The Revival of the King - Bab 344 Menjalani Hidup Dengan Mabuk Dan Bermimpi

Elena tertawa berkata kepada Terry Fan. “Perbedaan terbesar antar orang barat seperti kita dan orang timur seperti kalian yaitu tidak terlalu menganggap penting hubungan antar pria dan wanita.”

“Bisa dimengerti, latar belakang budaya kita berbeda, pandangan juga berbeda, pikiran manusia pun juga ikut berubah. Maupun aku mengetahuinya, tapi kepala Wellington telah ditanam rerumputan luas olehmu. Aku tidak ingin menambahnya lagi dan tidak ingin selingkuh dengan wanitanya.”

“Kamu telah selingkuh dengan wanitanya!”

“Hanya karena malam ini terlalu istimewa, aku tidak ingin langsung menekan saraf Wellington itu.”

“Kalau begitu, bagaimana kalau kita pergi bermain ke bawah? Kita baru saja mandi, tunggu Wellington masuk, ia akan mengira kita baru selesai melakukan itu.”

“Ok.”

Terry Fan baru saja pertama kali datang ke Negara T, ini juga pertama kali ia tinggal di Hotel Holiday Inn. Ia ingin sekali melihat lingkungan yang berbeda dalam pertempuran ini dan bagaimana bentuk dengan lingkungan itu?

Mereka naik lift tiba di lantai satu bawah tanah. Katanya, tingkat ini sudah diperkukuh, tingkat kekuatannya bagai Garda Pertahanan. Kalaupun bangunan besar ini diserang dan runtuh, tempat ini akan baik-baik saja.

Lagi pula tempat ini adalah tempat perjudian. Jumlah dana yang keluar masuk setidaknya juga ada puluhan juta dollar amerika.

Sejak pertarungan internal di mulai, antusias orang-orang untuk datang ke sini tidak berkurang, malah makin bertambah. Beberapa orang yang memperoleh kekayaan dengan cara tidak baik pun bertaruh uang di sini.

Beberapa hari setelah pertarungan, dana yang keluar masuk dari sini bisa-bisanya sepuluh kali lipat dari sebelum pertarungan.

Masuk ke dalam tempat perjudian, hal pertama yang masuk ke dalam mata adalah para pejudi yang membuat pandangan pusing.

Katanya ini adalah tempat perjudian terbesar di Ibu Kota Negara T. Bagian terluar yang paling dekat dengan pintu masuk adalah ratusan mesin slot. Sebelum pertarungan, semua tempat duduk di depan mesin judi itu sering terpenuhi orang-orang.

Sebagian besar orang yang duduk di depan mesin slot ini adalah anak muda.

Selain pejudi, pengunjung, juga ada perampok, pembunuh, serta wanita penghibur.

Para pejudi itu mengubah uang tunai menjadi token kasino dan menaruh masuk ke dalam lubang token, lalu memencet tombol menunggu kabar baik. Tempat judi yang begitu besar muncul suara dentingan jumlah koin yang banyak jatuh ke dalam baki emas, merupakan hal yang paling membuat semangat setiap orang terbangkit.

Ada orang yang bisa menjadi orang kaya dalam semalam, semakin banyak orang yang bisa seketika menjadi orang miskin yang tidak memiliki apapun.

Pejudi yang terdapat banyak hutang dan tidak memiliki jalan lain, setelah meninggalkan tempat pun langsung lompat ke laut besar untuk mencari kebebasan yang lain, hal ini juga sering terjadi.

Setelah pertarungan internal meledak, orang-orang yang duduk di depan mesin slot pun menjadi sedikit, kemungkinan sebagian besar para pejudi di tingkat ini sudah mejadi korban dan tengah berusaha melindungi nyawa mereka dengan melarikan diri.

Sekarang orang-orang di sini sepertinya adalah tokoh besar dan tokoh yang kaya, satu-satu keluar dengan pakaian yang rapi dan formal. Orang-orang ini lebih menyukai alat judi tradisional.

Mereka semua berkeliling berjudi di rolet, kartu poker ‘Blackjack’ dan Baccarat, serta permainan dadu. Mereka semua tampak elegan dan terhormat, tapi sebenarnya hati mereka satu-satu ikut bergejolak sembari perjudian berlangsung.

Selain aula besar, di dalam sana juga terdapat banyak ruang privat dan ruang terpisah. Sebelum pertarungan, ruang-ruang itu merupakan tempat yang khusus dinikmati oleh orang-orang kaya dan tokoh besar, dimana mereka sering berjudi pada situasi yang tenang.

Tapi sekarang sudah berbeda.

Mungkin karena pertarungan yang membawa luka-luka bagi kota ini, sehingga di luar sana selain suara tembak dan ledakan, hanya tersisa keheningan yang mematikan.

Entah situasi apa yang akan dihadapi orang-orang yang bisa hidup melewati hari ini.

Jadi semua orang tidak mau berada di dalam ruangan, seperti lebih ingin berkumpul bersama. Semuanya pun terus bergerak di dalam aula tanpa henti.

Para tokoh besar yang biasanya sangat mementingkan identitas dan penampilan, saat ini ada yang melipat lengan pakaian, ada yang melepaskan jas. Tampang elegan yang sebelumnya pun menghilang, sambil berteriak kencang untuk menutupi rasa takut dan rasa tidak tenang dalam hati terhadap kematian pada pertarungan.

Terry Fan memandang jauh. Jumlah orang kaya setempat dan orang barat di sini masing-masing menduduki setengah. Wajah orang timur di sini sangatlah sedikit. Pemandangan ini beda jauh dengan pemandangan biasanya.

