The Revival of the King - Bab 144 Semua Adalah perangkap

Terry Fan tertegun, ia sempat berpikir, baik Valentine Li maupun Jessy Shangguan, semua ada kemungkinan akan datang ke kamarnya malam ini.

Hanya saja ia tak mengira, ternyata Penny Zhou-lah yang pertama kali memberikan kode.

Namun bagi Terry Fan, hubungannya dengan Valentine Li telah diperjelas. Mau tidak mau, mereka adalah pasangan suami istri yang sah menurut hukum. Tapi mengenai perasaan mereka, yah begitulah.

Karena sudah melepaskan masalah ini, Terry Fan sudah tidak punya banyak kekhawatiran. Bagaimanapun, menahan Valentine Li di sisinya dengan selembar surat kawin sudah cukup baginya. Kemudian ia akan bekerjasama dengan Daisy Fang dan Lisa Wu untuk mempermainkan Gordon Zhang dengan baik.

Valentine Li hanya bisa hidup menjanda dengan kekayaan yang berlimpah. Jika ia ingin cerai untuk mendapatkan setengah hartanya, Terry Fan punya cukup banyak cara untuk membunuhnya.

Jadi, dalam keadaan ini Terry Fan sepenuhnya mengabaikan keberadaannya.

Mengenai masalah Jessy Shangguan, saat ini belum sepenuhnya jelas, tapi Terry Fan juga tidak ingin putus hubungan dengannya.

Jika mau mendapatkan cara untuk menghadapi Jessy Shangguan, ia harus mengetahui identitas aslinya. Jika Jessy Shangguan masih mengejarnya, ia memutuskan untuk memanfaatkan kesempatan itu.

Di dalam mobil sedan itu, ia sudah merangkul Lisa Wu dan menciumnya lama sekali.

Menurut Terry Fan, sudah tidak ada lagi obsesi terhadap cinta sejati. Karena ia sudah menyentuh satu wanita, tidak masalah jika ia menyentuh yang lain lagi.

Mengenai identitas asli Jessy Shangguan, suatu hari nanti pasti terungkap, Terry Fan sama sekali tidak tergesa-gesa akan hal ini.

Hanya saja ia tidak mengerti bahwa dewa kematian telah mendekat, mara bahaya telah berada di sisinya. Ia tahu Jessy Shangguan tidak akan melakukan apa pun padanya, hanya saja ia tak menyangka, orang yang bersiap melakukan sesuatu padanya, jika bukan sedang bersiap-siap menyerang, mungkin sedang berada di jalan menuju Kota Jiang.

Sedangkan, mengenai pembalasan pada Penny Zhou, bisa dibilang sudah siap, hanya perlu menunggu untuk dijalankan.

Sekarang ia hanya perlu menunggu Penny Zhou menghubungi Mike. Dalam keadaan ini, Terry Fan sama sekali tidak boleh putus hubungan dengan Penny Zhou.

Karena Penny Zhou sudah memintanya membiarkan pintu terbuka, Terry Fan tidak bisa tidak menghiraukannya. Ia hanya sedang memikirkan bagaimana ia nanti membereskannya, ia perlu rencana yang bisa membuat Penny Zhou pergi baik-baik, yang tidak sampai membuat Penny Zhou menyadari motifnya yang lain.

Setelah kembali ke kamar, Penny Zhou segera melepaskan sepatu hak tingginya, kemudian mengeluarkan baju yang ia bawa sore ini dari kopernya, menggantungkan mantelnya, lalu mengeluarkan baju ganti dan peralatan mandi, kemudian ia datang ke pintu kamar Terry Fan dengan bertelanjang kaki.

Didorongnya pintu itu pelan-pelan. Setelah pintu terbuka, Penny Zhou tersenyum mengerti.

Setelah masuk, ia segera mengunci pintu dari dalam. Dilihatnya Terry Fan sedang duduk di sofa menonton televisi.

Penny Zhou meletakkan baju ganti dan peralatan mandinya di atas kasur, kemudian memandang ke sekelilingnya. Ia hanya ingin melihat, kalau nanti ada yang mengetuk pintu, di mana ia bisa menemukan tempat bersembunyi?

Semenjak Terry Fan memerangkapnya di ranjang saat itu, yang pertama kali harus ia cegah adalah agar hal yang sama tidak terjadi lagi.

Kemudian ia berjalan ke sisi jendela. Untungnya ini adalah lantai 3, dan di luar jendela ada teras kecil yang bisa tembus ke teras besar di belakang.

Penny Zhou pun lega, begitu ada yang mengetuk pintu, ia bisa langsung melompat dari jendela, mengitari teras dan kembali ke kamarnya tanpa diketahui oleh siapa pun.

Sepertinya langit berpihak padaku!

Penny Zhou berjalan ke sisi Terry Fan dan duduk di sofa, lalu bertanya, "Sedang menonton televisi?"

Bukankah ini basa-basi?

Terry Fan mengangguk.

Penny Zhou mendekati Terry Fan dan berkata lembut, "Hari ini kau melakukannya dengan sangat baik, nenek senang sekali. Dengan kata lain, ini telah mengganti rugi atas kesalahanku yang dulu. Uang yang dikeluarkan hari ini akan kubayar."

