The Revival of the King - Bab 321 Senjata Ilegal
Elena meniupkan sebuah ciuman kepada Petugas Militer, setelah mobil melewati pos pemeriksaan, Elena berbalik dan berkata kepada Stella Dong: "Sekarang kamu mengerti? Wanita harus memanfaatkan karakteristik mereka sendiri, di dalam dunia pria, tubuh wanita adalah godaan yang terbesar setelah uang, tadi kalau bukan aku mencium Petugas Militer itu, dia pasti tidak akan menelepon kemari.”
“Cukuplah!” Stella Dong melototinya: “Tetap paspor dari negara kami yang lebih berguna, kalau tidak, belum tahu akan berakhir seperti apa!”
“Memang tidak salah ucapanmu yang ini, memang prinsip umumnya seperti itu, program Satu Sabuk Satu Jalan negara kalian, sudah membuat banyak negara di seluruh dunia ini mendapatkan manfaat, namun di hari ini, ciuman aku itu juga memainkan peran yang besar, setidaknya memberikan Petugas Militer itu sebuah kemungkinan untuk berimajinasi, kalau aku tidak salah menebak, setelah perang selesai, dia pasti akan langsung datang Louis Bar di Negara C untuk mencari aku.”
Stella Dong berkata dengan menghina: “Sampai nanti kamu pasti akan melupakan dia, bahkan peduli pun tidak kepadanya bukan?”
“Kamu salah kalau begitu.” Terry Fan tiba-tiba memotong pembicaraan: “Dia merupakan Ketua dari Biro Intelijen Barat, asal orang yang berguna bagi dia, dia akan melakukan sesuatu dalam rencana jangka panjang agar mendapatkan keuntungan yang besar.”
“Kalau perang sudah selesai, ada keuntungan besar apa lagi?”
“Untuk berjaga-jaga sebelum sesuatu terjadi, Biro Intelijen Barat paling tahu berinvestasi dalam hubungan dan uang, jika tidak, bagaimana mereka bisa memiliki juru bicara Bagian Barat di mana-mana jika ada perang? "
Stella Dong merasa apa yang dia katakan itu tidak salah, Biro Intelijen Barat memang khusus melakukan hal-hal seperti ini.
Contohnya seperti dengan negara kita, dari luar terlihat sangat bersahabat, tapi sebenarnya tidak pernah menghentikan upaya untuk menghancurkan negara kita.
Apa yang dikatakan Terry Fan merupakan kenyataan, Stella Dong malah merasa dia sedang memihak kepada Elena, tidak menahan diri menepuk sandaran kursinya: “Kamu fokus mengemudi saja, kenapa kamu ikut campur dalam semua hal?"
Elena melirik ke Terry Fan, lalu ikut berkata: “Kamu ini memang sedikit menyebalkan, tapi aku suka!”
Habis ngomong, Elena langsung mendekati Terry Fan dan menciumnya.
Stella Dong mengerutkan alis, hendak ingin menjambak rambut Elena dan langsung membuang dirinya keluar dari mobil.
Mobil sudah berjalan selama ratusan kilometer, jarak dengan Ibukota semakin dekat, namun suara tembakan dari berbagai arah pun terdengar semakin jelas.
Terkadang di sini ada suara ledakan, di sana ada suara tembakan “Trtrrtrrr”, dan terkadang juga bisa melihat pesawat tempur yang terbang di langit, lalu menjatuhkan bom, melihat asap tebal yang memenuhi langit, pesawat tersebut pun bergegas pergi.
Ini merupakan pesawat dari negara lain, mumpung Negara T sedang ada perang internal, pesawat mereka pun dengan terang-terangan terbang kemari, dan menjatuhkan bom di tempat, ini merupakan yang disebut dengan Decapitation Strike.
Mereka menyebutkan diri mereka itu demi mengalahkan Organisasi teroris, sebenarnya mereka sedang menginjak-injak kuasa utama dari Negara T.
Kakak beradik tidak akur dan dirundung oleh orang luar.
Beberapa organisasi ilegal dan Anti-Pemerintah bersenjata, demi keuntung sendiri, malah membawa musuh ke dalam negara sendiri, ini merupakan kesedihan terbesar bagi sebuah negara.
Sesuai dengan perjanjian, Stella Dong mencari siynal satelit, dan menghubungi Peter Chen.
