Inventing A Millionaire - Bab 324 Maaf

“Bila ada waktu pergi cari aku, nanti aku traktir makan!” Kata Zila Tang sambil menjulurkan kepala dari jendela mobil.

Robert Huo mengangguk sambil tersenyum, mencari Zila Tang itu pasti, walaupun bukan demi gadis yang tumbuh besar bersamanya, juga harus demi hubungan dengan Perdagangan Internasional Tang's Corp.

Bila ingin mengandalkan kekuatan Perdagangan Internasional Tang's Corp untuk melawan Keluarga Huo, kemungkinannya tidak besar. Perusahaan dengan tingkatan seperti itu, keuntungan tidak bisa diputuskan oleh orang tertentu, walaupun Gordon Tang adalah Direktur Utama, juga harus melalui keputusan Dewan Direksi.

Yang Robert Huo inginkan adalah menarik Perdagangan Internasional Tang's Corp. Paling tidak jangan biar mereka membantu barang palsu.

Setelah melambaikan tangan pada Robert Huo, Jeffrey Hou naik ke mobil.

Setelah naik ke mobil, dia melihat Zila Tang yang menoleh ke belakang masih merasa tidak rela, Jeffrey Hou berkata : “Nona Besar tidak perlu terburu-buru, nanti masih ada banyak kesempatan bertemu.”

Zila Tang seakan sedikit terkejut, dia bergegas mengalihkan tatapan, bahkan membantah berkata : “Aku terburu-buru apanya, aku tidak tahu kamu sedang bicara apa.”

Jeffrey Hou tersenyum, tidak banyak bicara.

Dia dapat melihat, Nona Besar sepertinya memiliki perasaan suka pada anak muda bernama Shawn Li ini.

Walaupun secara logika, dia lebih berharap Zila Tang dan Tuan Muda Keluarga Huo menjadi suami istri, untuk keuntungan perusahaan lebih memberikan bantuan yang lebih besar.

Tapi Direktur Utama Gordon Tang bukanlah orang yang suka mengambil kebahagiaan keluarganya untuk ditukarkan dengan keuntungan. Bila meminjam ucapannya berkata, uang sudah cukup dicari, masih belum pensiun karena ingin mengusahakan segala kemungkinan meningkatkan prestasi diri sendiri, lihat perusahaan bisa sampai ke langkah mana.

Sekarang perkembangan Perdagangan Internasional Tang's Corp sangat lumayan, bisnis luar negeri berjalan lancar, ada Keluarga Huo bergabung, tentu saja lebih baik. Bila tidak ada, juga tidak ada ruginya.

Kalau tidak, tahu putrinya merasa sedih di Keluarga Huo, Gordon Tang juga tidak mungkin segera pergi

sendiri mengungkapkan amarahnya.

Melihat mobil Zila Tang pergi, Robert Huo juga menyetir kembali ke rumah.

Saat sampai di rumah, dia melihat Natalie Ning yang duduk melamun di sofa.

Ini membuat Robert Huo merasa sedikit aneh, karena biasanya di saat ini, walaupun Natalie Ning pulang ke rumah, dia juga akan segera membuka komputer, antara live streaming, atau merapikan data.

Hari ini dia duduk di atas sofa melamun, sedangkan putrinya, Gaby, menunduk di atas meja makan mie.

Melihat Robert Huo kembali, Gaby segera berlari memeluknya, dengan sangat sedih berkata : “Ayah, mie yang dibuatkan Ibu sangat tidak enak!”

Kemampuan memasak Robert Huo sebanding dengan koki Michelin, satu rumah sudah terbiasa makan masakannya. Biasanya bahkan makanan restoran pun tidak bisa dimakan.

Mie yang dibuat Natalie Ning hari ini bahkan tidak perlu memasak, hanya dengan mudah merebus air lalu menambah telur, Gaby tentu saja tidak suka memakannya.

Robert Huo menepuk-nepuk kepalanya, berkata : “Kalau begitu Ayah buatkan lagi untukmu, tunggu yang manis ya.”

“Baik!” Selesai berkata, Gaby seakan teringat sesuatu. Dia sembuny-sembunyi melirik Natalie Ning, lalu menarik Robert Huo, dengan suara kecil berkata : “Ibu sepertinya sedang sedih, kalau tidak kamu menghiburnya dulu, aku barusan sudah makan kenyang, makan agak malaman juga tidak apa-apa.”

