The Revival of the King - Bab 349 Suami-Istri Bersitegang

Terry Fan tersenyum dan berkata: “Aku bilang begini sama sekali tanpa maksud mengolok-ngolokmu. Yang ingin kukatakan adalah, menurut pengamatanku, kamu juga seorang pria baik. Meski orang-orang yang berkonflik denganku kebanyakan besar adalah orang Timur, namun kami berasal dari seluruh penjuru negeri dan tidak saling mengenal. Dalam banyak kesempatan, kami malah cukup sering bertengkar secara internal dan membentuk geng masing-masing. Singkatnya, itu semua untuk bertahan hidup.”

Wellington mengangguk dan berkomentar, “Terlepas dari seni bela dirimu yang mengerikan dan kepandaianmu yang tidak tertandingi, gayamu mampu membuatmu jadi orang yang sangat berwibawa. Jika tidak, para pekerja Timur yang tersebar di berbagai negara tidak mungkin akan memutuskan mengikutimu tanpa ragu-ragu.”

“Aku waktu itu berpikir, jika bisa menyatukan mereka semua, atas alasan apa aku tidak akan bisa memenangkan hatimu? Kamu pemberani dan pandai bertarung. Fakta membuktikan bahwa pilihanku waktu itu tepat. Karena kedatanganmu dan prajurit bayaranmu yang bersedia memberi pelatihan militer pada prajuritku, pasukanku jadi punya kemampuan untuk memenangkan berbagai pertempuran. Untuk ini, aku selamanya berterima kasih padamu.”

Wellington mengibaskan tangan: “Itu sebenarnya bukan niatku pribadi. Andai atasan tidak memerintahkanku untuk menjalankan program pengasuh, aku tidak mungkin akan membantumu.”

Pria pertama menghela nafas: “Ini yang aku sesali sampai hari ini. Aku pikir kita sudah menganggap satu sama lain sebagai rekan. Sekali pun kamu agen Biro Intelijen Barat dan aku tidak berharap kamu mengkhianati negaramu sendiri demi aku, namun saat aku berada di masa sulit, aku selalu percaya bahwa kamu akan membelaku.”

Pria kedua membalas tanpa ragu: “Selama tidak bertentangan dengan kepentingan negaraku, aku pasti akan melakukannya.”

“Seperti sekarang, Johnson membawa begitu banyak orang untuk membunuhku. Jika kamu menjadi orang yang membunuhku, saat polisi menangkapmu, aku pasti akan membelamu dan menyuruh polisi Timur untuk melepaskan.”

“Aku percaya.”

“Tapi, masalah yang kuhadapi sekarang bukan hanya kamu, namun juag istrimu. Elena juga terlibat dalam rencana pembunuhanku. Hari ini kalian suami-istri duduk bersamaku, aku harus melakukan apa?”

Mendengar pertanyaan ini, Wellington dan Elena sudah mengerti apa yang ingin ia katakan.

Terry Fan hanya ingin mengungkapkan bahwa walau ia mengenang persahabatannya dengan Wellington secara mendalam, namun berhubung sedang ingin dibunuh oleh mereka berdua, apa lagi yang ia bisa lakukan selain melakukan perlindungan diri dan serangan balik?

Jika Terry Fan melawan balik, jangankan mereka berdua, memanggil tiga puluhan prajurit bayaran untuk menghadapinya sama Wellington tidak yakin bisa menang.

Pria itu tersenyum sedih: “Terry Fan, aku berjuang untuk negaraku, sementara kamu berjuang untuk kelangsungan hidupmu. Kepentingan kita berdua sama-sama tidak bisa dikompromikan. Jadi, walau kita berteman baik, jika ada kesempatan, kami pasti akan menyerangmu.”

Elena menatapnya pucat: “Kamu yakin kamu mampu menaklukannya?”

Wellington menggeleng: “Kita berdua tidak bisa mengkhianati negara, sementara Tery Fan harus bertahan hidup. Ketika kepentingan kedua belah pihak tidak bisa dikompromikan, maka hanya pertarungan yang bisa dijalankan.”

“Aduh!”

Pria itu menoleh ke Terry Fan dan berkata, “Aku tidak punya permintaan lain. Jika aku mati, tolong lepaskan Elena. Bagaimana pun, dia adalah istriku!”

Elena menendangnya: “Memang aku perlu kamu lindung?”

Terry Fan juga tersenyum: “Jika memilih untuk membunuh salah satu dari kalian, aku pasti memilih membunuh Elena. Alasannya, dia jauh lebih berbahaya darimu!”

“Dengar, tidak?” Si istri menendang si suami lagi: “Jangan lupa, kamu hanya agen biasa. Jabatanku lebih tinggi darimu!”

Wellington memandang Elena, lalu Terry Fan. Ia tiba-tiba menyadari sesuatu.

