Inventing A Millionaire - Bab 277 Satu Lagi Yang Suka Berpikir Berlebihan.

Sebelum tiba di kantor Nova Ji, Robert Huo mengangkat tangannya dan mengetuk pintu.

Jika orang lain memiliki hubungan yang begitu dekat dengan Nova Ji, apalagi dia adalah orang yang sangat di andalkan wanita itu, maka mungkin saja orang itu akan langsung membuka pintu dan masuk, tetapi Robert Huo tidak akan melakukannya, dia selalu menekankan prinsipnya, yaitu, tidak rendah hati atau sombong, menghormati dan teratur.

Tidak peduli seberapa besar rasa bergantung Nova Ji padanya, karena dia sekarang adalah bawahan dari pihak lawan, dia harus tetap menjaga rasa hormatnya.

Suara Nova Ji terdengar dari dalam kantor: "Silakan masuk."

Robert Huo kemudian menekan pegangan pintunya, mendorong pintu dan berjalan masuk.

Nova Ji sedang duduk di belakang mejanya, tidak tahu apa yang sedang dia pikirkan, dia terlihat sedikit linglung.

Dia bahkan tidak melihat siapa yang berjalan memasuki kantornya, jawabannya barusan mungkin hanya jawaban asal-asalan.

“CEO Ji, bagaimana dengan perencanaan jadwal hari ini?” Tanya Robert Huo.

Mendengar suaranya, tubuh Nova Ji bergetar dan tiba-tiba dia mengangkat kepalanya untuk melihat ke arahnya. Saat dia bisa melihat Robert Huo dengan jelas, ekspresi wajahnya berubah menjadi sangat aneh.

Ketika Robert Huo melihat ekspresinya, dia juga merasa bingung.

Pagi-pagi seperti ini, kenapa tampangnya seperti ini?

“Ada apa denganmu?” Tanya Robert Huo dengan curiga.

"Tidak. Tidak ada..." Nova Ji menggeleng kepalanya cepat, lalu bertanya: "Apa yang ingin kamu tanyakan?"

“Aku ingin bertanya kepadamu bagaimana dengan jadwalmu hari ini?” Robert Huo secara singkat memikirkan beberapa hal yang belum diputuskan sebelumnya, kemudain berkata: “Jika tidak ada perencanaan yang khusus, aku sarankan untuk pergi ke Dynasty Entertainment dan membicarakan tentang promosi kerjasama. Waktu itu kita tidak membuat janji, jadi seharusnya tidak ada masalah kali ini. "

Nova Ji meng-iyakannya dan berkata: "Kamu saja yang mengurusnya."

“Satu hal lagi, rencana departemen pemasaran sudah keluar beberapa hari yang lalu, dari segi pendanaan, menurutku kita bisa menambahkan 5 juta RMB, sehingga keuntungan yang didapat dari dana yang besar bisa di manfaatkan keuntungannya. Lagipula, pada beberapa waktu ini, perusahaan yang berani mengeluarkan dana yang besar untuk mendukung departemen pemasaran sudah tidak banyak lagi, pas sekali untuk kita mengunakan kesempatan ini!"

“Baiklah, kamu saja yang mengurusnya.” Nova Ji masih menjawabnya seperti itu.

Robert Huo awalnya ingin mengatakan hal ketiga, tetapi melihat sikapnya seperti ini, mau tidak mau dia berhenti, Nova Ji sepertinya tidak memperhatikannya.

Penampilannya yang linglung ini benar-benar berbeda dari dengan dirinya yang biasa.

Nova Ji yang dulu jika menemukan masalah, dia akan selalu berpikir dengan hati-hati, dengan serius dan hati-hati memikirkannya selama beberapa waktu, salah satu alasannya adalah memastikan bahwa keputusannya ini tidak salah, kedua, jika pendapatnya bertentangan dengan Robert Huo, dia akan berpikir keras tentang siapa yang benar dan siapa yang salah, apakah alasan pihak lawan untuk melakukan ini lebih dapat dipertahankan daripada alasannya sendiri.

Tapi hari ini, dia tidak berpikir dulu, dua masalah ini di serahkan pada Robert Huo, seolah-olah GM perusahaan ini adalah Robert Huo dan dia hanyalah seorang asisten.

Tidak perlu mengungkit bahwa Robert Huo adalah orang yang teliti, bahkan walaupun saat ini dia adalah orang yang cerobohnya, saat ini dia tetap dapat melihat ada yang salah dengan keadaan pihak lawan.

