prajurit bayarannya juga sangat waspada terhadapnya, karena di antara sekian banyak prajurit bayaran di Negara S, hanya prajurit bawahan milik Terry saja yang tidak memiliki organisasi atau negara di belakang mereka, mereka benar-benar hanya rerumputan yang lemah saja.
Saat itu, Terry juga sangat ingin bekerjasama dengan Negara S, namun ia takut Negara S tidak bisa memegang janjinya, dan bisa menelannya hidup-hidup kapan pun dan di mana pun.
Demi saudara-saudara seperjuangannya, Terry pun tak mempercayai siapa pun, ia langsung menghabisi siapa pun yang muncul di hadapannya, dengan begitu barulah mereka bisa meraih kemenangan mereka sendiri.
Namun ada satu hal yang tidak ia mengerti, mengapa selama bertahun- tahun ini, Negara Bagian Barat tidak langsung berperang melawan Negara S saja dengan mesin-mesin yang mereka gunakan untuk menyerangnya, malah melaksanakan Program Pengasuh tak jelas seperti ini, setelah membuat dirinya terkenal, barulah mereka berpikir untuk membunuhnya diam-diam.
Apakah seperti inikah kelakuan sebuah negara besar yang berkuasa?
Jelas-jelas program ini adalah sebuah program rencana pembunuhan, tapi mengapa malah mengutus seorang wanita murahan, dan memberi nama program ini dengan sebutan Program Pengasuh, benar-benar konyol sekali.
Satu-satunya yang membuat Terry lega adalah perkataan Jessy saat Jessy saat berbicara dengan James tadi, Jessy masih tetap ingin mencoba untuk mempertahankan nyawanya, sepertinya tindakannya tadi membuahkan sebuah hasil yang tak terduga.
Sekarang Tery sudah tahu misi dari Program Pengasuh ini, mereka akan mengerahkan dua orang pembunuh bayaran, yang satu adalah sang pemandu wisata yang disebutkan oleh James, dan yang satunya lagi akan disiapkan oleh Jessy, lalu Jessy akan mengkambinghitamkan Penny Zhou dan Valentine Li.
Tak heran saat mereka berdua bertengkar, Jessy berkata seperti itu kepada Valentine, kalau Valentine benar-benar tegoda, ia tak hanya akan terjerumus ke dalam perangkap Jessy saja, ia juga akan membuat Terry kedatangan seorang pembunuh bayaran yang tak terduga lagi.
Terry menggeleng-gelengkan kepalanya, pusing sekali rasanya.
Novel Terkait
My Secret Love
Fang FangPengantin Baruku
FebiBehind The Lie
Fiona LeeEternal Love
Regina WangAir Mata Cinta
Bella CiaoHusband Deeply Love
NaomiCutie Mom
AlexiaThe Revival of the King×
- Bab 1 Teman Sekelas Yang Cantik
- Bab 2 Kesepakatan yang Menghina
- Bab 3 Bahan Tertawaan Seluruh Orang
- Bab 4 Dihina Lagi
- Bab 5 Keduanya Bertemu
- Bab 6 Pembalasan
- Bab 7 Sahabat Sejati
- Bab 8 Menangis Tersedu-Sedu
- Bab 9 Unit Rawat Intensif
- Bab 10 Kebetulan Bertemu
- Bab 11 Harus Melapor Polisi
- Bab 12 Keras Kepala
- Bab 13 Mutiara Sejahtera Corp.
