Inventing A Millionaire - Bab 32 Niat

Setelah merenungkannya sejenak, Natalie Ning mengangkat kepala melihat Robert Huo, berkata dengan suara kecil: "Kamu keluar dulu, aku ingin bicara dengan mereka."

Robert Huo melihatnya sekilas, tekad yang kuat terlihat dari wajahnya, makanya Robert Huo menganggukkan kepala dan berkata: "Baik"

Kemudian, dia melambaikan tangan terhadap Gaby, Gaby melepaskan diri dari sisi pegawai toko. Berlari ke hadapannya dan memeluk kakinya.

Sang anak merasa kesal, menunjuk ke arah wanita yang masih duduk di lantai: "Ayah, dialah yang duluan memukul Ibu! Dialah orang jahat!"

Robert Huo menggendongnya, menanggapinya: "Ayah tahu, aku sudah memberikan pelajaran padanya, sekarang kita tunggu Ibu di luar ya?"

Gaby melihat Natalie Ning sekilas, lalu kembali melihat wanita itu, bertanya dengan penuh kekhawatiran: "Bagaimana kalau Ibu sampai dipukul olehnya lagi?"

Robert Huo melihat wanita itu lagi sekilas. Berkata dengan dingin: "Aku ada di sini, tidak ada orang yang berani memukulnya."

Meskipun sekarang sudah bukan seorang Tuan Muda Keluarga Huo, tapi bagi Robert Huo, semua orang di depan matanya ini bukanlah ancaman baginya. Barang siapa yang masih berani bersikap kasar terhadap Natalie Ning, Robert Huo menjamin dia akan membuat orang itu menyesal seumur hidup!

Setelah mendapatkan jaminan dari Robert Huo, baru Gaby setuju untuk keluar.

Hanya saja saat Robert Huo hendak keluar, dia malah dihadang oleh dua orang pria yang datang bersama wanita itu: "Kamu tidak boleh pergi! Setelah memukul orang malah ingin pergi begitu saja? Lapor polisi!"

Salah satu dari mereka berkata, lalu mengeluarkan ponsel untuk menghubungi polisi.

Natalie Ning panik, saat hendak mendekat untuk membujuk mereka, malah terlihat Robert Huo berkata dengan tenang: "Aku pun sangat berharap kamu akan melaporkannya ke polisi, menurut "Undang-undang tentang sistem keamanan" no.9, terhadap tindakan pelanggaran peraturan terkait perseteruan antara masyarakat yang mengakibatkan perkelahian ataupun menghancurkan barang milik orang lain, penyelesaian yang lebih sederhana adalah pihak polisi akan menjadi sebagai penengah untuk mengatasi secara damai. Juga boleh menanganinya sesuai "Undang-undangg tentang sistem keamanan' no.43 ayat 1, menjalani proses penahanan paling sedikit selama 5 hari dan paling lama sampai 10 hari, ditambah dengan denda paling kurang 200 RMB, paling banyak 500 RMB."

Robert Huo jeda sejenak, lalu kembali berkata: "Aku sangat percaya diri terhadap tenaga tanganku, paling lama akan membuat wajahnya bengkak selama 2 hari, luka akibat tamparan tidak termasuk tindakan melanggar aturan. Tapi dia juga telah memukul istriku, jadi aku dan dia nantinya akan sama-sama ditahan di kantor polisi. Selain itu, pelecehannya terhadap istriku bisa kami ajukan berdasarkan "Hukum Kriminal" no.246 tentang pelecehan, aku bisa menggugatnya. Sesuai dengan peraturan hukum kriminal, melecehkan atau memfitnah orang lain dengan kekerasan ataupun cara lain di depan umum, paling berat akan dihukum tidak lebih dari tiga tahun penjara, penahanan, pengawasan ataupun penarikan hak politik. Aku rasa, gambaran saat dia memukul dan memaki istriku tadi masih tersimpan dalam kamera CCTV toko, kuharap kalian meluangkan waktu dan mempersiapkan batin menerima panggilan pengadilan."

Ruangan toko menjadi hening, semua orang melihat Robert Huo dengan kaget.

Wanita di lantai itu pun sudah tak menangis lagi, dia sekarang merasa sangat panik, apa-apaan sampai dihukum tidak lebih dari tiga tahun penjara?

Hanya memaki orang beberapa kalimat malah harus mendekam di penjara?

"Kamu, kamu jangan menakutiku! Mana ada aturan memukul orang tidak masuk penjara, sedangkan memaki orang malah harus masuk penjara!" Pria yang mengeluarkan ponsel pura-pura bersikap tenang.

