The Revival of the King - Bab 200 Datang Satu Demi Satu

Valentine Li sambil cemburut, berpikir: Pasangan suami istri ini satu mobil saja tidak cukup, harus satu orang beli satu mobil, pantas saja orang sampai heboh di dalam grup chat.

Melihat Terry Fan tidak ingin melanjutkan topik pembicaraan ini, Valentine Li pun sadar diri langsung berhenti mengungkit topik tersebut, dia terus berpose yang dirancang dirinya dengan serius di rumah, ia berharap bisa menarik perhatian Terry Fan, namun Terry Fan malah tidak menyadarinya.

Saat Valentine Li merasa sia-sia, sangat bosan, tiba-tiba bel pintu berbunyi.

“Masuk——"

Valentine Li menolehkan kepala, orang yang masuk ke dalam ternyata adalah Penny Zhou, Terry Fan pun merasa sedikit terkejut.

“Ibu——"

Valentine Li memanggil dengan spontan, dan langsung berlari ke arah Penny Zhou dan merangkul lengannya.

Valentine Li ini hanya mengikuti ajaran Penny Zhou saja, berpura-pura dengan gaya seperti demikian saja.

Penny Zhou pernah berkata kepadanya, jika ingin membuat Terry Fan tersentuh, maka harus memperlakukan Hendrik Fan dan Nenek dengan baik.

Valentine Li adalah wanita yang pintar, dia tahu cara menarik kesimpulan satu sama lain, selain bersikap baik kepada Hendrik Fan dan Nenek, dia juga menjaga hubungan persahabatan dengan semua orang yang ada di sekitar Terry Fan, alasan utamanya adalah agar Terry Fan tahu bahwa dirinya merupakan wanita yang bisa menangani pekerjaan rumah tangga, dan juga tahu bagaimana cara menjaga hubungan sosial dengan orang lain di luar.

Yaitu seperti apa yang dikatakan biasanya, wanita yang mahir dalam menjaga hubungan sosial dengan orang dan juga memiliki keterampilan memasak yang hebat.

Penny Zhou pun tidak perlu banyak dijelaskan lagi.

Walaupun dia sudah meninggalkan Keluarga Fan, namun dia telah mengajari banyak hal kepada Valentine Li, bahkan bukan karena sengaja bergaya di depan Terry Fan, dia juga pasti akan menunjukkan sikap yang sangat ramah dan antusias kepada Penny Zhou.

Bagaimanapun Penny Zhou mengetahui terlalu banyak hal tentang dirinya, dan Nenek juga sepertinya sangat menyukai Penny Zhou, tidak peduli di saat seperti apapun, Valentine Li selalu merasa harus menjaga hubungan baik dengan Penny Zhou.

Meskipun Penny Zhou sekarang bukan anggota keluarga dari Keluarga Fan, namun jika Valentine Li dan Terry Fan terjadi masalah, dirinya merasa Penny Zhou pasti bisa membantunya.

Terhadap antusiasnya Valentine Li, Penny Zhou malah merasa segan, dia pun melirik ke Terry Fan dengan tidak sadar, melihat Terry Fan tersenyum dan tidak memiliki maksud menyalahkan Valentine Li, Penny Zhou tersenyum dan berkata: “Valentine, jangan memanggil dengan sembarangan, kalau tidak, sepertinya ada orang yang kurang senang!”

Valentine Li tentu saja paham, “Ada orang” yang dimaksud oleh Penny Zhou itu, adalah Terry Fan, dan dirinya juga ingin menunjukkan kepada Terry Fan jika dirinya pandai dalam berurusan dengan orang lain, serta memiliki keterampilan sosialisasi yang tinggi.

“Siapa yang tidak senang? Lagi pula Ibuku sudah lama meninggalkan aku dan Ayahku, tidak mengatakan yang lain, kamu tidak bisa menjadi Ibu mertua aku, tapi bisa jadi Ibu Angkat aku!”

Penny Zhou tertegun: Mengapa aku tidak terpikirkan hal ini? ini merupakan ide yang baik!

