The Revival of the King - Bab 276 Mengunjungi Guru

Terry Fan agak kurang paham, apakah asalkan laki-laki bersama dengan seorang wanita, maka mereka pasti sudah melakukan hal tersebut?

Atau mungkinkah Helena Hu dan Yunisha Yang memiliki pemikiran yang sama, mereka tahu kalau dia menghabiskan waktu dengan mereka, tujuannya adalah untuk membalaskan dendam pada suami mereka?

“Ini aneh sekali,” Terry Fan bertanya dengan diliputi ketidakpahaman: “Kamu mengatakan aku memiliki hubungan dengannya, dia barusan juga mengatakan kalau kamu memiliki hubungan denganku! Ada apa ini sebenarnya?”

“Lihat, kamu sudah mengakuinya bukan?”

“Apa yang sudah kuakui?”

“Ini sangat sederhana, kamu dan suamiku adalah teman sekolah, kamu memiliki hubungan denganku, kamu membawaku untuk berkenalan dengannya, dia pasti juga memiliki hubungan seperti ini denganmu, hanya saja ini hanyalah kecurigaanku, aku masih belum bisa memastikannya.”

“Kalau begitu mengapa sekarang kamu sudah yakin?”

“Itu karena aku memiliki hubungan denganmu, maka aku pun mencurigaimu, dia juga curiga padamu, pasti dia juga memiliki hubungan denganmu!”

“Yang benar saja, kamu mengatakannya seperti sedang memainkan kata-kata.”

“Apa kamu masih belum paham juga, seorang pencuri akan melihat orang-orang juga sama seperti dirinya yakni seorang pencuri, wanita yang berselingkuh, pasti akan merasa kalau semua wanita dimuka bumi juga tukang selingkuh.”

“Tunggu sebentar, jika seperti yang kamu katakan, berarti aku dan Monica Li juga memiliki hubungan seperti ini?”

Helena Hu lantas menggeleng: “Kalau itu belum pasti, kecuali Monica Li juga menanyakannya padamu, apakah aku memiliki hubungan itu denganmu, kalau tidak, pasti tidak ada apa-apa di antara kalian.”

Terry Fan akhirnya paham, jika dia dan Helena Hu tidak memiliki hubungan seperti itu, Helena Hu tentu tidak akan berpikir kalau aku memiliki hubungan seperti itu dengan Yunisha Yang, inilah yang namanya melihat orang lain seperti melihat diri sendiri.

Seperti Monica Li.

Karena Terry Fan memperlakukannya dengan sopan dan tidak ingin mendekatinya, karena hubungannya dengan Terry Fan ini, meskipun Terry Fan berhubungan dengan wanita lain, Monica Li tentu tidak akan berpikir demikian, itu karena dia melihat Terry Fan sebagai pria baik-baik, tentu tidak akan melakukan permainan berbahaya seperti ini.

Meskipun wanita itu lebih sensitif, tetapi posisi mereka berbeda, oleh karenanya cara pandang mereka juga akan berbeda, tetapi pada akhirnya semua sama saja, mereka akan mendapatkan jawaban yang sama, bagian ini adalah bagian yang paling dikagumi oleh Terry Fan.

Terry Fan kembali bertanya: “Kalau begitu biar kuberitahu, hubunganku dengan Yunisha Yang sama dengan hubunganku denganmu, sampai sekarang, kita hanya berpelukan, apa kamu percaya?”

“Tentu saja percaya, setidaknya aku sudah melihatnya, kamu bukan pria yang gampang khawatir, kamu mengikuti iramamu sendiri, tetapi jika dibandingkan dengan sebagian besar pria yang ada, kamu jelas sangat tenang, suka mengikuti moodmu, dan lagi……”

“Yang benar saja, bukankah akan lebih mudah jika kamu mengatakan kalau aku adalah seorang pria sejati?”

“Hehehe----” Helena Hu tertawa dibuatnya, dia sama sekali tidak sanggup menghentikan tawanya.

“Bawa mobil yang serius, jangan sampai kamu menabrak gunung.”

Kuil Sanqing yang megah baru direnovasi, terletak pada pertengahan gunung Meishan yang ada pinggiran barat kota, kabut mengelilingi tempat itu.