Terry Fan mengarahkan percakapan ke arah “salah satu dari mereka harus mati”. Namun, Elena terlihat tidak gugup sama sekali. Nampaknya, kesepakatan yang diam-diam sudah tercapai di antara mereka berdua.

Tidak bertanya pada Elena, Wellington memilih bertanya pada Terry Fan: “Kamu biasanya tidak suka basa-basi, jadi langsung katakan saja apa yang kamu inginkan! Jika aku tidak salah tbeak, yang Elena katakan padaku di telepon adalah yang kamu mau, bukan?”

Si wanita meliriknya dan berkata, “Sepertinya kamu tidak sebodoh yang kukira!”

“Melihat kalian berdua begini, aku jadi merasa ada sesuatu yang disembunyikan dariku.”

“Memang.” Si istri melirik suaminya: “Sebelum kamu datang, aku dan Terry Fan mengobrol lama di ranjang.”

“Jangan beromong kosong!” Terry Fan tersenyum dan bertutur pada Wellington: “Yang kamu katakan barusan tidak keliru. Aku sedang memperjuangkan nyawaku, sementara kamu sedang memperjuangkan negaramu. Tetapi, di negaramu, aku rasa kalian sedang sangat diperalat!”

Melihat raut Wellington yang tidak paham, Terry Fan menuturkan kata-kata Elena tadi.

Selesai mendengar, yang diceritakan menarik nafas dalam-dalam.

Terry Fan akhir-akhirnya berkata: “Masalah yang kalian suami-istri berdua hadapi, atau yang kita bertiga hadapi, adalah kalian setia pada negara kalian dan aku pun tidak berniat bermusuhan dengan negara kalian, namun kepala biro kalian dan Pierce berharap aku mati.”

Elena menambahkan: “Jika ananlisa ini benar, lebih tepatnya, kepala biro dan Pierce berharap aku mati bersama Terry Fan. Ad apun kamu, sejauh ini aku belum menemukan alasan mereka harus membuatmu ikut mati.”

Wellington menatap kosong Elena: “Apa maksudmu? Kamu adalah istriku. Jika mereka ingin kamu mati, mana mungkin mereka akan membiarkanku hidup?”

“Belum tentu sepaket begitu. Bisa jadi kamu sudah berkolusi dengan mereka!”

Wellington menggeleng: “Pantas saja Terry Fan sering bilang bahwa di Timur, ada pepatah yang menyebut orang kecil dan wanita adalah dua jenis penjahat yang paling sulit diurus!”

“Wellington, memang aku pernah memintamu mengurus aku?”

Terry Fan buru-buru menjelaskan: “Kata “mengurus” dalam pepatah itu artinya adalah “diajak bicara”, bukan “dinafkahi”. Sudah, kalian jangan pusingkan hal-hal sepele begini.”

“Ini bukan hal sepele.” Wellington berkata: “Dengan kata-katanya barusan, aku ini orang macam apa? Sudah tidak memedulikan kamu sebagai rekanku sendiri, aku juga tidak memedulikan dia sebagai seorang istri?”

“Bukankah ini normal?” Elena memprovokasinya: “Kamu tidak kekurangan wanita, jadi punya seorang istri atau tidak tidaklah penting untukmu. Selain itu, kamu dan Terry Fan juga tidak terhitung rekan. Kamu ada di sisinya serta membantunya menaklukan lawan-lawan sebenarnya hanya untuk menyelesaikan program pengasuh.”

“Aku……”

Sebelum Wellington murka, Terry Fan buru-buru menghentikannya: “Hei, kalian bisa menyusun skala prioritas tidak sih? Sudah di saat ini, kalian masih ingin bertengkar?”

Wellington memutar bola mata ke Elena dan berkata: “Berhubung kalian sudah berdiskusi dan menimbang, maka beritahukan aku hasilnya!”

Novel Terkait

Blooming at that time

Blooming at that time

White Rose
Percintaan
3 tahun yang lalu
Revenge, I’m Coming!

Revenge, I’m Coming!

Lucy
Percintaan
2 tahun yang lalu
Siswi Yang Lembut

Siswi Yang Lembut

Purn. Kenzi Kusyadi
Merayu Gadis
2 tahun yang lalu
See You Next Time

See You Next Time

Cherry Blossom
CEO
3 tahun yang lalu
Mr Lu, Let's Get Married!

Mr Lu, Let's Get Married!

Elsa
CEO
2 tahun yang lalu
I'm Rich Man

I'm Rich Man

Hartanto
Merayu Gadis
2 tahun yang lalu
Predestined

Predestined

Carly
CEO
3 tahun yang lalu
Ternyata Suamiku Seorang Sultan

Ternyata Suamiku Seorang Sultan

Tito Arbani
Menantu
2 tahun yang lalu