Inventing A Millionaire - Bab 187 Menggali Kuburan Sendiri

Lalu Robert Huo sebaliknya sedikit menggelengkan kepala, berkata : “Perusahaan memang sangat sibuk, biarkan dia mengurusnya dulu, nanti masih banyak waktu untuk berterima kasih.”

Nova Ji tidak bisa menahan diri memutar matanya, namun tidak berkata apa-apa lagi, hanya berkata pada Natalie Ning : “Kalian sibuk dulu, aku pergi dulu.”

“Hai, Nova...” Natalie Ning menariknya, Nova Ji menyahut sambil lalu, kemudian bergegas pergi.

Ini membuat Natalie Ning sedikit canggung, tanpa bisa ditahan mengeluh pada Robert Huo : “Nova sudah dua hari dua malam tidak dapat tidur dengan tenang karena kamu, kenapa berbicara seperti ini padanya.”

“Kepribadiannya sangat kuat, bila aku sengaja menyenangkannya, sebaliknya semakin tidak senang, lebih baik seperti sekarang. Lagipula bukankah aku sudah berkata, masih banyak kesempatan di masa depan untuk berterima kasih padanya.” Kata Robert Huo.

Dengan kemampuannya, asalkan Nova Ji tidak berbuat hal yang bodoh, hubungan keduanya hanya akan lebih baik, tidak akan lebih buruk.

Jangankan melihat rupa Nova Ji tidak senang sekarang, tunggu saat besok kembali bekerja, pasti akan kembali ke sikapnya yang semula.

Natalie Ning tidak dapat berbuat apa-apa pada Robert Huo, ditambah dia barusan luput dari bencana, juga tidak ingin karena hal sepele seperti ini menjadi ribut dan tidak senang.

Keluar dari kamar sambil membawa baju bersih, Natalie Ning mendorong Robert Huo masuk ke dalam kamar mandi, dia ragu sejenak. Kembali bertanya : “Apa kamu bisa sendiri? Kamu sedang terluka.”

Mungkin karena luput dari bahaya, suasana hati Robert Huo saat ini sedikit rileks, dia bercanda : “Kenapa, kamu ingin membantuku?”

Wajah Natalie Ning sedikit memerah, melirik Cornelia Deng yang sedang mengupas kacang untuk Gaby, lalu dengan malu berkata dengan suara rendah :”Tunggu setelah Ayah dan Ibu pergi...”

Selesai berbicara, dia mendorong Robert Huo masuk ke dalam dengan malu, sekalian menutup pintu.

Robert Huo melongo di belakang pintu, selanjutnya tidak tahan ingin menampar dirinya sendiri, benar-benar bodoh, hal yang tidak dapat dihindari, bagaimana mungkin begitu teringat langsung berinisiatif mengungkitnya?

Tapi bila dipikir-pikir, rupa Natalie Ning barusan yang malu membuat hati Robert Huo sedikit bergetar.

Beberapa hari tidur di ranjang yang sama, walaupun keduanya tidak pernah benar-benar melewati batas, tapi Natalie Ning selalu menempel ke tubuhnya.

Robert Huo lebih tahu dari siapapun betapa menggodanya tubuh itu.

Menahan berhari-hari, dia sudah menahannya hingga panas dalam, sekarang sangat baik, satu kalimat “Tunggu setelah Ayah dan Ibu pergi”, seorang Robert Huo pun tidak bisa menahan diri untuk tidak memiliki fantasi.

Dia menunduk melihat sebentar, dia menghela napas dalam-dalam, menyedihkan!

Saat mandi, luka di kening dan pergelangan kakinya terkena air panas, rasa sakit yang pedas menyerang.

Rasa menderita ini tidak membuat perubahan di wajah Robert Huo, dia sungguh-sungguh memandikan tubuhnya, berganti baju. Di dalam cermin, dia melihat wajahnya yang tetap menunjukkan perasaan asing, luka yang jelas terlihat di keningnya akhirnya membuat matanya mulai berubah menjadi dingin.

Sebelum memiliki kemampuan yang cukup, Robert Huo tidak ingin membuat marah Keluarga Huo.

Terakhir kali saat menampar Thiago Huo, murni karena dia sudah melewati batasnya.

Tapi sekarang, Keluarga Huo menemukan Paman kecil Alex Liao, walaupun untungnya dapat kabur, namun bagaimana dengan lain kali?

Bukan setiap orang yang gundul suka mendengar omong kosongmu, orang yang bersedia membantu Keluarga Huo melakukan urusan tidak lain adalah orang bengis yang setelah menculikmu akan membuatmu cacat lalu membuangmu ke tumpukan sampah.

