The Revival of the King - Bab 321 Senjata Ilegal

Elena meniupkan sebuah ciuman kepada Petugas Militer, setelah mobil melewati pos pemeriksaan, Elena berbalik dan berkata kepada Stella Dong: "Sekarang kamu mengerti? Wanita harus memanfaatkan karakteristik mereka sendiri, di dalam dunia pria, tubuh wanita adalah godaan yang terbesar setelah uang, tadi kalau bukan aku mencium Petugas Militer itu, dia pasti tidak akan menelepon kemari.”

“Cukuplah!” Stella Dong melototinya: “Tetap paspor dari negara kami yang lebih berguna, kalau tidak, belum tahu akan berakhir seperti apa!”

“Memang tidak salah ucapanmu yang ini, memang prinsip umumnya seperti itu, program Satu Sabuk Satu Jalan negara kalian, sudah membuat banyak negara di seluruh dunia ini mendapatkan manfaat, namun di hari ini, ciuman aku itu juga memainkan peran yang besar, setidaknya memberikan Petugas Militer itu sebuah kemungkinan untuk berimajinasi, kalau aku tidak salah menebak, setelah perang selesai, dia pasti akan langsung datang Louis Bar di Negara C untuk mencari aku.”

Stella Dong berkata dengan menghina: “Sampai nanti kamu pasti akan melupakan dia, bahkan peduli pun tidak kepadanya bukan?”

“Kamu salah kalau begitu.” Terry Fan tiba-tiba memotong pembicaraan: “Dia merupakan Ketua dari Biro Intelijen Barat, asal orang yang berguna bagi dia, dia akan melakukan sesuatu dalam rencana jangka panjang agar mendapatkan keuntungan yang besar.”

“Kalau perang sudah selesai, ada keuntungan besar apa lagi?”

“Untuk berjaga-jaga sebelum sesuatu terjadi, Biro Intelijen Barat paling tahu berinvestasi dalam hubungan dan uang, jika tidak, bagaimana mereka bisa memiliki juru bicara Bagian Barat di mana-mana jika ada perang? "

Stella Dong merasa apa yang dia katakan itu tidak salah, Biro Intelijen Barat memang khusus melakukan hal-hal seperti ini.

Contohnya seperti dengan negara kita, dari luar terlihat sangat bersahabat, tapi sebenarnya tidak pernah menghentikan upaya untuk menghancurkan negara kita.

Apa yang dikatakan Terry Fan merupakan kenyataan, Stella Dong malah merasa dia sedang memihak kepada Elena, tidak menahan diri menepuk sandaran kursinya: “Kamu fokus mengemudi saja, kenapa kamu ikut campur dalam semua hal?"

Elena melirik ke Terry Fan, lalu ikut berkata: “Kamu ini memang sedikit menyebalkan, tapi aku suka!”

Habis ngomong, Elena langsung mendekati Terry Fan dan menciumnya.

Stella Dong mengerutkan alis, hendak ingin menjambak rambut Elena dan langsung membuang dirinya keluar dari mobil.

Mobil sudah berjalan selama ratusan kilometer, jarak dengan Ibukota semakin dekat, namun suara tembakan dari berbagai arah pun terdengar semakin jelas.

Terkadang di sini ada suara ledakan, di sana ada suara tembakan “Trtrrtrrr”, dan terkadang juga bisa melihat pesawat tempur yang terbang di langit, lalu menjatuhkan bom, melihat asap tebal yang memenuhi langit, pesawat tersebut pun bergegas pergi.

Ini merupakan pesawat dari negara lain, mumpung Negara T sedang ada perang internal, pesawat mereka pun dengan terang-terangan terbang kemari, dan menjatuhkan bom di tempat, ini merupakan yang disebut dengan Decapitation Strike.

Mereka menyebutkan diri mereka itu demi mengalahkan Organisasi teroris, sebenarnya mereka sedang menginjak-injak kuasa utama dari Negara T.

Kakak beradik tidak akur dan dirundung oleh orang luar.

