Inventing A Millionaire - Bab 129 Tenang

Robert tidak menanyakan mengapa Jack jelas adalah asisten dari Thiago, mengapa bilang tidak berhubungan dengannya.

karena pertanyaan ini untuk sementara tidak berhubungan dengna keselamatan Natalie, jika tidak berhubungan, maka dia tidak ingin tahu jawabannya.

"Beritahu aku lokasinya, terus laporkan tempatnya, teleponnya tidak boleh dimatikan."

Suara Robert keras bagai besi, terdengar penuh dengan perintah.

Namun Jack tidak merasa tidak nyaman, dia malah merasa sedikit masuk akal.

Lelaki ini, seharusnya menggunakan nada bicara yang seperti ini untuk berbicara dengan orang lain, dia adalah pemimpin sejak lahir.

Setelah ragu-ragu sejenak, Jack tidak menanyakan kapan memberitahunya urusan Four Dong, dia hanya mengatakan lokasi saat ini saja serta arah yang mungkin pergi.

Didalam telepon, dia mendengar Robert sedang memberitahu seseorang untuk melewati jalan mana, setelah lewat sekitar 10 detik, hpnya berbunyi lagi.

"Jika hal ini memnag tidak berhubungan denganmu, setelah kejadian ini, aku jamin seluruh hidupmu akan tenang dan aman."

Nada bicaranya tetaplah tenang, namun hal yang begitu susah ketika berkata lewat mulutnya, namun jelas terlihat begitu biasa saja, asalkan seolah dia mau, akan mudah untuk dilakukan.

Yang paling membuat orang bingung adalah ketika mendengar kata ini, Jack benar-benar merasa lega.

Yang dia mau sebenarnya bukanlah jawaban, namun melainkan adalah untuk menghilangkan rasa tidak tenang dalam hatinya.

Nama yang dulu, masa lalinya, dia tidaklah menyesal, namun juga tidak berharap mempengaruhi kehidupannya nanti.

Usianya sudah semakin besar, dia tentu saja akan memperhatikan banyal hal, baik orang yang mindsetnya sekuat apapun juga tetap sama saja.

Seamus mengendarai dengan cepat, mobilnya melaju dengan cepat diantara mobil, hanya waktu 15 menit saja mereka sudah menemukan mobil Jack.

Mobilnya melaju lebih cepat lagi, dan bersampingan dengan mobil Jack, Seamus melirik kearah lelaki dalam mobil tengah menunjuk kearah sebuah mobil didepan sana.

Seamus menatai Robert, dan bertanya, "Apakah perlu menghalangi mereka?"

"Tidak perlu, ikuti mereka." Kata Robert dengan tenang.

Seamus menganggukkan kepalanya, dia mengikuti mobil itu dari belakang dengan jarak yang tidak jauh dan tidak terlalu dekat juga, bersamaan dengan itu, dia juga melirik Robert dengan sedikit penasaran.

Tadi perbincangan didalam telepon didengar semua olehnya.

Sampai saat ini, dia sudah mengerti bahwa didalam mobil itu pasti ada orang yang sangatalah penting bagi Robert.

Seharusnya, dia harus berekspresi sangat marah ataupu sangat khawatir.

Namun sampai saat ini, Seamus masiih belum melihat ekspresi seperti itu yang harusnya ada diwajah Robert, dia terus saja tenang, biasa saja, palingan saja tatapannya yang terkadang berubah marah.

ini bukanlah ekspresi orang biasa, sekalipun adalah Seamus sendiri, ketika bertemu dengan masalah serupa juga sangatlah susah untuk mempertahankan kondisi seperti ini.

Kalau begitu, seorang lelaki dari keluarga biasa, bagaimana caranya dia melakukannya?

Dia sudah mencari tahu latar belakang Robert, Seamus sudah mencari tahu untuk Yacob, istrinya termasuk penganggur, mertuanya membuka sebuah toko buah-buahan kecil, dirinya sendiri adalah anak yatimpiatu, dikota ini sama sekali tidak punya saudara.

Satu-satunya pencapaiannya adalah menjadi supir bagi General Manager di kantor cabang keluarga Ji.

Baik dari segi manapun, dia jelas terlihat sangatlah biasa sajaa.