Robert Huo tertawa dingin, berkata: "Kalau tak berpendidikan maka jangan sok hebat, kamu merasa aku sedang menakutimu, kalau begitu kamu boleh pulang untuk membaca undang-undang, ataupun langsung lapor polisi, menyuruh orang yang ahli untuk memberikan penjelasan padamu."

Kharisma Robert Huo benar-benar menakutkan, tidak ada orang yang berani menyatakan peraturan yang dilontarkannya ini adalah palsu.

Pria di samping sedikit menarik pria tadi. Berkata dengan suara kecil: "Bagaimana kalau...... lupakan saja."

Pria yang ada disampingnya sudah ketakutan, biasanya memukul dan memaki orang paling banyak hanya akan diselesaikan secara damai di kantor polisi, kenapa tiba-tiba malah menjadi ada hukuman penjara?

Mereka hanya ingin datang membeli baju, tidak perlu membuat masalah menjadi besar.

Orang yang mengeluarkan ponsel merasa ragu sambil melihat istrinya sendiri, dan wanita yang sedang duduk di lantai pun sudah tak bersuara, namun wajah yang memucat dan tubuh yang sedikit gemetaran telah memperlihatkan suasana hatinya yang sedang tegang saat ini.

"Tidak melapor polisi? Kalau tidak maka awaslah!" Robert Huo berkata dengan suara dingin.

Dua orang pria itu spontan memberikan jalan, Robert Huo menggendong Gaby, melangkahkan kaki berjalan keluar dari toko.

Semua orang yang ditemui sepanjang jalan memberikan jalan padanya, seluruh tatapan mata tertuju pada sang pria, ada beberapa di antara mereka yang memancarkan tatapan kagum terhadapnya.

Dia bisa mengutarakan bagian dari undang-undang dengan mudah, tidak peduli ini benar atau palsu, hanya melihat cara bicara dan kharismanya saja pun telah membuat orang merasa takjub.

Begitulah bagaimana cara Robert Huo membawa Gaby berjalan keluar dari toko dengan aman.

Matahari telah tenggelam, sinar lampu neon menyinari kota ini. Gaby memeluk lehernya Robert Huo, tiba-tiba mendekat ke samping telinganya dan berbisik: "Ayah, kamu tadi keren sekali!"

Robert Huo tertawa, mengelus kepalanya, berkata: "Ayah memang selalu sangat tampan."

Sedangkan di dalam toko, Natalie Ning yang kembali sadar, mulai mengalihkan pandangan mata terkejut dari Robert Huo.

Hatinya sekarang merasa sangat girang, Robert Huo tadi terlihat sangat keren. Setiap kalimat darinya itu sungguh mengerikan. Bahkan Natalie Ning sendiri pun sampai curiga apakah dia pernah diam-diam mempelajari pengetahuan tentang hukum.

Sedangkan beberapa pegawai toko lainnya sama-sama bergumam dalam hati, apakah orang ini benar-benar suami pecundang yang sering diceritakan Natalie Ning?

Kenapa malah terlihat sangat hebat......

Robert Huo tidak tahu apa yang dibahas oleh Natalie Ning dengan kepala toko dan pegawai lainnya dalam toko, hanya tahu tidak lama setelah itu, wanita itu keluar bersama dengan dua pendampingnya dari toko.

Mereka melihat Robert Huo yang berdiri di depan pintu toko. Semuanya menghela napas kesal, tapi malah tidak berani memarahinya, dan pergi dengan buru-buru begitu saja.

Lagipula ucapan yang dikatakan oleh Robert Huo memang benar, meskipun wanita tua itu telah terpukul, tapi dia juga telah memukul orang lain. Apa nasib yang akan ditanggung Robert Huo pun akan ditanggung olehnya juga, dan mungkin saja akan lebih parah!

Satu kalimat tentang hukuman penjara selama 3 tahun membuat mereka ketakutan hingga tak berani melapor polisi, mumpung pegawai toko mengatakan ucapan baik ingin menyelesaikannya dengan damai, dia langsung memanfaatkannya untuk segera kabur dari sini.

Robert Huo sama sekali tidak mempedulikan para tokoh yang sepele ini, bahkan tidak tertarik melihat mereka lebih lama segelintir pun.

Fokus pandangannya hanya tertuju ke dalam toko.

Kira-kira setelah 20 menit kemudian, Natalie Ning, kepala toko wanita, dan seorang pegawai wanita keluar dari toko.

