Inventing A Millionaire - Bab 70 Kerinduan Anak

"Plester yang diberikan oleh Nona Ning sangat efektif, sudah jauh lebih baik, sudah bisa berjalan lebih bebas.”

Kata Freya Gu sambil berjalan mengitari meja makan.

Walaupun dia terlihat normal, tetapi sesekalu alisnya berkerut, dan ini membuktikan bahwa pergelangan kakinya belum sepenuhnya sembuh.

Robert Huo dapat melihat bahwa dia mengatakan ini karena hatinya cemas.

Karena dia bisa memahami pikiran pihak lawan, jadi dia tidak banyak bicara, hanya berkata: “Baiklah, tapi walaupun kakimu sudah hampir baik, tapi obat penghilang sakit ini tetap dimakan dua hari lagi untuk menguatkannya. Selain itu, jangan mengangkat hal yang terlalu berat, kalau tidak nanti akan kambuh.

“Aku tahu.” Freya Gu mengangguk.

Pada saat ini, tiba-tiba Stella Yue berlari mendekat, dengan mengerutkan kening bertanya: “Paman Li, kedepannya kamu tidak datang lagi?”

Robert Huo mengangguk dan berkata: "Kaki ibumu sudah sembuh, jadi paman tidak datang lagi, Kamu harus mendengarkan ibumu di rumah, mengerti?"

"Tapi. Tapi ..." Stella Yue mengerutkan bibirnya, dan keningnya berkerut, ekspresi wajahnya tidak senang.

Freya Gu mendekat dan menariknya, dan berkata: “Paman Li sangat sibuk, tidak bisa selalu membantu kita, ucapkan selamat tinggal pada paman."

"Aku tidak ingin mengucapkan selamat tinggal!" Kata Stella Yue dengan suara sangat keras.

Freya Gu dengan canggung berkata: “Maaf, biasanya aku kurang perhatian pada anak ini .....”

“Tidak apa-apa, aku cukup menyukanya, kalau begitu, aku tidak mengganggu kalian lagi, sampai jumpa.” Setelah Robert Huo selesai berkata, dia menarik Gaby dan berjalan pergi.

Stella Yue melihat punggungnya yang pergi, tiba-tiba berteriak keras: "Paman Li!"

Dia berteriak sambil berlari menuju pintu.

Freya Gu Fei bergegas menghentikannya, Robert Huo menoleh, melihat Freya Gu dengan cepat menutup pintu.

Tapi gerakannya masih tidak cukup cepat, begitu pintu baru tertutup setengah, dia melihat gadis kecil dengan dua kuncir kuda mengerutkan bibirnya, dan menangis dengan keras.

"Aku ingin makan masakanmu!"

Anak itu menangis keras dari balik pintu.

Meskipun Freya Gu tepat waktu menutup pintu, tapi tidak sepenuhnya menutupi suaranya.

Stella Yue menangis dengan sangat sedih. Robert Huo dapat membayangkan bahwa dia sekarang seharusnya sedang memberontak, ingin keluar menemuinya.

Namun, Freya Gu pasti memeluknya dengan erat.

Karena wanita ini tidak akan mudah mempercayai orang lain.

"Paman! Paman, kembalilah kamu!" Teriak Stella Yue menanguis dengan keras.

Gaby mendongkak, menatap ayahnya, bibirnya berkerut, dia sepertinya ingin menangis, tetapi akhirnya tetap ditahannya.

Meskipun dia masih kecil, tapi dia sangat pengertian, tahu kapan harus berbicara kapan tidak seharusnya berbicara.

Dia menunduk menatap putrinya yang sedih karena teman kecilnya, Robert Huo sedikit menghela nafas dan berkata: "Ayo kita pergi."

Gaby menjawab ‘o’ dengan pelan, menundukkan kepalanya dan menggandeng tangan Robert Huo dan berjalan menuruni tangga.

Terdengar suara kaki di dalam rumah, dan membuat Stella Yue menangis semakin keras.

Di balik pintu kamar, sama seperti yang diperkirakan Robert Huo, Freya Gu memeluk erat Stella Yue, bersikeras tidak membiarkannya membuka pintu dan berjalan keluar.

Dia tidak menegur putrinya karena keributannya. Karena dia tahu bahwa putrinya terlalu kurang akan kasih sayang seorang ayah.

