The Revival of the King - Bab 319 Kecelakaan Membawa Berkat

Stella berusaha untuk memberontak dan anehnya jaring ini semakin mendapatkan rontahan semakin sempit.

Terry dan Elena sendiri memang lebih berpengalaman, setelah melihat jaring ini dan tahu jika memberontak tidak akan ada gunanya, dan jaring bom seperti ini jika menggunakan pisau untuk merobeknya juga akan membutuhkan tenaga yang keras.

Apalagi sekarang tangan mereka yang tidak memiliki senjata, jadi hal satu-satunya yang bisa di lakukan adalah menunggu orang yang membuat jaring ini.

Stella yang berada di sini terus saja memberontak.

Semakin dia meronta semakin jaring ini mengetat.

Awalnya mereka bertiga masih tersisa sedikit jarak, lalu alhasil dengan rontahan Stella membuat ketiga orang ini menjadi satu.

Stella sendiri masih meronta, hingga wajah Terry sendiri telah mendekati wajahnya.

Stella dengan terburu-buru berkata : “Apa yang kamu lakukan? Jika tidak membantu, untuk apa mendekati aku seperti ini?”

Terry menggelengkan kepalanya : “Jika kamu terus meronta, aku akan mencium kamu.”

“Kamu——”

Elena juga merasa lucu : “Jika ingin mencoba sandwich, jangan berpura-pura seperti itu!”

Stella barulah mengerti, jika tidak boleh meronta.

“Jadi apakah kita harus menunggu hingga mati di sini?”

Terry berkata : “Jika kita memijak ranjau darat, maka kita akan mati, dan karena kita berada di sini maka itu artinya mereka ingin kita tetap hidup, maka dari itu kita belum mati.”

Elena kembali menggoda Stella : “Tenang saja, jika mati kita akan mati setelah Terry tiada.”

“Kenapa?”

“Karena kita ini wanita, ketika mereka belum puas, mereka tidak akan membiarkan kita mati.”

Stella dengan wajah memerah dan marah : “Astaga, kamu tidak akan di katai bisu jika tidak berbicara!”

Pada saat ini, ada 5 hingga 6 militer yang merangkak berdiri.

Ternyata mereka sedang menyamar, Terry sendiri sudah melihat mereka dan mengira mereka ini hanya rerumputan saja dan tidak di sangka mereka adalah para militer.

Elena yang melihat mereka, seketika mengerti jika mereka adalah para militer.

“Terry, semunya tergantung kamu.”

Terry yang melihat para militer tersebut kembali menghelakan nafasnya : “Kami tidak akan bermasalah, tetapi kamu mungkin akan susah untuk di lepaskan.”

“Sialan, bermain sekali lah denganku, apakah itu puas? Aku memiliki banyak cara yang belum di keluarkan!”

“Baiklah, aku akan berusaha, kamu hanya perlu berdoa para militer itu tidak akan menelan orang barat.”

Astaga mereka berdua masih sempat beradu mulut.

Apalagi ketika mengatakan perkataan yang tidak enak di dengar ini, sungguh membuat Stella merasa hancur, dia semakin merasa jika otak Valentine seperti terjepit pintu dan bagaimana bisa menikah dengan pria seperti ini, dan apakah hidup ini akan bermain bersama dia?

Hati Stella yang berkata ingin bermain, bukan seperti perkataan Elena.

Dia sendiri merasa jika Terry yang memiliki kekuatan juga kepintaran ini jika bermain dan jika Valentine terjual, mungkin kelak akan membantu dia untuk menghitung uang saja.

Beberapa militer ini menaikan senjatanya, dan salah satu di antara mereka bertanya kepada Elena : “Kamu berasa dari grup mana?”

Elena segera menjelaskan : “Aku seorang wanita bar dan tamuku adalah orang dari timur, dia sendiri ingin menuju ke Ibukota untuk bertemu ayahnya, aku sendiri membawakan jalan untuk mereka.”

Lalu memutarkan kepalanya dan bertanya kepada Terry : “Kamu orang dari timur?”

“Benar, pasporku berada di kantong dan telepon genggamku ada foto ayahku, awalnya dia datang untuk membantu ahli kedokteran di negara kalian, dan katanya mereka sekarang berada di Palang Merah Internasional.”

Seseorang sedikit berjongkok dan mengambil paspor juga telepon genggam milik Terry, dan setelah memastikan kembali, dia kembali mengambil telepon genggam lalu melihat ke lima foto para ahli ini.

Seorang tentara berkata : “Aku pernah bertemu dengan orang ini, sebelum perang mereka sepertinya berada di rumah sakit Ibukota untuk memberikan pelajaran kepada para dokter dan memang spesialis dokter bedah.”

Lalu mereka menganggukan kepalanya, dan meminta para tentara menurunkan mereka.

