The Revival of the King - Bab 337 Nasehat-Nasehat Berharga

Valentine Li bangkit berdiri dan mendatangi ruang kerja Terry Fan, yang kini ditempati Penny Zhou.

Penny Zhou tengah mengurus berkas. Melihat kedatangan Valentine Li, wanita itu bangkit berdiri dan menyambut: “Valentine Li, aku kebetulan juga ingin mencarimu. Ini adalah laporan dari salah satu perusahaan pengembang kita. Setelah menganalisis situasi, aku merasa kita perlu berpartisipasi dalam lelang pinggir kota. Itu loh, lelang tanah sebelah Villa Ocean Gunung Min.”

“Ibu Angkat, aku tidak paham beginian. Kamu diskusi saja dengan Terry Fan.”

“Aku sudah berusaha meneleponnya beberapa kali, namun nomornya tidak berada dalam area jangkauan. Apalagi, rencana ini berkaitan dengan arah perkembangan perusahaan kita di masa depan, jadi aku pikir kamu perlu punya pemahaman. Dengan belajar soal ini, ketika Terry Fan kembali nanti, kamu juga akan bisa membantunya.”

Sebagai sesama wanita, Penny Zhou bisa memahami kondisi psikologis Valentine Li.

Hubungan lawan bicaranya ini dengan Terry Fan tidak baik, apalagi ayahnya juga baru saja menyelesaikan operasi dan tengah tidak punya pekerjaan. Keluarganya bisa dikatakan lagi melarat-melaratnya. Jika tidak ada hadiah perjumpaan satu juta yuan dari dirinya, bisa jadi kondisi hidup Valentine Li saat ini sangat rendah.

Menurut pengamatan Penny Zhou, Valentine Li adalah orang yang memiliki kehormatan diri yang tinggi. Kecuali jika Terry Fan berinisiatif memberikan dia uang, sekempes apa pun dompetnya, dia tidak akan meminta uang pada suaminya itu.

Saat berada di usia Valentine Li sekarang, Penny Zhou juga selalu bersikap begini. Jadi, karakter Valentine Li yang berpura-pura kuat meski di belakang runtuh sangat ia pahami.

Masalahnya, Valentine Li adalah istri sah Terry Fan. Terus, bantuan yang pernah diberikan Terry Fan pada dirinya, setidaknya menurut perspektif Penny Zhou sendiri, luar biasa berharga.

Ia boleh tidak memedulikan Valentine Li, namun ia tidak bisa tidak membalas jasa Terry Fan.

Dengar pertimbangan ini, seburuk-buruknya kesan yang ia miliki pada Valentine Li, Penny Zhou berencana untuk melatihnya baik-baik. Ia ingin dia di masa depan bisa jadi asisten yang handal buat Terry Fan.

Jadi, setiap kali perusahaan punya urusan besar, ia akan mengambil inisiatif untuk berdiskusi dengan Valentine Li. Dengan begitu, yang didatangi setidaknya jadi tahu bahwa di dunia ini ada urusan itu.

Tetapi, Valentine Li belum mempertimbangkan sampai sejauh itu. Urusan yang saat ini paling ingin ia lakukan adalah dengan cepat mengubah sikap Terry Fan terhadap dirinya sendiri.

Apa arti dari “tunggu Terry Fan kembali, bercerailah dulu dan jaga jarak, lalu berkenalan ulang”? Ia tidak kenal konsep ini!

Ketika berpisah di bandara, pada momen ketika dirinya berinisiatif mencium Terry Fan, Valentine Li membuat sebuah keputusan. Ia harus membuat sikap sang suami pada dirinya berubah. Tidak perlu sampai punya cinta yang berapi-api. Minimal, Terry Fan bisa kembali jadi seperti yang ia kenal dulu.

Dengan prioritasnya ini, Valentine Li tidak peduli apa pun urusan besar perusahaan yang Penny Zhou coba ajak diskusikan.

“Ibu Angkat, apakah kamu tahu bahwa Terry Fan tengah berada di ibu kota Negara T? Aku baru saja mencari berita di televisi. Di sana penuh tembakan dan reruntuhan! Aku sungguh khawatir Terry Fan tidak bisa kembali.”