Gaby selalu begitu menurut, Robert Huo mengangguk sedikit, berkata : “Aku tahu.”

Selanjutnya, Gaby dengan pintar mengambil tasnya dan masuk ke kamar, meninggalkan ruang tamu pada suami istri itu berdua.

Robert Huo berjalan ke sisi Natalie Ning, dia berjongkok melihatnya.

Sebenarnya Natalie Ning sudah tahu dia kembali, orang sebesar ini berjalan kesana kemari di dalam rumah, bagaimana mungkin tidak melihatnya.

Tapi dia tidak tahu harus menggunakan sikap seperti apa menghadapi Robert Huo. Jadi hanya bisa berpura-pura bodoh.

Walaupun sekarang Robert Huo berjongkok di depannya, dia juga tetap menunduk tidak bersuara.

Robert Huo melihat kejanggalannya, dia tidak bertanya alasannya, hanya berkata : “Tidak peduli apa yang terjadi, asal kamu ingat, kita adalah suami istri. Kamu bisa mengatakan padaku masalah apapun, asalkan kamu mengatakannya, aku pasti akan membantumu menyelesaikannya.”

Ucapannya membawa rasa percaya diri dan perhatian, membuat Natalie Ning akhirnya tidak tahan melihat padanya.

Robert Huo baru menyadari matanya merah, mungkin habis menangis.

Natalie Ning memang habis menangis, dia sangat takut kehilangan semua yang dia miliki sekarang, rasa takut dan gelisah di hatinya sudah mencapai puncak.

Semakin Robert Huo perhatian, semakin dia lembut, semakin dia tidak tahu harus bagaimana lebih baik.

Robert Huo juga tidak mendesaknya, dia memberinya waktu untuk berpikir. Bila dia tidak bicara, dia juga tidak akan meneruskan bertanya.

Bicara atau tidak adalah haknya, dia adalah suaminya, lebih tidak seharusnya merebut hak seperti ini.

“Apa masih belum makan? Kamu duduk sebentar dulu, aku pergi membuatkan mie untuk kalian.” Sambil berkata, Robert Huo bangkit akan berjalan ke dapur.

Dia baru berbalik, namun ditarik oleh Natalie Ning.

Dia menoleh melihat Natalie Ning tetap menunduk, namun tetap tidak melepaskan tangannya, pada saat yang bersamaan berkata dengan suara bergetar : “Aku, ada hal yang ingin kukatakan padamu....”

Robert Huo tidak meronta, dengan hati-hati berbalik, lengannya tidak terlalu menggunakan tenaga agar menghindari Natalie Ning merasa dia ingin melepaskannya.

“Katakanlah, aku mendengarkanmu.” Kata Robert Huo.

Napas Natalie Ning terlihat jelas memburu, dia sengaja menarik napas dalam-dalam beberapa kali, lalu kembali menggertakkan gigi, menyingkirkan semua keraguannya, terakhir mengumpulkan keberanian bertanya : “Apa Nova Ji sudah mengatakannya padamu?”

“Berkata apa?” Tanya Robert Huo.

“Mengenai Paman Keempatmu.” Kata Natalie Ning.

“Paman Keempatku?” Mendengarnya, Robert Huo tertegun, dia masih megnira apa yang Natalie Ning maksud adalah Keluarga Huo, lewat dua detik dia baru tersadar, yang dia katakan adalah Paman Keempat Shawn Li.

Bukankah berkata Shawn Li adalah yatim piatu, sudah lama tidak memiliki teman dan kerabat? Paman Keempat dari mana?

Robert Huo tidak menunjukkan ekspresi terlalu curiga, dia sudah merasakan, ada yang tidak beres pada Shawn Li orang ini.

Orang hidup di dunia ini pasti memiliki beberapa bekas. Bagaimana mungkin tidak kenal dengan siapapun, lagi pula semua ingatan sebelum mengenal Natalie Ning hilang, hal ini sendiri sangat aneh.

Dari ucapannya, Natalie Ning dapat menebak, Nova Ji sepertinya sama dengan dirinya, tidak berani mengatakan kenyataan.