Bagaimanapun, Penny Zhou memiliki kesan yang baik terhadap Terry Fan, dan dia masih memiliki perasaan terhadap Fan’s Corp, bahkan jika nanti dia kembali ke Kota Hai, dia juga tidak ingin sepenuhnya putus semua kontak dengan Fan’s Corp.

Penny Zhou melirik lagi ke Terry Fan, Terry Fan tersenyum dengan tidak menunjukkan ia setuju atau tidak setuju terhadap masalah ini, Terry Fan menunjukkan bahwa dirinya tidak akan ikut campur dalam urusan ini.

“Kamu tidak mengatakan apa-apa berarti setuju ya? Ibu Angkat!”

Valentine Li dengan sangat senang menyandarkan kepalanya di bahu Penny Zhou, di saat yang sama ia juga melirik ke Terry Fan.

Bagi Valentine Li, tindakan yang ini mendapatkan dua manfaat, pertama adalah berhasil mendapatkan hatinya Penny Zhou, kedua ia berhasil menunjukkan sisi cerianya di depan Terry Fan.

Dia ingin menggunakan kesempatan ini, baik sengaja ataupun tidak sengaja menunjukkan sisinya yang ceria itu di depan Terry Fan.

Terry Fan tentu saja tahu, sisi ceria yang ditunjukkan oleh Valentine Li memang membawa Terry Fan ke masa muda saat di sekolah dulu.

Namun dalam sekejap saja, di dalam benak Terry Fan, muncul lagi bayangan saat Gordon Zhang dan Valentine Li sedang bersama.

Jadi tidak peduli Penny Zhou atau Valentine Li, mereka berdua bisa melihat senyuman Terry Fan, namun mereka juga tahu, bahwa senyuman Terry Fan ini, tidak berasal dari lubuk hatinya.

Penny Zhou juga sadar, kalau Valentine Li ini sedang memainkan trik, ia berharap dapat mengikat dirinya dan Penny Zhou, untuk kebutuhan tak terduga di masa depan.

Penny Zhou juga membutuhkan Valentine Li sebagai ikatan untuk menjaga kontak dengan Fan’s Corp dan Terry Fan.

Jadi ia pun dengan wajah yang penuh senyuman, sambil berkata kepada Valentine Li : “Bagus juga, aku hanya memiliki seorang anak laki-laki saja, selalu menginginkan seorang anak perempuan, hanya saja mengakui kamu sebagai anak angkat aku, bagi aku, sekarang memang terlihat sedikit seperti sedang memanjat status sosial.”

“Ibu Angkat, apa yang kamu katakan?” Wajah Valentine Li pun menjadi merah karena kata-katanya: “Panjat sosial apa? Jika memang ingin dikatakan sebagai panjatan sosial, akulah yang sudah memanjat status sosial, Terry sudah mengatakannya juga, kedepannya masalah keuangan di perusahaan akan ditangani aku, sampai saat itu aku masih harus merepotkan Ibu Angkat, meminta tolong kepada Ibu Angkat untuk mengajari aku!”

“Kamu ini memang pintar, masalah keuangan itu nanti kamu belajar saja pasti langsung bisa, kedepannya pasti bisa menjadi tangan kanan Terry, aku rasa di tangan kalian berdua, kesuksesan Fan’s Corp sudah tidak jauh!”

Mereka berdua satu berkata satu menyahut, membuat Terry Fan menjadi sedikit bingung.

Sejujurnya, jika Penny Zhou adalah Ibu dari Terry Fan, dan Valentine Li dan Gordon Zhang tidak pernah terjadi kejadian seperti itu, situasi ini, bagi Terry Fan, jelas merupakan adegan yang sangat ingin dilihat Terry Fan bahkan di dalam mimpi.

Hanya saja……

Penny Zhou berjalan ke depan meja Bos, sambil melihat kotak makan yang ada di meja, lalu berkata: “Terry, kamu belum makan?”

“Tadi baru selesai makan.”

“Valentine yang mengantarkannya?”

Terry Fan menganggukkan kepala.