Namun Yacob malah sangatlah menyukainya, Tuan muda dari keluarga Huo itu juga sangatlah menyukainya, bahkan pak tua penjaga pintu yang biasanya hanya suka berjemuran di balkon dan tidak peduli dengna para tamu juga sangatlah menyukainya.

Orang ini mempunyai daya tarik yang susah dikatakan, setiap orang yang mendekatinya pasti akan dengan tidak langsungnya tertarik dengannya.

Sedangkan setiap gerak geriknya juga tidak pernah membuat orang yang menyukainya kecewa.

Sekalipun Seamus tidak pernah ada komunikasi dengan Robert, namun beberapa kali pertemuan ini tetaplah membuatnya merasa orang ini terasa nyaman.

Namun ketenangannya ini sungguh keterlaluan.

"Apakah kamu yakin tidak menghalangi mereka? Mungkin mereka akan melakukan sesuatu didalam mobil." Kata Seamus.

"Sebelum mereka membayar atas apa yang telah mereka lakukan, aku harus menemukan orang yang menyuruh mereka itu." Jawab Robert, ini juga adalah sebuah jawaban simple.

Seamus mengiyakan, dia tidak bertanya lagi.

Karena dia tahu bahwa sekalipun dirinya bilang bahwa kamu seharusnya tidak boleh begitu tenang, Robert juga hanya akan berbalik bertanya, apakah tidak tenang akan membantu untuk hal seperti ini?

Seamus tidak ingin mendengar perbincangan seperti ini.

Jack yang berada disisi lain, terus saja melirik kearah ini, dia melihat Seamus yang sedang menyetir dan juga melihat Robert yang duduk dikursi sebelah kursi stir.

Kaca jendela mobil sangatlah bersih dan tidak ada sticker, sehingga bisa dilihat dengan jelas bagian dalamnya.

Wajah Seamus yang tenang membuat Jack merasa takut.

Sama seperti Seamus, dia tidak bisa mengerti, sudah sampai saat ini, mengapa orang ini bisa begitu tenang?

Satu-satunya penjelasannya adalah keadaan diluar dugaan seperti ini baginya hanyalah sebuah masalah kecil saja, semua masalahnya berada dalam pengendalian dia

Atau dengan kata lain, dia punya kepercayaan diri untuk mengontrol kondisi seperti ini.

Ini membuat Jack merasa sedikit beruntung, dia tidak memilih untuk membantu Thiago, seharusnya itu adalah sebuah pilihan yang sangat benar.

Tiga buah mobil, satu didepan dua dibelakang, bersama-sama melewati area kota dan pergi kearah area barat laut yang agak sepi.

Disekitar sini ada banyak bangunan yang sedang dibangun dan juga ada banyak pabrik tua, perumahan tua yang belum dibongkar, namun nyaris sudah tidak ada orang lagi disini.

Mobil yang menculik Natalie itu dengan cepat meninggalkan jalan raya dan berjalan disebuah jalanan kecil yang tidak diaspal dan bahkan tidak bisa disebut adalah jalanan semen, terakhir mobil masuk kedalam sebuah pabrik yang paling tidak sudah tidak dipakai hingga 7 8 tahun.

Seamus dan Jack sangat pintar dan tidak mengikutinya untuk tidak ketahuan.

Mereka menghentikan mobil didepan pabrik dan berjalan masuk kedalam bersama Robert.

Ketika turun mobil, Seamus dan Jack saling bertatapan dan merasakan aura tajam dari lawan tatapnya.

Mereka berdua sama-sama adalah orang yang hebat, dan sama-sama pernah membunuh, seolah insting dasar dari binatang buas, mereka tahu bahwa lawan tatap mereka sama-sama bukanlah orang yang mudah untuk disinggung.

Sembari hatinya merasa siaga, mereka juga kaget dengan kemampuan Robert.

Seamus mengira bahwa Jack adalah bawahan Robert, begitu juga dengan Jack merasa seperti begitu.

Didalam kesalahpahaman seperti begini, Mereka berdua semakin siaga terhadap Robert.

Sedangkan Robert sendiri sama sekali tidak peduli dengan mereka berdua.

Setelah masuk kedalam pabrik, dia langsung melangkah cepat kearah tempat mobil berhenti.

Saat ini, Natalie tengah ditarik oleh beberapa lelaki kekar kedalam pabrik.