Tapi sekarang Robin Li sudah mencarinya, dia bisa mencari Nova Ji berarti sudah menemukan beberapa hal, mungkin tidak lama lagi akan mencari kemari.

Bila cepat atau lambat akan mati, untuk apa menyembunyikannya lagi.

Natalie Ning kembali menggertakkan gigi, berkata : “Paman Keempatmu bernama Robin Li, dia mencari Nova Ji, ingin bertemu denganmu.”

“Bila hanya masalah Paman Keempat ini, seharusnya tidak sampai membuatmu seperti ini bukan?” Tanya Robert Huo.

Tubuh Natalie Ning terlihat jelas bergetar, tanpa sadar berkata : “Maaf...”

“Ini ada yang bisa dimaafkan apanya, aku hanya merasa...”

“Maaf...” Natalie Ning tetap berkata seperti ini, pada saat yang bersamaan juga kembali menunduk, suaranya lebih terdengar rendah diri : “Menyembunyikan darimu begitu lama, seharusnya meminta maaf padamu.”

Saat mengucapkan kalimat ini, hatinya sangat panik, dia sudah memiliki persiapan akan ditanya, dimaki, bahkan dipukul.

Tapi semua yang ada di bayangannya tidak terjadi, hanya sebuah lengan yang hangat memeluknya.

Suara suaminya yang lembut masuk ke dalam telinganya : “Aku pernah berkata, tidak peduli apa yang terjadi dulu, sudah tidak penting lagi. Aku tidak ingat masa lalu, juga tidak ingin ingat. Bila orang bernama Robin Li ini membuat gangguan untukmu, kita tidak perlu bertemu dengannya. Aku hanya berharap, kamu bisa gembira, ini lebih penting dari apapun.”

Natalie Ning tertegun, sebelum Robert Huo pulang, dia membayangkan sekali lagi semua kemungkinan paling buruk.

Setiap kemungkinan, membuatnya tersiksa seakan jatuh ke dalam neraka.

Tapi sekarang, Robert Huo tidak membiarkannya tenggelam dalam neraka, melainkan menggunakan semua kelembutan melindunginya.

Hasil yang seperti ini membuat rasa takut di hati Natalie Ning hilang, digantikan oleh rasa bersalah dan tersentuh yang kuat.

Dia secara naluriah memeluk leher Robert Huo, menangis tersedu-sedu : “Maaf...Maaf...Aku tidak seharusnya menyembunyikannya darimu, ini salahku, maaf....”

Robert Huo menepuk-nepuk punggungnya dengan ringan, mengelus rambutnya, menghiburnya.

Penghiburan tanpa suara, sangat lembut.

Terkadang saat orang berada dalam kepanikan, kamu tidak perlu bicara terlalu banyak, hanya satu gerakan sederhana dapat membuatnya merasakan rasa aman yang begitu besar.

Natalie Ning menangis tidak lama, kira-kira dua tiga menit, dia bangkit, dengan berkaca-kaca berkata : “Sebenarnya kamu bukan yatim piatu, aku dan Nova Ji yang membohongimu. Kamu jangan menyalahkan Nova, dia bukan orang jahat, hanya saja sama denganku, tidak tahu bagaimana mengurus hal ini.”

Saat Natalie Ning menjelaskan sambil terisak, Robert Huo baru mengetahui, Shawn Li sebelum hilang ingatan adalah orang yang bagaimana.

Novel Terkait

Spoiled Wife, Bad President

Spoiled Wife, Bad President

Sandra
Kisah Cinta
2 tahun yang lalu
Cinta Yang Paling Mahal

Cinta Yang Paling Mahal

Andara Early
Romantis
2 tahun yang lalu
Love From Arrogant CEO

Love From Arrogant CEO

Melisa Stephanie
Dimanja
2 tahun yang lalu
Uangku Ya Milikku

Uangku Ya Milikku

Raditya Dika
Merayu Gadis
2 tahun yang lalu
Step by Step

Step by Step

Leks
Karir
2 tahun yang lalu
Cintaku Yang Dipenuhi Dendam

Cintaku Yang Dipenuhi Dendam

Renita
Balas Dendam
3 tahun yang lalu
Si Menantu Buta

Si Menantu Buta

Deddy
Menantu
2 tahun yang lalu
Adieu

Adieu

Shi Qi
Kejam
3 tahun yang lalu