"Apa yang salah denganmu? Tidak bisa fokus, apa yang terjadi?” Tanya Robert Huo dan berjalan lebih dekat.

Dia baru saja berjalan dua langkah, Nova Ji tanpa sadar mundur seperti kelinci yang ketakutan dan bersandar ke belakang.

Melihat rasa panik di mata wanita itu, kebingunan Robert Huo semakin muncul.

Dari pengelihatannya semenjak dia memasuki pintu tadi, sudah terlihat ada yang salah dengan wanita ini..

“Sebenarnya ada apa?” Tanya Robert Huo lagi.

Nova Ji tidak menjawab dan hanya menatap Robert Huo.

Kabar dari Natalie Ning kemarin membuatnya terlalu panik dan membuatnya terjaga sepanjang malam.

Bahkan sekarang, dia masih tenggelam dalam kecemasan.

Hari ini Robert Huo berdiri di depannya, dia hanya ingin mengetahui dengan jelas apakah pria itu hanya berpura-pura bodoh.

Mereka masih terdiam, tapi hal itu tidak berlangsung lama, Nova Ji orang pertama yang memecah keheningan itu.

“Aku dengar kamu hilang ingatan?” Tanya Nova Ji.

“Betul, aku tidak bisa mengingat banyak masa laluku, kenapa, Natalie memberitahumu?” Tanya Robert Huo.

Nova Ji tidak bermaksud menjawab pertanyaannya sama sekali, sehingga dia balik bertanya: "Apa yang kamu ingat?"

“Ingat apa?” Robert Huo menatapnya, dengan sebuah pemikiran sama-sama di hatinya, sepertinya keanehan Nova Ji terkait dengan ingatannya.

Tetapi dia tidak berpikir terlalu banyak, sehingga hanya berkata: "Aku tidak banyak mengingat masa laluku, hal pertama yang ku lihat saat aku membuka mata di ranjang rumah sakit adalah Natalie yang sedang membantuku membasahi bibirku. Aku bertanya padanya kemarin dan dia berkata dulu kita adalah teman baik. Tapi aku tidak ingat sama sekali, aku bahkan tidak tahu siapa keluargaku atau di mana aku berkuliah dulu. apakah dirimu tahu hal-hal itu?"

"Bagaimana mungkin aku tahu! Aku tidak tahu apa-apa!" Nova Ji langsung menyangkalnya, nada bicaranya menjadi lebih meninggi.

Reaksinya menyebabkan pandangan mata Robert Huo berangsur-angsur menunjukkan makna menyelidiki.

Berdasarkan pengetahuan psikologisnya sendiri, jika tidak salah reaksi Nova Ji. Seharusnya dia tahu lebih banyak dari sekedar berita Natalie Ning, sehingga membuat dia khawatir.

Dia sepertinya memiliki sesuatu yang lain tentang hal ini?

Mungkin Nova Ji sendiri merasakan reaksinya sedikit berlebihan, sehingga dengan cepat dia berkata: "Aku bergabung dengan perusahaan setelah lulus kuliah, kemudian aku baru bisa berhubungan lagi dengan Natalie Ning, saat itu kalian sudah menikah dan memiliki anak. Kita berkenalan pada saat itu, jadi bagaimana mungkin aku tahu"

"Benarkah." Robert Huo tidak bertanya lagi, dengan ekspresi wajahnya yang tenang dia berkata: "Kalau begitu, lupakan saja, tidak masalah bagiku apakah aku mengingatnya atau tidak, yang penting adalah saat ini aku cukup bahagia."

Robert Huo mengatakan ini untuk menghibur Nova Ji, tidak peduli apakah dia ada hubungannya dengan ingatan atau tidak, dia tidak perlu mengkhawatirkan masa lalunya, karena Robert Huo belum berpikir untuk mengetahui hal-hal itu.

Tetapi bagi Nova Ji, kata-kata Robert Huo terdengar seakan-akan dia mengetahui segala hal.

Apakah maksudnya itu. Dia sudah mengetahui masalah dulu, jadi sekarang dia tidak ingin mengingatnya lagi? Atau, dia lagi mengisyaratkan bahwa dia tidak ingin mengingatnya lagi, sehingga berkata pada dirinya untuk membuat persiapan di hatinya?

Bagaimanapun, Nova Ji mendengar kata-kata ini lebih seperti sebuah ancaman, dia hampir setengah yakin bahwa pihak lawan telah memulihkan ingatannya.