Beberapa organisasi ilegal dan Anti-Pemerintah bersenjata, demi keuntung sendiri, malah membawa musuh ke dalam negara sendiri, ini merupakan kesedihan terbesar bagi sebuah negara.

Sesuai dengan perjanjian, Stella Dong mencari siynal satelit, dan menghubungi Peter Chen.

Peter Chen memberitahu dia, sekarang Ibukota merupakan merupakan reruntuhan, jalan raya penuh dengan gedung yang sudah runtuh, dan menutupi semua jalan raya, sama sekali tidak bisa menggunakan kendaraan apapun.

Peter Chen dari satu titik sampai ke titik yang lain harus berjalan dalam waktu yang sangat lama, dan dia juga harus menghindari bahaya dari senjata api dan peluru, sampai sekarang, dia juga melihat bendera Palang Merah dari beberapa Rumah sakit di lokasi perang, hanya saja dia belum mendekati mereka.

Stella Dong melihat di hpnya menunjukkan beberapa panggilan yang belum dijawab dari Valentine Li, lalu dia bertanya: “Terry Fan, istrimu dari kemarin sampai sekarang tidak berhenti menelepon aku, apakah kamu mau berkata sepatah dua patah kata dengan dia?”

“Tidak perlu, Satelit kalian itu jaringan khusus, tidak pantas untuk menggunakan sumber daya pada saat seperti ini.”

Duh, kamu ini tahu segalanya juga?

Hanya saja karena Elena duduk di sampingnya, kamu baru tidak bisa menghadapi Istrimu, jadi tidak ingin mengangkat teleponnya bukan?

Stella Dong melirik ke Terry Fan, langsung mematikan teleponnya.

Elena langsung mengejek dengan berkata: “Pantas saja Nona Dong dari tadi kurang senang, ternyata Nyonya Fan yang membuat kamu tidak senang ya?”

Stella Dong pun malas untuk menghiraukan dia.

“Sebenarnya jika berpikir dengan lebih terbuka, Suaminya sendiri ibarat toilet yang ada di dalam kamar utama sendiri, biasanya kalau menggunakan ke toilet umum saat berada di luar, bukan tidak boleh juga!”

Stella Dong menjawabnya dengan berkata: “Kamu yang masuk ke toilet umum sana, jangan mengganggu aku!”

Elena tersenyum, sambil mencubit Terry Fan dan bertanya: “Sekali lagi?”

Terry Fan tidak menghiraukan dia, hanya sambil melihat ke sebuah kota kecil di samping jalan dan berkata: “Sudah hampir jam makan siang, bagaimana kalau kita mencari suatu tempat untuk makan?”

“Ikuti keinginan kamu saja.” Kata Elena: “Tapi aku tetap menyarankan kamu mencari sebuah desa kecil, di situasi normal, jangankan kota besar, setiap kota kecil yang sedikit berkembang, pasti akan ada peperangan dari angkatan bersenjata, hotel pun pasti sudah tutup.“

Kamu sudah sekian tahun berada di pembatasan, apakah kamu tidak ada pacar di sini?”

Elena tersenyum dan berkata: “Pacar aku itu semuanya merupakan Petugas berjabatan tinggi, sampai di Ibukota, terserah kamu ingin makan makanan mewah aja saja, ingin bermain dengan wanita juga tidak bermasalah, dan gratis juga.”

Buset, omongan seperti itu, benar-benar curiga kamu ini wanita sebenarnya apa bukan!

Stella Dong melototinya dia, lalu mengambil makanan yang dibawa dari kota, dan berkata kepada Terry Fan: “Kalau tidak kita makan di dalam mobil saja?”

Terry Fan menggelengkan kepala: “Jangan menyentuh makanan yang ada di dalam mobil, sekarang jarak dari Ibukota masih ada 300 km, pada situasi biasanya setengah hari lagi kita akan sampai, masalah sekarang bukan situasi biasanya, lebih baik disiapkan untuk kebutuhan nanti saja.”

Ucapan Terry Fan baru selesai, tiba-tiba di kedua sisi jalan, muncul 4 mobil pick up, di atas mobil semuanya sudah terpasang senapan mesin berat.

