Inventing A Millionaire - Bab 271 Iri Hati

Robert Huo tidak membantah, bahwa Mercedes di mata masyarakat nyaris tidak tergoyahkan.

Mobil dibawah jutaan RMB yang paling bergengsi selain Mercedes, mungkin hanya hanya BMW yang bisa menyainginya.

Tentu saja, bagi Robert Huo, ini tidak ada artinya, karena dia biasa membawa Rolls Royce.

Tidak perlu mengeluarkan kunci, mobil tanpa kunci, cukup langsung menggunakan tangan saja. Teknologi seperti ini sudah tidak terlalu hebat, namun bagi Natalie Ning dan Sisilia Jiang yang tidak pernah naik mobil mewah yang sesungguhnya, ini merupakan hal yang baru.

Dan setelah masuk ke dalam mobil, lampu yang menghiasi Mercedes terdiri dari 64 warna, atap kaca panoramic yang super besar, dan desain interior yang nyaris bisa dikatakan terbaru membuat mata kedua wanita ini berbinar.

Karena tidak sempat untuk membeli USB. Sementara ini hanya bisa menghubungkan Bluetooth ponsel untuk memutar lagu. Meski begitu, total ada 23 Speaker Berlin, yang membuat seseorang merasa seolah-olah berada di dalam gedung konser.

Kualitas suaranya hampir sempurna.

Musik yang lembut membuat suasana di dalam mobil benar-benar berbeda, Natalie Ning bahkan menyentuh kulit jok asli dengan sedikit gugup, secara naluriah berkata: "Mobil ini menghabiskan banyak uang kan?"

"Sebelumnya memesan Mercedes E 300 membutuhkan 500 ribu RMB. Sekarang ini adalah versi terbaik dengan 4 RWD, ditambah lagi beberapa fitur opsional seperti kantung udara di samping belakang dan dilengkapi dengan HUD, menghabiskan 600 ribu RMB.”

Robert Huo tidak ingin menyembunyikan harga sebenarnya mobil ini, jika karena 100 ribu RMB membuatnya berbohong, maka itu tidak terlihat bagus.

Untungnya, Natalie Ning tidak mengkritiknya, sudah menghabiskan uangnya, apa lagi yang bisa dia katakan. Selain itu di matanya, Robert Huo lah yang menghasilkan semua uang ini. Pria mempunyai kemampuan, jadi sudah seharusnya menghabiskan lebih banyak uang. Mobil, wanita cantik, dan aggur yang harum adalah kesukaan pria.

Sebagai seorang istri, dia tidak bisa menyetujui wanita cantik, tapi dua hal lainnya, Natalie Ning merasa dia tidak perlu terlalu banyak mengekangnya. Selama tidak berlebihan, sesekali tidak masalah dengan pemborosan.

Jika tidak, semua uang yang diperoleh disimpan di bank atau biarkan di rumah berjamur, jadi kenapa repot-repot.

Selain itu, dia sendiri juga menyukai mobil sebagus ini.

Terkadang menyukai satu hal bisa mengurangi banyak kebencian.

Sisilia Jian duduk di barisan belakang, melihat kesana melihat kemari, seperti bayi yang penasaran bertanya.

Robert Huo sambil mengemudi sambil menjawab pertanyaannya dengan sabar. Setelah sekitar dua puluh menit, dia berhenti di depan pintu rumah Sisilia Jian.

Setelah turun dari mobil, Sisilia Jian melambai ke jendela: "Terima kasih bos, terima kasih CEO Ning, aku telah sampai.”

“Bye bye.” Natalie Ning melambai padanya.

Lalu, mobil mulai melaju pergi.

Sekarang di China telah Standar Emisi National VI, dan knalpotnya tidak lagi bising seperti sebelumnya, melihat sinar lampu belakang yang menolok mobil Mercedes, wajah Sisilia Jian penuh iri hati.

Baik saat masa remajanya ataupun setelah lulus dari perguruan tinggi, dia selalu menginginkan calon suaminya kelak adalah seorang yang cakap dan tampan.

Hm, lebih baik lagi kalau lebih perhatian dan bisa memasak!

