Inventing A Millionaire - Bab 245 Pekerjaan Kayu

Keesokan paginya, Robert sadar akan teriakan dari Gaby.

Setelah membuka matanya, dia melihat bocah ini dengan bahagia memeluk dia.

“Gaby, kemarin malam papa baru kembali, jangan menganggu dia beristirahat!” Natalie berkata.

“Tidak apa-apa.” Robert tersenyum lalu memeluk bocah ini dan mengecup wajah bulatnya itu dan bertanya : “Merindukan papa?”

“Iya!” Gaby dengan cepat menganggukan kepalanya lalu mengecup Robert dan berkata dengan serius : “Sangat amat merindukanmu!”

“Seberapa banyak kamu merindukannya?”

“Seperti mama merindukan papa!” Gaby berkata.

Wajah Natalie memerah, apalagi ketika melihat ke arah Robert, dia terasa malu.

Robert sendiri tidak menggoda dia, lalu bermain sejenak bersama bocah ini dan mengajak dia untuk menyikat giginya.

Setelah menganggu Robert pagi ini, hingga mengantarkan dia ke depan pintu sekolah, suasana mulai terasa lebih tenang.

Dia tidak menuju ke perusahaan keluarga Ji, juga tidak menuju ke New Hope Corp, melainkan Robert menuju ke tempatnya Yacob.

Tuan besar yang mengalami kanker stadium lanjut, dan hidupnya tidak akan lama lagi, jadi lebih baik menjengguknya.

Setibanya di kediaman Yacob, Robert melihat dia sedang mendorong pintu di daerah tanaman bunga ini.

Sayuran di tanaman bunga telah di cabutnya, kemudian kembali menanamkan dua biji kayu rosewood.

Pohon seperti ini sangat mahal, tetapi ini akan tumbuh dengan lama dan dengan jangka usianya Yacob mungkin tidak akan bisa melihat mereka tumbuh besar.

Robert menuju ke sana, lalu membantu Yacob untuk mengambil air.

Melihat dia datang, Yacob tidak merasa aneh, juga tidak menghentikan gerakan Robert.

Setelah menyirami bunga, dia memberikan sebuah gelas dan bertanya : “Aku dengar kamu mendapatkan masalah?”

“Tidak apa-apa, hanya urusan kecil.” Robert meneguk minumannya, sambil menyeka keringat di kepalanya dan berkata : “Jika anda ingin menyirami ini, katakanlah kepadaku, mungkin dalam beberapa waktu ini, aku akan pindah ke sini.”

“Ketika kamu pindah ke sini, mungkin aku telah tiada, dan lagi aku hanya terkena kanker saja, bukannya kenapa-napa, lalu masih bisa menyirami semua ini.” Yacob berkata.

Robert tahu, maksud dari tiada ini adalah pergi dari dunia ini, dan untuk penyakit di tubuh ini, Yacob mengetahuinya lebih dalam.

Dia tidak terlihat seperti orangtua lainnya, setelah mengetahui dirinya terkena kanker seharusnya akan terlihat sedih tetapi ketika memikirkan dia berantem dengan Joel, membuat dia terlihat lebih terbuka.

Bahkan otaknya saja masih terlihat bagus, jika orang lain melihat ini mungkin saja akan merasa penyakitnya itu telah menghilang.

Tetapi Robert tahu, dengan keadaan seperti ini dan sikap Yacob yang terlihat lebih membaik, maka waktunya akan semakin dekat.

Hal ini membuat dia merasa sedih, dengan kehidupan Yacob yang sangat hebat ini terlihat begitu jelas.

Dia tersenyum dan berkata : “Tidak perlu mengasihani aku, selama hidup ini prestasi yang telah aku dapatkan sangat memuaskan, tetapi kamu bukankah aku telah mengatakan, setengah dari saham itu aku berikan untuk uang kerja kerasmu, lalu sisanya berikanya kepada The Hope Project, lalu kenapa bahkan Joel membawa 2.000.000 Rmb itu kembali.”

