The Revival of the King - Bab 318 Perangkap

Pada saat ini, tidak peduli itu Terry ataupun Stella, mereka dapat merasakan negara yang kuat ini.

Terkadang, sebuah negara yang memiliki militer yang berperang tidak memiliki martabat negara, kepribadiaan seseorang dan kehormatan seseorang.

Keributan yang besar terjadi bahkan membuat para keturunan Chinese tidak di izinkan masuk seperti seekor anjing.

Negara T yang sekarang apa bedanya dengan negara kita sekarang?

Negara sekarang yang telah membesar, seharusnya akan menerima tanggung jawab Internasional secara lebih, dan sebagai warga negara timur Terry dan Stella tidak hanya merasa bangga karena ini.

Di saat bersamaan ketika mereka masih menggunakan cara sendiri lalu memberitahu penduduk negara T, jika mereka masih berteman baik dengan menjaga orang timur.

Dan juga perbuatan kelima ahli tersebut semakin memperlihatkan orang-orang timur yang melakukan kebaikan di Palang Merah Internasional dan menunjukan rasa hormat dan sayang mereka.

Terry membawa mobil lalu bertanya kepada Stella : “Apakah kamu bisa menghubungi Peter? Dan tanya di mana dia sekarang, jika dirinya telah berada di Ibukota, mintalah dia untuk menuju ke Palang Merah Internasional.”

Stella merasa ragu karena Elena sendiri berada di motor ini, dia khawatir jika dirinya menghubungi Peter melalui satelit, dan secara garis besar ini seperti membocorkan rahasia.

Elena yang memeluk Terry dan mendekapkan kepalanya di punggung Terry dengan dua tangan yang memegang dada Terry lalu berkata : “Segeralah di hubungi, semua alat komunikasi di Negara T telah terputus dan hanya ada bagian barat dan bagian timur saja yang memiliki satelit untuk menghubungi kita, lalu satu lagi di antara kita sudah tidak ada rahasia apapun lagi.”

Barulah Stella mengeluarkan telepon genggamnya, lalu menekan nomor satelit kemudian sebuah jaringan dan terlihat ada 10 panggilan yang tidak terjawab dari Valentine.

Wajah Stella memerah, mengingat kemarin malam hampir semalaman berada di dalam dekapan Terry dan rasanya seperti melakukan sebuah kesalahan.

Lalu setelah di lihat kembali ada juga panggilan tidak terjawab dari Peter.

Di saat bersamaan, Peter mengirimi pesan : Aku telah berada di Ibukota T, kalian ada di mana sekarang?

Stella menjerit : “Terry, Peter telah berada di Ibukota.”

Terry berkata : “Aku telah mengatakan, jika dia akan mengerti maksud aku tidak seperti kamu, kemarin malam kamu bahkan ingin kembali ke tempatmu, lalu sekarang kamu tahu bukan? Jika di tempat perang semua akan berubah, dan fokus pada keadaan lalu jangan mengutamakan perasaan!”

Ada berapa maksud dia ini?

Kemarin ketika berharap kamu mengajarkan, kamu bahkan tidak bersuara lalu sekarang apakah ingin pamer di depan Elena?

Elena yang berada di tengah, membuat Stella melihat kepala Terry dengan kasar lalu ingin sekali tangan kecil ini langsung membuka kepalanya itu.

Stella segera menghubungi Peter lalu setelah beberapa lama terdengar suara dari Peter : “Stella, akhirnya telepon genggammu telah di hidupkan, sekarang kamu ada di mana, kemarin malam kamu tidak kenapa-napa bukan?”

Peter sangat mengkhawatirkan dirinya, dan entah mengapa ketika membahas tentang kemarin malam, dirinya kembali mengingat tidur di pelukan Terry dengan hangat.

Dan aroma dari pria ini bisa ia rasakan sekarang.

“Tidak apa-apa, kami akan baik-baik saja, dan kami telah mendapatkan informasi jika kelima ahli tersebut, ada dua di antara mereka telah berada di Palang Merah Internasional, lalu kamu segeralah menuju kesana, untuk memastikan mereka ada di sana.”

“Baiklah.”

Terry pada saat ini dengan keras berkata : “Katakan kepada Peter, jika telah menemukan para ahli, katakan pada mereka untuk tidak melakukan apapun dan tunggu lah kita di sana!”

Apakah aku bodoh hingga harus kamu yang mengatakannya?

Stella memutarkan matanya dan melihat ke arah Terry, hanya saja maksud dari Terry tetap ia sampaikan kepada Peter.

“Aku mengerti, sekarang aku akan menuju ke sana dan dalam waktu setengah jam kita tetap harus terhubung.”

“Oke.”

Setelah mengatakan semua ini, Stella menutup teleponnya dan bertanya : “Kita tidak akan hanya duduk saja di motor untuk jarak ratusan km bukan?”