Gambaran ini hampir bisa dikatakan benar-benar sesuai dengan Robert Huo, sehingga terkadang Sisilia Jian memikirkan gambaran calon suaminya yang sempurna di masa depan apakah sudah dari dulu seperti ini atau karena setelah berhubungan dengan Robert Huo, dan perlahan dia menariknya dan mempengaruhi sosok gambaran seorang suami dalam hatinya.

Natalie Ning masih muda dan cantik, bahkan jika dia adalah ibu dari seorang anak berusia delapan tahun, terlihat tidak berbeda dengan seorang gadis muda berusia dua puluhan.

Baik wajah maupun bentuk tubuhnya hampir sempurna.

Mungkin justru karena kesempurnaannya, Tuhan baru memberi suami yang sempurna sebagai pasangannya, jika tidak, siapa yang bisa pantas untuknya?

Memikirkan pacarnya Owen Ning, Sisilia Jian tidak bisa tidak menghela nafas.

Dulu saat di sekolah, Owen Ning juga termasuk pria yang terbaik, banyak orang yang iri hati padanya karena berpasangan dengan Owen Ning.

Tapi sekarang, dibandingkan dengan bosnya, tiba-tiba Sisilia Jian merasa tidak ada yang bisa dibanggakan darinya.

Umurn mereka tidak jauh berbeda, tapi jarak diantara mereka seperti bulan terang di langit dan kunang-kunang di bumi.

Mengapa Pria yang baik adalah milik orang lain, ini lah yang dipikirkan Sisilia Jian.

Setelah lewat dua puluh menit, Robert Huo tiba di toko buah Ardi Ning.

Saat ini bisnis toko buah sedang populer, karena saran Eugene Ning, Ardi Ning juga membeli toko di sebelahnya dan memperluas toko.

Toko menjadi dua kali lebih luas, tapi masih sangat dipenuhi orang-orang, jadi mereka merekrut empat penjaga toko untuk membantu. Meski begitu, mereka tetap sibuk.

Jika sebuah toko memiliki reputasi yang baik dan popularitas yang tinggi, jika tidak melakukan hal yang bodoh maka toko tidak akan mengalami penurunan. Terutama dalam bisnis buah-buahan, tidak ada yang berubah dari dulu, kecuali melihat dari kualitas dan harga buah.

Buah-buahan Ardi Ning adalah dari Howard Xia. Kualitas tidak perlu dikatakan lagi, dari segi harga, dia tidak meminta lebih banyak, jadi dia berusaha mempertahankan harga yang sebenarnya.

Dengan cara ini, dapat disebut kualitas tinggi dan harga rendah, secara alami akan menarik perhatian orang lain.

Setiap hari pelanggan yang mengantri untuk membayar,dua pendingin yang dengan kemampuan paling tinggi tetap membuat pelanggan berkeringat, Eugene Ning telah menghubungi orang untuk kembali memasang AC Sentral.

Dia selalu berpegang pada filosofi bisnis Robert Huo, sekarang dalam penjualan adalah tentang pelayanan. Yang kamu miliki, orang lain juga memilikinya, mengapa harus membeli punyamu?

Jika kualitas pelayanan buruk, pelanggan akan menghilang, orang zaman sekarang sangat tidak masuk akal. Begitu pergi, mungkin seumur hidup ini tidak akan menoleh kembali.

Jadi, uang yang dihabiskan untuk memasang AC, tepat untuk menahan para tamu selamanya!

Jika diganti enam bulan lalu, Robert Huo mengendarai Mercedes E-Class, mungkin akan menarik perhatian banyak orang.

Rumah-rumah di sini berusia sepuluh atau dua puluh tahunan, termasuk perumahan tua, karena yang tinggal adalah pekerja yang usianya lebih tua, sangat sedikit yang mampu mengendarai mobil mewah.

Tapi sekarang, banyak pelanggan kaya datang jauh-jauh untuk membeli buah-buahan dengan mobil mewah, Mercedes, BMW, dan Audi ada di mana-mana. Sebuah Mercedes E-Class sama sekali tidak mencolok.

Tidak ada tempat parkir di dekatnya, jadi Robert Huo harus memarkirkan mobilnya sedikit lebih jauh, lalu berjalan bersama Natalie Ning.