“Omong kosong apa ini? Orang baik hati semacam Terry Fan punya keberuntungan yang besar. Ia pasti selalu dilindungi dewa dan dewi!”

“Kebaikan hati hanya satu dari sekian banyak aspek penentu, bukan? Belum pernahkah kamu melihat bagaimana raut orang-orang yang bertarung dengannya ketika mereka saling berhadapan? Wajah sangar mereka, jika sekarang kuingat-ingat, bisa membuatku jadi kebelet pipis karena takut.”

Heh?

Pembicaraan ini mau dibawa ke arah mana?

Dia sekarang khawatir Terry Fan akan mati. Apakah dia punya ide buruk?

Penny Zhou bertanya datar: “Valentine Li, maksudmu——”

“Aku ingin pergi ke ibu kota Negara T, jadi aku kemari untuk bertanya padamu, apakah baik jika aku ke sana?”

Yang ditanya terhenyak.

Ia awalnya berpikir bahwa Valentine Li ingin bertanya bagaimana aset Fan’s Corp harus didistribusikan andaikan Terry Fan meninggal. Tanpa disangka, dia malah bilang mau pergi ke kota yang tengah dilanda perang.

Pada momen ini, Penny Zhou tiba-tiba merasa luar biasa iba pada Valentine Li.

Alasannya, ia paham betul seberapa dalam cinta wanita itu pada Terry Fan.

Ironisnya, impresi si pria pada si wanita sangatlah buruk. Sekarang, untuk memperbaiki situasi, Valentine Li siap mempertaruhkan nyawa demi bisa menemani Terry Fan di medan perang.

Sebagai sesama wanita, Penny Zhou sangat bersimpati pada pengorbanan besar yang bersedia dilakukan oleh dia.

Pada saat bersamaan, ia juga merasa bahwa jika dirinya berada di situasi serupa, ia hampir pasti juga akan mempertimbangkan kemungkinan ini.

Dengan rasa ibanya, Penny Zhou jadi ingin menyemangati Valentine Li untuk pergi.

Tetapi kemudian, ia teringat bahwa posisinya di keluarga Fan saat ini cukup sensitif. Jika sekarang ia mendorong Valentine Li untuk pergi ke medan perang, orang-orang keluarg Fan pasti akan berpikir bahwa dirinya tergoda dengan aset mereka dan berharap keduanya meninggal……

Lagipula, isyarat Valentine Li dua hari lalu bukankah melambangkan bahwa dia khawatir dirinya diam-diam menyimpan ambisi untuk menguasai kekayaan keluarga Fan?

Apakah wanita ini tengah menguji diriku?

Menimbang sejauh ini, Penny Zhou menjawab: “Jika kamu bertanya dengan tulus, aku pikir kamu tidak seharusnya punya gagasan ini.”

“Alasannya?”

“Pertama, Terry Fan sendirian, bahkan di medan perang yang penuh dengan tembakan dan bom. Kelangsungan nyawanya sendiri merupakan perkara serius. Jika kamu ke sana, kamu bisa apa? Dengan kata-kata yang sedikit kasar, selain menjadi beban buatnya, kamu juga akan membuat dia tidak bisa melakukan hal yang dia inginkan dengan tenang. Kamu tidak bisa membantu apa pun.”

Kalimat ini mengingatkan Valentine Li pada suatu hal. Mungkin Terry Fan tidak ingin Stella Dong menjadi beban, jadi memukulnya hingga pingsan dan kabur?

Ah, ia jadi sadar bahwa menuduh-nuduh Stella Dong merupakan perbuatan keliru.

Yang ditanya melanjutkan: “Kedua, saat berada di luar, yang Terry Fan paling khawatirkan adalah nenek dan ayahnya. Terlebih lagi, dia sekarang berada di medan perang yang penuh dengan tembakan. Hidupnya dalam bahaya kapan saja dan di mana saja. Aku pikir, satu-satunya hal yang ia harap kamu sekarang kerjakan adalah merawat nenek dan ayahnya dengan sepenuh hati demi melenyapkan kekhawatirannya. Dengan begitu, dia bisa fokus seratus persen dalam menghadapi lawan-lawan.”