- Bab 14 Pertemuan Di Rumah Sakit
- Bab 15 Ambang Batas Kesabaran
- Bab 16 Penyesalan Yang Muncul Karena Sikap Keterlaluan
- Bab 17 Lawan Yang Selalu Saja Bertemu
- Bab 18 Perasaan Yang Berkonflik
- Bab 19 Peristiwa Yang Benar Adanya
- Bab 20 Emosi Yang Memuncak
- Bab 21 Kebetulan Hendak Mencarimu
- Bab 22 Berpikiran Sempit
- Bab 23 Pembalasan Instan
- Bab 24 Sujud Yang Mengejutkan
- Bab 25 Setiap Pelaku Mempunyai Alasan Tersendiri
- Bab 26 Perasaan Tidak Tenang
- Bab 27 Tertegun
- Bab 28 Melewati Semuanya
- Bab 29 Ikatan Yang Menjauh
- Bab 30 Penyesalan Terhadap Tindakan Di Masa Lalu
- Bab 31 Hati Yang Berkecamuk
- Bab 32 Terkejut Setengah Mati
- Bab 33 Ingin Menangis Tapi Tidak Ada Air Mata
- Bab 34 Hatinya Merasa Sangat Tidak Nyaman
- Bab 35 Kesalahpahaman Semakin Besar
- Bab 36 Perasaan Krisis
- Bab 37 Mengejutkan
- Bab 38 Pandai Bersilat Lidah
- Bab 39 Sangat Menyesal
- Bab 40 Berbeda Jauh
- Bab 41 Menangis Tanpa Air Mata
- Bab 42 Memberikan Barang Pemberian Orang Lain
- Bab 43 Bertemu Teman Sekelas Lama Lagi
- Bab 44 Bingung
- Bab 45 Datang Mencari Masalah
- Bab 46 Tidak Berani Tampil
- Bab 47 Malu Sendiri
- Bab 48 Sesuatu Terjadi Tentu Ada Sebabnya
- Bab 49 Gugup Sekali
- Bab 50 Tidak Bisa Mengerti
- Bab 51 Menyesal
- Bab 52 Semuanya Sandiwara
- Bab 53 Berkata Sembarangan
- Bab 54 Marah Hingga Muntah Darah
- Bab 55 Perubahan yang Besar
- Bab 56 Tidak Dapat Ditoleransi
- Bab 57 Mutiara Sejahtera
- Bab 58 Menyelidiki
- Bab 59 Rencana Pembalasan
- Bab 60 Terkejut
- Bab 61 Sudah Bukan Yang Dulu Lagi
- Bab 62 Tak Bisa Ditahan
- Bab 63 Nasehat Yang Bagus
- Bab 64 Datang Dengan Persiapan
- Bab 65 Menggertak
- Bab 66 Masalah Muncul Karena Sebab
- Bab 67 Marah Sekali
- Bab 68 Sial Dan Tidak Beruntung
- Bab 69 Menolak Melihat Kebenaran
- Bab 70 Asal Usul Yang Jelas
- Bab 71 Bersikeras Dengan Pendapat Sendiri
- Bab 72 Memeriksa Keadaannya
- Bab 73 Rasa Iri Yang Menggila
- Bab 74 Berinisiatif Menyapa
- Bab 75 Tidak Bisa Mempercayainya
- Bab 76 Perkataan Yang Masuk Akal
- Bab 77 Menebus Kesalahan
- Bab 81 Ruang VIP KTV
- Bab 78 Benar-Benar Tidak Menduganya
- Bab 79 Menebus Hutang Lama
- Bab Menyadari Bahaya Di Saat-saat Akhir
- Bab 82 Serangan yang Luar Biasa
- Bab 83 Pertempuran yang Mengerikan
- Bab 84 Sedikit Menyesal
- Bab 85 Meminta Maaf Dan Memberi Hadiah
- Bab 86 Memberi Wajah
- Bab 87 Keributan Di Ruang Rawat
- Bab 88 Operasi Berhasil
- Bab 89 Membereskan Willy Wang
- Bab 90 Kata-Kata Dan Kasih Sayang yang Dalam
- Bab 91 Menyelesaikan Kesalahpahaman
- Bab 92 Hati Diganti Hati
- Bab 93 Sebuah Drama
- Bab 94 Memang Kaya Itu Sangat Bagus
- Bab 95 Teman Sekolah Datang Menjenguk
- Bab 96 Kebetulan Bertemu Dengan Kenalan
- Bab 97 Ketakutan
- Bab 98 Ingin Memenangkannya
- Bab 99 Ayah Dan Anak Yang Kejam
- Bab 100 Ada Hal Yang Ingin Dibicarakan
- Bab 101 Saling Beradu.
- Bab 102 Rasa Sakit Tidak Tertahankan.
- Bab 103 Mencurahkan Apa Yang Ada Di Otaknya.
- Bab 104 Berseteru.
- Bab 105 Dipermalukan Di Depan Semua Orang.
- Bab 106 Perlelangan Yang Hampir Gagal.
- Bab 107 Pemuda Kaya Raya.