“Uang itu milik anda, aku hanya menghabiskan 2.000 Rmb saja untuk uang tiket, maka dari itu akan sungkan untuk menerimanya, dan untuk donasi anda sendiri harus mengantarkannya, jika tubuh ini tidak kuat, aku akan mengantarkan anda ke sana.” Robert berkata.

“Baiklah.” Yacob melambaikan tangannya juga tidak berlarut dalam pembicaraan ini dan berkata : “Karena kamu sudah disini, maka ambillah kayu yang tidak berguna itu, sebenarnya aku ingin membuat sebuah kotak kecil, karena tubuh ini yang tidak kuat, bantu aku untuk memotongnya, semua peralatan dan kayu itu ada di sana.”

Robert menganggukan kepalanya, setelah memasuki ruangan dia mengambil kayu dan peralatan yang di katakan Yacob, lalu memalukan pemotongan.

Kayu ini merupakan cottonwood yang sangat umum, dan kayu seperti ini biasa di gunakan untuk kertas, dan kualitasnya terbilang rendah, sungguh tidak di sangka orang seperti Yacob akan menggunakan barang seperti ini.

Robert sendiri tidak memberikan pendapat apapun di pembuatan ini, menurut dia apapun permintaan tuan besar ini, akan dia lakukan dan bukan membuatkan apa yang kita suka agar tidak meninggalkan penyesalan untuknya.

Tetapi Yacob melihatnya dengan tenang dan bertanya : “Apakah menurutmu kayu seperti ini yang di jadikan kotak, terlihat tidak cocok?”

Robert tidak menutupi pemikiran dia dan berkata : “Memang benar.”

“Kamu tidak takut aku marah.” Yacob tersenyum, tentu saja dia tidak marah karena Robert berkata dengan jujur lalu berkata : “Sebenarnya ketika aku masih muda, cottonwood ini menjadi kayu terbaik di dalam negeri ini, bukan karena harga satuan mereka yang mahal, dan terlihat biasa, tetapi sebenarnya dia sangat membantu negara ini, apalagi beberapa pembuatan juga mengandalkan cottonwood, dan juga memiliki Populus Nigra Var, kemudian memiliki spritual yang gigih maka dari itu orang seusia aku akan merindukan hal seperti ini.”

Yacob seperti orangtua biasa, lalu memindahkan kursi, sambil duduk melihat Robert bekerja, kemudian menceritakan masa mudanya.

Suaranya tidak cepat juga tidak lambat, terkadang juga bertanya beberapa hal, kedua orang yang bertanya dan menjawab ini, terlihat seperti guru dan muridnya.

Robert sendiri tidak terbilang bisa mengenali pemotongan kayu ini, dia lebih bisa membuat Porselen.

Pekerjaan kayu ini terlihat begitu mudah, tetapi sebenarnya cukup sulit.

Hingga siang hari, Yacob sendiri membuatkan makanan.

Daging kepala babi, dengan tumis sayur kubis yang dibuatkan pedas asam juga 2 mangkuk nasi.

“Banyak orang yang mengatakan, jika memakan daging itu tidak bagus dan harus memakan sayuran, sebenarnya semua ini salah, kamu lihatlah para binatang buas itu, mereka pemakan daging terbesar dengan kekuatan yang luar biasa. Begitu juga dengan manusia jika tidak memakan daging, dari mana asal kekuatan mereka, kata orang dulu nasi putih itu menyehatkan sebenarnya yang terjadi adalah karena dulu kami ini miskin dan tidak mampu membeli daging, begitu juga dengan anakmu, berikan dia asupan daging yang banyak, jangan berikan dia asupan bubur yang tidak jelas itu, kamu pahamkan.” Yacob sambil berkata sambil mengambil sayuran untuk Robert.

“Namanya Gaby dan sekarang berumur 8 tahun, minggu ini aku akan mengajak dia untuk bertemu denganmu.” Robert berkata.

Yacob tidak menolaknya juga tidak mengiyakan, dia seperti sedang berkata sendirian.

Sebenarnya dia juga termasuk kasihan.

Setelah mengajar selama hidup ini, dirinya yang akan pergi itu malah terlebih dulu mengantarkan orang yang lebih muda.