Helena Hu kemudian berbelok berkali-kali, dan menghentikan mobil pada tempat parkir didepan kuil Tao tersebut, dia tidak paham dan bertanya: “Ditempat ini, kamu juga tidak akan sampai melakukan tidak professional bukan?”

Terry Fan kemudian mencubit wajahnya dan menciumnya: “Jangan mengotori tempat suci, apa tempat ini tempat yang bisa didatangi teman-temanmu itu?”

“Apa aku juga tidak boleh sembahyang?”

“Aku tidak ingin bertekak lagi denganmu, jika kamu mau kamu boleh sembahyang, jika tidak kamu diam saja dimobil, aku akan pergi membereskan sesuatu sebentar.”

“Baiklah.”

Setelah Terry Fan turun dari mobil, dia segera masuk ke Kuil Sanqing, dia menyadari meski bagian dalam kuil sangat luas, tetapi orang-orang yang datang sembahyang tidak banyak.

Sepertinya ditimur ini, orang yang menganut aliran Tao lebih sedikit jumlahnya dibanding dengan penganut agama Buddha.

Dibandingkan dengan tujuh tahun yang lalu, tempat ini benar-benar sangat berbeda.

Dahulu di Kuil Sanqing ini, hanya terdapat dua kamar dengan genting hijau, yang didepan adalah balairung kuil, yang dibelakang adalah tempat tinggal guru agung Qingyun, jika ditambahkan, luas areanya tidak akan lebih dari 30m2.

Sekarang benar-benar sangat berbeda, kuil Kuil Sanqing ini dibangun dengan membentuk anak tangga, dengan total 9 lantai, disetiap lantai terdapat sebuah aula, didalamnya diletakkan patung dewa dewi Tao, ada banyak pendeta Tao yang keluar masuk dari tempat itu.

Kebetulan sekali seorang pendeta Tao berjalan mendekat, Terry Fan segera menanyakan tempat tinggal guru agung Qingyun.

Ajaran agama Tao sama dengan ajaran agama Buddha, sangat menitik beratkan ikatan jodoh, jika masuk ke kuil Tao, bisa langsung menyebutkan nama pendeta Tao, orang-orang akan mengiranya sebagai orang yang berjodoh, asalkan demikian, murid-murid pendeta itu akan menyambutnya dengan bahagia.

Di sini ada banyak bagian dengan pembagian tugas yang berbeda, mereka yang posisinya makin tinggi, akan semakin sulit ditemui.

Pendeta Tao kemudian mengantarkan Terry Fan, ketempat guru agung Qingyun, dengan hormat melaporkan: “Kakek guru, ada seorang tuan yang bernama Terry Fan ingin berjumpa dengan anda.”

Wow!

Hanya tujuh tahun, kelihatannya guru agung Qingyun semakin lama semakin termasyur, murid beliau bahkan sudah memiliki murid?

Bertemu lagi dengan guru agung Qingyun, tidak bertemu selama tujuh tahun, beliau masih sama seperti dahulu, meskipun usianya sudah 60 tahun lebih, dia kelihatan sangat bersemangat seperti anak muda, meskipun beliau kurus, tetapi tubuhnya cukup terlatih.

“Guru!” Terry Fan lantas memanggilnya, ketika dia hendak berlutut dan bernamaskara.

Pendeta Tao yang membawanya terkejut, wajahnya kelihatan sangat kaget, biasanya, orang-orang diluar agama ini bertemu dengan pendeta Tao, dibelakang mereka akan memanggilnya dengan sebutan pendeta Tao, sementara ketika berhadapan mereka akan memanggil mereka dengan sebutan guru Tao, ada juga yang memanggil guru besar, dan panggilan paling hormat pada mereka adalah guru agung.

Mendengar Terry Fan memanggil guru agung Qingyun dengan sebutan “Guru”, benar-benar mengejutkan.

Jika mengatakan Terry Fan ini tidak paham, mengapa dia malah bisa memiliki jodoh dengan kakek guru?

Jika dia paham akan hal tersebut, mengapa dia memanggil beliau hanya dengan panggilan guru?

“Jangan!” guru agung Qingyun kemudian mengayunkan tongkat Taonya: “Jika kamu berani berlutut, aku akan menghancurkan kakimu!”

