The Revival of the King - Bab 50 Tidak Bisa Mengerti

Valentine mencerca Terry beberapa kali dan hanya ingin melihat wajahnya yang merasa canggung. Tidak disangka wajah Terry tidak saja tanpa ekspresi namun sikapnya juga tenang. Bagaikan benar-benar seorang yang kaya.

Valentine merasa tidak menarik juga sangat muak.

Dalam hati berpikir : orang ini tidak hanya miskin tapi juga belajar untuk berlagak!

Valentine menarik senyumnya dengan dingin berkata : “Siang tadi kamu bersama papaku?”

“Dia yang mengajakku.”

“Kamu beritahu masalah kita padanya?”

“Aku pikir tidak ada gunanya menyembunyikan darinya.”

“Dan apa kamu tahu? Setelah dia kembali ke ruangan dia bermaksud tidak ingin melakukan operasi.”

“Jadi maksud kamu mengajakku keluar untuk mempertanyakan kesalahanku?”

Valentine tersenyum sinis : “Tidak berani mempertanyakan kesalahan dan juga tidak perlu seperti itu, lagipula dia adalah ayahku dan tidak ada hubungan sedikitpun denganmu.”

“Kalau begitu bicara mengenai masalah kita, apakah berencana untuk pergi membuat surat nikah kita? Kalau iya sekarang juga bisa pergi.”

“Terrible, apa maksud kamu? Ingin memanfaatkan kesempatan selagi orang dalam bahaya dan mencelakakan orang yang sudah gawat, itu bukanlah hal yang akan dilakukan oleh seorang laki-laki.”

Saat ini pelayan datang mendekat dan meletakkan pesanan mereka di atas meja, kemudian mengatakan “silakan dinikmati”, mengangguk baru berlalu pergi.

Valentine melihat pelayan itu dan menyindir Terry : “Kamu lihat, aku tidak pernah bertemu dengan orang yang bisa membuat pelayan ketakutan seperti itu. Karena dia sudah menganggap kamu orang kaya, apakah kamu juga tidak bisa menampilkan aura seperti orang kaya di depanku?”

Valentine juga bodoh, kalau dia tidak pernah melihat orang kaya yang bisa membuat pelayan ketakutan seperti itu, maka pasti ada sebabnya pelayan itu setelah melihat Terry muncul rasa gugup bahkan ketakutan.

Dia tidak menganalisa dengan baik, malah menggunakan hal ini untuk menertawakan Terry. Terry sudah tidak bisa menahan keluh kesah dalam hatinya, merasa dirinya punya mata tapi tidak ada biji mata, bagaimana bisa dia diam-diam menyukai orang rosokan ini selama sekian tahun?

Dengan tidak sabar Terry balik bertanya : “Sebenarnya apa yang ingin kamu katakan?”

“Untuk apa berlagak? Jelas-jelas tahu uang enam ratus ribu yuan Daisy sangat penting bagiku dan syarat yang dia ajukan kamu juga tahu. Sekarang ingin pergi mengurus surat cerai, kamu masih lumayan seorang laki-laki. Sepertinya kamu juga tidak begitu ingin memaksaku, sebenarnya itu adalah tindakan orang berjiwa kerdil dan bukankah itu ingin mendesakku ke jalan buntu?”

“OK, aku menarik ucapanku tadi. Mohon katakan padaku, ada hal apa mencariku?”

“Papaku besok mau operasi dan waktu seminggu selanjutnya aku harus menjaganya setiap hari jadi tidak ada waktu, juga tidak ada suasana hati untuk melakukan hal itu denganmu.”

“Hal apa itu?”

“Terus berpura-pura saja, bukankah sudah kubilang? Sekarang tepat masa suburku, kalau malam ini kita tidak melakukan hal itu maka harus tunggu bulan depan lagi.”

Terry menarik nafas panjang, lalu bertanya : “Apa kamu masih mencintai Gordon?”

“Itu tidak ada hubungannya denganmu kan?” Valentine memandang rendah dan berkata mengejek : “Hubungan kita hanya sebuah transaksi, tidak ada hubungan dengan cinta, kamu jangan pikir berlebihan!”

“Maksudku, kamu begitu mencintai Gordon, tapi apakah Gordon benar-benar mencintaimu?”

“Ingin mulai lagi? Dengar aku Terrible, sekarang kita membicarakan masalah kita dan tidak ada hubungannya dengan orang lain.”

Valentine mengira selanjutnya Terry pasti akan berkata, jika Gordon masih mencintainya tentu tidak akan mempedulikan pertentangan dari orang tuanya.

Jadi Terry nanti pasti akan mengatakan, Gordon menggunakan pertentangan dari orang tuanya sebagai dalih dan sebenarnya dia tidak sungguh-sungguh mencintainya.

Selanjutnya Terry pasti akan meminta dia untuk tidak berharap lagi.

Dan saat Valentine menunjukkan surat nikah itu pada ibu Zhang pada waktu itu hatinya sudah beku. Namun dia tidak bersedia adanya keretakan antara Terry dan makin tidak ingin mendengar ada orang yang berkata buruk tentang Gordon.