- Bab 108 Mengacaukan Rencana
- Bab 109 Sebuah Keadaan Mendadak Yang Menimbulkan Sebuah Kesalahan
- Bab 110 Perasaan Hati Yang Tidak Baik
- Bab 111 Masalah Internal dan Agresi Asing
- Bab 112 Keadaan Yang Kacau
- Bab 113 Dimana-mana Terancam Oleh Bahaya
- Bab 114 Siap Untuk Bertindak
- Bab 115 Merasa Ketakutan dan Tidak Tenang
- Bab 116 Pertemuan Yang Sempit
- Bab 117 Penuh Drama
- Bab 118 Berusaha Meningkatkan Rasa Kehadiran
- Bab 119 Saling Memberi Simpati
- Bab 120 Mengendalikan Semuanya
- Bab 121 Ibu Yang Aneh
- Bab 122 Vila Gunung Min
- Bab 123 Semua Yang Di Lihat Dan Di Dengar Terasa Sangat Segar
- Bab 124 Bertarung Dengan Sangat Sengit
- Bab 215 Tidak Ingin Kalah
- Bab 126 Mencurigakan
- Bab 127 Mengakui Putri Angkat
- Bab 128 Memiliki Pemikiran Masing-Masing
- Bab 129 Tidak Bisa Menyelesaikan Perkataan
- Bab 130 Katakan Baik-Baik
- Bab 131 Semua Ada Ceritanya
- Bab 132 Mengeluh
- Bab 133 Mencapai Pemahaman Rahasia
- Bab 134 Rekaman Telepon
- Bab 135 Mengupas Habis
- Bab 136 Perlahan-lahan Menjadi Cerah
- Bab 137 Mengobati Sesuai Gejala
- Bab 138 Dekorasinya Terlalu Bagus
- Bab 139 Kasih Yang Tak Ternilai
- Bab 140 Terkejut Senang
- Bab 141 Ini Hal Besar
- Bab 142 Keinginan Nenek
- Bab 143 Tiga Wanita
- Bab 144 Semua Adalah perangkap
- Bab 145 Mengerahkan Seluruh Kemampuan
- Bab 146 Pertengkaran Ibu dan Anak
- Bab 147 Ragu
- Bab 148 Mengusahakan Yang Terbaik Walaupun Telah Salah Langkah
- Bab 149 Baru Pertama Kalinya
- Bab 150 Misi
- Bab 151 Sinyal Kematian
- Bab 152 Terus Menguji
- Bab 153 Semua Hanya Akting
- Bab 154 Penyesalan
- Bab 155 Kencan di Siang Hari
- Bab 156 Teman Makan Teman
- Bab 157 Kehidupan yang Memaksa
- Bab 158 Sahabat Menyusahkan
- Bab 159 Tergoda Hatinya
- Bab 160 Tidak Mau Tanda Tangan
- Bab 161 Masalah Kehidupan
- Bab 162 Merasa Sangat Puas
- Bab 163 Wanita Bernasib Buruk
- Bab 164 Dipermainkan Orang
- Bab 165 Orang Kaya Yang Sederhana
- Bab 166 Menembus Rekor
- Bab 167 Kagum Dan Cemburu
- Bab 168 Grup Yang Bergosip
- Bab 169 Bicara Dari Pengalaman
- Bab 170 Nasehat Ibu Tiri
- Bab 171 Pulang
- Bab 172 Menjadi Seperti Air
- Bab 173 Membuat Kesempatan
- Bab 174 Pergerakan Rahasia
- Bab 175 Datang Sendiri
- Bab 176 Pemula
- Bab 177 Memalukan
- Bab 178 Agen Spesial
- Bab 179 Timbul Pemikiran
- Bab 180 Mempercayakan Seumur Hidup
- Bab 181 Menghadapi Pilihan
- Bab 182 Perlu Diselesaikan
- Bab 183 Menaruh Investasi Untuk Mendapatkan Keuntungan
- Bab 184 Mengikuti Petunjuk Yang Ada
- Bab 185 Agen Spesial
- Bab 186 Mencegah Terlebih Dahulu
- Bab 187 Membongkar Identitas
- Bab 188 Ternyata Dia
- Bab 189 Tak Bisa Kembali
- Bab 190 Harus Dilanjutkan
- Bab 191 Wanita Yang Selalu Berubah
- Bab 192 Pembalasan Dendam Yang Manis
- Bab 193 Tidak Ada Yang Perlu Diragukan
