The Revival of the King - Bab 232 Menunggu Waktu

Paman Llyod adalah orang yang berpengalaman, jelas tahu tidak bisa menggunakan cara keras, dia mengerti bagaimana mundur.

Dia melihat Terry Fan sebentar dengan diam, mengalihkan pandangan pada bos pemilik hotel :”Mana tagihannya!”

Demi urusannya, Terry Fan tidak mungkin dengan begitu mudah melepaskannya, memintanya harus mengeluarkan 3 juta RMB, kalau tidak, pasti akan membuatnya merasa hidup tidak ada artinya.

Masalahnya adalah sekarang harus mempertimbangkan posisi bos pemilik hotel.

Terry Fan sangat mengerti bila dia mengerjai Paman Lloyd sampai mengenaskan, takutnya yang merasa paling takut di tempat, pasti adalah bos

pemilik hotel.

Jadi dia tidak berbuat keterlaluan, dia berbalik pergi tanpa bersuara, namun meninggalkan aura yang kuat di tempat, membuat tidak ada satu orang pun di tempat yang berani bersuara.

Bos pemilik hotel awalnya berencana menyapanya, namun tidak tahu bagaimana menyapanya baru baik.

Memanggil saudara, jelas tidak cukup pantas.

Bila memanggil Tuan Fan, juga takut Paman Lloyd merasa hubungan mereka tidak begitu dekat, nanti pasti akan mencari masalah lagi.

Jadi setelah melihat dengan bodoh Terry Fan pergi, bos pemilik toko membungkuk pada Paman Lloyd : “Paman Lloyd, terima kasih Anda telah memaafkan masalah ini, tagihan tidak perlu dibayar, hari ini anggap tagihannya milikku.”

Bisa membuat hotel menjadi seperti ini, bos pemilik hotel juga memiliki pandangan yang unik, dia mengerti apa yang namanya cukup, terutama di situasi seperti ini, asal cukup memberi gengsi pada Paman Lloyd baru bisa menjamin tidak ada masalah di kemudian hari.

Hanya saja sebagai salah satu dari tiga pemimpin masyarakat di Kota Jiang, gengsi Paman Lloyd sudah habis di hadapan Terry Fan, gengsi yang diberikan bos pemilik hotel ini, benar-benar tidak cukup untuk menebusnya.

Dia tidak berkata apapun, berkata pada saudara di sebelahnya : “Kamu pergi bayar tagihan, ada berapa bayar berapa, jangan mau diskon sedikitpun.”

Selesai berbicara, dia berjalan ke luar pintu.

“Paman Lloyd, Paman Lloyd---“

Bos pemilik hotel sedang ingin mengejarnya, namun ditahan oleh bawahan Paman Lloyd :”Bos, mana tagihannya!”

Bos pemilik hotel tidak ada cara lain, hanya bisa tersenyum sedikit dan mengangguk : “Baik, kalau begitu aku bawa kamu ke bar.”

Saat Paman Lloyd berjalan ke arah pintu, Paman Bennet bertanya : “Kak Lloyd, apa menerima begitu saja?”

Paman Lloyd tersenyum dingin : “Nanti lihat-lihat saja, Kak Noah tidak memiliki alasan apapun untuk menakuti kita, kita duduk dan tunggu bagaimana bocah bermarga Fan ini mati, sampai di waktu itu, bila aku membiarkan hotel ini buka satu hari lebih lama baru aneh.”

“Masalahnya adalah, bagaimana bila Biro Intelijen Barat tidak dapat membereskan bocah bermarga Fan ini?”

Paman Lloyd meliriknya sebentar : “Apakah kamu merasa, kita benar-benar lebih hebat dari Biro Intelijen Barat? Biro Intelijen Barat dapat membunuh orang tanpa berkedip, tidak masalah bila kita saling berkelahi dan membunuh di antara saudara, namun bila ingin mereka menginginkan nyawa orang lain, takutnya...”

Iya, tidak peduli bos mafia ataupun preman kecil, bergaul keluar semuanya ingin menjadi terkenal.

Berkelahi juga tidak apa-apa.

Namun bila tidak sengaja membunuh orang, hanya bisa menyerahkan pada nasib.

Bila menyuruh mereka mengambil nyawa orang, lagipula harus membunuh lawan, selain orang bodoh, siapapun juga tidak berani pergi melakukan hal tersebut.

Paman Bennet menghela napas : “Aku tidak enak, kita dua bersaudara sudah menguasai Kota Jiang bertahun-tahun, apakah ditekan dengan begitu mudah oleh bocah ini?”

Paman Lloyd menghela napas berkata : “Orang yang mengerti keadaan adalah orang yang bijaksana, apa tidak mendengar apa yang Kak Noah katakan barusan? Beberapa hari ini bila bocah bermarga Fan ini tidak mati, maka dia akan benar-benar menghilang di Kota Jiang. Kak Noah pernah takut pada siapa? Dia bisa mengucapkan ucapan seperti ini, takutnya bocah ini memang sangat hebat.”

Paman Bennet mengelus lehernya : “Apa aku sia-sia dipukul?”

Paman Lloyd menepuk pundaknya berkata : “Saudaraku, jangan impulsif, lebih baik menahan diri dulu.”

“Bagaimana dengan Jacky Hong di Chengdong?”

“Biarkan saja dulu, nanti dibereskan bersama.”