Raut wajah kepala toko dan pegawai toko sama-sama buruk, terutama saat melihat Robert Huo, mereka menjadi lebih tidak senang.

"Kamu yakin ingin menuruti keputusannya? Aku bisa menjelaskan hal ini terhadap bos, belum tentu akan memotong gajimu dalam jumlah besar." Kepala toko kembali membujuknya.

Keputusan Natalie Ning sudah bulat, dia menggelengkan kepala, berkata: "Lupakan saja. Bos sudah sering menegurku karena setiap hari terus pulang lebih awal menjemput Gaby pulang sekolah, kalianlah yang membantuku menanggungnya. Setelah sudah merepotkan kalian begitu lama, aku pun merasa tidak enak hati. Kali ini anggap saja aku sedang sial. Ini termasuk sebuah alasan yang masuk akal bagiku untuk tidak lagi merepotkan kalian."

"Tapi......"

Kepala toko wanita masih ingin mengatakan sesuatu, tapi Natalie Ning memotong ucapannya, berkata: "Aku tahu kalian seperti ini demi kebaikanku, tapi aku percaya. Dia pasti juga seperti itu. Jadi, terima kasih terhadap kalian."

Melihat tekadnya sudah bulat, kepala toko wanita tidak lagi membujuknya, hanya menghela napas dan berkata: "Kamu......"

Dia berkata, tiba-tiba mengalihkan pandangan melihat Robert Huo, berkata: "Aku tidak tahu apakah kamu tahu jelas Natalie Ning telah melakukan berapa banyak pengorbanan demi kamu dan keluarga. Dia hari ini mengundurkan diri karena satu kalimat darimu, aku berharap dia tidak akan menyesal! Aku tidak berharap banyak terhadapmu, hanya ingin memperingatimu, kalau kamu tetap memperlakukan Natalie Ning seperti dulu, aku pasti akan berusaha keras membujuknya untuk bercerai denganmu, lalu mencarikan seorang suami yang lebih baik ratusan kali lipat darimu untuknya!"

Awal-awalnya, kesan Robert Huo terhadap para pegawai di toko busana ini sangat buruk, karena mereka tidak membantu Natalie Ning saat dia sangat memerlukan bantuan.

Tapi sekarang, saat melihat raut wajah kepala toko yang murung ini, Robert Huo tiba-tiba mengerti, mungkin dia telah salah pengertian.

Mereka bukanlah tidak ingin membantunya, melainkan cara mereka dalam membantunya sedikit berbeda.

Melihat dari sudut pandang orang biasa, kalau mereka sampai bertengkar bahkan berkelahi dengan kostumer demi Natalie Ning, masalah ini akan sulit ditangani.

Toko busana ini pun kemungkinan akan disegel nantinya, dan mereka akan kehilangan pekerjaan.

Kalau memang begitu, apakah mereka masih akan membantu?

Apalagi ekspresi wajah dan nada bicara kepala toko wanita ini telah sepenuhnya membuktikan mereka sebenarnya sangat peduli terhadap Natalie Ning, kalau tidak, mereka tidak akan memberi peringatan terhadap Robert Huo secara khusus setelah kejadian ini.

Setelah Robert Huo diam sesaat sambil melihat kepala toko wanita itu, dia berkata: "Kamu tidak akan memiliki kesempatan ini, aku akan memperlakukan mereka sepasang ibu dan anak dengan baik, bahkan melebihi semua orang di dunia."

"Bualanmu terdengar begitu serius!" Pegawai wanita memberikan kritikan.

Kepala toko wanita malah tidak mengatakan apapun, hanya menarik tangan Natalie Ning, dan berpesan beberapa kata lagi, kalau misalkan kehidupannya sangat melarat, toko busana masih akan menerimanya kapan pun saja.

Novel Terkait

Uangku Ya Milikku

Uangku Ya Milikku

Raditya Dika
Merayu Gadis
2 tahun yang lalu
Demanding Husband

Demanding Husband

Marshall
CEO
2 tahun yang lalu
The Great Guy

The Great Guy

Vivi Huang
Perkotaan
2 tahun yang lalu
Waiting For Love

Waiting For Love

Snow
Pernikahan
3 tahun yang lalu
Cinta Tak Biasa

Cinta Tak Biasa

Susanti
Cerpen
3 tahun yang lalu
Adieu

Adieu

Shi Qi
Kejam
3 tahun yang lalu
After Met You

After Met You

Amarda
Kisah Cinta
2 tahun yang lalu
Satan's CEO  Gentle Mask

Satan's CEO Gentle Mask

Rise
CEO
2 tahun yang lalu