- Bab 194 Sengaja Mempersulit Keadaan
- Bab 195 Bisnis Bernilai Satu Miliyar Yuan
- Bab 196 Tidak Ingin Menjadi Tumpuan
- Bab 197 Menerima Kebaikan
- Bab 198 Mendapatkan Keuntungan Dari Dua Belah Pihak
- Bab 199 Merasa Tidak Senang Di Dalam Hati
- Bab 200 Datang Satu Demi Satu
- Bab 201 Menjadi Bingung Sendiri
- Bab 202 Menyembunyikan
- Bab 203 Melampiaskan
- Bab 204 Berkelahi
- Bab 205 Mengatur Segalanya
- Bab 206 Beraturan
- Bab 207 Meyakinkan Secara Rasional
- Bab 208 Mencapai Kesepakatan Secara Diam-Diam
- Bab 209 Hasil Awal
- Bab 210 Risau
- Bab 211 Memiliki Rencana Lain
- Bab 212 Penderitaan Hati
- Bab 213 Setahap Demi Setahap Dilakukan Dengan Hati-Hati
- Bab 214 Menghentikan Akhir Yang Buruk
- Bab 215 Tersentuh Dengan Apa Yang Dilihat
- Bab 216 Tak Tahu Malu
- Bab 217 Memotivasi Orang Untuk Membuat Masalah
- Bab 218 Selangkah Demi Selangkah
- Bab 219 Tidak Akan Menikah Lagi
- Bab 220 Adegan Bahagia Dan Harmonis
- Bab 221 Hubungan Darah Lebih Erat Dari Apapun
- Bab 222 Tidak Tahan Lagi
- Bab 223 Lolos
- Bab 224 Kecerdasan Dan Keberanian
- Bab 225 Adegan Mendebarkan
- Bab 226 Menghadiri Pertemuan Beresiko
- Bab 227 Beraksi Di Tempat
- Bab 228 Ada Yang Membantu
- Bab 229 Tidak Terbayangkan
- Bab 230 Melampiaskan Amarah
- Bab 231 Penyelamat Datang
- Bab 232 Menunggu Waktu
- Bab 233 Perlahan-lahan Melunasi
- Bab 234 Kejadian Akan Terjadi Saat Situasinya Lengkap
- Bab 235 Cepat Kabur
- Bab 236 Ada Penyebab di Balik Masalah
- Bab 237 Sudah Memiliki Rencana Yang Matang
- Bab 238 Ada Dimana-mana
- Bab 239 Secara Berurutan
- Bab 240 Siapa Yang Mendalangi
- Bab 241 Sudah Seharusnya Berterus Terang
- Bab 242 Sungguh Tidak Mengetahuinya
- Bab 243 Menanti Pergantian
- Bab 244 Peralihan Perang
- Bab 245 Ada Alasan Lain
- Bab 246 Diperalat Orang Lain
- Bab 247 Ajaran Secara Diam-diam
- Bab 248 Penyebaran Cepat
- Bab 249 Berbahaya
- Bab 250 Siapa Yang Mengutus Ini
- Bab 251 Ternyata Itu Dia
- Bab 252 Mendapat Masalah
- Bab 253 Janji
- Bab 254 Menghadapi Kesulitan Lagi
- Bab 255 Menyeberang Jalan
- Bab 256 Duluan Menangkap Orang Terpenting
- Bab 257 Bergegas Menyelesaikan Pertempuran
- Bab 258 Tampaknya Mengerikan, Tapi Tidak Berbahaya
- Bab 259 Dipercayakan Untuk Menjaga Keluarganya
- Bab 260 Aksi Gagal
- Bab 261 Bertindak Sesuai Dengan Situasi
- Bab 262 Kebocoran Informasi
- Bab 263 Menghalangi Jalan
- Bab 264 Dia Masih Memiliki Alasan
- Bab 265 Sediakan Payung Sebelum Hujan
- Bab 266 Terencana
- Bab 267 Bekerja Sama dalam Investasi
- Bab 268 Alasan Masalah Terjadi
- Bab 269 Bersiap Pergi
- Bab 270 Demii Perasaan
- Bab 271 Bertemu Secara Kebetulan
- Bab 272 Perkataan Yang Memilukan
- Bab 273 Draf Perjanjian
- Bab 274 Tidak Bisa Berkata Apapun
- Bab 275 Jangan Berpura Lembut
- Bab 276 Mengunjungi Guru