Peter Chen memberitahu dia, sekarang Ibukota merupakan merupakan reruntuhan, jalan raya penuh dengan gedung yang sudah runtuh, dan menutupi semua jalan raya, sama sekali tidak bisa menggunakan kendaraan apapun.
Peter Chen dari satu titik sampai ke titik yang lain harus berjalan dalam waktu yang sangat lama, dan dia juga harus menghindari bahaya dari senjata api dan peluru, sampai sekarang, dia juga melihat bendera Palang Merah dari beberapa Rumah sakit di lokasi perang, hanya saja dia belum mendekati mereka.
Stella Dong melihat di hpnya menunjukkan beberapa panggilan yang belum dijawab dari Valentine Li, lalu dia bertanya: “Terry Fan, istrimu dari kemarin sampai sekarang tidak berhenti menelepon aku, apakah kamu mau berkata sepatah dua patah kata dengan dia?”
“Tidak perlu, Satelit kalian itu jaringan khusus, tidak pantas untuk menggunakan sumber daya pada saat seperti ini.”
Duh, kamu ini tahu segalanya juga?
Hanya saja karena Elena duduk di sampingnya, kamu baru tidak bisa menghadapi Istrimu, jadi tidak ingin mengangkat teleponnya bukan?
Stella Dong melirik ke Terry Fan, langsung mematikan teleponnya.
Elena langsung mengejek dengan berkata: “Pantas saja Nona Dong dari tadi kurang senang, ternyata Nyonya Fan yang membuat kamu tidak senang ya?”
Stella Dong pun malas untuk menghiraukan dia.
“Sebenarnya jika berpikir dengan lebih terbuka, Suaminya sendiri ibarat toilet yang ada di dalam kamar utama sendiri, biasanya kalau menggunakan ke toilet umum saat berada di luar, bukan tidak boleh juga!”
Stella Dong menjawabnya dengan berkata: “Kamu yang masuk ke toilet umum sana, jangan mengganggu aku!”
Elena tersenyum, sambil mencubit Terry Fan dan bertanya: “Sekali lagi?”
Terry Fan tidak menghiraukan dia, hanya sambil melihat ke sebuah kota kecil di samping jalan dan berkata: “Sudah hampir jam makan siang, bagaimana kalau kita mencari suatu tempat untuk makan?”
“Ikuti keinginan kamu saja.” Kata Elena: “Tapi aku tetap menyarankan kamu mencari sebuah desa kecil, di situasi normal, jangankan kota besar, setiap kota kecil yang sedikit berkembang, pasti akan ada peperangan dari angkatan bersenjata, hotel pun pasti sudah tutup.“
Kamu sudah sekian tahun berada di pembatasan, apakah kamu tidak ada pacar di sini?”
Elena tersenyum dan berkata: “Pacar aku itu semuanya merupakan Petugas berjabatan tinggi, sampai di Ibukota, terserah kamu ingin makan makanan mewah aja saja, ingin bermain dengan wanita juga tidak bermasalah, dan gratis juga.”
Buset, omongan seperti itu, benar-benar curiga kamu ini wanita sebenarnya apa bukan!
Stella Dong melototinya dia, lalu mengambil makanan yang dibawa dari kota, dan berkata kepada Terry Fan: “Kalau tidak kita makan di dalam mobil saja?”
Terry Fan menggelengkan kepala: “Jangan menyentuh makanan yang ada di dalam mobil, sekarang jarak dari Ibukota masih ada 300 km, pada situasi biasanya setengah hari lagi kita akan sampai, masalah sekarang bukan situasi biasanya, lebih baik disiapkan untuk kebutuhan nanti saja.”
Ucapan Terry Fan baru selesai, tiba-tiba di kedua sisi jalan, muncul 4 mobil pick up, di atas mobil semuanya sudah terpasang senapan mesin berat.
Mereka menyerang dari kedua sisi, menembak ke langit pada saat yang bersamaan, bermaksud untuk meminta Terry Fan menghentikan mobil.
Terry Fan pun hanya bisa menghentikan mobil dengan perlahan, dan di saat yang sama ia mengingatkan Stella Dong, apapun yang terjadi, jangan bertindak dengan ceroboh.
4 mobil pick up tersebut bergegas ke arah jalan raya, 2 buah mobil berhenti di depan, 2 buah mobil berhenti di belakang, di atas mobil terdapat 4 buah senapan mesin berat semua mengarah ke mobil Terry Fan, jika menarik pelatuk pistol, dalam seketika mampu menembak mobil kecil ini sampai hancur.