Mereka menyerang dari kedua sisi, menembak ke langit pada saat yang bersamaan, bermaksud untuk meminta Terry Fan menghentikan mobil.

Terry Fan pun hanya bisa menghentikan mobil dengan perlahan, dan di saat yang sama ia mengingatkan Stella Dong, apapun yang terjadi, jangan bertindak dengan ceroboh.

4 mobil pick up tersebut bergegas ke arah jalan raya, 2 buah mobil berhenti di depan, 2 buah mobil berhenti di belakang, di atas mobil terdapat 4 buah senapan mesin berat semua mengarah ke mobil Terry Fan, jika menarik pelatuk pistol, dalam seketika mampu menembak mobil kecil ini sampai hancur.

Dari 4 mobil pick up tersebut, tiba-tiba ada 7 8 orang yang turun kemari, mereka semua membawa pistol di tangannya, semuanya mengenakan seragam kamuflase, mengenakan sepatu militer, dilihat saja langsung tahu merupakan barang dari Bagian Barat.

Bisa dilihat, mereka merupakan Anti-Pemerintah Bersenjata yang di dukung oleh Bagian Barat.

Seorang Petugas Militer berdiri di depan mobil, dan berteriak dengan keras: “Turun dari mobil!”

Mereka bertiga pun hanya bisa membuka pintu mobil dan turun.

“Kalian ini siapa?”

Terry Fan mengeluarkan paspornya: “Aku adalah orang dari Bagian Timur, hendak ingin pergi ke Ibukota.”

Petugas Militer tersebut mengambil paspor dan melihat, setelah memastikan Terry Fan merupakan orang dari Bagian Timur, dia pun segera mengembalikan paspor kepadanya, lalu berkata: “Kamu boleh pergi, wanitanya ditinggal!”

“Bapak Petugas Militer, kami….”

Petugas Militer tersebut tanpa berkata-kata, langsung mengeluarkan pistol dari pinggang dan menunjukkannya kepada Terry Fan: “Karena kamu merupakan orang dari Bagian Timur, jadi aku memberikan jalan kepadamu, cepatlah enyah dari sini!”

Sialan, perbedaan Tentara Pemerintah dan Tentara Anti-Pemerintah ada di sini.

Tentara Pemerintah masih memperhatikan pengaruh internasional dan citra mereka sendiri, berbeda Tentara Anti-Pemerintah bersenjata, walaupun mereka memiliki kesan baik terhadap orang Bagian Timur, tidak akan membunuh orang yang tidak bersalah, namun mereka tidak ingin melepaskan wanita yang sampai ke tangan mereka sendiri dengan mudah.

Dan saat ini Elena bertanya: “Kalian mematuhi siapa? Tuan K atau Tuan Q, atau langsung mendengarkan perintah dari salah satu Bos Mafia dari Bagian Barat?”

Tuan K dan Tuan Q, merupakan Ketua dari Anti-Pemerintah Negara T, dalam melawan pemerintah mereka sama, namun mereka juga saling bertentangan.

Petugas Militer tertegun: Wanita ini lihai juga, sepertinya merupakan tokoh tertentu.

“Kamu siapa?” Petugas Militer malah bertanya balik.

Novel Terkait

Too Poor To Have Money Left

Too Poor To Have Money Left

Adele
Perkotaan
2 tahun yang lalu
The Winner Of Your Heart

The Winner Of Your Heart

Shinta
Perkotaan
3 tahun yang lalu
My Lifetime

My Lifetime

Devina
Percintaan
2 tahun yang lalu
Mr Lu, Let's Get Married!

Mr Lu, Let's Get Married!

Elsa
CEO
2 tahun yang lalu
Menantu Luar Biasa Bangkrut

Menantu Luar Biasa Bangkrut

Menantu
2 tahun yang lalu
Kakak iparku Sangat menggoda

Kakak iparku Sangat menggoda

Santa
Merayu Gadis
2 tahun yang lalu
Precious Moment

Precious Moment

Louise Lee
CEO
2 tahun yang lalu
Rahasia Istriku

Rahasia Istriku

Mahardika
Cerpen
3 tahun yang lalu