Valentine Li juga paham soal ini. Namun, ia sungguh ingin memanfaatkan kesempatan ini untuk memperbaiki kualitas hubungan suami-istri mereka.

“Ada pun yang ketiga, aku tahu bahwa kamu memiliki hubungan yang tidak baik dengannya. Masalahnya, kamu harus bisa mengatur prioritas dengan benar. Jika kamu sekarang buru-buru pergi ke medan perang untuk menemaninya, ia dalam waktu singkat mungkin akan tergugah denganmu. Tetapi, beberapa hari berlalu, ia pasti bakal paham bahwa kamu tengah mengambil peluang hanya untuk memperbaiki kualitas hubungan kalian. Lebih parahnya lagi, ia bisa berpikir bahwa kamu tidak peduli pada dua orang yang paling ia perhatikan, yakni nenek dan ayahnya. Sekalinya dia berpikir begini, bukankah kamu hanya akan merugi?”

Masuk akal!

Valentine Li mengangguk.

Jika masih versi yang dulu, Terry Fan tidak mungkin akan berpikir sejauh ini. Tetapi, Terry Fan yang sekarang sangat mungkin.

Si wanita merasa semua saran barusan sangat tepat. Ia seharusnya tetap tinggal di rumah dan merawat nenek serta ayah suaminya sebaik mungkin.

Saat kembali nanti, andai dia ingin menceraikan dirinya, nenek dan ayahnya bisa jadi tidak akan setuju.

Valentine Li segera bangkit berdiri dan membungkuk dalam-dalam pada Penny Zhou: “Ibu Angkat, kamu memang yang paling bijak. Aku sungguh berterima kasih!”

Yang disanjung tersenyum tipis: “Dasar gadis, ngapain sesungkan ini dengan Ibu Angkat? Jangan khawatir, ketika Terry Fan kembali, aku akan menceritakan pemikiranmu ini padanya. Kamu hanay perlu mencurahkan seluruh energimu pada nenek dan ayahnya, lalu pada saat bersamaan meluangkan waktu untuk mempelajari perusahaan. Berusahalah untuk bisa membantunya dalam urusan pekerjaan sesegera mungkin. Munculkan versi terbaikmu!”

“Ibu Angkat, aku akan mengingat nasehatmu.”

Penny Zhou berkata lagi: “Ingatlah, sebagai seorang wanita, jangan biarkan seorang pria berpikir bahwa kamu bersandar padanya. Kamu harus membuatnya merasa bahwa kamu merupakan asisten yang baik, orang yang bisa menata seluruh hidupnya dan bahkan urusan pekerjaannya. Andai kehilangan seorang wanita seperti ini, seorang pria pasti akan merasa pincang. Jadi, hubungan kalian tidak akan bisa diputuskan. “

Valentine Li mengangguk dan menanggapi: “Terima kasih, Ibu Angkat. Nasehat-nasehatmu membawa manfaat yang berlimpah untuk hidupku ke depan.”

Novel Terkait

The Great Guy

The Great Guy

Vivi Huang
Perkotaan
2 tahun yang lalu
Step by Step

Step by Step

Leks
Karir
2 tahun yang lalu
Awesome Guy

Awesome Guy

Robin
Perkotaan
2 tahun yang lalu
Wanita Yang Terbaik

Wanita Yang Terbaik

Tudi Sakti
Perkotaan
2 tahun yang lalu
The True Identity of My Hubby

The True Identity of My Hubby

Sweety Girl
Misteri
2 tahun yang lalu
The Gravity between Us

The Gravity between Us

Vella Pinky
Percintaan
3 tahun yang lalu
Kembali Dari Kematian

Kembali Dari Kematian

Yeon Kyeong
Terlahir Kembali
2 tahun yang lalu
Meet By Chance

Meet By Chance

Lena Tan
Percintaan
2 tahun yang lalu