Yang paling penting adalah, Robert Huo bisa kira-kira menebak, hal ini pasti bukan hal yang dapat dipimpin oleh orang seperti Thiago Huo.

Kekuasaan Keluarga Huo memang sangat kuat, tapi di kota ini, tidak memiliki fondasi sedikitpun.

Thiago Huo hanya seorang tingkatan kedua saja, pengaruhnya memiliki batas, bagaimana dia bisa menemukan Hiram Tong?

Apa lagi dia memiliki kelemahannya di tangannya, dengan sifat bocah itu, dalam waktu yang singkat seharusnya tidak berani berinisiatif membuat masalah.

Jadi, orang di belakang masalah ini, masih ada orang lain.

Dulu orang Keluarga Huo bila bertemu dengan orang yang melukai junior di Keluarga Huo, bila orang tersebut tidak memegang kelemahan mereka, tentu saja mereka akan turun tangan. Tapi bila tahu junior mereka yang melakukan kesalahan dulu, bahkan kelemahan mereka diketahui, biasanya mereka akan memilih jalan damai, bahkan memberi hukuman yang serius pada junior ini.

Tidak lain karena kamu membuat Keluarga Huo malu!

Karena ini, di dalam situasi normal, Thiago Huo yang salah duluan, tidak seharusnya ada orang yang membantunya.

Sekarang Hiram Tong menunjuk, berkata orang-orang di Keluarga Huo sudah tidak begitu peduli seperti dulu lagi.

Karena ada perubahan dalam keluarga, atau, dia tidak terlalu mengerti keluarganya?

Posisi berdirinya terlalu tinggi, dia dapat melihat pemandangan yang orang lain tidak dapat lihat, tapi kamu berada di puncak gunung, sangat sulit melihat sampah di kaki gunung.

Keluarga Huo yang sekarang, jelas sudah menumpuk tidak sedikit sampah, hanya saja dulu kedudukannya berbeda, tidak memperhatikan.

Sekarang posisinya berbeda, yang pertama Robert Huo pikirkan bukanlah membalas dendam, melainkan ingin mengumpulkan kekuatan.

Tunggu sampai Hiram Tong sudah mengurus video, dia tidak berencana pergi mencari Keluarga Huo meminta penjelasan, melainkan menyembunyikan senjata ini.

Bila bisa, paling baik membuat beberapa senjata, tunggu sampai pionnya cukup, akan membalikkan Keluarga Huo sekaligus!

Robert Huo tidak pernah lupa dendam yang harus dibalaskan, lagipula pasti akan membuat musuh membayar harga yang sulit dibayangkan!

Keluar dari pintu kamar mandi, Natalie Ning melihat luka di keningnya, dia langsung berseru terkejut, akan menariknya pergi ke rumah sakit.

Robert Huo menggeleng menolak, luka di keningnya hanyalah luka luar, menjadi bekas luka, beberapa hari lagi akan membaik. Natalie Ning tidak dapat membujuknya, hanya bisa mengambil plester dan menempelkannya.

Gaby berlari menghampiri dengan perhatian. Dia meniup kening Robert Huo beberapa kali, lalu menepuk-nepuk kepalanya, berkata : ”Ayah, tidak sakit.”

Rupanya yang lucu membuat Robert Huo gembira, dia memeluknya dalam dekapannya, ayah dan anak itu bercanda, suara tawa tidak hentinya terdengar.

Melihat hubungan ayah dan anak ini begitu baik, wajah Natalie Ning dipenuhi senyum, termasuk Cornelia Deng, juga merasa senang.

Tidak lama, Ardi Ning dan Eugene Ning kembali dari membeli makanan.

Selain barang-barang yang dipesan Robert Huo, Eugene Ning menjinjing sekotak ginseng, dia melemparkannya pada Robert Huo saat masuk, berkata : “Ini barang untuk kesehatanmu yang dibelikan Ayah.”

Robert Huo mengangkat kepala melihat, ekspresi Ardi Ning sedikit aneh, tidak lama sebelumnya, dia masih sangat tidak puas dengan menantu ini. Sekarang berbalik sangat peduli padanya, bagaimanapun agak sedikit malu.

Dia berdeham sebentar, berkata : “Terakhir kali bukankah meminum beberapa botol Moutai nya, sekarang membelikan ginseng anggap sebagai mengembalikan.”

“Kalau peduli bilang saja peduli, untuk apa berputar-putar, tidak ada orang yang menertawakanmu.” Cornelia Deng berjalan menghampiri, dia membantu membawa sayur ke dapur.

Ardi Ning sangat canggung, untungnya Robert Huo segera menyelamatkan suasana, berkata : “Terima kasih Ayah, nanti aku akan membuat arak dari ginseng ini, saat liburan akan mencarimu untuk minum bersama.”