Saat Terry Fan meninggakan pintu Departemen Penjualan Komplek Komersial Mutiara Sejahtera, dia melihat tidak jauh Willy Wang sedang mengawasi renovasi restoran, tanpa sengaja melihat Valentine Li, bergegas berjalan ke arah hotel.

Kebetulan Monica Li keluar dari restoran, melihat ekspresinya yang tidak beres, dia bertanya : “Kenapa?”

Willy Wang memutar matanya ke arah Valentine Li : “Valentine Li sudah datang.”

Selesai berbicara, dia terus berjalan ke hotel.

“Hei, ada apa denganmu?” Monica Li menarik lengan Willy Wang : “Dia adalah bos wanita!”

“Sudahlah, tidak ada hal seperti ini. Huh, bagaimanapun aku harus memikirkan cara agar Terry menendangnya!”

Monica Li menepuk bahunya sebentar : “Apakah menarik? Benar kata pepatah, lebih baik menghancurkan sepuluh kuil, namun tidak menghancurkan sebuah pernikahan, kamu jangan cari masalah!”

Selesai berbicara, Monica Li berjalan beberapa langkah keluar, setelah melihat Valentine Li, sambil dengan cepat menyambutnya, sambil berteriak : “Valentine, Valentine—“

Mendengar ada suara, Valentine Li berbalik, melihat Monica Li yang menyambutnya, dia tersenyum malu.

Hubungan mereka tidak terlalu dekat, jangankan setelah lulus, saat mereka masih menjadi teman sekolah pun, Valentine Li tidak begitu berbicara pada Monica Li.

Walaupun keduanya teman sekolah dan tetangga, namun saat teman-teman sekolah di seluruh kelas merendahkan Terry Fan, hanya Monica Li yang baik pada Terry Fan.

Saat itu Valentine Li berpikir, Monica Li juga tidak memiliki siapapun lagi, tidak berkata ada berapa pria di dunia ini, hanya teman sekolah laki-laki di kelas kita saja, mana ada yang tidak lebih baik dari Terrible, apa dia buta?

Sekarang sebaliknya, Monica Li menikah dengan Willy Wang, walaupun keduanya dulu tidak kaya, namun bahagia, sekarang di bawah bantuan Terry Fan, seketika memiliki restoran yang begitu besar seperti ini, lagipula setiap orang memiliki mobil miliknya sendiri.

Sedangkan Valentine Li? Dia masih tidak tahu di mana kebahagiaannya!

Dari luar dia adalah istri legal Terry Fan, tapi dia sangat mengerti paling tidak sekarang, posisinya di hati Terry Fan takutnya tidak sebanding dengan Monica Li.

Monica Li berjalan cepat ke sampingnya, dengan ekspresi yang ramah bertanya : “Valentine, kenapa kamu datang, dimana Terry?”

Tidak bisa dipercaya!

“Terry” satu kata ini keluar dari mulut Monica Li, terlihat begitu alami, begitu dekat, begitu enak didengar, membuat Valentine Li sangat canggung.

“Dia ada sedikit urusan, seharusnya dengan cepat akan kemari.”

“Ayo!” Monica Li merangkul lengannya : “Pergi lihat-lihat restoran kita, Terry berkata restoran kita ini harus menjadi restoran yang paling mewah di Kota Jiang!”

Monica Li benar-benar menganggap Valentine Li sebagai bos wanita, namun Valentine Li tahu, hotel ini diberikan pada mereka oleh Terry Fan, mendengar dia berkata hotel sebagai hotel “kita”, bagaimanapun sedikit canggung, namun tidak enak berkata terang-terangan, hanya bisa mengikutinya berjalan ke hotel.

Saat ini, bos pemilik telepon menelepon : “Ibu guru Li, terima kasih, benar-benar terima kasih!”

Saat melihat telepon bos pemilik hotel, Valentine Li masih sedikit tegang, setelah mendengar ucapannya, baru mengetahui Terry Fan tidak apa-apa, akhirnya tertawa berkata : “Tidak apa-apa, hanya masalah kecil saja, apa sudah diselesaikan?”

“Sudah dibereskan, sudah dibereskan. Itu, apa aku boleh bertanya, apa hubungan kamu dengan Tuan Fan?”

“Dia adalah suamiku!”

“Ha?”

Bos pemilik hotel tidak pernah mendengar Valentine Li pernah menikah, saat melihat mereka berdua masuk ke dalam hotel, dia mengira bila mereka bukan berpacaran, paling banyak mereka adalah kekasih gelap, tidak disangka mereka adalah suami istri, dia merasa dirinya benar-benar terselamatkan.

Novel Terkait

Balas Dendam Malah Cinta

Balas Dendam Malah Cinta

Sweeties
Motivasi
3 tahun yang lalu
Jalan Kembali Hidupku

Jalan Kembali Hidupku

Devan Hardi
Cerpen
2 tahun yang lalu
Mr CEO's Seducing His Wife

Mr CEO's Seducing His Wife

Lexis
Percintaan
2 tahun yang lalu
Loving The Pain

Loving The Pain

Amarda
Percintaan
3 tahun yang lalu
My Lady Boss

My Lady Boss

George
Dimanja
2 tahun yang lalu
Cinta Tak Biasa

Cinta Tak Biasa

Susanti
Cerpen
3 tahun yang lalu
The Sixth Sense

The Sixth Sense

Alexander
Adventure
2 tahun yang lalu
Inventing A Millionaire

Inventing A Millionaire

Edison
Menjadi Kaya
2 tahun yang lalu