"Tidak perlu," kata Terry Fan dengan pandangan yang tetap melekat pada televisi, sambil memasang tampang yang sangat tegang.

Penny Zhou tersenyum kecil, "Anu, shower di kamarku rusak, aku akan mandi di sini."

"Ah, mau kubantu memeriksanya?"

"Tidak perlu, besok akan kuminta tukang ledeng dari dari perusahaan untuk datang memeriksanya."

Setelah mengatakannya, Penny Zhou sengaja berpegangan pada paha Terry Fan, lalu berdiri, melirik pakaian yang ia letakkan di atas ranjang, namun tidak mengambilnya. Ia langsung masuk ke kamar mandi.

Terry Fan menghela napas panjang. Dalam hati ia berpikir, "Sialan, saat ini ia bilang shower rusak, nantinya ia pasti akan bilang ia takut tidur sendirian, sehingga tidak mau pergi, kan?"

Pintu kamar mandi itu memang berupa kaca yang buram, jika lampu di dalam dinyalakan, akan terlihat bayangan samar dari pintu.

Namun Penny Zhou tampaknya merasa itu tidak cukup. Sret, ia menutup pintu, namun sengaja menyisakan celah sebesar 10 cm.

Ia bersenandung, melepas mantel, dan membuka keran shower. Butiran air yang lembut pun bertebaran membasahinya, mengalir dengan gembira di tubuhnya yang seidah bunga teratai yang mekar.

Di tengah tetesan air yang jernih dan berkilau, Penny Zhou membelai rambut panjangnya yang terurai, wajahnya yang seputih salju, dan tubuhnya yang anggun. Kemudian ia memikirkan Terry Fan yang duduk di luar, bagaikan sedang mengembara dalam imajinasi dan memori masa remajanya.

Terry Fan melihat gerakan bayangan di kamar mandi dari ujung matanya, ia juga tahu apa yang sedang dipikirkan Penny Zhou.

Dan dengan itu, Terry Fan pun mengerti, sepertinya malam ini Penny Zhou tidak akan kembali ke kamarnya sendiri. Dan meskipun ia akan kembali, sepertinya juga baru akan dilakukan setelah menyelesaikan "sesuatu" dengannya.

Tidak boleh begini.

Kalau "melakukannya" dengan Lisa Wu, ia masih memiliki perasaaan. Namun jika melakukan hal semacam itu dengan Penny Zhou, itu benar-benar tidak bermoral. Inilah yang dipandang hina oleh Terry Fan.

Ia mengeluarkan ponselnya, mengirim pesan singkat pada Jessy Shangguan yang berbunyi: Setengah jam lagi, datanglah sebentar ke kamarku.

Setelah menerima pesan itu, Jessy Shangguan tidak hanya tidak gembira sedikit pun, ia malahan merasa tidak tenang. Apa yang mau ia lakukan?

Kalau pergi ke sana, bagaimana kalau kalau ia menginterogasiku, dan terus menerus menghujaniku dengan pertanyaan?

Kalau tidak pergi, bukankah sama saja dengan mengaku kalau selama ini perasaanku padanya hanyalah perasaan palsu?

Masalahnya adalah, ia mengetahui hal ini dari jalur lain, ataukah hanya mendengar perkataannya pada Valentine Li?

Meskipun Jessy Shangguan sangat cemas, ia tetap membalas: Baik!

Sambil mandi, Penny Zhou menyondongkan tubuhnya sedikit dan melirik ke luar.

Dari sudut ini, ia bisa melihat sofa yang diduduki oleh Terry Fan.

Dengan kata lain, asalkan Terry Fan menoleh sedikit, ia akan langsung melihat dirinya mandi.

Meskipun mata Terry Fan tetap terpaku pada televisi, namun Penny Zhou percaya, Terry Fan pasti sadar tak sadar meliriknya.

Penny Zhou yakin, pria yang pernah melihat tubuhnya, baik itu orang tua maupun muda, semua akan mengiginkannya. Tidak ada yang dapat menolak pesonanya, apalagi ia masih memiliki rencana cerdik.

"Terry," teriak Penny Zhou, "Sabun dan shampooku masih tertinggal di atas ranjang, tolong ambilkan, oke?"

Novel Terkait

Sang Pendosa

Sang Pendosa

Doni
Adventure
2 tahun yang lalu
Now Until Eternity

Now Until Eternity

Kiki
Percintaan
3 tahun yang lalu
My Cold Wedding

My Cold Wedding

Mevita
Menikah
3 tahun yang lalu
Cinta Seumur Hidup Presdir Gu

Cinta Seumur Hidup Presdir Gu

Shuran
Pernikahan
2 tahun yang lalu
Dewa Perang Greget

Dewa Perang Greget

Budi Ma
Pertikaian
2 tahun yang lalu
Suami Misterius

Suami Misterius

Laura
Paman
2 tahun yang lalu
My Tough Bodyguard

My Tough Bodyguard

Crystal Song
Perkotaan
2 tahun yang lalu
Cinta Adalah Tidak Menyerah

Cinta Adalah Tidak Menyerah

Clarissa
Kisah Cinta
3 tahun yang lalu