Ucapan yang menyenangkan dan tidak terlihat hina ini membuat rasa gelisah di hati Ardi Ning berkurang banyak, nada suara dan ekspresinya menjadi lebih hangat. Dia mengangguk berkata : “Baik, nanti aku akan membawakan botol arak dari rumah untukmu, kamu tidak perlu membelinya, membuang-buang uang.”

Percakapan keduanya, perlahan-lahan lebih seperti mertua dan menantu yang normal. Natalie Ning melihatnya, tentu saja lebih gembira.

Suasana di rumah perlahan menjadi normal, tidak ada yang lebih membuatnya gembira daripada ini.

Satu hari kemudian, Simon Huo mendengarkan laporan sekretaris di dalam ruang rawat Rumah Sakit Yanhai. Dia mengangguk sedikit, menunjukkan ekspresi yang puas.

Selanjutnya, dia melihat Thiago Huo yang berbaring di ranjang, berkata : “Masalah sudah diurus, tapi masalah ini harus kamu sembunyikan. Jangan mengatakannya pada orang lain seperti orang bodoh, apa kamu mengerti!”

Walaupun memiliki nyali yang lebih besar lagi dan menganggap orang sebelah mata, namun Thiago Huo pada akhirnya tetap mengkhawatirkan pengaruh keluarga.

Wajah Thiago Huo penuh dengan ekspresi senang, dia mengangguk berkali-kali, berkata : “Aku pasti tidak akan mengatakan pada orang lain! Bajingan itu, berani memukulku, sayang tidak melihat dengan mata kepala sendiri rupanya yang cacat!”

“Setiap hari, hanya tahu hal yang memalukan ini!” Simon Huo mendengus berat, berkata : “Aku menyuruhmu pergi ke sana, demi membangun hubungan yang baik dengan Yacob Zhao, hasilnya, berapa kali kamu bertemu dengan profesor tua itu? Sudah tidak membangun hubungan yang baik, masih dipukuli orang, singkatnya benar-benar membuatku marah!”

Thiago Huo berkata dengan ekspresi tidak peduli : “Bukankah hanya seorang pensiunan profesor saja? Aku tahu Anda tidak ingin membiarkan Griffin Huo terlihat unik, tapi walaupun mengalah padanya lalu bagaimana, seorang pensiunan tua, aku sudah pernah melihatnya, setiap hari hanya tahu menanam bunga dan sayur-sayuran, dengan orang biasa tidak ada bedanya!”

“Kamu tahu apa!” Simon Huo mengangkat tangannya, tanpa sadar ingin menampar, Thiago Huo ketakutan dan langsung memeluk kepalanya.

Sekretaris di sebelahnya membujuk berkata : “Dia masih terluka.”

Simon Huo baru melepaskan tangannya dengan bengis, dia menunjuk pada Thiago Huo berkata : “Bagaimana aku bisa memiliki putra yang tidak memiliki wawasan sepertimu! Yacob Zhao itu, adalah satu-satunya profesor sastra yang tersisa di antara generasi tua di dalam negeri, tidak membicarakan dia mengoleksi barang antik yang tak ternilai harganya, hanya buku yang diajarkannya seumur hidup, murid-murid yang dia bimbing, itu semua sumber koneksi yang tidak dapat kamu bayangkan besarnya! Berapa banyak orang yang ingin bertemu dengannya, ingin memiliki sedikit koneksi dengannya pun sangat sulit, kamu sebaliknya, sudah memberimu kesempatan masih meremehkan, benar-benar bodoh!”

Novel Terkait

Blooming at that time

Blooming at that time

White Rose
Percintaan
3 tahun yang lalu
Evan's Life As Son-in-law

Evan's Life As Son-in-law

Alexia
Raja Tentara
2 tahun yang lalu
Hello! My 100 Days Wife

Hello! My 100 Days Wife

Gwen
Pernikahan
2 tahun yang lalu
Where’s Ur Self-Respect Ex-hubby?

Where’s Ur Self-Respect Ex-hubby?

Jasmine
Percintaan
2 tahun yang lalu
Sederhana Cinta

Sederhana Cinta

Arshinta Kirania Pratista
Cerpen
3 tahun yang lalu
Love In Sunset

Love In Sunset

Elina
Dikasihi
3 tahun yang lalu
Asisten Wanita Ndeso

Asisten Wanita Ndeso

Audy Marshanda
CEO
2 tahun yang lalu
Cintaku Yang Dipenuhi Dendam

Cintaku Yang Dipenuhi Dendam

Renita
Balas Dendam
3 tahun yang lalu