- Bab 277 Intuisi Yang Tajam
- Bab 278 Maksud Dari 4 Kata Itu
- Bab 279 Muncullah Wujud Aslinya
- Bab 280 Mendalam Dan Mendetail
- Bab 281 Tangisan Tak Terbendung
- Bab 282 Membujuk Dengan Teori
- Bab 283 Menggunakan Tindakan Untuk Mendapatkan Simpati
- Bab 284 Penuh Penyesalan
- Bab 285 Berusaha Untuk Berubah
- Bab 286 Perasaan Yang Sebenarnya
- Bab 287 Terlalu Tidak Terduga
- Bab 288 Punya Selera Tinggi
- Bab 289 Pemikiran Yang Cerdik
- Bab 290 Sangat Memuaskan
- Bab 291 Mencairkan Kesalahpahaman
- Bab 292 Rencana Pulang Negeri
- Bab 293 Konsentrasi
- Bab 294 Mendadak Sadar
- Bab 295 Mengenal Kembali
- Bab 296 Jauh Lebih Santai
- Bab 297 Bertemu Teman Baik
- Bab 298 Ada Alasannya
- Bab 299 Reaksi Berlebihan
- Bab 300 Melaporkan Setengah Mati
- Bab 301 Berani dan Jago
- Bab 302 Mencapai Kesepakatan
- Bab 303 Suasana Hati Rumit
- Bab 304 Penuh Antisipasi
- Bab 305 Menghadapi Serangan
- Bab 306 Sementara Waktu Menghindar Dari Bahaya.
- Bab 307 Banyak Melakukan Kegagalan.
- Bab 308 Wanita Cantik Adalah Bencana.
- Bab 309 Kemampuannya Di Atas Satu Langkah.
- Bab 310 Sedikit Keterlaluan.
- Bab 311 Bangun Dari Mimpi Buruk
- Bab 312 Malam Terlalu Dingin
- Bab 313 Aturan Bertahan Hidup
- Bab 314 Perbedaan Kualitatif
- Bab 315 Desa Perbatasan
- Bab 316 Terlambat
- Bab 317 Penolong
- Bab 318 Perangkap
- Bab 319 Kecelakaan Membawa Berkat
- Bab 320 Secara Adil
- Bab 321 Senjata Ilegal
- Bab 322 Serangan Roket
- Bab 323 Serangan Balik Di Situasi Berbahaya
- Bab 324 Tidak Membiarkan Orang Yang Akan Menimbulkan Kerugian Untuk Orang Lain Tetap Hidup
- Bab 325 Desa Kecil Tanpa Orang
- Bab 326 Nyawa Di Ujung Tanduk
- Bab 327 Penyelamat Sudah Tiba
- Bab 328 Berangkat Pada Malam Ini Juga
- Bab 329 Melepaskan untuk Kemudian Menangkap
- Bab 330 Tipu Daya yang Cerdas
- Bab 331 Terbongkar
- Bab 332 Situasi Berubah
- Bab 333 Warga Negara yang Dihormati
- Bab 334 Memilih untuk Tidak Pulang
- Bab 335 Tidak Tahu Harus Berbuat Apa
- Bab 336 Sahabat Berkhianat
- Bab 337 Nasehat-Nasehat Berharga
- Bab 338 Perlu Buka Kartu
- Bab 339 Hotel Holiday Inn
- Bab 340 Hati Gusar
- Bab 341 Rencana Licik Yang Menakjubkan
- Bab 342 Kenyataan Yang Tidak Dapat Dimengerti
- Bab 343 Mendekati Kenyataan
- Bab 344 Menjalani Hidup Dengan Mabuk Dan Bermimpi
- Bab 345 Menyaksikan Keajaiban
- Bab 346 Keberuntungan yang Dahsyat
- Bab 347 Mengagetkan Semua Orang
- Bab 348 Memahami Prinsip
- Bab 349 Suami-Istri Bersitegang
- Bab 350 Memancing Diskusi
- Bab 351 Ambisius
- Bab 352 Membangun kepercayaan
- Bab 353 Senjata pembunuh
- Bab 354 Saling menipu
- Bab 355 Sedikit pusing
- Bab 356 Berharap bertemu
- Bab 357 Memberikan Peringatan
- Bab 358 Langsung Beraksi
- Bab 359 3 Orang 3 Hati
- Bab 360 Prioritas
- Bab 361 Langsung Beraksi
- Bab 362 Percakapan Suami-Istri