Dari 4 mobil pick up tersebut, tiba-tiba ada 7 8 orang yang turun kemari, mereka semua membawa pistol di tangannya, semuanya mengenakan seragam kamuflase, mengenakan sepatu militer, dilihat saja langsung tahu merupakan barang dari Bagian Barat.
Bisa dilihat, mereka merupakan Anti-Pemerintah Bersenjata yang di dukung oleh Bagian Barat.
Seorang Petugas Militer berdiri di depan mobil, dan berteriak dengan keras: “Turun dari mobil!”
Mereka bertiga pun hanya bisa membuka pintu mobil dan turun.
“Kalian ini siapa?”
Terry Fan mengeluarkan paspornya: “Aku adalah orang dari Bagian Timur, hendak ingin pergi ke Ibukota.”
Petugas Militer tersebut mengambil paspor dan melihat, setelah memastikan Terry Fan merupakan orang dari Bagian Timur, dia pun segera mengembalikan paspor kepadanya, lalu berkata: “Kamu boleh pergi, wanitanya ditinggal!”
“Bapak Petugas Militer, kami….”
Petugas Militer tersebut tanpa berkata-kata, langsung mengeluarkan pistol dari pinggang dan menunjukkannya kepada Terry Fan: “Karena kamu merupakan orang dari Bagian Timur, jadi aku memberikan jalan kepadamu, cepatlah enyah dari sini!”
Sialan, perbedaan Tentara Pemerintah dan Tentara Anti-Pemerintah ada di sini.
Tentara Pemerintah masih memperhatikan pengaruh internasional dan citra mereka sendiri, berbeda Tentara Anti-Pemerintah bersenjata, walaupun mereka memiliki kesan baik terhadap orang Bagian Timur, tidak akan membunuh orang yang tidak bersalah, namun mereka tidak ingin melepaskan wanita yang sampai ke tangan mereka sendiri dengan mudah.
Dan saat ini Elena bertanya: “Kalian mematuhi siapa? Tuan K atau Tuan Q, atau langsung mendengarkan perintah dari salah satu Bos Mafia dari Bagian Barat?”
Tuan K dan Tuan Q, merupakan Ketua dari Anti-Pemerintah Negara T, dalam melawan pemerintah mereka sama, namun mereka juga saling bertentangan.
Petugas Militer tertegun: Wanita ini lihai juga, sepertinya merupakan tokoh tertentu.
“Kamu siapa?” Petugas Militer malah bertanya balik.
Novel Terkait
Marriage Journey
Hyon SongUnperfect Wedding
Agnes YuGadis Penghancur Hidupku Ternyata Jodohku
Rio SaputraMy Greget Husband
Dio ZhengGue Jadi Kaya
Faya SaitamaPrecious Moment
Louise LeeMilyaran Bintang Mengatakan Cinta Padamu
Milea AnastasiaSi Menantu Dokter
Hendy ZhangThe Revival of the King×
- Bab 1 Teman Sekelas Yang Cantik
- Bab 2 Kesepakatan yang Menghina
- Bab 3 Bahan Tertawaan Seluruh Orang
- Bab 4 Dihina Lagi
- Bab 5 Keduanya Bertemu
- Bab 6 Pembalasan
- Bab 7 Sahabat Sejati
- Bab 8 Menangis Tersedu-Sedu
- Bab 9 Unit Rawat Intensif
- Bab 10 Kebetulan Bertemu
- Bab 11 Harus Melapor Polisi
- Bab 12 Keras Kepala
- Bab 13 Mutiara Sejahtera Corp.