Jarang bertemu pria yang benar-benar membantu mereka, tentu saja anak kecil akan dengan mudah bergantung padanya.

Jangankan anak kecil, bahkan dirinya juga seperti itu.

Semakin dia tahu bahwa Robert Huo adalah orang baik, semakin Freya Gu tidak berani berhubungan dengan dia, dia takut dirinya akan terjebak sama seperti anak kecil.

Walaupun hanya sedikit pemikiran, itu tidak seharusnya ada!

"Stella, bisakah jangan menangis lagi? Ibu akan membuatkan makanan enak untukmu.” Drea Gu berkata dengan lembut.

"Tidak mau! Tidak mau! Aku tidak mau!" Stella Yue berusaha untuk memberontak dan meraih gagang pintu: “Aku mau Paman Li! Aku tidak mau dia pergi!”

Freya Gu semakin erat memeluknya, nada suaranya masih tetap lembut: “Dia telah pergi, tidak akan kembali lagi. Tapi Ibu masih disini, Ibu akan menemanimu ...selamanya.”

Nada suaranya semakin lama semakin rendah, dan itu terdengar semakin menyedihkan.

Dia telah pergi dan tidak akan kembali lagi.

Tidak hanya membicarakan tentang Robert Huo, dulu saat Stella Yue melihat ayahnya dikremasi, juga pernah bertanya, Ayah pergi kemana?

Saat itu, Freya Gu juga mengucapkan kalimat ini.

Dia telah pergi ……

Dia tidak akan kembali lagi ...

Dia memeluk putrinya dengan erat, air mata mengalir turun, Freya Gu tidak tapi apa yang membuatnya sakit, apakah sedang menangisi nasibnya yang buruk?

Atau tiba-tiba tidak terbiasa karena tidak ada yang akan datang lagi?

Ibu dan putri terus seperti ini berpelukan di belakang pintu sambil menangis.

Sangat menyedihkan, seoalah-olah seluruh dunia telah meninggalkan mereka.

Robert Huo saat ini sudah turun tangga bersama Gaby.

Gaby menoleh dan menatap rumah Freya Gu, tiba-tiba bertanya: “Ayah, apakah mereka masih menangis?"

Robert Huo tidak menoleh ke belakang, hanya menggelengkan kepalanya, berkata: "Aku rasa seharusnya sudah tidak menangis lagi, Stella sama denganmu, sangat pemberani.”

Gaby menjawabnya singkat, menundukkan kepala, setelah beberapa saat, bertanya lagi: “Di masa depan jika kamu memasak sesuatu yang enak, bisakah aku membawakannya untuk dia?”

“Tentu saja.” Robert Huo mengangguk.

“Ayah adalah yang terbaik!” Kata Gaby dengan gembira, lalu menundukkan kepalanya, menoleh melihat lantai tiga, berkata: “Aku sungguh berharap dia memiliki ayah sama sepertiku.”

Kata-kata anak itu penuh dengan kepolosan, tetapi juga sangat tulus.

Tanpa niat apapun, dia mengatakan tentang apa yang paling hati mereka inginkan.

Kebaikan putrinya membuat Robert Huo semakin menyayanginya. Malaikat kecil seperti ini, betapa beruntungnya dia, dapat bertemu dengan dia dari ribuan orang yang ada.

"Dia akan ada.” Robert Huo menghiburnya.

"Benarkah? Kapan?"

"Aku tidak tahu, mungkin harus menunggu kamu makan sampai seperti Peppa Pig.”

"Aku tidak mau makan sampai seperti Peppa Pig!"

"Kalau begitu, apakah kamu ingin seperti George Pig? Itu tidak akan berhasil."

"Aku juga tidak akan menjadi seperti George Pig! Ayah jahat! Aku tidak peduli padamu!”

Robert Huo tertawa lebar, berhasil mengalihkan perhatian sang anak, saling bergandengan tangan menghadap matahari terakhir yang terbenam.

Karena tidak perlu membantu Freya Gu lagi, Robert Huo tidak lagi mengantar Gaby ke sekolah, dia langsung kembali ke perusahaan membantu Nova Ji menyelesaikan beberapa rencana pengembangan yang lebih rumit.

Apalagi minggu depan Nova Ji akan mengajaknya menghadiri diskusi Perwakilan Dewan Perdagangan, ini adalah penampilan pertama Nova Ji di Dewan Perdagangan. Jadi harus memberi kesan yang baik kepada berbagai perwakilan perusahaan terkemuka dari seluruh dunia.