Yang benar saja!

Pendeta Tao tadi lebih terkejut lagi.

Kakek guru memang sangat keras, tetapi dia tidak pernah segalak ini, baik pada murid dari muridnya, atau orang luar.

“Apa tidak salah?” lutut Terry Fan yang baru bengkok setengah, segera kembali lurus, dengan kebingungan bertanya: “Kamu mengajariku ilmu bela diri, aku lantas berkonstribusi dengan merenovasi, memanggilmu dengan sebutan guru, kamu masih tidak mau aku berlutut menghormatimu?”

“Ketika aku ingin menerimamu sebagai muridku tujuh tahun yang lalu, kamu sangat tidak rela, kamu bahkan mengatakan kalau aku adalah penipu.”

“Hei hei, kamu anggap saja kalau aku adalah orang biasa, tidak mengenal dirimu yang sangat agung ini, sekarang aku sudah mengetahui kesalahanku, bisa dikatakan sebagai orang berbakat yang kembali lebih berharga dari emas, lebih baik terlambat dari pada tidak pernah kembali, dan semuanya belum terlambat!”

“Sudah terlambat, sudah terlambat!” guru agung Qingyun kemudian melihat pendeta Tao: “Jika aku tidak salah ingat, dia sepertinya lebih tua tiga tahun darimu, murid besarku tahun ini sudah berusia 50 tahun lebih, sekarang kamu ingin aku menjadi gurumu, orang-orang yang tidak tahu seluk beluk situasi, tentu akan mengira kalau aku telah mempermainkan mereka!”

Mendengar hal ini, pendeta Tao tadi tentu semakin bingung, rupanya tujuh tahun yang lalu, kakek guru ingin menjadikan pria ini sebagai muridnya, tetapi pria ini tidak mau?

Saat itu guru agung Qingyun kemudian mengibaskan tangannya pada pendeta itu, pendeta Tao itu segera mengundurkan diri.

Setelah melihat pendeta Tao pergi, Terry Fan dengan berbisik mengatakan: “Tadi ketika ada orang luar, aku tidak enak mengatakannya secara langsung, sebenarnya kamu memang seorang penipu!”

Guru agung Qingyun kemudian membelalakan matanya: “Apa maksudmu bocah?”

“Tidak ada yang salah dari ilmu-ilmu yang kamu ajarkan padaku, buku-buku yang kamu berikan padaku juga sangat berguna, tetapi kamu pernah mengatakan, asalkan aku tetap tidak menyerah, akan tiba hari di mana aku bisa mendapatkan kehidupan abadi. Tetapi lihatlah, sudah 7 tahun berlalu, aku masih sama seperti dahulu, jika tidak bisa mendapatkan kehidupan abadi, setidaknya aku sudah bisa terbang bukan?”

Guru agung Qingyun kemudian memukul kepalanya dengan tongkat “Phak”: “Hanya tujuh tahun kamu sudah berpikir untuk bisa hidup abadi? Kalau begitu dari dahulu sampai sekarang, sudah berapa orang yang sudah hidup abadi? Sekarang angkat kepalamu dan lihatlah langit, kamu bisa melihat burung yang terbang bukan? Semuanya adalah dewa yang sedang terbang!”

Novel Terkait

Asisten Bos Cantik

Asisten Bos Cantik

Boris Drey
Perkotaan
3 tahun yang lalu
Cinta Seorang CEO Arogan

Cinta Seorang CEO Arogan

Medelline
CEO
4 tahun yang lalu
Suami Misterius

Suami Misterius

Laura
Paman
3 tahun yang lalu
Cinta Presdir Pada Wanita Gila

Cinta Presdir Pada Wanita Gila

Tiffany
Pernikahan
4 tahun yang lalu
More Than Words

More Than Words

Hanny
Misteri
4 tahun yang lalu
My Charming Wife

My Charming Wife

Diana Andrika
CEO
4 tahun yang lalu
Doctor Stranger

Doctor Stranger

Kevin Wong
Serangan Balik
3 tahun yang lalu
Cinta Yang Paling Mahal

Cinta Yang Paling Mahal

Andara Early
Romantis
3 tahun yang lalu