- Bab 14 Pertemuan Di Rumah Sakit
- Bab 15 Ambang Batas Kesabaran
- Bab 16 Penyesalan Yang Muncul Karena Sikap Keterlaluan
- Bab 17 Lawan Yang Selalu Saja Bertemu
- Bab 18 Perasaan Yang Berkonflik
- Bab 19 Peristiwa Yang Benar Adanya
- Bab 20 Emosi Yang Memuncak
- Bab 21 Kebetulan Hendak Mencarimu
- Bab 22 Berpikiran Sempit
- Bab 23 Pembalasan Instan
- Bab 24 Sujud Yang Mengejutkan
- Bab 25 Setiap Pelaku Mempunyai Alasan Tersendiri
- Bab 26 Perasaan Tidak Tenang
- Bab 27 Tertegun
- Bab 28 Melewati Semuanya
- Bab 29 Ikatan Yang Menjauh
- Bab 30 Penyesalan Terhadap Tindakan Di Masa Lalu
- Bab 31 Hati Yang Berkecamuk
- Bab 32 Terkejut Setengah Mati
- Bab 33 Ingin Menangis Tapi Tidak Ada Air Mata
- Bab 34 Hatinya Merasa Sangat Tidak Nyaman
- Bab 35 Kesalahpahaman Semakin Besar
- Bab 36 Perasaan Krisis
- Bab 37 Mengejutkan
- Bab 38 Pandai Bersilat Lidah
- Bab 39 Sangat Menyesal
- Bab 40 Berbeda Jauh
- Bab 41 Menangis Tanpa Air Mata
- Bab 42 Memberikan Barang Pemberian Orang Lain
- Bab 43 Bertemu Teman Sekelas Lama Lagi
- Bab 44 Bingung
- Bab 45 Datang Mencari Masalah
- Bab 46 Tidak Berani Tampil
- Bab 47 Malu Sendiri
- Bab 48 Sesuatu Terjadi Tentu Ada Sebabnya
- Bab 49 Gugup Sekali
- Bab 50 Tidak Bisa Mengerti
- Bab 51 Menyesal
- Bab 52 Semuanya Sandiwara
- Bab 53 Berkata Sembarangan
- Bab 54 Marah Hingga Muntah Darah
- Bab 55 Perubahan yang Besar
- Bab 56 Tidak Dapat Ditoleransi
- Bab 57 Mutiara Sejahtera
- Bab 58 Menyelidiki
- Bab 59 Rencana Pembalasan
- Bab 60 Terkejut
- Bab 61 Sudah Bukan Yang Dulu Lagi
- Bab 62 Tak Bisa Ditahan
- Bab 63 Nasehat Yang Bagus
- Bab 64 Datang Dengan Persiapan
- Bab 65 Menggertak
- Bab 66 Masalah Muncul Karena Sebab
- Bab 67 Marah Sekali
- Bab 68 Sial Dan Tidak Beruntung
- Bab 69 Menolak Melihat Kebenaran
- Bab 70 Asal Usul Yang Jelas
- Bab 71 Bersikeras Dengan Pendapat Sendiri
- Bab 72 Memeriksa Keadaannya
- Bab 73 Rasa Iri Yang Menggila
- Bab 74 Berinisiatif Menyapa
- Bab 75 Tidak Bisa Mempercayainya
- Bab 76 Perkataan Yang Masuk Akal
- Bab 77 Menebus Kesalahan
- Bab 81 Ruang VIP KTV
- Bab 78 Benar-Benar Tidak Menduganya
- Bab 79 Menebus Hutang Lama
- Bab Menyadari Bahaya Di Saat-saat Akhir
- Bab 82 Serangan yang Luar Biasa
- Bab 83 Pertempuran yang Mengerikan
- Bab 84 Sedikit Menyesal
- Bab 85 Meminta Maaf Dan Memberi Hadiah
- Bab 86 Memberi Wajah
- Bab 87 Keributan Di Ruang Rawat
- Bab 88 Operasi Berhasil
- Bab 89 Membereskan Willy Wang
- Bab 90 Kata-Kata Dan Kasih Sayang yang Dalam
- Bab 91 Menyelesaikan Kesalahpahaman
- Bab 92 Hati Diganti Hati
- Bab 93 Sebuah Drama
- Bab 94 Memang Kaya Itu Sangat Bagus
- Bab 95 Teman Sekolah Datang Menjenguk
- Bab 96 Kebetulan Bertemu Dengan Kenalan
- Bab 97 Ketakutan
- Bab 98 Ingin Memenangkannya
- Bab 99 Ayah Dan Anak Yang Kejam
- Bab 100 Ada Hal Yang Ingin Dibicarakan
- Bab 101 Saling Beradu.
- Bab 102 Rasa Sakit Tidak Tertahankan.
- Bab 103 Mencurahkan Apa Yang Ada Di Otaknya.
- Bab 104 Berseteru.
- Bab 105 Dipermalukan Di Depan Semua Orang.
- Bab 106 Perlelangan Yang Hampir Gagal.
- Bab 107 Pemuda Kaya Raya.