Ketika tiba di toko, terlihat Gaby berjalan bolak-balik di tengah kerumunan, membantu menyerahkan kantong plastik.

Gadis kecil itu datang untuk membantu kakek dan neneknya setiap minggu. Dia lincah, imut dan tidak takut pada kehidupan, mulutnya manis, sangat ajaib, membuat orang lain menyukainya.

Banyak pelanggan datang ke sini untuk membeli buah, sebagian karena keberadaan gadis ini.

“Putrimu benar-benar bahan untuk berbisnis, dia mewarisi bakatmu.” Natalie Ning berkata dengan bangga.

"Mungkin saja ..." Robert Huo mengangkat bahu, tidak terlalu setuju dengan kalimat ini.

Karena sebelum lahir, ayah Gaby adalah Shawn Li, seorang kutu buku yang tidak tahu apa-apa, mana bisa dia berbisnis? Sungguh lelucon untuk mengatakan bahwa Gaby mewarisi bakat bisnis Shawn Li.

Tapi tidak ada cara untuk membantah hal ini, dia hanya bisa terdiam.

Mereka berdua berjalan sampai pintu masuk toko, tetapi tidak masuk ke dalam. Ada begitu banyak tamu, orang-orang di dalam toko sibuk, dan jika masuk mereka juga tidak dapat ngobrol.

Tiba-tiba Robert Huo memikirkan saat dia hilang ingatan, lalu bertanya: “Aku tanya padamu, bagaimana kita berdua bisa saling kenal?"

Perhatian Natalie Ning sebagian besar terfokus pada Gaby, takut gadis ini berlarian di kerumunan dan menabrak. Ketika Robert Huo bertanya, dia menjawab dengan asal: “Apa yang bagaimana mengenalmu?”

"Sore ini saat pergi ke tempat Pan Simi, dia bertanya dimana aku kuliah, tiba-tiba aku sadar bahwa aku tidak mengingatnyaSaat aku pergi ke Pan Simina sore ini, dia bertanya di mana aku kuliah, dan tiba-tiba aku menemukan bahwa aku tidak dapat mengingatnya. Hal yang paling banyak kuingat adalah ketika aku membuka mata di ranjang rumah sakit yang aku lihat adalah kamu. Jadi, aku sangat penasaran bagaimana kita berdua bisa kenalan? Apakah sebelumnya kita sangat akrab? Karena saat aku membuka mata, karena kamu membasahu bibirku dengan kapas.” Kata Robert Huo.

Menurutnya, pertanyaan ini tidak terlalu penting, tidak peduli apakah Natalie Ning menjawab atau tidak menjawabnya, tidak masalah. Hanya saja dia ragum dia tidak ingin menyembunyikannya, jadi lebih baik bertanya.

Namun, kata-kata ini membuat jantung Natalie Ning berdegup dengan kencang.

Dia menoleh dan menatap Robert Huo, Robert Huo dapat melihat jelas kecemasan dan kepanikan dalam matanya.

Nafas Natalie Ning sedikit cemas, berkata: “Kamu kehilangan ingatan? Kapan kamu kehilangan ingatan? Kenapa aku tidak pernah mendengarmu mengatakannya sebelumnya?”

Novel Terkait

Behind The Lie

Behind The Lie

Fiona Lee
Percintaan
2 tahun yang lalu
Spoiled Wife, Bad President

Spoiled Wife, Bad President

Sandra
Kisah Cinta
2 tahun yang lalu
Sederhana Cinta

Sederhana Cinta

Arshinta Kirania Pratista
Cerpen
3 tahun yang lalu
Kembali Dari Kematian

Kembali Dari Kematian

Yeon Kyeong
Terlahir Kembali
2 tahun yang lalu
Back To You

Back To You

CC Lenny
CEO
2 tahun yang lalu
The Sixth Sense

The Sixth Sense

Alexander
Adventure
2 tahun yang lalu
Menaklukkan Suami CEO

Menaklukkan Suami CEO

Red Maple
Romantis
2 tahun yang lalu
Too Poor To Have Money Left

Too Poor To Have Money Left

Adele
Perkotaan
2 tahun yang lalu