Setelah Terry pada berdiri, lalu seorang tentara meminta Terry dan Stella berdiri di sampingnya dan berkata kepada mereka : “Kalian boleh pergi, tetapi wanita ini harus berada di sini.”

“Tidak bisa ketua tentara, kami ini tidak saling mengenal dan membutuhkan dia untuk membawa jalan ini.”

Membawa jalan? Kamu hanya seseorang brengsek, yang belum puas untuk bermain!

Stella menahan tangan Terry untuk memberitahu dia untuk tidak berbicara.

Terry sendiri mengerti maksudnya itu, lalu secara bersamaan, dia memegang tangan Stella, lalu merangkulnya, dan tersenyum : “Jangan takut, militer di Negara T berteman baik dengan kita, dan tidak akan melakukan apapun kepada kita.”

Tentara tersebut dapat merasakan tatapan mata Stella yang terlihat aneh, tetapi ketika mendengar Terry mengatakan ini, dia merasa jika Stella itu memang takut.

Tentara tersebut berkata kepada Terry : “Negara kami berperang kepada orang barat, terutama orang dari Biro Intelijen Barat, dengan membawa dia, tidak ada gunanya untuk kalian.”

Terry tersenyum : “Ketua tentara, jarak dari sini menuju ke Ibukota masih sekitar ratusan km, dan sepanjang perjalanan ini sungguh tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi, selain kalian, juga para kelompok bela diri juga bersenjata, kami membawa dia selain untuk menunjukan jalan dan yang paling penting adalah membutuhkan akomodasi dia.”

Para tentara menganggukan kepala tetapi kembali berkata : “Kamu sendiri tahu, jika orang barat tidak bisa di andalkan, mereka tidak bisa di percaya, dengan adanya hubungan yang dapat menguntungkan dan merugikan, maka dia akan terlebih dulu menjual kalian.”

“Aku tahu, sebenarnya wanita ini menemani kami karena uang, kami sendiri memberikan uang yang cukup untuk mereka, maka dari itu...”

“Baiklah, tunggu sebentar.”

Setelah berkata, para tentara membawa Elena dan bertanya kepada dia.

Terry sendiri sangat tahu jika Elena sangat berbakat dan dapat membuat para tentara itu terhibur.

Stella sendiri melepaskan diri dari Terry sambil memutarkan bola matanya : “Apakah kamu tidak pernah bertemu dengan wanita? Wanita yang setua itu kamu masih menginginkannya? Apalagi dia sendiri adalah agen dari Biro Intelijen Barat dan kapanpun dia bisa menginginkan nyawamu.”

Terry menggelengkan kepalanya : “Apakah kamu mengira aku akan bercanda dengan nyawa ini? Untung saja kita bertemu dengan para tentara, jika kita bertemu dengan pembunuh bayaran atau pemberontak maka identitas Elena akan menjadi mudah di gunakan.”

“Terdengar sangat tinggi, dan kamu harus ingat ketika kembali ke dalam negeri nanti, aku akan memberitahu Valentine, akan ku pastikan dia memberi kamu pelajaran.”

Terry awalnya ingin berkata, “Termasuk kejadian kemarin malam ketika aku memeluk kamu tidur?” tetapi ketika di pikirkan lagi, Stella adalah orang yang serius dan dengan malas dia hanya menaikan pundaknya sambil melihat Stella : “Valentine sangat beruntung memiliki sahabat seperti kamu.”

Setelah itu, para tentara membawa Elena dan berkata kepada Terry : “Jarak menuju ke Ibukota masih beberapa ratus km, kalian tidak akan sanggup jika menggunakan motor, di sana ada sebuah mobil yang di tinggal, kalian gunakan itu saja.”

Setelah berkata, dia memberikan kunci kepada Terry.

Tanpa menunggu Terry berkata, Elena mengecup tentara itu : “Terimakasih, ketua tentara!”

Tentara ini terkejut, sebenarnya dia merasa lumayan, hanya saja dia tidak memperlihatkannya.

Novel Terkait

Suami Misterius

Suami Misterius

Laura
Paman
4 tahun yang lalu
Menunggumu Kembali

Menunggumu Kembali

Novan
Menantu
4 tahun yang lalu
The Revival of the King

The Revival of the King

Shinta
Peperangan
4 tahun yang lalu
You Are My Soft Spot

You Are My Soft Spot

Ella
CEO
4 tahun yang lalu
Because You, My CEO

Because You, My CEO

Mecy
Menikah
4 tahun yang lalu
Pejuang Hati

Pejuang Hati

Marry Su
Perkotaan
4 tahun yang lalu
Penyucian Pernikahan

Penyucian Pernikahan

Glen Valora
Merayu Gadis
4 tahun yang lalu
Pengantin Baruku

Pengantin Baruku

Febi
Percintaan
4 tahun yang lalu