- Bab 108 Mengacaukan Rencana
- Bab 109 Sebuah Keadaan Mendadak Yang Menimbulkan Sebuah Kesalahan
- Bab 110 Perasaan Hati Yang Tidak Baik
- Bab 111 Masalah Internal dan Agresi Asing
- Bab 112 Keadaan Yang Kacau
- Bab 113 Dimana-mana Terancam Oleh Bahaya
- Bab 114 Siap Untuk Bertindak
- Bab 115 Merasa Ketakutan dan Tidak Tenang
- Bab 116 Pertemuan Yang Sempit
- Bab 117 Penuh Drama
- Bab 118 Berusaha Meningkatkan Rasa Kehadiran
- Bab 119 Saling Memberi Simpati
- Bab 120 Mengendalikan Semuanya
- Bab 121 Ibu Yang Aneh
- Bab 122 Vila Gunung Min
- Bab 123 Semua Yang Di Lihat Dan Di Dengar Terasa Sangat Segar
- Bab 124 Bertarung Dengan Sangat Sengit
- Bab 215 Tidak Ingin Kalah
- Bab 126 Mencurigakan
- Bab 127 Mengakui Putri Angkat
- Bab 128 Memiliki Pemikiran Masing-Masing
- Bab 129 Tidak Bisa Menyelesaikan Perkataan
- Bab 130 Katakan Baik-Baik
- Bab 131 Semua Ada Ceritanya
- Bab 132 Mengeluh
- Bab 133 Mencapai Pemahaman Rahasia
- Bab 134 Rekaman Telepon
- Bab 135 Mengupas Habis
- Bab 136 Perlahan-lahan Menjadi Cerah
- Bab 137 Mengobati Sesuai Gejala
- Bab 138 Dekorasinya Terlalu Bagus
- Bab 139 Kasih Yang Tak Ternilai
- Bab 140 Terkejut Senang
- Bab 141 Ini Hal Besar
- Bab 142 Keinginan Nenek
- Bab 143 Tiga Wanita
- Bab 144 Semua Adalah perangkap
- Bab 145 Mengerahkan Seluruh Kemampuan
- Bab 146 Pertengkaran Ibu dan Anak
- Bab 147 Ragu
- Bab 148 Mengusahakan Yang Terbaik Walaupun Telah Salah Langkah
- Bab 149 Baru Pertama Kalinya
- Bab 150 Misi
- Bab 151 Sinyal Kematian
- Bab 152 Terus Menguji
- Bab 153 Semua Hanya Akting
- Bab 154 Penyesalan
- Bab 155 Kencan di Siang Hari
- Bab 156 Teman Makan Teman
- Bab 157 Kehidupan yang Memaksa
- Bab 158 Sahabat Menyusahkan
- Bab 159 Tergoda Hatinya
- Bab 160 Tidak Mau Tanda Tangan
- Bab 161 Masalah Kehidupan
- Bab 162 Merasa Sangat Puas
- Bab 163 Wanita Bernasib Buruk
- Bab 164 Dipermainkan Orang
- Bab 165 Orang Kaya Yang Sederhana
- Bab 166 Menembus Rekor
- Bab 167 Kagum Dan Cemburu
- Bab 168 Grup Yang Bergosip
- Bab 169 Bicara Dari Pengalaman
- Bab 170 Nasehat Ibu Tiri
- Bab 171 Pulang
- Bab 172 Menjadi Seperti Air
- Bab 173 Membuat Kesempatan
- Bab 174 Pergerakan Rahasia
- Bab 175 Datang Sendiri
- Bab 176 Pemula
- Bab 177 Memalukan
- Bab 178 Agen Spesial
- Bab 179 Timbul Pemikiran
- Bab 180 Mempercayakan Seumur Hidup
- Bab 181 Menghadapi Pilihan
- Bab 182 Perlu Diselesaikan
- Bab 183 Menaruh Investasi Untuk Mendapatkan Keuntungan
- Bab 184 Mengikuti Petunjuk Yang Ada
- Bab 185 Agen Spesial
- Bab 186 Mencegah Terlebih Dahulu
- Bab 187 Membongkar Identitas
- Bab 188 Ternyata Dia
- Bab 189 Tak Bisa Kembali
- Bab 190 Harus Dilanjutkan
- Bab 191 Wanita Yang Selalu Berubah
- Bab 192 Pembalasan Dendam Yang Manis
- Bab 193 Tidak Ada Yang Perlu Diragukan