Didalam pabrik sangatlah kosong, barang yang berharga sudah dijual semua.

Selain plastik yang tidak berharga, atau sampah-sampah yang entah ditinggalkan oleh siapa, yang tersisa hanya ada sebuah kursi saja.

Thiago terbaring disana, disampingnya ada sebuah ember yang berisi es, didalam sana juga ada sebotol wine.

ditangannya memegang gelas wine, ketika melihat Natalie dibawa masuk kedalam, Thiago menyicip wine, dan tersenyum.

Wine yang nikmat membuatnya semangat, kedatangan Natalie membuat tatapannya bersinar.

Wanita ini sungguh menggoda sekali, ini membuatnya membayangkannya berhari-hari.

Siapa bilang hanya wanita muda saja yang menggoda? Wanita yang sudah dewasa yang sudah pernah beranak dan pernah melewati senang dan susahnya kehidupan seperti ini lebih cocok dengan selera Thiago.

"Tuan muda Huo, orangnya sudah dibawa kesini." Seorang lelaki kekar berkata kepadanya dengan ekspresi membaik-baikannya.

"Hmm, lumayan." Thiago mengangukkan kepalanya, dia memujinya, dia lalu bertanya, "Tidak ada yang melihatnya kan?"

"Tenang saja jika kami yang mengurusnya, yang kami pilih adalah sebuah tempat yang terpencil dan sekitarnya tidak ada orang, bahkan kamera saja juga tidak ada, kami jamin pasti aman!" Kata lelaki kekar itu.

Thiago tidak lagi mempedulikannya, saat ini Natalie sudah dibawa kehadapannya, dia melihat wanita ini dengan teliti, ekspresi didalam hati Thiago semakin senang.

Dia awalnya ingin menculik Natalie untuk memberi pelajaran kepada Robert, namun ketika melihat wanita ini lagi, pemikiran jorok dibenaknya bangkit lagi.

Sungguh orang yang indah, mengapa hanya boleh dimiliki oleh pecundang seperti itu?

Wanita cantik seperti ini seharusnya dinikmati olehnya!

Sedangkan Natalie ketika melihat Thiago, dia juga langsung mengenal orang ini.

Dia tahu lelaki ini sedikit berlatar belakang, sepertinya adalah keturunan dari sebuah keluarga besar, dan dia ingat bahwa suaminya pernah menamparnya beberapa kali karena orang ini berkata mesum kepadanya.

Didalam hatinya sedikit takut, namun Natalie tahu bahwa takut tidak bisa menyelesaikan masalah.

Masalah ini pasti karena orang ini ingin membalas dendam kepada suaminya.

Dia berusaha terliaht tenang, dan berkata, "Hal yang kamu lakukan ini melanggar hukum, jika kamu melepaskan aku sekarang, akan aku anggap tidak ada yang terjadi."

Natalie pernah melihat didalam penjelasan kasus perlindungan diri, ketika menghadapi orang jahat, yang paling amannya adalah berusaha untuk mengikuti maksudnya, jangan bilang akan melapor polisi atau mau menuntutnya.

Hal itu hanya akan membuat orang itu marah dan melukai dirinya saja.

Thiago tertawa dan berkata, "Reaksimu berada diluar dugaanku, aku mengira kamu akan meminta ampun atau memaki, tidak disangka bahwa kamu terlihat lumayan tenang."

Novel Terkait

Love And Pain, Me And Her

Love And Pain, Me And Her

Judika Denada
Karir
2 tahun yang lalu
 Habis Cerai Nikah Lagi

Habis Cerai Nikah Lagi

Gibran
Pertikaian
2 tahun yang lalu
Mr Huo’s Sweetpie

Mr Huo’s Sweetpie

Ellya
Aristocratic
2 tahun yang lalu
My Enchanting Guy

My Enchanting Guy

Bryan Wu
Menantu
2 tahun yang lalu
See You Next Time

See You Next Time

Cherry Blossom
CEO
3 tahun yang lalu
Doctor Stranger

Doctor Stranger

Kevin Wong
Serangan Balik
2 tahun yang lalu
Mendadak Kaya Raya

Mendadak Kaya Raya

Tirta Ardani
Menantu
2 tahun yang lalu
Menantu Hebat

Menantu Hebat

Alwi Go
Menantu
2 tahun yang lalu