Setelah pasangannya pergi, dia malah berselisih paham dengan muridnya lalu sekarang selain Robert, sudah tidak ada lagi yang berkunjung ke tempat Yacob.

Sudah tahu jika pekerjaannya tidak akan bisa, lalu sekarang malah berantem secara hebat dengan Joel, jadi siapa yang akan membuar kesenangan lagi.

Melihat Robert yang terus hadir, membuat orang-orang menertawai anak muda yang tidak mengerti kondisi ini.

Setelah ini orang yang akan hiduplah yang akan memegang dunia ini.

Seseorang yang mati, bagaimanapun dia hidup tetap hanya akan menjadi masa lalu.

Semua hal ini tidak ingin di pikirkan oleh Robert, dia melihat ke arah Yacob, hanya sebuah cara untuk menghormati orang yang lebih tua dan tidak lebih dari itu.

Dan untuk orang seperti Joel, Robert tidak memasukannya ke dalam hati, jika tidak ketika dirinya membutuhkan uang tetap tidak ingin membutuhkan bantuan dari Joel.

Setelah sibuk seharian di tempat Yacob, Robert akhirnya menyelesaikan kotak ini.

Walaupun pekerjaan ini tidak terbilang bagus, tetapi ukurannya tidak terlalu berbeda dan jika dilihat lagi masih terbilang bagus.

Hanya saja Yacob bersih keras ingin menggunakan irisan kayu dan tidak ingin tambahan apapub.

Pembuatan kayu ini sangat susah, dan orang biasa pasti akan membutuhkan waktu 3 hingga 5 tahun untuk melatihnya, dengan arahan dari Yacob, Robert hanya bisa memaksakan diri dan tetapi tidak bisa berkumpul jadi satu.

Melihat malam yang telah tiba, Yacob tidak memaksa lagi lalu melambaikan tangannya dan berkata : “Pergilah untuk beristirahat lagi, besok saja di lanjutkan.”

Robert menganggukan kepalanya, lalu memindahkan barang ke dalam ruangan, setelah itu mencuci tangan dan berpamitan.

Setelah keluar dalam beberapa jarak Robert memutarkan kepalanya dan terlihat bayangan orangtua ini.

Pada saat ini hatinya merasa tidak tenang, karena bayangan ini membuat orang merasa kesepian.

Robert ingin sekali kembali untuk menemani orangtua ini sejenak lagi, tetapi ketika dia berpikir urusan dia selanjutnya, dia berpikir akan kembali besok, apalagi setibanya dirumah masih harus memasak untuk anak dan istrinya, lalu menyelesaikan urusan kantor.

Dia ikut melambaikan tangan lalu pergi.

Hingga ketika bayangan Robert menghilang, Yacob bersandar di dekat pintu dan terbatuk-batuk.

Dia telah menahan untuk tidak batuk karena dirinya tidak ingin terlihat lemah di depan Robert.

Tetapi ketika di sisinya tidak ada lagi orang, dia kehilangan kendali dan tubuhnya perlahan melemah.

Dengan pelan dia menutup pintu, lalu dari dalam ruangan ini terdengar suara batuk.

Tirat tertutup, akan segera di mulai.

Novel Terkait

The Campus Life of a Wealthy Son

The Campus Life of a Wealthy Son

Winston
Perkotaan
2 tahun yang lalu
Cinta Yang Paling Mahal

Cinta Yang Paling Mahal

Andara Early
Romantis
2 tahun yang lalu
Gaun Pengantin Kecilku

Gaun Pengantin Kecilku

Yumiko Yang
CEO
2 tahun yang lalu
Dark Love

Dark Love

Angel Veronica
Percintaan
3 tahun yang lalu
Aku bukan menantu sampah

Aku bukan menantu sampah

Stiw boy
Menantu
2 tahun yang lalu
After The End

After The End

Selena Bee
Cerpen
3 tahun yang lalu
Hidden Son-in-Law

Hidden Son-in-Law

Andy Lee
Menjadi Kaya
2 tahun yang lalu
My Enchanting Guy

My Enchanting Guy

Bryan Wu
Menantu
2 tahun yang lalu