Penny Zhou menoleh dan berkata kepada Valentine Li: “Valentine, di rumah ada begitu banyak orang tua yang harus kamu rawat, kedepannya kamu jangan mengantarkan makanan lagi, masakan Bibi di kafetaria juga enak, jika Terry Fan ingin makan di sini, ia bisa mengabarinya, dia akan memasak sesuai dengan standar yang diinginkan Terry.”

Valentine Li sambil tersenyum dan berkata: “Iya, Ibu Angkat!”

“Itu, Valentine, kalau tidak kamu duduk sebentar dulu di sini, ada yang perlu aku diskusi dengan Terry, aku meminta dia ke ruangan kantor aku dulu…..”

“Ibu Angkat, apa yang disebut dengan ruangan kantor kamu yang dulu? Jangankan aku belum bekerja, bahkan jika aku sudah bekerja pun juga akan beritahu kepada Terry, ruangan kantormu akan dibiarkan di sana, kapan kamu ingin kembali untuk melihat-lihat juga boleh, atau suatu hari nanti bisa kembali bekerja di kantor lagi, aku dan Terry akan sangat bahagia, benar tidak, Terry?”

Yang benar saja!

Aku tidak pernah berdiskusi dengannya, juga tidak pernah memberitahukan hal yang sama seperti yang apa aku katakan pada Penny Zhou, Bagaimana dia terpikir sampai hal ini?

Terry Fan sambil tersenyum dan menganggukkan kepala.

Penny Zhou tidak tahu, kalau mereka berdua belum pernah membicarakan hal ini, ia masih mengira kalau Terry Fan yang sengaja menyampaikan hal ini kepada Valentine Li, jadi utang budi ini, ia pun mengingatnya sebagai utang budi dirinya kepada Terry Fan, semakin merasa Terry Fan ini benar-benar memperlakukan dirinya dengan tulus, bukan hanya ala kadarnya saja.

Lalu Valentine Li berkata lagi: “Jangan pergi ke ruangan kantormu, kalian diskusi di sini saja, aku pulang terlebih dahulu, di rumah masih ada banyak hal yang harus dilakukan.”

Habis ngomong, Valentine Li dengan cepat langsung merapikan meja bos, lalu sambil membawa kantong plastik tersebut dan pergi.

Sambil melihat bayangan punggungnya, Penny Zhou sambil tersenyum dan berkata kepada Terry Fan: “Seleramu bagus juga, Valentine ini memang bagus, terlihat cantik itu hal kedua, yang paling penting adalah punya keterampilan, elegan, bisa diperkenalkan kepada orang-orang luar juga, untuk usaha kamu kedepannya, memiliki seorang istri seperti ini di sisimu, pasti akan sangat menolong.”

Terry Fan tersenyum, tidak mengatakan apa-apa.

Penny Zhou meliriknya: “Masalah kalian, Valentine pernah menceritakannya kepadaku, apa yang sudah berlalu biarlah berlalu, kamu harus melihat ke depan, bukannya ada sebuah pepatah berkata, Di rumah bendera merah tidak runtuh, di luar bendera warna-warni berkibaran? Jika kamu lebih murah hati sedikit, mengangkat dia sebagai Istrimu di rumah, biarpun kamu memiliki banyak kekasih di luar pun, aku rasa dia juga pasti tidak akan bermasalah.”

Novel Terkait

The Richest man

The Richest man

Afraden
Perkotaan
4 tahun yang lalu
Dewa Perang Greget

Dewa Perang Greget

Budi Ma
Pertikaian
4 tahun yang lalu
My Only One

My Only One

Alice Song
Balas Dendam
5 tahun yang lalu
Eternal Love

Eternal Love

Regina Wang
CEO
4 tahun yang lalu
Ternyata Suamiku Seorang Sultan

Ternyata Suamiku Seorang Sultan

Tito Arbani
Menantu
4 tahun yang lalu
Unplanned Marriage

Unplanned Marriage

Margery
Percintaan
4 tahun yang lalu
Kembali Dari Kematian

Kembali Dari Kematian

Yeon Kyeong
Terlahir Kembali
4 tahun yang lalu
Back To You

Back To You

CC Lenny
CEO
4 tahun yang lalu