Memikirkan hal ini, wajah Nova Ji menjadi pucat, dia tahu bahwa jika pihak lawan benar-benar memulihkan ingatannya, maka dia hanya perlu menunggu dirinya berakhir dengan menyedihkan.

Jangankan balas dendam dari pria itu, hanya dengan kehilangan pertolongan darinya saja, itu adalah kerugian yang tidak terbayangkan besarnya

Mengapa Keluarga Ji mengirim begitu banyak modal saat itu? Semuanya itu karena ada rumor bahwa Robert Huo mewarisi pewaris Yacob Zhao, jadi Cedric Ji dan yang lainnya ingin menjalin hubungan yang baik dengan Robert Huo.

Saat ini di mata Keluarga Ji, Robert Huo bukan lagi asisten Nova Ji, atau seseorang yang berbakat dengan kemampuan yang baik di perusahaan cabang Keluarga Ji.

Status dan pengaruhnya sendiri, sampai batas tertentu, dapat dibandingkan dengan Cedric Ji.

Ini karena Robert Huo masih terlalu muda, dan waktu untuk mendapatkan warisan dari Yacob Zhao tidak lama lagi, jika dia benar-benar bersatu dengan orang itu. Maka pengarusnya bisa di bilang hampir sama dengan Cedric Ji.

Jika Robert Huo mengatakan bahwa dia membenci Nova Ji, maka reaksi Keluarga Ji seperti apa, tidak perlu dibayangkan juga sudah tahu.

Saat itu juga, mereka pasti akan mengusir Nova Ji dari Keluarganya.

Tidak peduli berapa banyak usaha yang dia berikan sebelumnya, tidak peduli berapa besar kemampuan pribadinya. Selama dia melakukan sesuatu yang merugikan keluarganya, dia pasti akan langsung di keluarkan dari keluarganya.

Kehilangan penerimaan dari Keluarga Ji, menghadapi balas dendam pria ini, dia tidak ada berbeda dengan orang biasa.

Memikirkan hal ini, tubuh Nova Ji menjadi sedikit bergetar.

Dari sudut pandang ini, Nova Ji dan Pan Simi adalah orang yang sama.

Kedua orang suka berpikir yang berlebihan terhadap suatu hal, sebenarnya, apa yang mereka pikirkan, sebenarnya itu salah, tidak ada bukti yang bisa mendukung hal itu akan terjadi.

Tapi keduanya termasuk tipe orang yang memiliki harga diri yang kuat, juga memiliki kemampuan pribadi yang baik dan sikap yang sedikit sombong.

Orang seperti itu tidak akan pernah mengakui bahwa dia salah meskipun dia memang telah salah.

Singkatnya, Nova Ji juga sudah memasuki pola pikiran yang berlebihan.

Dia hanya memikirkan satu hal sekarang, yaitu apakah dia harus segera merobek topengnya di depan Robert Huo.

Jika pria ini benar-benar sudah memulihkan ingatannya, cepat atau lambat dia akan melawan dirinya, tetapi sekarang pria itu benar-benar tidak melakukan hal yang tidak menguntungkan bagi dirinya, dia juga belum benar-benar mengakui bahwa dirinya telah memulihkan ingatannya, jika dirinya sendiri yang bergerak duluan untuk melawannya, apakah hal ini pantas?

Apakah lebih baik dia menundanya sebentar lagi?

Yang terpenting adalah saat ini Nova Ji tidak terlalu percaya diri, bahwa dirinya bisa melawan Robert Huo dan menang dari pria itu.

Jadi setelah merasa ragu-ragu untuk beberapa saat, dia melepaskan rencananya itu dan berkata: "Begini juga bagus."

Novel Terkait

Cinta Seorang CEO Arogan

Cinta Seorang CEO Arogan

Medelline
CEO
2 tahun yang lalu
Love And Pain, Me And Her

Love And Pain, Me And Her

Judika Denada
Karir
2 tahun yang lalu
Balas Dendam Malah Cinta

Balas Dendam Malah Cinta

Sweeties
Motivasi
3 tahun yang lalu
Harmless Lie

Harmless Lie

Baige
CEO
3 tahun yang lalu
Mbak, Kamu Sungguh Cantik

Mbak, Kamu Sungguh Cantik

Tere Liye
18+
2 tahun yang lalu
You Are My Soft Spot

You Are My Soft Spot

Ella
CEO
2 tahun yang lalu
Wahai Hati

Wahai Hati

JavAlius
Balas Dendam
2 tahun yang lalu
My Greget Husband

My Greget Husband

Dio Zheng
Karir
2 tahun yang lalu