- Bab 194 Sengaja Mempersulit Keadaan
- Bab 195 Bisnis Bernilai Satu Miliyar Yuan
- Bab 196 Tidak Ingin Menjadi Tumpuan
- Bab 197 Menerima Kebaikan
- Bab 198 Mendapatkan Keuntungan Dari Dua Belah Pihak
- Bab 199 Merasa Tidak Senang Di Dalam Hati
- Bab 200 Datang Satu Demi Satu
- Bab 201 Menjadi Bingung Sendiri
- Bab 202 Menyembunyikan
- Bab 203 Melampiaskan
- Bab 204 Berkelahi
- Bab 205 Mengatur Segalanya
- Bab 206 Beraturan
- Bab 207 Meyakinkan Secara Rasional
- Bab 208 Mencapai Kesepakatan Secara Diam-Diam
- Bab 209 Hasil Awal
- Bab 210 Risau
- Bab 211 Memiliki Rencana Lain
- Bab 212 Penderitaan Hati
- Bab 213 Setahap Demi Setahap Dilakukan Dengan Hati-Hati
- Bab 214 Menghentikan Akhir Yang Buruk
- Bab 215 Tersentuh Dengan Apa Yang Dilihat
- Bab 216 Tak Tahu Malu
- Bab 217 Memotivasi Orang Untuk Membuat Masalah
- Bab 218 Selangkah Demi Selangkah
- Bab 219 Tidak Akan Menikah Lagi
- Bab 220 Adegan Bahagia Dan Harmonis
- Bab 221 Hubungan Darah Lebih Erat Dari Apapun
- Bab 222 Tidak Tahan Lagi
- Bab 223 Lolos
- Bab 224 Kecerdasan Dan Keberanian
- Bab 225 Adegan Mendebarkan
- Bab 226 Menghadiri Pertemuan Beresiko
- Bab 227 Beraksi Di Tempat
- Bab 228 Ada Yang Membantu
- Bab 229 Tidak Terbayangkan
- Bab 230 Melampiaskan Amarah
- Bab 231 Penyelamat Datang
- Bab 232 Menunggu Waktu
- Bab 233 Perlahan-lahan Melunasi
- Bab 234 Kejadian Akan Terjadi Saat Situasinya Lengkap
- Bab 235 Cepat Kabur
- Bab 236 Ada Penyebab di Balik Masalah
- Bab 237 Sudah Memiliki Rencana Yang Matang
- Bab 238 Ada Dimana-mana
- Bab 239 Secara Berurutan
- Bab 240 Siapa Yang Mendalangi
- Bab 241 Sudah Seharusnya Berterus Terang
- Bab 242 Sungguh Tidak Mengetahuinya
- Bab 243 Menanti Pergantian
- Bab 244 Peralihan Perang
- Bab 245 Ada Alasan Lain
- Bab 246 Diperalat Orang Lain
- Bab 247 Ajaran Secara Diam-diam
- Bab 248 Penyebaran Cepat
- Bab 249 Berbahaya
- Bab 250 Siapa Yang Mengutus Ini
- Bab 251 Ternyata Itu Dia
- Bab 252 Mendapat Masalah
- Bab 253 Janji
- Bab 254 Menghadapi Kesulitan Lagi
- Bab 255 Menyeberang Jalan
- Bab 256 Duluan Menangkap Orang Terpenting
- Bab 257 Bergegas Menyelesaikan Pertempuran
- Bab 258 Tampaknya Mengerikan, Tapi Tidak Berbahaya
- Bab 259 Dipercayakan Untuk Menjaga Keluarganya
- Bab 260 Aksi Gagal
- Bab 261 Bertindak Sesuai Dengan Situasi
- Bab 262 Kebocoran Informasi
- Bab 263 Menghalangi Jalan
- Bab 264 Dia Masih Memiliki Alasan
- Bab 265 Sediakan Payung Sebelum Hujan
- Bab 266 Terencana
- Bab 267 Bekerja Sama dalam Investasi
- Bab 268 Alasan Masalah Terjadi
- Bab 269 Bersiap Pergi
- Bab 270 Demii Perasaan
- Bab 271 Bertemu Secara Kebetulan
- Bab 272 Perkataan Yang Memilukan
- Bab 273 Draf Perjanjian
- Bab 274 Tidak Bisa Berkata Apapun
- Bab 275 Jangan Berpura Lembut
- Bab 276 Mengunjungi Guru