Gordon adalah cinta pertama Valentine, berdua saling mencintai begitu lama hingga sampai merasa tidak terpisahkan.

Justru karena itu, Valentine tidak memberi kesempatan pada Terry untuk mencemarkan nama Gordon.

Terry tersenyum : “Mengapa kamu begitu sensitif kalau menyebut Gordon? Yang ingin kukatakan, jika kamu menegaskan kalau Gordon sungguh mencintaimu, aku bisa merestui kalian agar dia bisa menikahimu.”

Pertama Valentine tercengang lalu tertawa meremehkan : “Kamu? Cuma memakai baju bermerk kamu mengira dirimu adalah orang penting?”

Terry tidak perhitungan dengan sindiran dan ejekan Valentine, lagian dia sudah berpikir jernih. Dari kecil dia diganggu dan ditindas orang, Valentine memandang rendah dirinya itu wajar, apalagi semua temannya tidak ada satupun yang memandang tinggi dan menghargai dirinya.

Tentu saja Willy dan Monica tidak termasuk.

Ditambah lagi masalah surat nikah itu Terry merasa tidak tenang, dan tanpa sebab dia masuk dalam lingkaran Daisy.

Dan bagi Valentine, demi ayahnya tidak bisa tidak menahan hinaan dan menyerah, menerima seorang pria yang dia pandang rendah selama ini, tidak peduli dia melakukan hal seperti ini, Terry merasa kesalahan tidak pada Valentine.

Andai kata Valentine bukan gadis impian yang disukai Terry dan hanya seorang teman sekolah biasa, di saat dia perlu bantuan Terry merasa dia patut untuk membantunya apalagi uang enam ratus ribu yuan baginya itu bukan masalah.

“Jadi kamu pasti Gondor masih mencintaimu, apa kamu masih berharap dia akan menikahimu? Baiklah, sebagai teman lama aku pasti akan berusaha untuk memenuhi keinginan kamu.”

Valentine tidak percaya dengan telinganya dan dengan wajah ragu-ragu melihat Terry.

Terry lanjut berkata : “Semua hal yang kamu lakukan demi ayahmu membuat aku merasa kagum, bukankah hanya enam ratus ribu yuan? Hutang Daisy aku akan membayarnya untukmu. Jangan demi uang yang tidak seberapa ini kamu menjual tubuh. Tubuh yang tidak ada perasaan, meskipun kamu ingin jual aku pun tidak akan beli.”

Valentine mengerjapkan mata dan melihat Terry, tidak berani percaya semua yang dikatakan oleh Terry.

“Sudahlah, kalau tidak ada hal lain, kamu boleh pergi dan kopi ini aku yang bayar.”

Valentine bingung sejenak lalu tiba-tiba tergelak : “Terrible, mengapa aku merasa kamu pergi ke luar negeri beberapa tahun ini, kemampuan lain tidak kamu pelajari malah belajar main sandiwara?”

Terry terperanjat dan balik bertanya : “Main sandiwara apa?”

“Apa maksudnya menggantikan aku membayar hutang pada Daisy? Kalau aku tidak salah tebak, uang yang diberikan oleh Daisy itu memang uangmu kan? Daisy menyukai Gordon, kamu menyukai aku dan kebetulan aku terdesak memerlukan uang. Kalian sudah berunding dengan baik agar memakai namanya untuk meminjam uang padaku. Dengan begitu kalian masing-masing mendapatkan yang menjadi keinginan kalian berdua. Dia bisa mendapatkan Gordon, kamu mendapatkan aku. Bukankah begitu? Dan sekarang ingin berpura-pura menjadi orang baik di depanku?”

Huhhh, sepertinya ingin sungguh-sungguh melakukan hal baik itu lumayan sulit?

"Jadi maksudmu___”

“Aku ulangi sekali lagi : Ingin menikah denganku tidak masalah ; melahirkan anak untukmu juga boleh. Dan masih tetap satu kata itu, hubungan kita hanya transaksi, tidak perlu mengakali aku, jangan berkhayal untuk berbuat baik padaku agar aku berterima kasih sekali padamu, kemudian aku tidak bisa mundur dan jatuh dalam pelukanmu? Membuatku ingin tertawa saja!”

Novel Terkait

Istri Direktur Kemarilah

Istri Direktur Kemarilah

Helen
Romantis
4 tahun yang lalu
Meet By Chance

Meet By Chance

Lena Tan
Percintaan
4 tahun yang lalu
Innocent Kid

Innocent Kid

Fella
Anak Lucu
4 tahun yang lalu
Istri ke-7

Istri ke-7

Sweety Girl
Percintaan
5 tahun yang lalu
PRIA SIMPANAN NYONYA CEO

PRIA SIMPANAN NYONYA CEO

Chantie Lee
Balas Dendam
4 tahun yang lalu
Bretta’s Diary

Bretta’s Diary

Danielle
Pernikahan
4 tahun yang lalu
Kamu Baik Banget

Kamu Baik Banget

Jeselin Velani
Merayu Gadis
4 tahun yang lalu
The Richest man

The Richest man

Afraden
Perkotaan
4 tahun yang lalu