Terry berkata : “Setelah keluar dari jalanan ini kita akan berada di jalanan raya lalu jika kita beruntung maka kita bisa bertemu dengan mobil yang lewat tetapi kamu harus ingat jika kita bertemu dengan orang lain, tolong jangan bergerak kemudian dengan aba-aba dariku, dan untung saja orang yang kita temui tadi adalah orang baik jika mereka adalah dari kelompok bela diri apapun, maka kita akan memiliki masalah yang cukup besar.”

“Apakah kamu akan mati jika tidak mengomeli aku?”

Terry menggelengkan kepalanya tanpa berkata.

Elena yang berada di belakang Terry memutarkan kepalanya sambil melihat ke arah Stella dan tersenyum : “Maukah berganti tempat?”

“Tidak!” Stella berkata dengan kesal.

Elena tersenyum : “Wanita dari timur ini memang melelahkan, jika menyukai seseorang juga tidak berani mengatakannya lalu ingin menemani dia tidur, akan merasa dirinya tidak di hargai.”

Stella menggerutkan dahinya : “Siapa yang menyukai siapa, siapa yang mau tidur dengan siapa?”

“Jika kamu tidak menyukai dia, mengapa kamu terus saja bertengkar dengannya? Dan juga jika kemarin malam kamu tidak tidur bersamanya, dan memaksakan diri hingga pagi kalau tidak terkena demam berarti mati kedinginan bukan?”

Wajah Stella memerah.

Elena kembali berkata : “Jika tidak memperdulikan dia, pasti tidak akan sengaja mencari perkara dengannya, dan untuk tidur bersamanya tidak perlu berpura-pura didepanku, sandiwch adalah makanan dari barat dan aku tidak keberatan jika harus berbagi denganmu!”

Wajah Stella sungguh memerah hingga ke leher, dia tidak ingin menjelaskan kepada Elena karena dia tidak mengerti.

Lalu untuk kemarin malam, itu karena Terry sendiri yang memaksa dirinya untuk tidur bersamanya dan semua ini tidak ada hubungannya dengan dia.

Hanya saja Stella sendiri juga mengerti, penjelasan yang membuat diri tidak berdaya dan juga terbilang semakin gelap, maka lebih baik untuk dia dan memalingkan wajahnya.

Elena kembali berkata : “Nona Stella, aku katakan kepada dengan kamu yang masih muda ini, juga wajah yang masih cantik, jadi berikan kepada orang lain sebuah kesan yang baik. Dunia yang sulit di katakan ini membuat kamu suatu saat nanti bisa saja membutuhkan seseorang, semua anak yang tidak tega dengan menebalkan wajahnya, bisa saja suatu saaat nanti ada yang rela memberikan nyawanya untukmu.”

Semakin di bicarakan semakin kacau.

Stella dengan marah berkata : “Kenapa kamu malah jadi berkumpul seperti itu? Apakah kamu sebuah tempat perisian yang kapan saja bisa menemani orang lain tidur?”

“Benar itu!” Elena dengan tanpa ragu berkata dan tersenyum : “Menemani atasan tidur, menemani rekan kerja tidur, menemani bawahan tidur, agar akan ada orang yang mau merelakan nyawannya untukmu!”

Astaga!

Melihat wanita bermuka tebal tetapi tidak pernah melihat wanita yang tidak tahu malu.

Stella seketika merasa, yang membuat orang lain merasa jijik bukanlah Terry, tetapi wanita ini.

Stella malas untuk menghiraukan dia, lalu ketika memalingkan wajahnya, seketika ada sebuah mobil truk dan tank.

Dia berteriak : “Terry, lihatlah di sana ada sebauh jalanan.”

Terry juga melihat, ketika ingin mengarah ke kiri, seketika motor terasa terbang dari udara.

Motor ini seperti masuk ke dalam dan membuat Terry segera melarikan diri.

Begitu juga dengan Elena dan Stella yang segera bangkit.

Elena berbaring di tubuh Terry dan Stella segera turun dari tubuh Elena dan terduduk di lantai.

“Terry bagaimana caramu mengendarai kendaraan?”

Tulang Stella seperti patah dan dengan marah dia berkata.

Di saat ini, sebuah jaring terangkat dan membungkus mereka bertiga.

Habis sudah, masuk ke dalam perangkap.

Novel Terkait

Jalan Kembali Hidupku

Jalan Kembali Hidupku

Devan Hardi
Cerpen
4 tahun yang lalu
Menantu Bodoh yang Hebat

Menantu Bodoh yang Hebat

Brandon Li
Karir
4 tahun yang lalu
After The End

After The End

Selena Bee
Cerpen
5 tahun yang lalu
Unperfect Wedding

Unperfect Wedding

Agnes Yu
Percintaan
5 tahun yang lalu
Si Menantu Dokter

Si Menantu Dokter

Hendy Zhang
Menantu
4 tahun yang lalu
Memori Yang Telah Dilupakan

Memori Yang Telah Dilupakan

Lauren
Cerpen
4 tahun yang lalu
The Comeback of My Ex-Wife

The Comeback of My Ex-Wife

Alina Queens
CEO
4 tahun yang lalu
Istri Direktur Kemarilah

Istri Direktur Kemarilah

Helen
Romantis
4 tahun yang lalu