Masalah ini sangat penting bagi Nova Ji, dan dia ingin membuat beberapa rencana yang lebih cemerlang.

Robert Huo sebagai Asisten GM, dan juga orang yang paling dia percayai dan hargai, tentu saja akan sibuk selama beberapa hari.

Jumat, Freya Gu turun dari bus dengan hati-hati,setelah istirahat beberapa hari, kakinya sudah jauh lebih baik. Walaupun sesekali masih terasa sakit, tapi tidak terlalu menyakitkan.

Ketika dia berjalan dengan perlahan ke gerbang sekolah, terdengar suara yang cukup riang: “Nona Gu, apakah kakimu sudah lebih baik?”

Freya Gu menoleh dan melihat Natalie Ning mengendarai sepeda listrik mndekat.

Meskipun alat transportasi yang dikendarainya sangat murahan, tapi Natalie Ning erlahir dengan kecantikan, mengendarai sepeda listrik tidak mempengaruhi kecepatan orang-orang jalanan yang menoleh ke arahnya.

Melihat wanita ini yang penampilannya tidak jauh berbeda darinya, tapi jelas siapa yang lebih ceria dan lebih bahagia, Freya Gu tiba-tiba merasa rendah diri, dan merasa kehilangan yang tidak dapat dijelaskan.

Karena Natalie Ning telah datang, itu berarti Robert Huo tidak akan datang menjemput anak-anak.

Apa yang dirinya katakan kemarin sepertinya telah menjadi kenyataan, dia tidak akan pernah kembali lagi.

Melihat Freya Gu yang terdiam, Natalie Ning bertanya dengan ragu: "Nona Gu, ada apa denganmu? Apakah kamu baik-baik saja?"

"Ah? Bukan apa-apa, hanya memikirkan sesuatu. Hari ini kamu yang menjemput anak?” Tanya Freya Gu, lalu wajahnya memerah, karena omongannya yang tidak masuk akal.

Natalie Ning adalah orang yang sangat baik, bahkan jika pihak lain mengajukan pertanyaan bodoh, dia tidak akan sengaja mempermalukannya.

“Pekerjaan Ayahnya anak-anak lebih sibuk, jadi aku yang datang, ngomong-ngomong kakimu sudah lebih baikan?” Tanya Natalie Ning.

"Sudah lebih baikan, terima kasih untuk plesternya, ini bekerja dengan sangat baik." Kata Freya Gu.

“Baguslah kalau begitu.” Natalie Ning mengangguk.

Gerbang sekolah terbuka dan anak-anak keluar dengan dipimpin oleh guru.

Gaby dan Stella Yue bergandenan tangan, dan berlari melompat mendekat.

“Ibu!” Gaby menghampiri dengan sangat senang.

Tetapi Stella Yue melihat ke kiri dan ke kanan, tidak menemukan orang yang ingin dia temui, jadi dia bertanya, "Apakah Paman Li tidak datang?"

Freya Gu sangat canggung, di depan istri orang lain, anaknya menanyakan keberadaan Paman Li.

“Stella, apakah buah yang kuberikan padamu beberapa hari yang lalu enak?” Tanya Natalie Ning tersenyum.

“Enak!” Aku Stella Yue, dan bertanya lagi: “Bibi Ning, Apakah Paman Li tidak datang menjemput Gaby?”

Novel Terkait

I'm Rich Man

I'm Rich Man

Hartanto
Merayu Gadis
2 tahun yang lalu
Wanita Yang Terbaik

Wanita Yang Terbaik

Tudi Sakti
Perkotaan
2 tahun yang lalu
Aku bukan menantu sampah

Aku bukan menantu sampah

Stiw boy
Menantu
2 tahun yang lalu
Awesome Guy

Awesome Guy

Robin
Perkotaan
2 tahun yang lalu
CEO Daddy

CEO Daddy

Tanto
Direktur
2 tahun yang lalu
Hello! My 100 Days Wife

Hello! My 100 Days Wife

Gwen
Pernikahan
2 tahun yang lalu
Si Menantu Dokter

Si Menantu Dokter

Hendy Zhang
Menantu
2 tahun yang lalu
Cinta Yang Paling Mahal

Cinta Yang Paling Mahal

Andara Early
Romantis
2 tahun yang lalu