- Bab 277 Intuisi Yang Tajam
- Bab 278 Maksud Dari 4 Kata Itu
- Bab 279 Muncullah Wujud Aslinya
- Bab 280 Mendalam Dan Mendetail
- Bab 281 Tangisan Tak Terbendung
- Bab 282 Membujuk Dengan Teori
- Bab 283 Menggunakan Tindakan Untuk Mendapatkan Simpati
- Bab 284 Penuh Penyesalan
- Bab 285 Berusaha Untuk Berubah
- Bab 286 Perasaan Yang Sebenarnya
- Bab 287 Terlalu Tidak Terduga
- Bab 288 Punya Selera Tinggi
- Bab 289 Pemikiran Yang Cerdik
- Bab 290 Sangat Memuaskan
- Bab 291 Mencairkan Kesalahpahaman
- Bab 292 Rencana Pulang Negeri
- Bab 293 Konsentrasi
- Bab 294 Mendadak Sadar
- Bab 295 Mengenal Kembali
- Bab 296 Jauh Lebih Santai
- Bab 297 Bertemu Teman Baik
- Bab 298 Ada Alasannya
- Bab 299 Reaksi Berlebihan
- Bab 300 Melaporkan Setengah Mati
- Bab 301 Berani dan Jago
- Bab 302 Mencapai Kesepakatan
- Bab 303 Suasana Hati Rumit
- Bab 304 Penuh Antisipasi
- Bab 305 Menghadapi Serangan
- Bab 306 Sementara Waktu Menghindar Dari Bahaya.
- Bab 307 Banyak Melakukan Kegagalan.
- Bab 308 Wanita Cantik Adalah Bencana.
- Bab 309 Kemampuannya Di Atas Satu Langkah.
- Bab 310 Sedikit Keterlaluan.
- Bab 311 Bangun Dari Mimpi Buruk
- Bab 312 Malam Terlalu Dingin
- Bab 313 Aturan Bertahan Hidup
- Bab 314 Perbedaan Kualitatif
- Bab 315 Desa Perbatasan
- Bab 316 Terlambat
- Bab 317 Penolong
- Bab 318 Perangkap
- Bab 319 Kecelakaan Membawa Berkat
- Bab 320 Secara Adil
- Bab 321 Senjata Ilegal
- Bab 322 Serangan Roket
- Bab 323 Serangan Balik Di Situasi Berbahaya
- Bab 324 Tidak Membiarkan Orang Yang Akan Menimbulkan Kerugian Untuk Orang Lain Tetap Hidup
- Bab 325 Desa Kecil Tanpa Orang
- Bab 326 Nyawa Di Ujung Tanduk
- Bab 327 Penyelamat Sudah Tiba
- Bab 328 Berangkat Pada Malam Ini Juga
- Bab 329 Melepaskan untuk Kemudian Menangkap
- Bab 330 Tipu Daya yang Cerdas
- Bab 331 Terbongkar
- Bab 332 Situasi Berubah
- Bab 333 Warga Negara yang Dihormati
- Bab 334 Memilih untuk Tidak Pulang
- Bab 335 Tidak Tahu Harus Berbuat Apa
- Bab 336 Sahabat Berkhianat
- Bab 337 Nasehat-Nasehat Berharga
- Bab 338 Perlu Buka Kartu
- Bab 339 Hotel Holiday Inn
- Bab 340 Hati Gusar
- Bab 341 Rencana Licik Yang Menakjubkan
- Bab 342 Kenyataan Yang Tidak Dapat Dimengerti
- Bab 343 Mendekati Kenyataan
- Bab 344 Menjalani Hidup Dengan Mabuk Dan Bermimpi
- Bab 345 Menyaksikan Keajaiban
- Bab 346 Keberuntungan yang Dahsyat
- Bab 347 Mengagetkan Semua Orang
- Bab 348 Memahami Prinsip
- Bab 349 Suami-Istri Bersitegang
- Bab 350 Memancing Diskusi
- Bab 351 Ambisius
- Bab 352 Membangun kepercayaan
- Bab 353 Senjata pembunuh
- Bab 354 Saling menipu
- Bab 355 Sedikit pusing
- Bab 356 Berharap bertemu
- Bab 357 Memberikan Peringatan
- Bab 358 Langsung Beraksi
- Bab 359 3 Orang 3 Hati
- Bab 360 Prioritas
- Bab 361 Langsung Beraksi
- Bab 362 Percakapan Suami-Istri