Sebelum pertarungan dimulai, ada banyak pengunjung dari bagian timur yang datang bermain di kota ini. Tempat perjudian ini juga merupakan salah satu ‘tempat rekreasi’ yang mereka sering kunjungi.

Saat Terry Fan dan Elena melangkah masuk ke dalam tempat perjudian, banyak orang pun mengalihkan pandangan terkejut pada mereka.

Orang-orang setempat merasa biasa saja, berbeda dengan orang barat yang mulai berdiskusi.

“Hei, bukankah semua orang timur sudah pergi? Mengapa di sini ada ‘yang terselamat’?”

“Mungkin ia itu bos batu arang? Atau bukan mereka adalah kriminal yang terdapat pada ‘perintah penangkapan merah’. Kalau tidak, mengapa orang ini tidak ikut pergi saat mereka sedang mengusir warga negara asing?”

“Orang timur sungguh banyak uang dan bodoh. Dulu bagian barat kita terdapat banyak wanita penghibur dengan lima puluh dollar semalam dan diajak mereka main dari lima ratus hingga seribu dollar untuk semalam. Apalagi di dalam tempat perjudian, orang lain berharap untuk menang, tapi mereka menganggap kekalahan sebagai kehormatan. Sepertinya siapa yang paling banyak kalah uang, semakin tidak berkerut alis, maka dirinya akan tampak semakin keren!”

“Kata-kata itu sungguh terjadi, apalagi beberapa tahun yang lalu, entah ada berapa banyak wanita penghibur dan tempat perjudian yang mereka bayar. Hal yang teraneh adalah mereka bahkan meminta tagihan dari wanita penghibur dan tempat perjudian.”

“………..”

Entah Terry Fan dan Elena ke meja mana pun, mereka pasti bisa menarik pandangan sebagian besar orang.

Orang-orang bukan mengagumi tampang mereka yang tampan dan cantik, apalagi beberapa orang barat itu, hanya ingin melihat bagaimana Terry Fan mengalahkan judi.

Saat Wellington masuk ke dalam aula besar, pelayan di kasir memberi tahunya bahwa Elena meninggalkan pesan untuk membiarkan dirinya langsung pergi ke tempat perjudian di lantai satu bawah tanah.

Saat datang ke sini, Wellington terus berpikir bagaimana reaksinya kalau ia melihat Elena dan Terry Fan baru saja selesai melakukan itu setelah ia masuk ruangan?

Sekarang mendengar mereka berada di tempat perjudian, suasana hatinya pun banyak membaik.

Sepertinya kekhawatiran Terry Fan itu benar. Mau orang barat itu terbuka, mereka juga tidak dapat terima jika mereka diselingkuhi.

Saat tiba di aula besar, melihat Terry Fan dan Elena yang tengah berdiri di depan rolet, ia pun langsung berjalan mendekati.

Orang barat yang awalnya sangat mementingkan taruhan pun berhenti melihat Terry Fan, lalu menunggu bersama untuk melihat ia terus berlagak keren dengan menghamburkan uang dengan cara orang timur.

Saat masuk ke dalam, Elena telah menukar token seharga sepuluh ribu dollar amerika.

Angka seperti ini sudah termasuk sangat kecil di tempat perjudian sekarang ini.

Lagi pula mereka bukan datang untuk berjudi dan bermain. Mereka hanya demi menjaga perasaan Wellington, agar ia tidak merasa dirinya diselingkuhi.

Saat mulai, Terry Fan masih belum tidak tahu. Hingga menyadari tidak ada orang yang taruhan, pandangan semua orang pun mendarat padanya. Apalagi orang yang sebelumnya berdiri di depannya diam-diam mengosongkan tempat untuknya.

Ia memandang semuanya dengan bingung, lalu menyadari mereka semua menggunakan tatapan yang penuh harapan memandang dirinya.

Terry Fan terdiam dan melirik ke Elena sekilas dengan kebingungan.

Elena tertawa dan mendekat ke samping telinganya berkata, “Dulu mereka semua tahu ada orang dari sebuah negara kecil bagian timur yang sangat kaya. Entah di tempat umum manapun, orang barat pun harus bersikap sopan kepada mereka. Sekarang negara timur kalian menjadi kaya lagi, jadi kita orang barat, apalagi saat berada di tempat perjudian, saat melihat wajah orang timur, mereka akan tidak tahan untuk berhenti melihatnya dan melihat cara kamu bermain.”

“Hello,” Orang barat yang sebelumnya membicarakan Terry Fan dari belakang pun inisiatif menyapa Terry Fan. “Teman, apakah kamu tidak mau ikut taruhan?”

Novel Terkait

Anak Sultan Super

Anak Sultan Super

Tristan Xu
Perkotaan
2 tahun yang lalu
Be Mine Lover Please

Be Mine Lover Please

Kate
Romantis
2 tahun yang lalu
My Only One

My Only One

Alice Song
Balas Dendam
3 tahun yang lalu
Cinta Yang Tak Biasa

Cinta Yang Tak Biasa

Wennie
Dimanja
2 tahun yang lalu
The Comeback of My Ex-Wife

The Comeback of My Ex-Wife

Alina Queens
CEO
2 tahun yang lalu
Bretta’s Diary

Bretta’s Diary

Danielle
Pernikahan
2 tahun yang lalu
Mata Superman

Mata Superman

Brick
Dokter
2 tahun yang lalu
Hei Gadis jangan Lari

Hei Gadis jangan Lari

Sandrako
Merayu Gadis
2 tahun yang lalu